Takdir Cinta Alisha

Takdir Cinta Alisha
Episode 12


__ADS_3

"Aku hanya ingin kau melihat ini!" seru Alisha dingin dan menyodorkan beberapa foto


Setelah pria itu melihat pria pria yang ada di dalam foto itu ia menjadi takut


"Apa kau mengenal mereka?" tanya Alisha


"I....ya nona...... mereka adalah teman teman ku yang ingin membunuh mu" jawab gugup pria itu


"Lalu siapa ini?" tanya Alisha sambil mengambil sebuah fhoto di saku bajunya dan memperlihatkan pada pria itu


"Kkkkkk...alau yang ini, dia adalah...... tuan yang menyuruh kami nona" jawab pria itu


Lama Alisha terdiam dan menatap wajah pria itu sehingg membuat pria itu bergidik ngeri


Kemudian dia mengambil ponselnya


"Sebutkan nomor ponsel bos-mu!" perintah Alisha sambil membuka ponselnya


"Nomornya 0863XXXXXX" jawab pria itu


Alisha mengetik nomor yang diberi tahu pria itu dan menelponnya, tak lama kemudian panggilannya di terima


"Kau katakan pada dia untuk datang ke sini malam ini!" perintah Alisha sambil memegang ponsel ke samping telinga pria itu


# Via telepon #


Bawahan \= Halo bos


Bos \= Ada kau menelpon ku?


Bawahan \= Aku sedang ditahan di gudang tua


Bos \= Apa! Dimana?


Bawahan \= Gudang tua di jalan XXXXX


Bos \= Alisha sudah menemukan mu?


Bawahan \= Benar bos, dia ingin kau sendiri yang menghadapinya


Bos \= Memang keparat dia, kau tunggu saja malam ini aku dan yang lain akan kesana


Panggilan di matikan


"Apa kata dia?" tanya Alisha

__ADS_1


"Dia mengatakan untuk datang kesini malam nanti dan aku mengatakan bahwa kau sendiri yang ingin dia langsung menghadapi mu" jawab gugup pria itu


"Bagus, nanti malam kau bersiaplah" ujar Alisha sedikit tersenyum licik dan meninggalkan tempat itu bersama Shirea


Bersiap? apa yang akan dia lakukan padaku?


gumam pria itu


"Apa yang akan kau rencanakan Alisha?" tanya Shirea


"Nanti aku akan jawab sekarang kita ke kantor polisi dahulu" jawab Alisha lesu


Shirea kemudian menyalakan motornya dan melaju ke kantor polisi


"Kau bantu aku membuat laporan tentang ini" pinta Alisha


"Ok, ikut aku!" seru Shirea


Mereka pun pergi ke ruangan pengaduan dan pembuat laporan


"Selamat siang, nona Shirea!" seru salah satu polisi yang berjaga di dalam


"Selamat siang, dia ingin membuat laporan kau bantu dia!" seru Shirea dan menunjuk Alisha


"Baik nona, nona mari duduk" seru polisi itu dan mempersilakan Shirea dan Alisha


"Saya ingin mengadu tentang penyerangan ku 2 Minggu lalu" ucap Alisha


"Bagaimana kronologis kejadian itu nona?" tanya polisi


"Sewaktu itu aku sedang berjalan di jalan XXXXX, dari arah belakang ada sebuah truk besar yang ingin menabrak ku namun aku langsung menjatuhkan diri di dekat rawa sehingga truk tadi tidak mengenai aku dan tertabrak sendiri, truk itu berisi kurang lebih 10 orang aku merasa ada orang yang berniat membunuh ku kemudian aku melihat mereka di rawa sedang menelpon seseorang dan yang lebih aneh mereka mengetahui nama ku itu membuat ku semakin yakin aku akan dihabisi" jawab panjang lebar Alisha


"Lalu bagaimana nona bisa melepaskan diri dari mereka?" tanya polisi


"Saat mereka melihat ku jatuh ke rawa mereka pikir aku sudah tertabrak dan jatuh ke rawa" jawab Alisha


"Baik nona, aku sudah mengetik semua pernyataan mu" ucap polisi itu sambil menatap komputernya


