
Arga dan ibunya pun membawa Alisha ke rumah mereka yang tidak jauh dari sungai
Sesampainya di rumah mereka.....
"Arga, tolong kau ambilkan ramuan herbal di lemari ibu" perintah ibunya sambil meletakkan Alisha di kasur
Arga mengangguk dan langsung ke kamar ibunya dan mengambil ramuan herbal itu
"Ini bu" ujarnya dan memberikan sebuah botol tanah liat besar pada ibunya
"Sekarang kau kembali ke sungai cuci semua pakaian kita" ujar ibunya
Arga kemudian pergi kembali ke sungai untuk mencuci pakaian mereka
Sementara itu ibunya sibuk membuka baju serta kerudung Alisha dan cadarnya, ia sedikit terkejut melihat wajah cantik Alisha
Ternyata wanita ini sangat cantik tapi kenapa ada yang berniat membunuhnya?
Ibunya kemudian mengambil belati yang tertancap di perut Alisha dengan hati hati karena takut menyakiti Alisha
Fyuhhhh..... akhirnya bisa di ambil belatinya
Ibu Arga membuka penutup botol tanah liat yang tadi di berikan Arga dan menuangkan isinya ke mangkuk serta mengambil beberapa daun di belakang rumahnya dan menumbuknya
Setelah di tumbuk kasar, ibu Arga mencampurkannya dengan air di mangkuk
Dengan hati hati, ia menaruh banyak ramuan itu di perut Alisha yang sudah banyak mengeluarkan darah
Wanita ini sungguh kuat, bahkan sudah banyak darah yang keluar dari perutnya tapi dia masih bisa bertahan mungkin ada sesuatu yang belum dia urus
Hampir semua ramuan yang telah ia campur sudah berada di atas perut, tangan, dan kepala Alisha
Ia melihat darah di perut dan tangan Alisha yang merah lebam berangsur-angsur berhenti karena reaksi ramuan herbal itu namun darah di kepala Alisha masih terus mengalir
Darah di kepalanya masih mengalir bagaimana ini? sepertinya aku harus pakai cara itu
Dengan terpaksa, ia memotong batang pisang di belakang rumahnya dan mengambil batang paling dalam dan menumbuk halus
Batang pisang yang sudah di tumbuk halus ia campurkan dengan air hangat dan ia berjalan masuk ke kamar
Ia mendudukkan Alisha yang tak sadarkan diri di sisi kasur dan memeluk samping Alisha
Maaf nona, ini mungkin agak sedikit perih tapi ini akan membuat darah di kepala mu berhenti
Dengan hati hati, ia menaruh ramuan batang pisang yang telah ia buat di kepala Alisha dan membuat Alisha meringis kesakitan
__ADS_1
"Arghhhh......"
Ibu Arga tidak menggubris dan mengelus pelan kepala Alisha untuk menebarkan ramuan itu
Ia kemudian merobek besar lengan bajunya dan membalutnya ke kepala Alisha
Setelah membalut kepala Alisha ia membaringkan kembali Alisha dan mengelus pipi Alisha
Kau sangat kuat nak, aku yakin kau orang baik
Ibu Arga kemudian mengambil pakaian Alisha yang berlumuran darahnya untuk mencari kartu identitasnya, namun ia tidak menemukannya
Kartu identitasnya tidak ada, bagaimana aku bisa tahu nama dan rumahnya? setelah sadar nanti dia akan kutanya
Tak lama kemudian, Arga pulang dan membawa keranjang kosong
"Sudah kau jemur bajunya?" tanya ibunya
"Sudah Bu, bagaimana keadaan wanita itu?" tanya Arga
"Sudah ibu obati dia, kalau kau mau lihat lihat saja" jawab ibunya
Arga kemudian masuk ke kamarnya tempat Alisha di baringkan
Cantik sekali wanita ini, apa ini yang di sebut malaikat atau bidadari?
