Takdir Cinta Alisha

Takdir Cinta Alisha
Episode 5


__ADS_3

Di mobil, William selalu menatap liar jendela dengan mata yang sembab


"Kau tenang saja William, setelah kita menemukan siapa orang yang telah membunuh keluarga mu aku tidak akan membiarkan nya!" ucap Daren sambil memegang pundak William


"Aku selalu percaya padamu Daren, kau adalah satu satunya orang yang ku percaya dan juga sahabatku!" ucap William sambil menghapus air matanya


"Hei kau itu mafia, jika musuhku tahu kau itu


cengeng maka derajat mu sebagai mafia akan turun!" ujar Daren


"Baiklah, tapi bagaimana jika Alisha mengetahui aku masih menjadi mafia?" tanya William


"Itu akan kita pikirkan setelah kita mencari pembunuh keluarga mu!" ujar Daren sambil tersenyum


Sesampainya di rumah William, mereka di sambut Alisha


"Assalamualaikum Alisha, maaf aku baru datang tadi ada urusan jadi terlambat" ujar William dan Daren hanya mengangguk


"Waalaikumsallam, tidak apa yang penting kau selamat, ayo kita masuk dan makan malam dan juga Daren kau juga masuk ya!" seru Alisha sambil menarik tangan William


Di meja makan, William semakin tidak enak hati karena telah membohongi Alisha


"Alisha, ada yang ingin aku tanyakan!" seru William sambil menatap Alisha


"Apa yang ingin kau katakan?" ujar Alisha sambil menyendokkan nasi ke mulutnya


"Jika ada orang yang berbohong padamu apa yang akan kau lakukan padanya?" tanya William dengan wajah serius


"Kenapa memangnya, apa kau berbohong padaku?" tanya Alisha yang langsung berhenti menyuap nasi ke mulutnya.


"Bukan begitu Alisha, suami mu ini hanya ingin bertanya karena dia ingin tahu apa yang kau suka dan yang kau suka!" seru Daren menjelaskan


"Oh begitu, hmmm sebenarnya aku sangat benci dengan namanya yang berbohong" seru Alisha santai menyuap nasi kemulutnya


"Jadi maksudmu kau sangat membenci orang yang berbohong padamu?" tanya Daren lagi

__ADS_1


"Ya begitulah dan William pasti tidak akan mau berbohong padaku, ya kan William?" tanya Alisha yang tersenyum sambil memegang tangan William


William hanya mengangguk pelan tanda mengiyakan


'Tuhan, semoga saja jika Alisha mengetahui aku berbohong dia tidak meninggalkan ku!' gumam William dalam hatinya


Sebenarnya William tidak ingin berbohong pada Alisha karena ia masih ingin mencari orang yang membunuh keluarganya


Melihat William dan Daren yang terdiam setelah mendengar jawabannya, Alisha merasa bahwa ada yang tidak beres


'Sepertinya mereka menyembunyikan sesuatu, aku harus menyelidikinya' gumam Alisha diselah makannya


"Jika kalian menyembunyikan sesuatu sebaiknya katakan sebelum aku mengetahui sesuatu dari mulut orang lain!" ujar Alisha yang santai dan berdiri kemudian ia pergi ke lantai atas dan masuk ke kamarnya


"Daren, kau harus membantuku jika Alisha menjauhiku saat ia tahu aku berbohong!" seru William pada Daren


"Kau tenang saja, nanti aku carikan solusinya tapi yang sekarang menjadi pusat perhatian adalah mencari tahu dulu tentang pembunuh keluarga mu aku sudah kenyang, aku pulang dulu!" ujar Daren sambil meminum air dan pergi begitu saja sedangkan William masih terus saja memikirkan itu


Sementara itu Alisha yang tengah berdiri dekat pilar tangga mendengar percakapan mereka


'Ternyata aku benar, William dan Daren memang membunyikan sesuatu dariku. Aku harus mencari tahu apa yang mereka sembunyikan' gumam Alisha yang sedari tadi memperhatikan mereka


