Takdir Cinta Alisha

Takdir Cinta Alisha
Episode 19


__ADS_3

"Hmmmm.... bagaimana dengan Sarah?" tanya Arga


Ibu Lina dan Alisha menggeleng cepat, Arga berpikir lagi nama yang bagus untuk Alisha


"Kalau Vera?" tanya ibu Lina


"Tidak, itu namanya sudah umum" jawab Alisha


Setelah hampir semua nama perempuan sudah di usul Arga dan ibunya akhirnya Arga mendapatkan nama lagi


"Bagaimana dengan Tara?" usul Arga


Alisha mengangguk cepat


"Sepertinya bagus, tapi nama panjangnya apa?" tanya ibu Lina


"Bagaimana dengan Tara Sutaria" jawab Arga


"Boleh, aku suka namanya" seru Alisha


"Ok, sekarang nama adik baru kamu Arga adalah Tara Sutaria" seru ibu Lina


Alisha dan Arga bertepuk tangan kecil dan tersenyum


"Besok ibu akan mengurus semua dan sekarang ibu harus melipat pakaian" ujar ibu Lina sambil menatap tajam Arga


Merasa dirinya bersalah, Arga hanya cengengesan dan Alisha menahan tawanya


Malam harinya........


*Tok tok tok* pintu kamar Alisha di ketuk dan Arga masuk ke dalam


"Tara, ayo kita makan malam" ajak Arga


"Ok kak" jawab Alisha


Mereka kemudian pergi ke ruang makan disana sudah ada ibu Lina yang tengah menyiapkan makanan untuk mereka


"Ibu masak semua ini?" tanya Alisha sambil meraih kursi dan duduk


Ibu Lina mengangguk dan menyendok nasi ke piring Alisha dan Arga barulah dirinya


Alisha / Tara melihat isi meja makan yang hanya nasi putih, telur goreng, serta tahu goreng


"Ada apa Tara, apa kau tidak suka? jika tidak suka kakak akan masakan makanan lain untukmu" tanya Arga

__ADS_1


"Siapa bilang aku tidak suka, aku baru lihat saja sudah tergoda apa lagi memakannya" jawab Alisha


"Ibu pikir kamu tidak suka masakan ibu" ujar ibu Lina


"Tidak, masakan ibu pasti enak" jawab Alisha dan mengambil sesendok nasi dan memakannya


"Tuh kan, enak apa aku bilang" ujar Alisha


Arga dan ibunya tertawa mendengar ucapan Alisha / Tara karena mereka merasa Alisha hanya ingin menyenangkan hati ibu Lina


Acara makan malam saat itu terasa berbeda bagi Alisha dan terasa hangat bagi Arga dan ibunya karena baru pertama kali ini ada perempuan yang makan malam dengan mereka


Sementara itu di rumah William.........


*Prankk* suara guci antik mahal William ia pecahkan


Vera beserta bawahannya yang baru juga beberapa koki yang tengah berkumpul di ruang makan menjadi ketakutan dan tertunduk diam


"Masak saja tidak bisa, semua koki kemasi barang barang kalian dan keluarlah atau kalau tidak aku akan memenggal kepala kalian" teriak William


Tanpa menjawab, para koki langsung menuju ruang belakang dan mengemasi barang-barang mereka dan pergi dari rumah besar William sebelum tuan besar William membuat kepala mereka terpisah dari tubuh mereka


"Dasar tidak berguna!" seru William dan menumbuk tangannya ke piring makanan kemudian pergi ke atas


Daren yang tengah duduk di sofa ruang tamu hanya memainkan ponselnya tanpa melihat apa yang telah terjadi karena kejadian yang menegangkan ini sudah biasa ia lihat


Di ruang tamu hanya tinggal Vera beserta bawahan barunya, karena merasa tak ada lagi alasan mereka untuk berkumpul mereka juga memutuskan untuk kembali bekerja


