
"William!" teriak Daren
Mendengar teriakan Daren,William langsung menoleh ke arah Daren
"Apa kau sudah hilang akal? kau memecat semua pelayan tanpa ada alasan yang jelas" ujar Daren geram
"Kenapa kau jadi peduli dengan mereka?" tanya William
"Mereka itu tidak punya salah apa-apa lalu kenapa kau memecat mereka ha!" seru Daren
"Karena aku terus............. lupakan saja!" teriak William terhenti bicara karena mengingat kembali Alisha
"Apa karena Alisha?" tanya Daren
"Sudah aku bilang lupakan saja, apa kau tidak dengar!" teriak William
Daren menggeleng gelengkan kepalanya melihat kelakuan William yang hampir melewati batas
"Apa kau akan terus berdiri di situ? sekarang kembalilah ke kantor dan urus semuanya!" perintah William dan masuk ke kamar mandi
Huhhhh! jika saja dia bukan atasan ku sudah aku jitak kepalanya, enak saja sembarangan pecat orang!
Daren yang masih kesal hanya bisa diam dan meninggalkan kamar William dan menuju kantor
# Skip 4 bulan kemudian .......................#
Semenjak Alisha tiada ( menurut William, Daren, Shirea, dan Celvin ) dunia William semakin gelap dengan ia kembali menjadi seorang mafia yang kejam, bengis, dan tak kenal ampun
Daren hanya bisa terdiam melihat tingkah William yang semakin menjadi layaknya hewan bahkan ia pernah di pukul William hanya karena membuat suatu kesalahan kecil
Sementara itu di sisi lain..........
Alisha yang baru terbangun dengan kepala tidak memakai kerudung dan terbalut kain serta tangan dan perut penuh dengan tumbukan daun ramuan herbal
"Arghhhh....... kepalaku sakit sekali" ujar Alisha baru tersadar dan memegang kepalanya
Arga yang tertidur di sisi ranjang di samping Alisha yang mengerang kesakitan langsung bangun
"Ada apa?" tanya Arga
"S.......siapa kau dan di mana ini?" tanya Alisha yang masih memegang kepalanya
"Aku Arga, kau sekarang ada di rumah kami" ujar Arga dan duduk di ranjang depan Alisha
"Kami? maksudmu?" tanya Alisha
"4 bulan yang lalu, aku dan ibuku menemukan mu di atas batu dekat sungai dengan keadaan pingsan. Karena merasa kasihan ibu dan aku memutuskan untuk mengambil mu dan mengobati mu. Saat itu keadaan mu benar benar parah, kepalamu berdarah tanganmu lebam juga perutmu berdarah" ujar Arga menjelaskan
"Berdarah? bagaimana bisa perutku berdarah?" tanya Alisha sambil membuka selimutnya dan melihat perutnya di beri tumbukan daun ramuan herbal
"Saat kami ingin membopong mu kami melihat sebuah belati menancap di perut mu" jawab Arga
__ADS_1
"Oh begitu, kenapa ada yang ingin membunuh ku?" tanya Alisha
"Kenapa kau bertanya pada ku? seharusnya aku yang bertanya pada mu kenapa kau bisa seperti ini?" tanya Arga
"Aku tidak tahu" jawab Alisha menggelengkan kepalanya
"Apa maksudmu nona?" tanya ibunya Arga yang baru datang dengan membawa keranjang pakaian
"Aku tidak tahu" ulang Alisha
"Tunggu, maksudmu tidak tahu itu kau tidak ingat?" tanya Arga
"Iya aku tidak ingat, bahkan aku tidak tahu siapa aku dan tidak ingat namaku" ujar Alisha
Arga dan ibunya terkejut mendengar itu dan berpikir bahwa kepala Alisha yang terluka dan berdarah itu berdampak dengan ingatannya
Ibu Arga kemudian berdiri di samping Alisha
"Apa kau hilang ingatan?" tanya ibunya Arga
"Aku tidak tahu" jawab Alisha
"Astaga! sepertinya dia memang hilang ingatan Bu! bagaimana ini Bu apa yang harus kita lakukan?" tanya Arga
