
"Ya sudah begini saja kau minta maaf pada kakaknya Tara" ujar Daren memberikan solusi
"APA!!!! aku tidak mau!!" ketus William
"Ya sudah kalau tidak mau lagipula toh kau juga nanti yang menyesal" ketus pula Daren dan pergi meninggalkan William
Apa tidak ada cara lain selain minta maaf, aku segan sekali minta maaf dengan Arga huhhhh gumam William dan terdiam sejenak
Jam sudah menunjukkan waktu hampir siang tapi William baru berangkat ke kantor
Selama di kantor ia terus bersandar di kursi kerjanya sambil menatap ke langit-langit ruangannya
Apa aku minta maaf saja ya dengan Arga daripada aku tidak bisa lagi bertemu dengan Tara gumam William yang masih bingung
Merasa bingung harus memilih yang mana dari hatinya satu ingin minta maaf pada Arga tapi yang satunya lagi lebih mementingkan ego sendiri membuat William mengacak-acak rambut cool nya sampai berantakan
*Ceklek* pintu ruangan William terbuka dan wajah William yang masam segera ia nolehkan ke arah pintu
"Tara..... kau disini??" ujar William bahagia dan menghampiri Tara lalu menariknya dan memeluknya
Alisha diam seribu bahasa dan tidak membalas pelukan William
"Aku merindukanmu Tara" lirih William dan mengelus rambut belakang Alisha
Alisha masih terus diam tanpa menjawab sepatah katapun
William melepas pelan pelukannya dan menatap dekat wajah Alisha
"Kau..... marah padaku ya?" tanya William dan mendekatkan ujung hidungnya ke hidung Alisha
Alisha membalas menatap William
"Iya tuan saya marah dengan tuan, untungnya tidak sampai membenci" jawab Alisha
"Aaaaku minta maaf, aku tidak bermaksud seperti itu kemarin ke Arga" ujar William dan menatap sendu Alisha
Alisha kembali merasa kasihan dengan William dan menjauhkan hidungnya dari William dan mengajaknya duduk
William terdiam dan menundukkan kepalanya menutupi rasa sedihnya
"Tuan, saya minta maaf ya karena tadi mengatakan itu" ucap pelan Alisha dan menatap wajah William yang tertunduk
William tak menggubris perkataan Alisha dan masih terus menunduk
__ADS_1
"Tuan, kalau anda terus menunduk kepala tuan bisa jatuh nanti" canda Alisha ingin membuat William tertawa tapi kenyataannya tidak William hanya diam
Alisha menghembuskan nafasnya
"Tuan kenapa ya tuan jadi marah pada kakak saya hanya karena saya mengundurkan diri?" tanya Alisha
William menoleh ke Alisha dan memegang belakang leher Alisha dan menariknya kemudian mencium pelan bibir Alisha
Sontak membuat Alisha terkejut bukan main dan membulatkan matanya besar-besar
Hanya beberapa detik ciuman itu berlangsung dan William melepas pelan ciumannya
"Karena dia yang menyuruh mu untuk jauh dariku" bisik William dan kembali mencium pelan bibir Alisha
Astaga!!!! kenapa tubuhku tidak bisa bergerak? oh Tuhan.... kenapa kau membiarkan tuan William mencium ku gumam Alisha
Seluruh tubuhnya sangat kaku bahkan untuk menggerakkan tangannya untuk menjauhkan William saja ia tidak bisa
Berbeda dengan sebelumnya, ciuman kedua Alisha yang satu ini sangat lama hingga membuat Alisha tidak bisa bernafas
William melepas pelan ciumannya dan memegang kedua pipi Alisha
"Aku tidak mau kehilangan mu Tara" lirih William dengan tatapan sendu
Alisha melepas kedua tangan William dari pipinya
