Takdir Cinta Alisha

Takdir Cinta Alisha
Episode 13


__ADS_3

Setelah semua anak buah pria tua itu di taklukan hanya tinggal pria tua itu sendiri


"Karena sekarang kau tinggal sendiri, lebih baik ikut kami ke kantor polisi!" seru Shirea


"Banyak mimpi kau nak?" seru pria itu sambil mengeluarkan senjata api dan membuat Shirea sedikit khawatir


"Kami tidak ingin menyakiti orang tua jadi ikutlah dengan kami baik baik" ujar Alisha tenang sambil menyilangkan tangannya di pinggang


"Aku akan ikut kalian jika aku sudah melenyapkan kau, Alisha!" seru pria tua itu sambil menodongkan senjata api


"Tuan, aku sudah menahan amarahku ini yang terakhir kalinya aku menyuruh mu untuk ikut kami atau jika tidak aku akan menggunakan kekerasan" seru Shirea geram


"Sudahlah Shirea, aku tahu apa yang harus kita lakukan kau serahkan saja semua dengan ku!" jawab tenang Alisha


Alisha berjalan ke hadapan pria itu hingga membuat pria itu sedikit mundur


"A....apa yang kau lakukan? jika kau maju selangkah lagi maka kau akan celaka" seru pria tua itu ketakutan


"Bukankah ini yang kau inginkan? kau ingin menembakku kan ayo lakukan aku tidak akan melawan" jawab tenang Alisha sambil melangkah maju


Hingga pada akhirnya pria tua yang selalu mundur untuk menghindari Alisha tak bisa lagi mundur karena belakangnya ada jurang menganga


"Kau mau mengetes kesabaran ku ya?" tanya pria itu sambil menoleh beberapa kali ke belakangnya


"Kalau iya memangnya kenapa?" tanya balik Alisha


"Dasar wanita jal*ng, aku akan menembak mu sekarang!" ujar pria itu


Saat pria itu mau menarik pelatuk pistol, dengan sangat cepat Alisha berlari ke arahnya dan menendang pistol yang ia pegang jatuh ke dalam jurang


"Sekarang tak ada gunanya lagi kau mengelak tuan, kau pilih mati atau ikut kami ke kantor polisi?" tanya Alisha yang sudah mulai geram


"Hahahaha.... kau sangat ceroboh Alisha, rasakan ini........!" ucap pria itu meringis sambil mengeluarkan sebuah belati dari saku bajunya dan dengan cepat menusuk perut samping kiri Alisha


Sesaat kemudian, Alisha tidak merasakan sakit namun di detik selanjutnya ia merasakan sakit yang luar biasa dan perutnya mengeluarkan banyak darah dan juga mulutnya memuntahkan banyak darah segar


Karena sudah merasa pusing yang sangat hebat tak sengaja ia mendorong tubuhnya sendiri ke dalam jurang yang sangat dalam


"ALISHA!!!!!!!!!!!!!!!" teriak Shirea dan berlari ke ujung bibir jurang


"Oops..... bukan aku yang mendorongnya!" ucap pria itu sambil menyunggingkan senyum liciknya


"Sudah di beri pilihan tapi masih tidak mengerti, baiklah aku hanya akan memberikan mu ini!" teriak Shirea dan menembak kaki kanan pria itu

__ADS_1


Pria tua itu jatuh tersungkur ke tanah


"ALISHA!!!!!!!!!!!!!!!!" teriak Shirea di mulut jurang yang menganga dengan tangis pecahnya


Tak lama kemudian, sekelompok polisi datang dengan 2 buah mobil atas permintaan Shirea


"Kalian bawa dia ke rumah sakit dan jangan biarkan dia kabur!" perintah Shirea sambil mengusap air matanya


Para anggota polisi lainnya yang melihat Shirea baru pertama kali menangis di hadapannya menjadi heran namun mereka tidak menanyakan apa apa dan memutuskan untuk menjalankan perintah komandan wanita mereka dan pergi


Setelah semua polisi sudah pergi dengan sangat menyesal Shirea terduduk di tanah dekat jurang dan kembali menangis


"Huwahhhh......... seharusnya aku tadi menembak mati saja pria brengs*k itu, seharusnya aku yang jatuh ke jurang seharusnya aku yang ............... hiks hiks....!" ucap Shirea tersedu sedu dan menutup wajahnya dengan tangan


"Sekarang aku harus bagaimana?" tanyanya sambil menatap kosong ke arah jurang dengan mata sembab


"Mungkin sebaiknya aku cerita dahulu pada Celvin" ujarnya sambil menghapus air matanya kemudian pergi dari tempat itu


Shirea mengendarai motor menuju rumah Celvin dengan gugup dan khawatir


Sesampainya di sana......