Arga duduk di samping Alisha dan menatap lama Alisha yang tak sadarkan diri dan tak sengaja ia tertidur di telapak tangan Alisha
Ibu Arga yang melihat Arga tertidur di dekat Alisha hanya menggelengkan kepalanya dan meneruskan pekerjaannya
# Sementara itu di kantor William #
"DASAR TIDAK BECUS! RASAKAN INI!" seru William marah dan menembak salah satu bodyguard nya yang tak sengaja membuat kesalahan
*DOR.........* suara pelatuk pistol meluncur di kepala bodyguard nya
"BERESKAN MAYATNYA!" perintah William dan masuk ke dalam mobil
Seluruh bodyguard nya langsung melempar jasad teman mereka ke sungai dekat sana
Daren yang melihat kelakuan William yang semakin menjadi jadi hanya diam dan memainkan ponselnya
Tuh kan apa aku bilang, kelakuan dia lebih keji daripada sebelumnya
"Ke markas!" seru William
__ADS_1
Mobil dengan cepat langsung menuju markas besar William tempat dimana semua musuh William berakhir di sana
William langsung turun dari mobilnya begitu sudah sampai di markasnya, semua bodyguard nya langsung berbaris rapi di samping kiri-kanan William
Daren dengan raut wajah barunya, serius mengikuti William dari belakangnya menuju ruang paling sadis
"Masuk lah tuan" ucap seorang penjaga pintu dan membukakan pintu untuk William
William langsung duduk di depan pria yang terduduk dengan kaki yang patah
"M........maaf tuan William, aku akan melunasi semua hutangku tapi aku mohon tolong lepaskan aku!" mohon pria itu
William dengan tawa jahatnya langsung menembak 3X pria itu tanpa ampun di kepala, kakinya yang patah, dan di dadanya
Daren yang berdiri di belakangnya hanya menggelengkan kepalanya dan menunduk melihat kelakukan temannya seperti iblis
Sebelumnya aku juga tidak percaya pada Tuhan, tapi jika kau mengabulkan permintaan ku untuk mengembalikan Alisha pada William aku bersumpah akan langsung masuk agama Islam
"LEMPAR JASADNYA KE RAWA!" seru William dan melangkah pergi
Daren kembali mengikuti William dari belakang dengan raut wajah dingin
William dengan raut wajah merah padam menunjukkan amarah dan geram langsung masuk ke dalam mobil nya dan juga Daren
"PULANG!" seru William dan membuat supir menjadi ketakutan
Mobil kemudian melaju ke kediaman William yang megah
Sesampainya di rumah, bodyguard dan Vera beserta bawahannya langsung berbaris rapi di depan ruang menyabut William datang dan menundukkan kepala mereka, Vera beserta bawahannya tidak tahu bahwa tuan besar mereka akan berubah drastis setelah kepergian Alisha namun karena Daren mengirim pesan pada Vera barulah ia tahu bahwa William kembali seperti semula tapi lebih kejam dan bengis
William menatap semua pelayan nya dan langsung teringat Alisha yang dulu sering menyambut nya di depan pintu
"VERA! PECAT MEREKA SEMUA DAN CARI YANG BARU!" teriak William dan masuk ke kamarnya
Vera terkejut bukan main mendengar perkataan William
Apa? bagaimana aku bisa memecat mereka semua tanpa ada salah tapi bagaimana lagi ini adalah perintah tuan besar
"Maaf semuanya, sesuai perkataan tuan besar William kalian semua di pecat" ujar Vera
Semua pelayan pergi ke kamar mereka masing-masing untuk mengemasi barang-barang mereka tanpa membantah jika membantah maka nyawa mereka yang akan melayang
Daren yang melihat tingkah laku William yang semena-mena pada para pelayan William langsung menaiki tangga dan masuk ke kamar William
Penasaran seperti apa sih episode selanjutnya? LIKE, COMENT, AND VOTE PLEASE!
__ADS_1