Takdir Cinta Alisha

Takdir Cinta Alisha
Episode 35


__ADS_3

"Bodyguard!!!!" teriak Celvin


Para bodyguard yang tengah menunggu tuannya Celvin di depan ruangan segera masuk dan berbaris rapi di depan ranjang Celvin


"Aku ingin hari ini juga pulang!" seru Celvin


"Celvin, kau masih sakit dokter belum membolehkan mu pulang" ujar Shirea


"Aku tahu itu, aku bisa beristirahat di rumah dan aku tidak suka bau rumah sakit! pokoknya aku mau pulang sekarang atau kalian semua dipecat!!" seru Celvin tak mau dibantah


Astaga anak ini, susah sekali diajak bicara!!! awas saja nanti kambuh lagi penyakitnya aku takkan mau mengantarnya lagi ke rumah sakit gumam Shirea ketus dan keluar mencari dokter


Tak berapa lama kemudian, Shirea datang bersama dengan dokter


"Tuan Celvin, apa anda yakin anda sudah baik-baik saja?" tanya dokter


Celvin mengangguk tanda mengiyakan


"Sebenarnya saya belum mengijinkan tuan untuk keluar dari rumah sakit namun jika anda sendiri yang meminta apa boleh buat, ini surat izin Anda boleh keluar rumah sakit" seri dokter itu dan memberikan sebuah surat


Celvin mengambilnya dan membacanya


"Sekarang kau boleh pergi" ujarnya pada dokter


Dokter sedikit membungkuk dan pergi dari ruangan itu


( Hampir semua orang orang penting di kota ini mengenal siapa sebenarnya Celvin itu tak terkecuali ruang sakit ini yang merupakan salah satu investasi Celvin jadi maklum saja semua dokter dan perawat mengenalnya tapi untuk Shirea dan Alisha yang merupakan sahabatnya sama sekali tidak tahu siapa sebenarnya Celvin itu )


"Shirea, masukkan semua bajuku ke dalam bagasi" perintah Celvin


Huhh!!! dia pikir aku ini pelayannya kah maka bisa seenak jidatnya bisa menyuruhku awas saja nanti kalau giliran aku yang sakit kau akan kubuat jadi budakku gerutu Shirea dalam hatinya sembari mengangkat barang-barang Celvin ke dalam bagasi mobil


Dua mobil yang satunya berisi Celvin dan Shirea serta sopir berada di depan dan satunya lagi berisi para bodyguard Celvin di belakang mengawasi mobil Celvin berjalan menuju kediaman Celvin


Sesampainya di rumah Celvin, ia langsung menaiki tangga menuju kamarnya dan menutup pintu rapat-rapat kemudian menelpon seseorang


"Sekarang temui aku di kamar, ada yang ingin aku bicarakan" seru Celvin kemudian menutup teleponnya

__ADS_1


Tak berapa lama kemudian, seseorang mengetuk pintu kamar Celvin


"Masuk" ujar Celvin dari kursi kerjanya


Seorang pria tegap datang dan membungkukkan badannya kemudian berdiri tegap lagi


"Duduklah" seru Celvin mempersilahkan pria itu duduk di depannya


Pria itu duduk dan Celvin menyilangkan tangannya


"Aku ingin kau mencari keberadaan wanita ini" ujar Celvin sembari memberikan fhoto Alisha sewaktu ia dan Alisha berjalan-jalan dulu


"Tapi tuan bukankah nona ini sudah meninggal sekitar 4 bulan yang lalu?" tanya Aldo


"Itu bukan urusanmu!! yang harus kau kerjakan adalah perintahku!!! aku memberikan mu waktu 1 minggu jika dalam waktu itu kau masih belum menemukan keberadaannya maka jangan salahkan aku kepala mu hilang" ucap Celvin dingin


"Mengerti tuan! saya pergi dulu" jawab Aldo dan kembali membungkukkan badannya kemudian pergi


Celvin tersenyum lebar sambil mengingat kejadian kemarin ia bersama Alisha


"Alisha, sekarang kau tidak bisa kabur lagi dariku aku akan pastikan bahwa kau akan jadi milikku untuk selamanya" ujarnya dan menopang dagunya


