Takdir Cinta Alisha

Takdir Cinta Alisha
Episode 7


__ADS_3

*PRANNNK!* suara gelas kaca pecah dari tangan William setelah mendengar berita di televisi dan dengan cepat kepalanya berputar ke arah televisi


"Itu itu itu.... tidak mungkin Alisha kan Daren? itu pasti tidak mungkin.... tidak mungkin....." ucap William seakan orang yang tidak waras sambil mengacak-acak rambutnya


"Kau tenang William, di kota ini juga banyak yang seperti Alisha jadi kau jangan khawatir" ujar Daren menenangkan William


"Jika benar tapi jika tidak bagaimana?" ucap William dengan mata berkaca-kaca


"Kau berdoa saja aku akan pergi menyelidiki nya!" ujar Daren sambil melangkah pergi


"Dia benar, aku harus segera sholat!" ujar William sambil melangkah pergi ke kamarnya


Setelah sholat nya, William berdoa sangat khusuk


"Ya Allah, semoga berita itu tidak tentang Alisha istriku jika tidak maka aku berjanji padamu akan menyumbangkan setengah hartaku pada anak yatim-piatu" ucap William sambil menangis


Sementara disisi lain, Daren yang berada di jalan terus memikirkan tentang William


'Baru kali ini aku melihat William begitu mencintai seorang wanita hingga bersedia beragama' gumamnya


Sesampainya di kantor polisi, Daren langsung masuk dan bertanya tentang kecelakaan yang terjadi 1 Minggu lalu


"Pak polisi, aku ingin tahu semua informasi tentang kecelakaan yang terjadi 1 Minggu lalu" ujar Daren dengan menepuk meja polisi.


"Bbbaiik tuan Daren, sebentar aku periksa" ujar polisi itu dengan gugup


Setengah jam kemudian...


"Pak Daren, bisa bicara sebentar di ruangan saya" ucap seorang polwan


"Tentu" ujar Daren singkat


"Mari" ucap polwan itu


"Jadi begini pak, setelah di periksa semua informasi ternyata orang yang kecelakaan 1 Minggu lalu itu adalah seorang wanita muslim dan kami semua sudah mencari kartu identitasnya namun tidak menemukan nya. Namun yang kami dapatkan adalah pakaian berdarah yang ia pakai ini saat itu" jawab polwan itu sambil memberikan sebungkus pakaian bernoda darah terbungkus


"Apa aku bisa melihat mayatnya?" tanya Daren


"Maaf pak tapi jasadnya sudah di kuburkan sesuai agamanya" ujar polwan itu


"Semoga saja bukan Alisha yang kecelakaan" ujar Daren dan melangkah pergi dari kantor polisi


Polwan yang bertugas itu melihatnya pergi


'Kenapa Alisha menyuruhku untuk tidak mengatakan pada mereka apa yang sebenarnya terjadi?' gumamnya


Setelah sampai di rumah William, Daren merasa sangat khawatir dengan William setelah melihat apa yang bawa namun ia tetap masuk

__ADS_1


William yang melihat Daren sampai ia langsung menghampirinya


"Bbbagaimana apa kau mendapatkan informasi tentang kecelakaan itu?" tanya William dengan khawatir


"Iya aku mendapatkan nya" jawab Daren


"Apa yang kau dapatkan?" tanya William


Tanpa menjawab Daren langsung memberikan sebungkus pakaian wanita muslim bernoda darah dan William yang melihatnya langsung terdiam dan terduduk dilantai


"Ttttttidak tidak itu tidak mungkin, Alisha pasti masih hidup dan dia pasti masih ada di dunia ini aku yakin sekali" ujar William dengan mata berkaca-kaca dan Daren yang melihat itu semakin tidak tahan dan memeluknya


"William tahan dirimu, jangan seperti ini jika Alisha mengetahui ini maka dia akan sedih di alamnya!" ujar Daren ikut menangis dan mengelus kepala William


