
Beberapa Minggu setelah luka dari khitanan William ia kembali beraktivitas seperti biasa
Pagi Senin itu, William sengaja bangun subuh untuk menyelesaikan pekerjaannya yang di tunda tadi malam
Namun saat ia ingin beranjak dari tempat tidur, ia melihat Alisha selesai sholat dan berdoa
"Ya Allah, terimakasih banyak karena kau sudah meringankan beban hidupku yang ku pikul sendiri tanpa ada orang lain, semoga Kau membuat ku beserta suami ku terus dalam kesehatan, harmonis, dan bahagia Aminnn ya rabbal alamin" ucap Alisha dengan menadahkan tangan dan mengusapkan ke kepalanya
Melihat itu, hati William menjadi tenang
Baru kali ini ada seorang wanita yang berdoa untukku' gumam William sambil tersenyum
Melihat William duduk di kasur dan menatapnya
"Kau sudah bangun, maaf aku tidak membangunkan mu aku takut kau keletihan bekerja jadi aku tidak membangunkan mu dan karena sekarang kau bangun ayo berwudhu dan segeralah sholat" ujar Alisha sambil melipat mukenanya
William pun langsung menuju kamar mandi dan berwudhu untuk mengerjakan sholat dan di akhir sholat nya ia berdoa dalam hatinya
'Ya Allah, dahulu aku tidak mempercayai Mu tapi karena kau menghadirkan sosok Alisha dalam hidupku aku baru tahu apa sebenarnya arti dari Allah. Aku ingin kau merestui ku untuk melanjutkan aku menjadi mafia tanpa sepengetahuan Alisha karena aku masih ingin menyelidiki tentang kasus pembunuhan keluarga ku, semoga kau mengerti apa yang aku katakan ya Allah, Aminnn' doa William menadahkan tangan dan mengusap tangan ke kepalanya
Setelah dia melipat sajadah, ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk dan melihat itu Alisha langsung mengambil beberapa jas dan setelannya dan meletakkan ke kasur
"Kau pasti ingin memilih jas untuk di pakai kerja kan? ayo, aku akan membantu mu memilih!" ujar Alisha sambil menarik tangan William ke depan kaca sedangkan William hanya terdiam seribu bahasa dengan perlakuan istrinya
"Sepertinya jas coklat susu ini cocok untukmu jika di padukan dengan warna hitam dasi ini!" ucap Alisha sambil membuat William mencoba jas di depan kaca
"Jika kau merasa aku cocok menggunakan ini maka aku akan memakainya" ujar William sambil mengelus kepala Alisha dan pergi ke ruang ganti
Saat ia kembali darahnya tersirat saat melihat Alisha yang baru keluar kamar mandi yang hanya menggunakan handuk sebatas dada dan di bawah lutut serta rambut panjang yang basah kuyup
"Karena kau sudah membantuku memilih jas, maka aku akan membantumu juga untuk memilih pakaian mu" ujar William sambil tersenyum dan memegang pundak Alisha dan Alisha mengangguk tanda setuju
"Hari ini aku ingin pakaian kita serasi, oleh karena itu aku memilih warna coklat muda" ujar William sambil membawa sebuah pakaian muslim dan cadar hitam untuk Alisha
__ADS_1
"Terimakasih suamiku" ujar Alisha sambil mencubit pipi William dan William membalas juga mencubit pipi tembem Alisha
Tak lama mereka turun dari kamar dan membuat Vera beserta bawahannya terkejut melihat Alisha dan William berpakaian serasi. Mereka menuju meja makan untuk sarapan bersama
"William, ini mangkuk mu aku sudah menyendokkan sup ayam ke dalamnya" ujar Alisha sambil tersenyum
"Terimakasih Alisha" ujar William dengan menatap wajah Alisha
"Alisha, aku pamit bekerja ya!" ujar William sambil membungkuk rendah ke arah Alisha karena Alisha sedikit pendek dari William
"Iya, aku akan menunggumu!" ucap Alisha dan menyalami tangan William dan mencium punggung tangan nya
