
"Aku sudah memenuhi persyaratan untuk menikahi mu dan sekarang giliran mu nona Alisha, kau harus menyetujui pernikahan ini"
ujar William tersenyum
Alisha terdiam sejenak dan menatap wajah William
"Karena tidak ada yang harus saya bantah, jadi saya bersedia menerima pernikahan ini tapi ada syaratnya tuan" jawab Alisha sambil mencuci piring dengan wajah yang datar
"Syarat? apa saja?" tanya William
"Pertama, selama saya menjadi istri tuan saya harus juga menjadi pelayan karena saya ingin bekerja mencari uang dengan itu bukan sebagai istri tuan dan Kedua, saya akan melakukan kewajiban saya sebagai istri tuan tapi tidak sepenuhnya yaitu tidak berhubungan badan" ujar Alisha panjang lebar sambil menatap teduh wajah William
"Baiklah, aku setuju. Malam ini juga kita akan menikah di rumah ini dan bersiap siap lah" ujar William sambil memegang sarung yang ia pakai karena habis khitanan dan melangkah pergi ke kamarnya
'Kenapa tuan William sangat ingin menikah denganku apa dia ingin aku menjadi budaknya?' gumam Alisha sembari melihat William pergi meninggalkan dapur
Tepat jam 21.00 seorang penghulu dan juga Daren datang ke rumah William
"Bagaimana, apa kau sudah menemukan penghulunya?" tanya William yang masih memegang sarungnya
"Iya, dia adalah penghulunya dan untuk apa kau menyuruhku memanggilnya datang kesini?" tanya Daren
"Hari ini aku dan Alisha akan menikah!" jawab William sambil menyunggingkan senyum yang lebar
"Cihhh, kau melarang ku untuk mendekatinya tetapi kau malah menikahinya" ujar Daren lalu terduduk mendengar itu
"Vera, kau panggilkan Alisha untuk datang kesini!" ucap William
Mendengar perintah tuan William, Vera langsung menuju kamar Alisha dan mengetuk pintu kamar Alisha dan yang keluar tampak seorang wanita bercadar pink dan berpakaian muslimah menyapa Vera
"Ternyata penghulunya sudah datang ya? baiklah aku akan segera kesana nyonya Vera aku permisi dulu!" ucap Alisha dan kemudian pergi
Saat Alisha menuruni tangga, William dan Daren terpesona melihat Alisha yang berpakaian serba pink yang di sertai cadar dan membuat hati William berdetak kencang
'Astaga, aku baru masuk Islam sudah di suguhkan pemandangan seperti ini!' ujar William dalam hatinya
Alisha yang sudah berada di lantai bawah langsung duduk di samping William dan berkata
"Pak penghulu, kami akan segera menikah bisakah kau menikahkan kami?" tanya Alisha dengan suara lembut
"Tentu saja bisa, tetapi apakah ada wali orang tuanya?" tanya pak penghulu
"Maaf pak, saya yatim piatu dan dia juga sama dengan saya" ujar Alisha sambil menatap William
"Ya sudah, saya akan menikah kan tanpa adanya wali tapi harus ada saksi yang menyaksikan pernikahan ini" ujar pak penghulu
"Saksinya adalah Daren dan juga Vera beserta bawahannya" ujar William
__ADS_1
"Baiklah, karena semua saksi dan mempelai pria dan wanita nya sudah ada mari kita mulai ijab qobul nya!" ujar pak penghulu
Kemudian setelah William mengucapkan ijab qobul mereka sudah sah menjadi suami istri di mata hukum dan juga agama
Setelah itu, Alisha menyalami dan mencium punggung tangan suaminya, William dan saat Alisha mencium tangannya William merasakan jantungnya sangat berdetak kencang melebihi detak jantung biasanya
Setelah acara ijab qobul yang hanya disaksikan Daren dan Vera beserta bawahannya, William dan Alisha masuk ke kamar mereka dan ingin langsung beristirahat
"Alisha, aku ingin mandi air panas" ucap William yang tengah duduk di ranjang
"Baik, tuan 5 menit lagi air panasnya akan segera siap" ujar Alisha sambil melangkah pergi namun langkahnya di hentikan William
"Alisha, panggil saja aku dengan namaku dan kenapa kau memakai itu?" tanya William sambil menatap Alisha yang membelakangi nya.