*Brakk* pintu kamar William ia buka kasar dan ia banting


William langsung melempar tubuhnya ke ranjang dan pandangan mata ke langit-langit kamarnya yang berhias lampu gantung besar dan mewah


Sesaat kemudian, tanpa ia sadari air matanya bercucuran


"Alisha, aku mohon jangan tinggalkan aku aku tidak sanggup lagi seperti ini" ucapnya


Seorang wanita berkerudung putih panjang serta pakaian muslim putih berbaring di samping William dan ia memeluk William


William terkejut melihat sosok Alisha di sampingnya dan ia membalas memeluknya


"Aku mohon jangan tinggalkan aku lagi" ucapnya


"Tidak, aku tidak akan pergi aku akan selalu berada di hatimu sampai kapanpun" jawab sosok Alisha


Mereka berpelukan erat di atas ranjang, William tak kuasa menahan tangisnya kemudian ia membuat Alisha dan dirinya terduduk dan memegang kedua pipi Alisha

__ADS_1


"Aku mohon jangan tinggalkan aku" pinta William


"Iya, aku juga maunya seperti itu tapi apa dayaku aku hanya bisa mengikuti kehendak Tuhan" jawab sosok Alisha


"Aku sendiri yang akan katakan pada Tuhan agar Dia membiarkan kau kembali ke sisi ku" jawab William


"Kau tidak bisa melawan takdir William, waktuku tidak banyak aku harus pergi sekarang" jawab Alisha dan beranjak pergi


"Tidak...... tidak..... aku mohon jangan pergi" ucap William terisak


Seluruh tubuh William serasa tak bisa bergerak saat ia melihat Alisha berjalan menuju pintu kamarnya yang terbuka lebar dan terlihat dari luar cahaya putih yang amat terang seperti menuju alam lain


Alisha perlahan-lahan masuk ke dalam sana dan saat ia diambang pintu, ia menoleh ke arah William yang menangis dan tersenyum lebar


"Aku pergi William" seru sosok Alisha dan masuk ke dalam sana dan pintu kamar William langsung tertutup rapat


"TIDAKKKKKKKKKK!" teriak William yang baru bangun dari tidurnya


William memijit pelipisnya dan berpikir itu semua adalah mimpinya


Merasa frustasi, William langsung mengambil kunci mobilnya dan berjalan menuruni tangga dan masuk ke dalam mobil nya dan mengemudi dengan kecepatan tinggi


William masih terus menangis dan sesekali menyeka air matanya dan sampailah dia di jalan tempat pertama kali dia dan Alisha bertemu


William memberhentikan mobilnya tepat di depan pohon tempat dia di sandarkan Alisha waktu itu dan kembali menangis terisak-isak


"Aku tak sanggup seperti ini lagi Alisha, apa yang harus aku lakukan?" tanyanya sendiri dan memeluk kedua lututnya


Setelah melepas lama tangisnya, William tertidur di sana dan bersandar di pohon


Malam itu, jalan hanya diterangi lampu jalan di setiap pohon dan tampak sangat jelas jika William tertidur di sana


"Pak.... pak... bangun jangan tidur disini" ucap seorang pria paruh baya membangunkan William


William terbangun dan menggosok matanya


"Pak, jangan tidur disini tidak baik di sini rawan kejahatan dan disini sangat sepi" ujarnya pula


"Terimakasih sudah mengingatkan, saya permisi dulu" jawab William


William kembali masuk ke mobilnya dan ia memutar mobilnya dan mengemudi menuju rumahnya


Pria paruh baya itu tersenyum tipis melihat kepergian William


"Tenang William, ayah akan selalu berada di dekat mu walau kau tidak tahu ayah masih hidup" ucapnya dan ia pergi dari sana

__ADS_1


William yang baru sampai langsung memarkirkan mobilnya di depan rumahnya dan meninggalkan kunci mobil di dalamnya


Dengan mata kantuk ia berjalan menuju kamarnya dan langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur dengan posisi telungkup dan sandal belum di lepas


__ADS_2