"Ibu juga tidak tahu, ibu sudah mencari kartu identitasnya di bajunya namun tidak ada" jawab ibunya
"Jadi kalian juga tidak tahu siapa aku dan dimana aku berasal? aku harus bagaimana?" tanya Alisha
"Aku dan ibu akan berbicara berdua dulu, kau bisa beristirahat lagi" ujar Arga sambil berdiri dan menarik tangan ibunya keluar kamar
Alisha hanya mengangguk dan langsung merebahkan kembali tubuh nya dan memejamkan matanya
"Ibu apa yang harus kita lakukan?" tanya Arga berbisik
"Ibu juga tidak tahu" jawab ibunya
Mereka kemudian berpikir apa harus mereka lakukan pada Alisha
"Ibu, aku punya ide" ujar Arga
"Ide apa?" tanya ibunya
"Dia tidak tahu siapa dia, statusnya dan juga namanya begitu juga kita lalu kenapa kita tidak membiarkan dia tinggal bersama kita" jawab Arga
Ibunya sedikit kaget mendengar jawaban Arga dan berpikir mengenai ide Arga
"Sebenarnya idemu itu bagus tapi bagaimana jika keluarga nya sampai tahu anaknya masih hidup?" tanya ibunya
"Ibu nanti saja pikirkan itu, sekarang yang paling penting mengurusnya sampai dia sembuh dan soal keluarga nya mencari biar nanti ibu urus semua surat untuk mengadopsi dia agar dia menjadi anak ibu dan adik perempuan ku bukankah ibu sudah lama menginginkan anak perempuan?" ujar Arga meyakinkan
"Ya sudah terserah kau, besok ibu akan mengurus semuanya" jawab pasrah ibunya yang tidak tahan dengan pintaan Arga
__ADS_1
Arga tersenyum senang dan langsung memeluk ibunya kemudian berlari ke kamar Alisha dan memeluknya juga
"Hei, kenapa kau memelukku?" tanya Alisha tak bisa bergerak
"Mulai besok kau akan jadi adik perempuan ku" jawab Arga
Alisha kemudian bangun
"Maksudmu?" tanya Alisha
"Ibu setuju untuk mengadopsi mu jadi besok kau akan jadi adik ku" jawab senang Arga
"Bagaimana kalian bisa langsung setuju dengan keputusan kalian? bagaimana jika nanti aku ini berasal dari keluarga jahat?" tanya Alisha khawatir
Arga kemudian memegang kedua pipi Alisha
"Adikku, kakak dan ibu sangat yakin kau ini pasti berasal dari keluarga baik-baik" jawab lembut Arga
Alisha kemudian menangis bahagia dan langsung memeluk Arga
"Terimakasih kakak baru, aku sangat bahagia" ujar Alisha
Arga mengelus rambut coklat Alisha dan tersenyum
Setelah beberapa lama berpelukan Alisha melepas pelukannya dan Arga menghapus air mata Alisha
"Kak, nama ibu baru aku siapa?" tanya Alisha
"Oh ya kakak sampai lupa, nama ibu kita itu Lina" jawab Arga
"Ooh begitu, kalau nama aku siapa?" tanya Alisha
"Astaga! kakak sampai lupa sebentar kakak panggilan ibu" ujar Arga kemudian berlari keluar kamar mencari ibu Lina
Ibu Lina yang terlihat sedang melipat pakaian tangannya langsung di tarik Arga menuju kamar Alisha, ibu Lina penasaran melihat Arga menarik tangannya
Arga langsung mendudukkan ibunya di ranjang depan Alisha dan dia duduk di kursi
"Ibu! kita belum buat nama untuk adik baruku" seru Arga ketus
"Astaga kau ini! ibu pikir ada apa kau membawa ibu ke sini ternyata hanya untuk itu" jawab ibu Lina tertawa
"Ibuuuuu, aku belum punya nama aku kan masih adik baru heheheheh" ucap Alisha dengan wajah imut
Ibu Lina sedikit terkejut melihat Alisha dan merasa sedikit bahagia mendengar dia memanggil nya ibu
"Baiklah, kita akan buat nama untuk adik barumu" jawab ibu Lina
Penasaran seperti apa sih nama baru Alisha?
Please like, coment, and vote
__ADS_1