"Kenapa takdir ku sangat jelek Daren?" ujar William menangis tersedu-sedu


"Sabar sabar William" ujar Daren menghibur


"Bagaimana dengan jasad Alisha?" tanya William


"Jasad Alisha sudah di kuburkan William" ujar Daren jujur


"Hidupku sungguh tidak ada gunanya lagi!" teriak William sambil mengarah ke dapur dan membuat Vera beserta bawahannya terkejut saat William mengambil pisau dapur dan Daren yang melihat itu berteriak


"William, jika kau melakukan hal aneh aku tidak akan mengampuni mu! lepaskan itu!" seru Daren berteriak


"TIDAKKK! Jika kau mendekat maka aku akan menancapkan ini ke dalam tubuh ku!" teriak William dengan mata berkaca-kaca


"Siapa disini bos nya ha? lagi pula jika Alisha pergi dari dunia ini maka aku harus menyusulnya, jika tidak suami macam aku yang membiarkan istri sendirian di alamnya" ujar William dengan mata berkaca-kaca dan sedikit air matanya jatuh ke pipinya


Saat William lengah, dengan sangat hati-hati Daren langsung meraih pisau di tangan William


"William, tenangkan dirimu!" seru Daren sambil memeluk William


"Bagaimana aku bisa tenang ha?" ucap William dengan wajah yang memerah menahan sakit hati


"Vera, kau telepon dokter sekarang!" teriak Daren dan Vera segera mengambil ponselnya dan menelpon dokter


Sekitar 15 menit kemudian....


"Dokter bagaimana keadaannya?" tanya Daren


"Karena frustasi berat, sepertinya ia harus di rujuk ke rumah sakit jiwa" ujar dokter


"Apa tidak ada cara lain dokter? tanya Daren


"Itu hanya untuk hasil yang maksimal dan bisa saja jika dia di rujuk disana mungkin saja dia hanya sebentar disana" ujar dokter lagi

__ADS_1


"Oh begitu, terimakasih dokter. Anda boleh pergi, Vera kau antarkan dia ke depan pintu" ujar Daren


Setelah dokter dan Vera pergi dari kamar William, Daren terus memperhatikan William yang hanya duduk di kasurnya dengan tatapan kosong


'Sepertinya ucapan dokter benar' gumam Daren dan melangkah pergi dari kamar William


Sementara disisi lain, nampak Alisha yang baru sadar dari pingsan


"Kau sudah sadar? bagaimana keadaan mu?" tanya Shirea


"Ya aku sudah sadar hanya saja sedikit pusing" jawab Alisha yang memegang kepalanya terasa sakit


( Shirea selain menjadi seorang detektif ia juga seorang polisi wanita atau yang disebut polwan )


"Tadi Daren ke kantor polisi" ujar Shirea


"Benarkah? apa yang ia katakan?" tanya Alisha dengan penasaran


"Dia tadi ingin tahu tentang kecelakaan itu" jawab Shirea jujur


"Oh begitu, ingat jangan kau sebut kalau aku masih hidup sampai sekarang" seru Alisha sambil melangkah ke kamar mandi


"Kalau aku boleh tahu kenapa kau menyembunyikan semua ini dari mereka?" tanya Shirea


"Nanti saja aku jelaskan setelah aku membersihkan diri" jawab Alisha


Setelah mandi....


"Kau ingin tahu kenapa aku melakukan ini?" tanya Alisha sambil mengeringkan rambutnya


"Iya, kenapa?" tanya balik Shirea


"Sebenarnya seperti ini ceritanya.......................


..................................................................................................................................................................


Jadi begitu, apa kau mau membantuku lagi?" tanya Alisha


"Tentu saja, setelah mendengar jawabannya mana mungkin aku menolaknya" jawab Shirea tersenyum


"Aku ada rencana untuk membuatnya di jebloskan ke penjara" jawab Alisha


"Dengan senang hati aku akan selalu membantumu!" ujar Shirea


"Ini rencananya" jawab Alisha dan membisikkan sesuatu ke telinga Shirea


Keesokan harinya......

__ADS_1


Di kantor polisi semua orang terkejut saat melihat Shirea bersama seseorang


Penasaran seperti apa episode selanjutnya like and coment ya biar penulis semangat ngetiknya!


__ADS_2