
Pagi harinya.......
"Ibu, aku berangkat dulu ya" seru Arga dan menyalami tangan ibunya
"Iya, hati-hati di jalan dan ingat pesan ibu tadi malam" ujar ibu Lina mengingatkan
"Iya Bu, aku ingat semua yang ibu katakan kalau begitu sampai jumpa" seru Arga dan meninggalkan ibunya
Semoga saja Tara tidak akan tahu yang sebenarnya sampai kapanpun gumam ibunya sambil melihat punggung Arga yang semakin lama hilang ditelan semak belukar jalan
Sementara itu......
*Hoammm* Alisha yang baru bangun dari tidurnya menguap
Mata Alisha terbelalak kaget ketika ia melihat jam dinding menunjukkan pukul 06.21
"Astaga!!! aku hampir saja telat bangun aku harus segera mandi" ujarnya dan berlari ke kamar nya dan mengambil handuknya kemudian berlari ke kamar mandi
Setelah membersihkan diri ia langsung berlari lagi ke kamarnya memakai rok hitam mini dan kemeja putih
"Aduh....aku belum makan lagi, tapi kalau makan dulu takutnya telat ah... sudahlah biar hari ini tidak usah sarapan dulu" ujarnya dan mengunci pintunya dari luar dan berjalan cepat keluar gedung apartemen
Setelah sampai di depan pintu masuk gedung nafasnya tersengal-sengal
"Tara kau disini?" tanya Lita yang baru datang juga
"Iya, tadi malam tuan William datang padaku meminta aku kembali bekerja lagi" jawab Alisha dengan nafas tersengal-sengal
"Apa!!! itu tidak mungkin, mana mungkin tuan William mau datang padamu hanya karena masalah kemarin" ujar Lita tak percaya
"Aku juga tak percaya tadinya, tapi setelah melihat ekspresinya yang menunjukkan keseriusan akhirnya aku terima" seru Alisha dan mengusap keringatnya
Lita hanya berooooh dan mengangguk pelan
"Ya sudah, kau sudah tahukan apa yang harus kau kerjakan?" tanya Lita
"Iya, aku tahu aku siap-siap dulu ya" jawab Alisha dan kembali berlari kearah belakang kantor untuk mengganti pakaiannya
Hadeuhhhh..... anak ini benar-benar semangat bekerjanya gumam Lita dan menggelengkan kepalanya
Setelah mengganti pakaiannya, Alisha langsung berlari lagi mengambil alat pel dan ember kemudian berlari lagi menuju tempat dekat resepsionis
"Tara, kenapa kau berlari-lari?" tanya resepsionis
__ADS_1
"Eh, nona tahu nama saya?" tanya balik Alisha
"Iya, Lita yang memberitahukan" jawab resepsionis dan mengangguk
"Oh, saya lari takutnya telat nona kalau begitu saya pel dulu ya lantainya" seru Alisha dan mulai mengepel lantai
Apa pula telat, padahal dia sudah ada di kantor masih juga berlari-larian gumam resepsionis dan fokus kembali ke laptopnya
William yang baru datang dengan gagahnya masuk ke dalam kantor di ekorin Daren dari belakang dan mendadak resepsionis dan juga para pegawai yang lewat berbaris rapi di kanan-kiri William dan sedikit membungkukkan badan mereka
William kembali menoleh ketempat resepsionis dan benar saja ada seorang OB yang tengah mengepel membelakanginya
Cckk....itu pasti Tara, suka sekali dia mengabaikan ku saat aku baru datang gumam William ketus dan berjalan menuju Alisha yang bersenandung kecil tanpa menyadari bahwa William ada dibelakangnya
"Sudah dua kali kau tak menyambut ku datang" ucap dingin William tanpa menepuk pundak Alisha
Alisha kaget bukan kepalang setelah mendengar suara yang begitu familiar di telinganya dan menoleh ke belakangnya
"Eh tuan saya tidak tahu ada tuan di belakang saya, saya min......." jawab pelan Alisha namun terhenti saat sorot mata William tajam ke arahnya
"Siapa yang menyuruhmu menjadi OB?" tanya William dan memberi kode pada para pegawai dan Daren untuk pergi
Semua pegawai dan Daren pergi ke ruangan masing-masing dan hanya tinggal William, Alisha, dan resepsionis yang tengah fokus pada laptopnya