*Tok tok tok* pintu rumah ibu Lina di ketuk


Ibu Lina membuka sedikit pintunya melihat siapa yang datang


"Ibu ini aku Arga" bisik Arga


Ibu Lina mengangguk pelan kemudian membuka pintunya


Arga masuk dan mengunci pintu rapat-rapat


"Apa yang ingin ibu bicarakan sehingga aku tidak boleh membawa Tara kesini?" tanya Arga dan duduk di sofa


"Apa kau tahu apa saja yang terjadi saat kau dan Tara pergi?" tanya balik ibu Lina


Arga menggelengkan kepalanya tanda tak tahu

__ADS_1


"Sekitar dua hari yang lalu pas satu hari kalian pergi, ibu ingin mencuci pakaian di sungai tapi saat di jalan ibu melihat ada beberapa orang pria berjas hitam dan berkacamata hitam sedang mencari sesuatu di sungai" ujar ibu Lina


"Lalu apa urusannya dengan ibu, aku dan juga Tara?" tanya Arga dan tertawa kecil


"Ibu rasa mereka mencari Tara" jawab ibu Lina pelan hingga membuat mata Arga terbuka lebar


"Maksud ibu?" tanya Arga tak mengerti


"Coba kau ingat-ingat, saat kita menemukan Tara di atas batu besar dekat sungai, ibu yakin sekali mereka sedang mencari Tara dan ibu tambah merasa yakin lagi saat mereka melihat sebercak darah di atas batu besar tempat Tara tak sadarkan diri waktu itu dan memanggil orang forensik untuk mengambil bercak darah itu" jawab panik ibu Lina merasa khawatir


Arga menggigit jari telunjuknya dan menatap wajah ibunya yang panik


"Ibu, jika yang kau duga itu benar apa yang harus kita lakukan?" tanya Arga


"Untung saja kalian tepat sekali memutuskan untuk pergi ke kota atau kalau tidak mereka bisa melihat Tara disini" ujar ibu Lina


"Hmmmm... kau tenang saja Arga, ibu sudah mengurus semua dokumen Tara hanya tinggal minta tandatangannya saja dan sudah sah dia anak ibu dan juga adik perempuan mu" ujar ibunya sembari memberikan beberapa dokumen pada Arga


"Baiklah Bu, aku mengerti besok aku akan kembali ke kota dan menyuruh Tara untuk menandatangani dokumen ini" jawab Arga dan memasukkan dokumen itu ke tasnya


"Ibu tidak ingin ikut aku ke kota?" tawar Arga


"Tidak, ibu ingin disini untuk memastikan semuanya baik-baik saja juga ibu masih berkabung atas tiadanya ayahmu" jawab pelan ibu Lina dan menundukkan kepalanya


Arga mengangguk tanda mengerti mengenai ibunya yang masih terus saja berkabung atas tiadanya ayahnya padahal ayahnya sudah 5 tahun lalu meninggal dunia karena di tembak


"Oh iya, satu lagi yang ingin ibu katakan padamu! saat kau sudah sampai di kota kau harus bisa dan berusaha untuk tetap berada di sekitar Tara" ujar ibu Lina


"Hanya untuk memastikan dia baik-baik saja tidak diincar orang-orang itu" ujarnya lagi


Ternyata ibu sama seperti aku yang sangat menyayangi Tara gumam Arga dan tersenyum tipis


"Ya sudah, ini sudah malam kau istirahatlah besok pagi kau harus berangkat pagi-pagi untuk ke kota" ujar ibu Lina beranjak masuk ke dalam kamarnya


***PLEASE DUNK JANGAN PELIT NGELIKENYA KALAU BISA COMENT JUGA YA!


KALAU ENGGAK VOTE JUGA ENGGAK APA-YANG PENTING DI LIKE YA!

__ADS_1


AUTHOR CAPEK TAHU NGETIKNYA BELUM LAGI BUAT RANCANGAN CERITANYA JADI MOHON DUNK DI LIKE AND COMENT


MAAF YA KALAU BERSIFAT MAKSA TAPI KALAU ENGGAK COMENT JUGA ENGGAK APA-APA YANG PENTING DI LIKE***


__ADS_2