Takdir Cinta Alisha

Takdir Cinta Alisha
Episode 44


__ADS_3

"Kak Arga, besok kakak bisa tidak memberitahu HRD bahwa aku ingin berhenti?" tanya Alisha ketika Arga keluar dari kamar mandi


"Boleh, besok kakak beritahu" jawab Arga


Keesokan paginya.......


"Tara, kakak pergi dulu ya!" seru Arga dan pergi


"Iya kak, hati-hati di jalan" jawab Alisha dan melambaikan tangannya


Setelah bayangan Arga hilang ditelan lift gedung apartemen, Alisha melanjutkan menyapu ruang tamu


Semoga saja saat tuan William tahu kalau aku sudah tidak bekerja lagi dia tidak akan datang lagi kesini gumam Alisha


Sementara itu.....


"Will, kau mau kita pergi dulu ke kantor atau ke kantor polisi dulu?" tanya Daren yang langsung menyusup masuk ke dalam kamar William tanpa mengetuk pintu


William yang tengah memakai dasi sambil berkaca menoleh kearah suara itu


"Ke kantor polisi saja dulu" jawab William


Memakai jas coklat serta dasi hitam membuat tubuh gagah William sangatlah indah apalagi gaya berjalannya menuruni tangga menuju lantai bawah


William yang selalu di ekorin Daren di belakangnya berjalan menuju mobil pergi ke kantor polisi


Sesampainya di sana....


"Apa kami bisa bertemu dengan nona Shirea?" tanya Daren dingin pada salah satu polisi yang berjaga


"Ada tuan, nona Shirea sedang ada di ruangannya" jawab polisi itu


William dan Daren langsung menghampiri Shirea di ruangannya tanpa mengetuk pintu dahulu


"Tuan William, tuan Daren ada apa kalian datang kesini?" tanya Shirea ketika melihat Daren dan William


"Langsung to the point, kami kesini ingin mengambil belati yang digunakan pria brengs*k itu untuk melukai Alisha" ujar Daren


"Kalau boleh tahu untuk apa ya?" tanya Shirea


"Maaf kami belum bisa memberitahu, tapi apa belati itu ada?" tanya Daren lagi


"Sayangnya tidak ada tuan karena sewaktu pria itu menusuk Alisha, Alisha terjatuh ke jurang dengan perut yang masih tertancap belati itu" jawab Shirea


"Jadi barang bukti satu-satunya telah lenyap bersamaan dengan Alisha" lanjutnya lagi

__ADS_1


William dan Daren terdiam sejenak kemudian pergi tanpa bersuara


Ada apa ya dengan mereka? kenapa mereka tiba-tiba ingin belati itu? gumam Shirea penasaran


Selama di perjalanan menuju kantor, William terus menatap ke luar jendela mobil sedangkan Daren yang melihat William murung menjadi kasihan


"Will, belatinya tidak ada lalu apa yang harus dilakukan?" tanya Daren tak tahu harus berbuat apa


William yang tengah menatap keluar jendela mobil melirik sekali ke arah Daren


"Menurutmu apa yang harus di lakukan?" tanya balik William terdengar seperti putus asa


"Sebenarnya aku mendapat satu ide" jawab Daren


William terkejut dan langsung memalingkan wajahnya ke wajah Daren


"Apa kau pernah beranggapan kalau Tara itu adalah Alisha?" tanya Daren


"Bukankah dulu kau sendiri yang bilang mana mungkin Tara itu adalah Alisha?" tanya balik William


"Tidak, aku hanya beranggapan saja apakah kau juga demikian?" tanya Daren lagi


William terdiam sejenak


"Saat aku pertama kali melihat Tara entah kenapa aku merasa kalau dia itu adalah Alisha" jawab William pelan


"Tadi kau bilang ada ide, ide apa?" tanya William


"Oh iya, aku sampai lupa! bagaimana kalau kau ceritakan semua cerita tentang kau dan juga Alisha pada Tara?" tanya Daren


"Apa maksudmu? untuk apa aku menceritakan semuanya pada dia? apa untungnya bagiku?" tanya balik William