"Bukankah tuan yang memintaku untuk bekerja disini lagi?" tanya balik Alisha heran
"Aku memang menyuruhmu kembali bekerja disini tapi bukan jadi OB melainkan jadi asisten pribadi ku" jawab William
Mata Alisha sontak saya terbuka lebar
"Apa tuan!! apa saya tidak salah dengar?? saya ini tidak tahu caranya kerja kantoran, saya ini hanya gadis rumahan yang tahunya hanya bersih-bersih" ucap Alisha pelan dan menunduk sambil mencerna perkataan William
William menatap wajah Alisha yang tertunduk kemudian memegang dagunya dan mendongakkan nya kemudian mendekatkan wajahnya
"Aku yang akan ajari" ucap pelan William serasa sedang berbisik
Alisha menelan saliva nya tak percaya tapi entah kenapa ia mengangguk
William tersenyum lebar dan menarik tangan Alisha masuk ke dalam ruangannya
Sementara itu resepsionis terperangah mendengar perkataan William ditambah lagi melihat William yang menarik tangan Alisha
Seorang wanita yang sedari tadi melihat semua itu dari awal sampai akhir menggertak giginya kemudian mengepal kuat tangannya dan pergi
__ADS_1
"Pertama-tama kau ganti dulu bajumu baru keruangan ku lagi" ujar William dan duduk di kursinya
"Baik tuan" jawab Alisha hormat dan keluar dari ruangan William kemudian pergi ke toilet mengganti pakaian OB nya dengan pakaiannya tadi pagi
Setelah mengganti pakaiannya, Alisha masuk kembali keruangan William
William terperangah ketika melihat penampilan Alisha yang begitu seksi memakai rok hitam mini diatas lutut dan kemeja putih serta rambut yang terurai panjang di bahunya
Sebelumnya ia melihat Alisha memakai seragam OB yang tertutup dan tadi malam yang hanya memakai kaos panjang dan jaket putih serta celana panjang lebar
Tara begitu terbuka kalau memakai ini sedangkan Alisha selalu berpakaian tertutup apalagi kalau ada dihadapan ku, terakhir kali aku melihat Alisha yang seperti ini sewaktu dia baru usai mandi dan hanya memakai handuk gumam sedih William mengingat moment itu dan menundukkan kepalanya menutupi rasa sedihnya
"Aduh....tuan, sudah aku bilang kalau tuan sedih apalagi menangis nanti ketamvanan tuan berkurang" ujar Alisha lebay dengan nada mengejek
Sontak saja tawa William pecah mendengar perkataan Alisha
"Hahahaha hahahaha.... kau ini Tara sungguh lucu ayo duduk disini aku akan mengajari mu" jawab William yang masih terus tertawa
"Tuan William baru tahu ya kalau saya ini lucu?" tanya Alisha dengan nada menggoda sembari berjalan kedepan meja kerja William kemudian duduk di kursi
"Sudahlah jangan narsis dihadapan ku, karena yang boleh narsis itu hanya aku seorang" jawab William sombong
"Mentang-mentang wajah tuan tampan seenak jidat saja tuan narsis" ketus Alisha dan memonyongkan bibirnya
William yang tak tahan melihat bibir monyong Alisha meraih pipinya dan mencubitnya
"Sudah kubilang jangan seperti ini dihadapan ku tapi kau masih saja seperti ini, rasakan sekarang" ujar William tersenyum lebar dan menggoyangkan pipi Alisha dan mencubit lebar
"Aduh.... sakit tuan, tolong lepaskan" ketus Alisha dan menepis tangan William
William masih terus tertawa terbahak-bahak melihat betapa merah dan bengkaknya pipi Alisha yang ia cubit
"Hahahaha..... lihat pipimu terlihat seperti apel" ucap William disela sela tawanya kemudian merasakan sakit diperutnya
Alisha tersenyum tipis melihat William kembali ceria apalagi tertawa
***PLEASE DUNK JANGAN PELIT NGELIKENYA KALAU BISA COMENT JUGA YA!
KALAU ENGGAK VOTE JUGA ENGGAK APA-YANG PENTING DI LIKE YA!
AUTHOR CAPEK TAHU NGETIKNYA BELUM LAGI BUAT RANCANGAN CERITANYA JADI MOHON DUNK DI LIKE AND COMENT
MAAF YA KALAU BERSIFAT MAKSA TAPI KALAU ENGGAK COMENT JUGA ENGGAK APA-APA YANG PENTING DI LIKE***
__ADS_1