"Baiklah nanti malam kalian semua datang ke gudang tua di jalan XXXXX dan jangan lupa membawa pistol penembak gas air mata serta bawa sebuah mobil besar karena musuh yang akan kita hadapi ini adalah musuh besar" perintah Shirea


"Baik nona" jawab hormat polisi itu


Semua perlengkapan sudah di persiapan untuk menghadapi semua musuh sedangkan Alisha duduk termenung di ruangan Shirea


"Kau kenapa Alisha?" tanya Shirea sambil menepuk pelan pundak Alisha dan mengejutkannya

__ADS_1


"Bukan apa-apa, aku hanya memikirkan apa yang akan terjadi nanti malam" jawab Alisha


"Kau tenang saja, aku sudah memerintahkan yang lain untuk memperketat keamanan mu nanti malam, jadi bisa dipastikan kau akan aman" ucap Shirea menghibur


Alisha hanya mengangguk pelan dan menyandarkan kepalanya di dada Shirea dan memeluk samping sahabatnya itu


Malam pun tiba, setelah shalat isya Alisha dan Shirea bersiap siap menuju gudang tua


"Kalian nanti menyusul kami dan kalian hanya boleh lewat pintu belakang, pintu itu sudah ku buka jadi kalian bisa masuk sekarang kami akan pergi dahulu" seru Shirea dan Alisha sambil menaiki motor Shirea


"Baik nona!" seru mereka


Mereka pun pergi ke gudang tua dan sesampainya di sana semua anak buah Celvin sudah terkulai lemas di lantai


"Sepertinya mereka sudah datang" seru Alisha sambil melihat lihat sekitar mereka


"Kau benar Alisha, kita harus berhati-hati" jawab pelan Shirea dan juga memperhatikan sekitar mereka


Baru saja mereka mengatakan semua anak buah itu baru keluar dari dalam ruangan dimana pria itu di sekap dan juga ada seorang pria tua baru keluar dari mobilnya


"Jadi kau istrinya William?" tanya pria tua itu


"Iya, memangnya kenapa?" tanya Alisha


"Apa kau tahu kenapa aku menyuruh semua anak buahku untuk membunuh mu?" ucap pria tua itu dan menyunggingkan senyum liciknya


"Apa tujuan mu?" tanya Shirea


"Apa kau kenal Thora?" tanya balik pria tua itu


"Iya aku kenal, dia sudah berada di penjara karena sudah melenyapkan keluarga William lalu apa urusannya denganmu?" tanya Alisha dan mencoba untuk tetap tenang


"Kau bohong! adikku itu sudah mati tertembak oleh suami kepar*t mu itu!" Sergah pria itu


"Aku tidak bohong, aku sendiri yangenyuruh mereka untuk membawa saja adikmu Thora ke kantor polisi dari pada di bunuh" jawab tenang Alisha dengan wajah datar


"Dia tidak pernah masuk kantor polisi, saat itu dia langsung di tembak mati dengan anak buah William, itu pasti William yang menyuruhnya!" sergah lagi pria itu


"Maaf aku sungguh tidak tahu semua kronologis kejadian adikmu tiada tapi itu semua akibat dengan apa yang ia lakukan dulu dengan keluarga William" jawab Alisha menjelaskan


"Dasar pembohong! aku akan melenyapkan mu disini!" teriak pria itu dan menodongkan pistol ke Alisha, Alisha tetap mencoba merasa tenang dan Shirea pun menjadi panik


Saat pria tua itu lengah dengan cepat Alisha mengeluarkan jurus ampuhnya dan menjatuhkan jauh pistol yang di pegang pria itu kemudian Alisha dan Shirea di serang semua anak buah pria itu dan terjadilah perkelahian yang tidak biasa yaitu sejumlah pria VS dua orang wanita


Shirea mengeluarkan jurus tendangan mautnya sedangkan Alisha yang hanya menggunakan tangan nya yang sudah tertutup saring tangan putih hanya memukul bagian perut, leher, dan wajah para anak buah itu sehingga semua anak buah pria itu itu jatuh terkulai lemas di lantai dengan penuh lebam di wajah

__ADS_1


Penasaran seperti apa Episode selanjutnya like and coment ya biar penulis semangat ngetiknya!


__ADS_2