
Selama makan siang bersama, William dan Shirea sama sekali tidak bicara dan hanya fokus dengan makanan masing masing
Shirea kemudian mengelap mulutnya dengan tisu dan memulai pembicaraan
"Sepertinya Alisha masih hidup William" ucap pelan Shirea
William menghentikan menyuap nasi nya dan menatap wajah Shirea
"Kenapa kau bisa yakin?" tanya William
"Entahlah, aku juga tidak tahu tapi entah mengapa sejak kejadian itu aku terus bermimpi melihat Alisha dan rasanya ingin terus melihat dia" jawab Shirea
William kembali melamun sejenak dan berpikir
"Mungkin yang kau katakan ada benarnya, besok aku akan menyuruh orang untuk menyelidiki Alisha" jawab William
Shirea tersenyum tipis dan menatap wajah William yang menunduk menatap makanannya
Kenapa tidak dari dulu saja menyelidikinya kenapa baru sekarang? gumam Shirea
Acara makan siang berdua selesai dan mereka kembali ke tempat masing-masing, William kembali ke kantornya dan Shirea kembali ke kantor polisi
Sementara itu.......
"Kakak, apakah aku boleh bertanya?" tanya Alisha
"Hmmmm.... boleh, mau tanya apa Tara?" jawab Arga
"Kakak sudah kerja?" tanya Alisha
"Belum, kenapa?" tanya balik Arga
"Kenapa belum kak?" tanya lagi Alisha
"Karena kakak hanya lulusan SMA" jawab Arga
"Kakak sudah cari pekerjaan ya di kota?" tanya Alisha
"Belum"
"Besok kita cari sama sama ya!" seru Alisha
"Kenapa?" tanya Arga
"Aku tidak mau merepotkan ibu dengan kakak, jadi aku bertekad untuk bekerja besok dan juga kakak" jawab Alisha
"Tidak perlu, Tara masih sakit" ujar Arga
"Tidak apa-apa kak, sekarang aku sudah baik baik saja besok kita berdua akan ke kota ya untuk cari pekerjaan" jawab Alisha meyakinkan
"Kalau itu mau Tara kakak bisa apa, kakak siapkan dulu barang barang kakak untuk besok!" seru Arga dan keluar dari kamar Alisha
Alisha mengangguk dan menyiapkan juga pakaian ibu Lina yang di berikan untuknya dan memasukkannya ke dalam tas besar dan bercermin
"Besok harus bisa cari pekerjaan!" tekad Alisha di depan cermin
__ADS_1
Ibu Lina yang sudah selesai masak dihampiri Arga
"Ibu, kata Tara besok kami akan ke kota" ujar Arga
"Kenapa? untuk apa?" tanya ibu Lina
"Kata dia, dia mau dia dan juga aku mencari pekerjaan di sana" jawab Arga
"Aduhhh.... tidak usah, biar ibu saja yang bekerja biar kalian di rumah saja" jawab ibunya yang merasa tidak enak hati dengan anak perempuan barunya
"Itu perlu Bu" jawab Tara dari belakang ibu Lina dan Arga
Mereka berdua menoleh ke belakang
"Ibu, sangat tidak baik jika ibu punya 2 anak tapi ibu masih bekerja" ujar Alisha meyakinkan ibu Lina
"Tapi Tara......."