'Semoga saja saat kau mengetahui aku berbohong pada mu kau tidak akan meninggalkan ku' gumam William tersenyum


Keesokan harinya, mereka seperti biasanya bangun pagi langsung sholat subuh, mandi, sarapan, kemudian William pamit kerja namun tidak untuk Alisha ia memulai penyelidikan tentang William dan Daren sendirian


Ia mengikuti William dari jauh menggunakan sepeda motor yang ia sewa


Alisha mengikuti William dari perjalanan hingga masuk kantor, karena matahari sudah sangat terik dan juga penyelidikan Alisha hasilnya tetap nihil ia pun memutuskan untuk pulang


Namun betapa terkejutnya ia saat mendengar suara Daren di belakangnya yang tengah menelpon seseorang dan ia menoleh ke belakang


"Hei dengarkan aku baik baik, kau harus bisa menemukan dia jika sampai malam ini kau juga belum bisa menemukannya maka jangan harap William akan melepaskan leher mu begitu saja!" seru Daren sambil menutup teleponnya dan masuk ke mobilnya


Alisha yang melihat itupun langsung pulang dan menuju kamarnya

__ADS_1


"Kenapa kau tega membohongi ku William di saat aku mulai bisa membuka hatiku untukmu!" seru Alisha sambil menangis dan menelungkupkan kepalanya di lututnya di belakang pintu kamar


"Aku harus mengetahui apa yang jadi alasannya hingga ia tidak mau menuruti keinginan ku!" ujar Alisha sambil menghapus air matanya


Kemudian ia menyuruh seorang wanita muda yang di kenal sebagai detektif


"Kau cari tahu tentang apa yang mereka sembunyikan dariku!" ujar Alisha sambil menyodorkan dua foto pada Shirea (Detektif)


Sementara disisi lain, William yang tengah sibuk dengan pekerjaannya terhenti saat mendengar suara Daren


"William, aku telah menemukan salah satu pembunuh keluarga mu!" ujar Daren sambil membanting pintu dan masuk


Tanpa banyak bicara William langsung menarik tangan Daren dan menuju mobil pribadinya


"Dimana kau menemukan nya?" tanya William sambil mengebut


"Hei kau tenang saja, dia sudah aman di tangan anak buahku jadi menyetir nya pelan pelan saja ya!" seru Daren sambil tersenyum kecut


"Bagaimana aku bisa tenang, orang tua ku dibunuh dan kau bilang aku harus tenang ha?" ujar William dengan wajah merah padam


"Ya sudah, terserah kau saja!" ujar Daren sambil menggenggam pegangan tangan di atasnya


Mereka sampai di sebuah gudang tua dekat hutan dan masuk ke dalamnya


terlihat dari dalam ada seorang pria dengan wajah babak belur dipukuli oleh anak buah William


"Hei kepar*t, katakan padaku siapa yang menyuruh mu untuk membunuh orang 12 tahun yang lalu?" tanya William sambil menjambak rambut pria itu


Wajah William merah padam dan juga jiwa iblisnya sudah muncul dan akan sangat sulit untuk membujuknya agar tidak membunuh


"Aku...aku tidak tahu, aku hanya di suruh oleh seorang pria bertopeng!" ujar pria itu dengan wajah yang berdarah dan lebam lebam


"Sabar William, jika kau membunuhnya maka itu tidak akan menguntungkan mu sama sekali!" ujar Daren sambil memegang pundak sahabat nya itu


"Bagaimana aku bisa sabar ha?" tanya William

__ADS_1


"Ingat jika kau membunuhnya maka pertama kau tidak akan mendapatkan informasi tentang yang menyuruhnya dan yang kedua kau akan membuat Alisha semakin marah padamu jika ia mengetahui ini!" jawab Daren sambil memegang erat pundak William


Penasaran seperti apa episode selanjutnya like and coment ya biar penulis semangat ngetiknya!


__ADS_2