"Astaga kau ini!!!! apa kau tidak dengar ucapan dokter kemarin malam?" ujar Daren dan menepuk dahinya


"Dengar, memangnya kenapa?" tanya William tak mengerti


"Jika benar Tara itu adalah Alisha maka bisa dipastikan saat Tara mendengar semua cerita kau dan juga Alisha maka otomatis kepalanya akan merasakan sakit kepala yang sangat berat hingga membuat semua ingatannya di masa lalu bisa pulih" jawab Daren menjelaskan


William kembali terdiam sejenak


Benar juga apa yang dikatakan Daren gumam William


"Tapi bagaimana kalau Tara itu memang bukan Alisha?" tanya William


"Semua cerita yang akan kau ceritakan padanya hanya akan sia-sia saja" jawab Daren

__ADS_1


"Tapi menurutku coba saja dulu siapa tahu Tara itu memang benar Alisha" lanjutnya lagi


"Aku akan coba, terimakasih atas idenya" ujar William


Daren tersenyum dan melajukan kecepatan mobilnya menuju kantor


Baru sampai di basement kantor, William langsung membuka pintu mobil dan berlari masuk ke dalam kantor tanpa ada penjagaan dari bodyguard nya


Kalau dilihat, William itu sangat ingin Tara menjadi seperti Alisha, semoga saja keinginannya bisa tercapai gumam Daren di dalam mobilnya


"Apa Tara sudah datang?" tanya William yang baru sampai di tempat resepsionis


"Enggggg.... saya tidak tahu tuan, sejak tadi pagi saya tidak melihat nona Tara datang" jawab resepsionis heran melihat William tadi berlari


Apa!! kenapa Tara tidak datang ya?? apa jangan-jangan dia marah padaku karena kemarin malam?? aku harus segera menemui dia sekarang!! gumam William dan pergi lagi ke luar kantor


Daren yang sudah memarkirkan mobilnya dan hendak masuk kantor terkejut saat William kembali dengan berlari apalagi merebut kunci mobilnya dan pergi begitu saja menggunakan mobilnya


William mau kemana? kenapa dia tidak mengajakku? ujar Daren dalam hatinya


Sementara itu......


"Wah.... hampir semua bahan makanan sudah habis, padahal baru beberapa hari tinggal sudah habis saja, aku harus belanja sekarang!" ujar Alisha saat melihat isi kulkas tinggal sedikit


Setelah mengambil dompet kecilnya ia keluar apartemen menuju supermarket yang tak jauh dari gedung apartemen itu


Disaat yang bersamaan pula, saat Alisha sudah masuk ke dalam supermarket disaat itu pula William tiba di apartemen Alisha


*Tok tok tok* pintu apartemen diketuk William beberapa kali namun tidak ada sahutan ataupun bukaan pintu


Apa Tara sedang tidak ada dirumah ya? gumam William


Karena merasa Alisha tidak ada dirumah, William meninggalkan gedung apartemen itu dan pergi lagi menuju kantor


Dan di saat itu pula, Alisha yang sudah keluar dari supermarket sama sekali tidak melihat kepergian William dari gedung apartemen hanya berjalan santai sambil bersenandung kecil


Tanpa ia sadari ada seorang penguntit yang mengikutinya sampai di depan apartemennya


Saat ia hendak membuka pintu apartemennya, sebuah tangan memegang tangannya


Merasa terkejut, Alisha langsung menoleh ke arah belakang dan matanya terbelalak kaget ketika melihat siapa pria itu


***PLEASE DUNK JANGAN PELIT NGELIKENYA KALAU BISA COMENT JUGA YA!


AUTHOR CAPEK TAHU NGETIKNYA BELUM LAGI BUAT RANCANGAN CERITANYA JADI MOHON DUNK DI LIKE AND COMENT

__ADS_1


MAAF YA KALAU BERSIFAT MAKSA TAPI KALAU ENGGAK COMENT JUGA ENGGAK APA-APA YANG PENTING DI LIKE***


__ADS_2