"Tuan, saya tahu saya ini mengingatkan anda dengan istri anda tapi tidak baik jika tuan memaksakan kehendak tuan, saya juga tahu kalau tuan selalu merasa sedih jika mengingat istri tuan ketika melihat saya ya tapi apa mau dikata jika ini sudah takdir" ucap pelan Alisha dan menatap kedua bola mata hitam William
"Tidak..... kau itu Alisha ku sekaligus Tara ku!!" seru William
"Tuan, saya mohon jangan seperti ini anda bisa membuat saya menjauhi tuan" ujar Alisha
"Aku berkata benar Tara, sekarang aku tanya padamu apa kau ini anak asuh??" tanya William mengalihkan pembicaraan
"Tttuan dari mana tahu kalau saya ini anak asuh?" tanya Alisha
"Sekarang aku tanya lagi apa benar kau hanyut di sungai atau jatuh dari jurang?" tanya lagi William
"Bukankah sudah saya bilang kalau saya ini hanyut di sungai" jawab Alisha
"Salah, kau bukan hanyut di sungai tapi jatuh dari jurang!!" seru William hingga membuat Alisha semakin terkejut
"Maksud tuan apa??" tanya Alisha
__ADS_1
"Sangat tidak mungkin jika kau hanyut di sungai tapi bercak darah mu ada di atas batu besar" ujar William
"Ya mungkin saja aku hanyut dibawa air hingga aku berada di sana" ujar Alisha menduga-duga
"Tidak Tara, itu tidak mungkin karena kau itu jatuhnya tepat di atas batu besar tinggi jadi tidak mungkin kau bisa hanyut dibawa air sampai kesitu" ujar William
"Apa....kau mendapat luka di perut mu??" tanya William menduga-duga
"Enggggg... iya tuan, saya ditusuk orang" jawab Alisha jujur
William terkejut dan membulatkan matanya dan tersenyum bahagia lalu memeluk kembali Alisha dengan erat
"Ternyata benar dugaanku, Tara kau ini adalah Alisha" ujar William dengan wajah bahagianya
"Mmmaksud tuan apa saya sama sekali tidak mengerti?" tanya Alisha
William melepas pelukannya dan kembali memegang kedua pipi Alisha
"Tara, saat Alisha tiada dia itu jatuh dari jurang dengan perut tertancap belati" jawab William menjelaskan
"Aku sangat yakin Tara kalau kau ini adalah Alisha ku karena kejadian kalian itu sangatlah mirip" lanjutnya lagi
Alisha menggelengkan kepalanya dan melepas tangan William dari pipinya
"Tuan, ketika suatu kejadian di masa lalu sangat mirip dengan kejadian orang lain bukan berarti dua orang itu bisa dikatakan sama" ujar Alisha dan beranjak dari duduknya
"Maaf tuan, saya tidak bisa mencerna perkataan tuan saya sudah mengundurkan diri dari perusahaan ini dan tolong jangan ganggu saya lagi" ujarnya lagi
"Tara, kenapa kau masih belum percaya juga apa kau tidak ingat apa yang dikatakan dokter itu saat kau pingsan" ujar William dan berdiri menghadap Alisha
"Iya saya tahu tapi sewaktu itu kepala saya hanya sakit biasa saja tidak lebih" jawab Alisha
"Kau salah Tara alias Alisha, kau itu sakit kepala gara-gara aku ceritakan masa lalu ku dengan mu" jawab William
"Tuan kenapa anda begitu keras kepala, sudah saya bilang saya ini bukan istri tuan jadi saya mohon jangan ganggu saya lagi!!" seru Alisha dan pergi meninggalkan William
Saat hendak membuka pintu seorang pria berdiri disana
"Kkkkau!!!!!!!!!" seru William ketika melihat pria itu
***PLEASE DUNK JANGAN PELIT NGELIKENYA KALAU BISA COMENT JUGA YA!
AUTHOR CAPEK TAHU NGETIKNYA BELUM LAGI BUAT RANCANGAN CERITANYA JADI MOHON DUNK DI LIKE AND COMENT
__ADS_1
MAAF YA KALAU BERSIFAT MAKSA TAPI KALAU ENGGAK COMENT JUGA ENGGAK APA-APA YANG PENTING DI LIKE***