"Baiklah, William dan soal saya memakai cadar ini karena saya sudah bersuami dan itu tidak baik bagi saya jika saya masih memperlihatkan wajah saya pada yang bukan muhrim" ujar Alisha dan melangkah pergi
Mendengar perkataan Alisha, William tersenyum dan berkata "Sepertinya dia tidak seperti wanita yang aku pikirkan" ujarnya yang masih tersenyum
Dan tak lama kemudian Alisha membawa sebuah Termos besar berisi air panas dan menuju kamar mandi untuk mengisi bak mandi dengan air panas
"William, airnya sudah siap sekarang kau bisa mandi!" ujar Alisha
"Ustadz menyuruh ku untuk tidak mandi di bak melainkan menyuruhku untuk membersihkan diri memakai kain basah, apa kau bisa membantuku?" tanya William sambil membuka kancing bajunya
Alisha yang melihat itu hanya memasang wajah datar dan kembali ke kamar mandi dan membawa 1 ember kecil air hangat dan kain putih dan duduk di depan William
William yang mendapat tatapan itu, juga membalas tatapannya dan melepas pakaiannya
Saat Alisha mengelap tubuh suaminya, William merasa bahwa sebentar lagi jantung nya akan copot di buat Alisha
"Karena kau sudah khitanan, jadi kau akan tidur di sini sendirian aku akan pindah ke kamar tamu!" ujar Alisha sambil mengelap tangan William
"Aku takut sendiri, bisakah kau menemaniku?"
tanya William berbohong
Mendengar itu Alisha sedikit merasa kalau suaminya itu berbohong tapi ia tidak mau berburuk sangka dan ia berkata
"Terserah kau saja, kau pakai bajumu dan aku aku akan meletakkan ini dulu ke kamar mandi" ujar Alisha sambil beranjak ke kamar mandi
'Terimakasih Tuhan, akhirnya malam ini aku akan bersama Alisha' ujar William dalam hatinya dan tersenyum
Alisha yang sudah kembali dari kamar mandi, ia langsung melepas kerudungnya dan juga cadarnya dan menuju ke ranjang dan memakaikan selimut untuk William
"Selamat tidur William" ujar Alisha dan tidur menghadap William
William yang melihat istrinya menutup matanya tersenyum tipis
__ADS_1
'Walaupun kau tertutup, tapi kau hanya milikku seorang Alisha tidak ada yang boleh memilikimu selain diriku'
Keesokkan paginya, William yang baru bangun tidur ia tidak melihat Alisha di sampingnya dan ia pun menuju ruang makan untuk mencari Alisha
'Jika dia kabur dari rumah ini maka aku tidak akan melepaskannya'
Saat ia ada di ruang makan ia terkejut melihat Alisha tengah mempersiapkan sarapan untuk William dan ia menoleh ke arah William
"William kemari, aku sudah membuatkan mu Sup ayam untuk sarapan mu ayo segera makan sebelum supnya dingin" ujar Alisha yang menuju William dan menarik tangannya menuju meja makan
William ternganga tidak percaya karena baru pertama kalinya seorang wanita memegang tangannya
"Ini, aku sudah menyendokkan sup ini untukmu makanlah!" ucap Alisha dengan tersenyum yang membuat William tanpa sadar membalas senyumannya
"Terimakasih" jawab William yang tersenyum
"William, aku ingin bertanya padamu?" tanya Alisha dengan raut wajah yang serius
"Kau ingin tanyakan apa?" tanya balik William
"Apa setelah kau masuk Islam kau masih menjadi mafia?" tanya Alisha sambil menatap William
"Iya, memangnya kenapa?" jawab William jujur
"Dalam agama Islam, pembunuhan itu sangatlah di haramkan jadi sebaiknya kau keluarlah jadi mafia!" ucap Alisha mengingatkan
"Baiklah, demi kau aku akan berhenti!" jawab William berbohong karena ia masih mencari orang yang sudah membunuh keluarganya tapi ia tidak bisa bicara pada Alisha karena takut Alisha tidak mengijinkan nya untuk menjadi mafia lagi
Melihat wajah William yang suram Alisha menjadi heran
"Jika kau ada masalah atau ada yang mengusikmu kau tak perlu sungkan untuk membagi ceritamu padaku!" ucap Alisha yang tersenyum sambil memegang tangan William
"Terimakasih atas perhatiannya, Alisha" ucap William membalas memegang tangan Alisha
'Baru kali ini aku merasa nyaman berada di samping wanita, apa ini yang dinamakan takdir cinta?' tanya William dalam hatinya
Penasaran seperti apa episode selanjutnya?
like and coment ya biar penulis semangat ngetiknya!
Oh ya ini visual Alisha William Killstove pas waktu dia pakai pakaian muslim sama cadar serba pink.
Kalau yang ini visual William Killstove pas dia lagi kerja di perusahaannya
__ADS_1