
"Jika kau tidak mengingatkan aku, sudah pasti aku membuat lehernya putus dari tubuhnya!" ujar William sambil melangkah pergi
"Kau tenang saja William, aku akan terus mencari siapa yang membunuh keluargamu!'
ujar Daren dalam hatinya saat ia melihat William pergi dari sana
"Jika kau mau memberikan semua informasi itu maka nyawamu aku jamin selamat!" ujar Daren menatap tajam pada pria itu dan pergi.
Di rumah, tanpa sadar William di perhatikan oleh Alisha karena tangannya berdarah
"William, kau kenapa?" tanya Alisha
"Eh kau Alisha bukan apa-apa hanya luka kecil, aku masuk ke kamar dulu ya!" ujar William sambil melangkah pergi namun terhenti karena tangannya dipegang Alisha
"Aku obati dulu!" ujar Alisha dan menariknya ke sofa dan mengambil kotak P3K
"Kenapa kau bisa terluka?" tanya Alisha yang masih mengobati luka William
"Tidak apa-apa, aku hanya tidak sengaja menabrak pintu" ujar William dengan tersenyum kecil
"Tunggu, ini bukan darahmu William dan lihat tanganmu tidak terluka lalu kenapa ada darah?" tanya Alisha dan menatap wajah William
"Enggggg...aku aku" ujar William sambil menunduk
"Sudah kukatakan padamu jika kau masih menjadi mafia, aku tidak akan memaafkan mu!" ujar Alisha dan pergi ke kamarnya
"Bukan begitu Alisha, tunggu aku!" ujar William sambil mengejar Alisha namun terhenti saat Alisha menutup pintu
"Alisha, kau harus dengarkan dulu penjelasan ku baru kau tahu alasannya" ujar William sambil mengetuk pintu
Ponsel William berbunyi...
"Halo....dimana dia sekarang.....kau jaga dia jangan sampai pergi.....aku akan kesana!" ujar William sambil menutup ponselnya
"Alisha, aku ada urusan mendadak. Setelah itu kita akan bicara, assalamualaikum!" ujar William dan pergi
Di kamar Alisha masih terus menangis dan terus membayangkan mereka berdua di akhirat kelak akan masuk ke neraka karena perbuatan William
"William aku tahu kau berbohong, jika kau seperti ini terus kau bisa membuatku tidak akan memaafkan mu!" ujar Alisha dan menangis di kasurnya
Sementara disisi lain, William sampai di sebuah gudang tua dekat pemakaman
__ADS_1
"Dimana dia sekarang, aku sudah tidak sabar ingin menembak kepalanya!" seru William dengan wajah merah padam sambil memegang pistol
"Di sana William, aku akan mengantarmu" ujar Daren sambil mengantar William kesebuah ruangan dan William melihat seorang pria bertopeng di gantung terbalik
Tanpa banyak bicara lagi William langsung melepas topeng pria itu dan betapa terkejutnya ia melihat siapa itu
"Jadi ternyata kau Thora!" ujar William tak percaya
"Iya ini aku, aku yang sudah melenyapkan keluarga mu hahahaha" jawab Thora dengan wajah tersenyum penuh kemenangan
( Dulu sebelum keluarga William masih utuh, Thora bekerja sebagai pengurus rumah kediaman Killstove. Namun karena Thora beralasan dia ingin pergi menjenguk adiknya di kampung jadi keluarga William mengijinkan
namun sampai sekarang Thora tidak kembali dan keluarga Killstove berpikir ia tiada )
"Dasar KEPAR*T, aku akan menghabisi mu!" ujar William sambil menodongkan pistol ke kepala Thora
"Jika kau menghabisinya maka kau sama saja dengan dia!" ujar seorang wanita di belakang
William dan Daren dan mereka menoleh ke belakang dan William sangat terkejut melihat seorang wanita itu
"Kkkkau Alisha, kenapa kau disini?" tanya William gugup dan Daren hanya terdiam
"Sebaiknya kalian membawa dia ke kantor polisi atau kalian juga dianggap sebagai pembunuh" ujar Alisha dengan wajah datar dan pergi
"Nanti saja William setelah kita membawa si kepar*t ini ke kantor polisi" ujar Daren dan William hanya terdiam dan mereka membawa Thora ke kantor polisi
Setelah mereka membawa Thora ke kantor polisi, William dengan tancap gas mobil dengan Daren pergi ke rumahnya untuk menjelaskan semua pada Alisha