Setelah itu, William pergi ke kantor menggunakan mobil pribadinya
Di jalan ia terus berpikir 'Jika Alisha mengetahui bahwa aku berbohong, apa dia akan meninggalkan aku?' tanya William pada dirinya sendiri
Sesampainya di kantor William langsung di hampiri Daren
"Untung saja kau datang ke kantor hari ini, jika tidak aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan!" ucap Daren dengan serius
"Begini William, jadi selama kau tidak ada orang yang kau cari selama ini aku menemukan informasi tentang dia!" seru Daren dengan wajah serius
"Syukurlah, akhirnya aku berhasil menemukan nya Alhamdulillah terimakasih ya Allah!" ujar William dengan gembira
"Hei, apa aku tidak salah dengar kau mengucap kata ALHAMDULILLAH?" tanya Daren yang tidak percaya mendengar kata itu keluar dari mulut William
"Aku masuk Islam, kenapa memangnya?" tanya William
"Tidak apa-apa, hanya saja aku terkejut mendengar kau mengatakan kata itu, lalu kenapa kau masih menjadi mafia? apa Alisha tidak melarang mu?" tanya Daren
"Ya, Alisha melarang ku untuk menjadi mafia tapi aku tidak mematuhinya" jawab William
"Hei, apa kau mengatakan padanya kau tidak mematuhinya?" tanya Daren lagi
__ADS_1
"Tidak, aku berbohong pada nya aku mengatakan padanya bahwa aku sudah berhenti menjadi mafia" jawab William
"Kenapa kau berbohong pada nya?" tanya Daren lagi
"Jika aku mengikuti permintaan dia, maka aku tidak bisa mencari informasi tentang keluarga ku!" jawab William dengan tegas
"Ooh begitu, jadi setelah kau mendapatkan semua informasi dan keluarga mu apa kau akan berhenti menjadi mafia?" tanya Daren
"Iya, rencana ku seperti itu" ujar William sambil membuka laptop-nya
"Ya sudah terserah kau saja, kapan kita akan melihatnya?" tanya Daren mengalihkan pembicaraan
"Sore ini kita akan pergi ke tempat ia berada" ujar William sambil bekerja di laptopnya
"Ya sudah, aku pergi ke ruangan ku dulu" ujar Daren dan beranjak pergi
Jam menunjukkan pukul 16.23 itu artinya sudah hampir waktu pulang, William menutup laptopnya dan pergi ke ruangan Daren saat ia melihat Daren yang tertidur dikursi ia langsung melempar bantal sofa ke kepala Daren yang membuatnya terkejut seketika
"Ternyata kau William, aku pikir asisten ku jika dia yang melempar bantal ini ke arah ku maka saat itu juga aku akan menembaknya!' ujar Daren sambil memperbaiki jasnya
"Oh ya? bagaimana kalau sekarang aku telah melemparkan bantal itu ke kepalamu apa kau juga akan menembakku?" tanya William sinis
"Hehehe, tentu saja tidak karena kau adalah atasanku, kalau begitu ayo kita pergi" ujar Daren cengengesan
Mereka pun langsung pergi ke rumah kecil yang berada jauh dari permukiman dan saat melihat seorang wanita yang berbaring dengan tubuh penuh perban William berjalan ke arah wanita itu dan mengangis
"Kak, jika saja aku waktu itu bersama kalian maka ibu dan ayah pasti masih hidup" ujar William sambil menangis sedangkan Daren yang melihat William menangis lebih memilih untuk diam
"Kau lihat saja kak, semua orang yang sudah menghabisi orang tua kita akan mendapatkan ganjaran yang sangat keras dari adikmu ini!" ujar William dengan berjanji di hadapan kakaknya yang masih tidak sadar
Kemudian mereka pergi dari tempat itu dan meninggalkan kakaknya William bersama dengan seorang perawat
Penasaran seperti apa episode selanjutnya like and coment ya biar penulis semangat ngetiknya!
__ADS_1
Ini nih visual Daren sama anak buahnya pas mereka lagi mencari musuh mereka.