"Tidak ada tapi tapian Bu, besok aku dan juga kakak!" tekad Alisha dan memegang bahu ibu Lina
Ibu Lina tersenyum dan memeluk kedua anaknya
"Terimakasih ya anak anakku, kalian sangat baik dengan ku" ujar ibu Lina
Tuhan, terimakasih sudah mengirim Tara padaku dan juga Arga. Aku sempat berpikir dia itu wanita tidak baik baik tapi pemikiran ku ternyata salah ternyata dia anak yang sangat baik dan juga pengertian
"Kalau begitu ibu ambilkan semua pakaian ibu untuk Tara ya!" seru ibu Lina dan melepas pelukannya
"Aku bantu ya Bu!" jawab Alisha
"Aku juga bantu ya!" pinta Arga
"Ok kalian begitu, 2 anak ibu bantu ibu mengambil pakaian dan bantu ibu lipat kain ya!" ujar ibu Lina
Alisha dan Arga mengangguk tanda setuju dan mereka bertiga menuju ruang belakang tempat semua pakaian di jemur
Saat mereka tengah menumpulkan semua pakaian, Alisha melihat satu pakaian muslimah lengkap dengan kerudung dan cadarnya
Karena merasa penasaran, ia mengambilnya dan melihat lihat nya ada sedikit bercak darah di lengan baju itu, karena terus penasaran ia memanggil ibu Lina
"Ibu, apakah ini pakaian ibu?" tanya Alisha
Ibu Lina dan Arga menoleh kearah Alisha, ibu Lina terdiam dan Arga terkejut
"Iya, itu pakaian ibu kita!" seru Arga sedikit berteriak
Ibu Lina terkejut dengan jawaban Arga
"Lalu kenapa ada noda darah?" tanya Alisha
"Karena......... ibu waktu itu sedang memotong ayam untuk di masak" jawab bohong Arga
Alisha hanya berooooh dan melanjutkan lagi mengumpulkan pakaian
Ibu Lina menatap Arga dengan penasaran dan bertanya
__ADS_1
"Arga, kenapa kau berbohong?" tanya ibu Lina
"Aku tidak ingin Tara sampai ingat semuanya saat ia melihat pakaian dia, jadi aku berbohong aku tidak ingin kehilangan Tara Bu aku yakin ibu juga tidak mau kan Tara suatu saat nanti pergi?" lirih Arga dan tertunduk
"Iya, ibu juga tidak mau dia pergi" jawab ibu Lina sambil menatap Alisha yang tengah mengumpulkan pakaian
Sementara itu di sisi lain.........
"DARENNNNNNNN!" teriak William
Sontak saja Daren yang tengah memainkan game online nya dan memakai headset tak sengaja langsung menjatuhkan ponselnya karena terkejut
Aishhhh.....kenapa harus teriak-teriak padahal aku di sebelah ruangannya huh 😤😤😤😤
Daren dengan malas ia masuk ke ruangan William
"Duduk!" seru William
Dengan malas, Daren duduk di sofa depan William
"ada apa?" tanya Daren dengan tatapan malasnya
"Jika kau seperti ini lagi aku akan melempar mu ke penangkaran buaya" ucap dingin William
Merasa William serius, Daren kembali dengan wajah seriusnya
"Ada apa tuan?" tanya Daren
"Aku ingin kau kerahkan semua anak buah kita untuk mencari Alisha" perintah William
"Apa? itu tidak mungkin William, apa kau tahu ini sudah lebih dari 4 bulan dan sangat mustahil untuk mencari jasad Alisha" ujar Daren tak percaya dengan perintah William yang tak masuk akal
"Kau cari saja dulu, mungkin saja ada petunjuk atau apalah" kata William kehabisan kata-kata
"Jika tidak ada bagaimana? bukankah di bawah jurang sangat sepi tidak ada permukiman?" tanya Daren
"Kau ini banyak tanya! sudah cari saja kalau tidak aku akan benar benar melempar mu ke penangkaran buaya" teriak William
Daren kembali bermuka masam dan memonyongkan bibirnya
Huhhhh dituruti tak tahu akhirnya bagaimana dan kalau tidak di turuti akunya yang masuk ke mulut buaya
"Terserah, aku pergi dulu!" seru Daren dan keluar dari ruangan William
William menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku Daren yang tak sopan padanya
Sementara Daren yang tengah berdiri di luar pintu ruangan William sangat geram, ketus, dan bermuka masam
"Huhhhh jika saja aku yang berada di posisi nya sudah aku gitukan dia!" gerutunya
Daren berjalan melewati lobi gedung dan masuk ke dalam mobilnya untuk pergi ke suatu tempat
Saat di perjalanan ia menelpon seseorang
"Halo...... kau tunggu aku di sana........ kumpulan semuanya SEKARANG!!!!!" perintah Daren seperti William
__ADS_1