Saat mereka ada di ruang tamu, mereka melihat Alisha menyapu lantai dan dengan gugup William mendekati Alisha
"Alisha kan sudah kukatakan padamu kau jangan bertingkah seperti pelayan, kau adalah istriku" kata William sambil menatap wajah Alisha
Alisha yang mendengar itu langsung berhenti dari menyapunya dan terdiam
"Maaf tuan, saya melakukan pekerjaan saya dan soal tuan mengatakan istri tadi siapa yang tuan maksud?" tanya Alisha dengan wajah datar
"Alisha aku minta maaf padamu, aku janji tidak akan berbohong padamu" ucap William sambil memegang kedua bahu Alisha
"Kenapa tuan seperti ini, saya hanya seorang pelayan jadi kalau tuan berbohong tidak ada urusannya dengan saya" jawab Alisha yang masih memasang wajah datar
"Alisha setidaknya kau bisa mendengarkan dulu penjelasan William" ujar Daren membela William yang tampak matanya berkaca-kaca
__ADS_1
Mendengar itu, Alisha langsung menghentikan menyapunya dan menatap William yang berdiri di depannya
"Karena saya sudah mendapatkan tempat baru jadi saya akan pindah sekarang tuan" jawab Alisha yang masih memasang wajah datar dan pergi begitu saja
"Alisha Alisha, ya aku mengaku salah aku minta maaf.... aku aku.. akan menaati semua perintahmu tolong jangan tinggalkan aku!"
seru William sambil memegang tangan Alisha yang hendak pergi
"Benarkah tuan akan menaati semua perintah saya?" jawab Alisha
"Apapun itu akan ku lakukan" jawab William
"Hmmmm yang saya inginkan tuan menjauhi saya itu saja" jawab Alisha sedikit tersenyum dan pergi ke kamarnya
Mendengar jawaban itu, William langsung terduduk di tangga dan termenung lama sedangkan Daren yang melihat itu sangat merasa kasihan pada sahabatnya itu tapi ia bisa apa ini semua sudah keputusan Alisha
Tak berapa lama kemudian, Alisha dari kamarnya sambil membawa sekoper pakaian dan menurunk tangga kemudian pergi ke depan pintu dan berhenti
"William, kau tidak perlu khawatir. Setelah aku menenangkan diri aku akan pulang" ujar Alisha dengan menoleh ke arah William yang terduduk diam di tangga
Setelah Alisha pergi, Daren langsung menghampiri William di anak tangga dan memeluk samping dia
"Kau harus bisa sabar William, apa kau tidak mendengar perkataan dia setelah dia menenangkan dirinya ia akan kembali padamu" ujar Daren sambil mengelus kepala William
"Ya jika dia mau pulang, jika tidak bagaimana?" tanya William yang masih menatap pintu depan setelah Alisha pergi
"Aku yakin dia akan pulang" ujar Daren menghibur William
Satu Minggu kemudian........
Setelah kepergian Alisha, William sepanjang hari hanya duduk di sofa dan terus menatap ke arah pintu dan berharap Alisha akan pulang dan Daren selama seminggu ini dialah yang mengurus kasus kematian keluarga William
"Hai William, aku dengar kasus kita akan di tayangkan di televisi kita lihat ya!" seru Daren menghibur William yang masih terus menatap ke arah pintu
Kemudian Daren menyalakan televisi dan memutar saluran berita dan melihat informasi apa saja yang ditayangkan
"Haduuuuh sepertinya aku salah lihat mungkin besok ya kasus kita di tayangkan. Untuk sekarang kita minum teh dulu ya!" seru Daren sambil menuangkan teh ke cangkir William sedangkan William masih seperti tadi
Dan hingga pada penayangan informasi di berita televisi yang membuat William tersadar dari lamunannya dan beralih ke berita televisi
"Telah ditemukan seorang wanita bercadar tertabrak truk container di jalan XXXXX Tubuhnya terlempar ke semak belukar samping jalan dan di perkirakan ia tertabrak sekitar seminggu yang lalu karena jasad yang di temukan masih segar berdarah.........." ujar pembawa berita di televisi
__ADS_1
Penasaran seperti apa episode selanjutnya like and coment ya biar penulis semangat ngetiknya!