Shirea memarkirkan motornya di depan taman pribadi Celvin dan tampak penjaga taman sedang bersih bersih


"Oh nona, ada keperluan apa non?" tanya penjaga taman itu


"Apakah tuan Celvin sudah pulang?" tanya Shirea


"Sudah nona, nona masuk saja nanti ada pelayan tanyakan saja di mana keberadaan tuan dengannya" jelas penjaga taman


"Terimakasih atas informasinya pak, kalau begitu saya permisi dulu pak!" seru Shirea kemudian meninggalkan penjaga taman itu


Saat berada di dalam rumah Celvin, ia melihat ada beberapa pelayan sedang membersihkan ruang tamu


"Permisi saya adalah teman Celvin, apakah dari kalian ada yang tahu dimana Celvin?" tanya Shirea


"Tuan Celvin sedang berada di ruang kerjanya nona, mau saya antar?" tawar salah satu dari mereka


"Boleh, silakan!" jawab Shirea


Mereka berdua pun menaiki lantai atas dan menuju ke sebuah kamar yang agak jauh


"Ini ruangannya nona, kalau begitu saya permisi dahulu" ucap pelayan itu dan pergi

__ADS_1


'Aku harus bisa menyampaikannya semua yang telah terjadi pada Celvin' gumamnya lalu membuka pintu perlahan


Sesaat setelah ia membuka pintu terlihat Celvin memakai kacamata dan menatap fokus ke arah laptopnya


"Sudah ku katakan kalau mau masuk itu ketuk dulu!" seru Celvin sedikit marah tanpa melihat siapa yang ia marahi


"Bukan pelayan tapi Shirea" sergah Shirea


Celvin dengan cepatnya menoleh ke arah Shirea


"Kau? kenapa kau ada disini bukannya kau dan Alisha sedang di kantor polisi?" tanya Celvin sambil menutup laptopnya


Mendengar nama Alisha di sebut membuat mata Shirea kembali berkaca kaca


"Kau kenapa? apa yang terjadi? duduklah ayo cerita!" seru Celvin


Shirea kemudian duduk di depan Celvin yang terus penasaran kenapa ia menangis


"Tenanglah" ucap lembut Celvin


Shirea kemudian mengatur nafasnya dan menghapus air mata


"Nah begitu, sekarang kau ceritakan padaku apa yang terjadi" ucap Celvin tersenyum


"Tadi saat kami sampai di tempat yang kau antar malam itu kami berdua melihat semua anak buahmu sudah terkulai lemas di tanah" ujar Shirea dane mengatur nafasnya kembali


"Tidak apa-apa, lalu apa yang terjadi selanjutnya?" tanya lagi Celvin


"Lalu para anak buah pria tua itu menyerang kami" lirih Shirea dan menunduk


"Lalu?" tanya Celvin yang mulai merasa takut


"Memang aku dan Alisha berhasil melumpuhkan kami semua, tapi......." ucap Shirea terputus tak sanggup berkata-kata lagi


"Tapi apa Shirea?" tanya Celvin penasaran


"Pria tua itu menodongkan senjata api ke Alisha dan Alisha mendekatinya sampai ke bibir jurang lalu Alisha menendang senjata api di tanah pria itu ke jurang lalu........." ucap Shirea yang sudah mau menangis


"Lalu apa?" tanya Celvin yang sudah menduga yang aneh-aneh


"Lalu saat Alisha lengah, pria tua itu mengeluarkan belati dari saku bajunya dan..... menusuk Alisha" jawab pelan Shirea


Penasaran seperti apa sih episode selanjutnya like, coment, and vote donk biar penulis semangat ngetiknya

__ADS_1


__ADS_2