
Diam-diam Alisha menatap wajah William yang sedang tertawa
"Tuan, kalau anda tersenyum apalagi tertawa anda sangat tampan" ujar Alisha tanpa sadar
William terperangah dan tersenyum lebar
"Kau menyukaiku ya?" goda William dan tersenyum lebar kemudian menyilangkan tangannya di depan dadanya
Alisha tersadar dari perkataannya dan jadi salah tingkah
"Eh.... bukan seperti ini tuan, saya tidak pernah menyukai tuan, saya hanya mengatakan kebenaran saja" jawab Alisha dan menundukkan kepalanya menutupi pipi merahnya
"Oooooh, ya sudah aku akan ajari kau tentang semua ini" seru William kemudian membuka laci mejanya dan mengambil semua berkas dan dokumen
"Tuan, apa ini tidak salah?? ini banyak sekali tuan, mana mungkin otak saya bisa menampung sebanyak ini" ujar Alisha terkejut melihat banyaknya berkas-berkas menumpuk
"Tidak apa-apa, aku akan ajari sampai kau bisa" jawab lembut William
"Tidak apa-apa bagaimana, ya kalau bisa masuk ke otak kalau nanti hilang lagi bagaimana?" tanya Alisha ketus
"Hahahaha.... pertanyaan mu itu sungguh aneh Tara, mana mungkin akan secepat itu hilang di otakmu, hari ini kita belajar dulu dasarnya bukan berarti semua berkas ini harus dipelajari semuanya" jawab William kembali tertawa
"Oh begitu, saya pikir semua berkas ini dipelajari hari ini juga, hehehehe kalau begitu ayo kita belajar tuan tamvan" seru Alisha bersemangat dan lebay hingga membuat William tertawa terbahak-bahak mendengar kata 'TAMVAN' dari mulutnya
Siang harinya .........
"Apa kau masih belum mengerti juga?" tanya William yang sudah mulai putus asa dengan otak Alisha yang sama sekali tumpul
"Hehehehe belum tuan, bahkan saya lupa tadi yang tuan ajarkan pertama kali" jawab Alisha cengengesan
Perut yang lapar dan hati juga kepala yang memanas mendengar jawaban Alisha sontak saja amarah William meledak namun saat ia ingin marah ia mendengar perut Alisha berbunyi
"Kau lapar?" tanya William menahan amarahnya
Alisha mengangguk dan cengengesan
"Cckk.... ayo makan ini sudah jam makan" ujar William bangkit dari duduknya dan menarik tangan Alisha keluar ruangannya
Pegawai dan para staf yang sedang lewat melihat William yang tengah menarik tangan Alisha tidak berani berkata apa-apa dan pura-pura tidak melihat itu
William menarik tangan Alisha masuk ke dalam mobil dan memasang sabuk pengaman nya dan juga dia
Mobil melaju ke sebuah restoran mahal dan mewah yang belum pernah Alisha lihat
__ADS_1
"Tuan, apa ini restoran?" tanya Alisha terperangah melihat bagian luar restoran terlihat seperti hotel
"Iya, kenapa?" tanya balik William
"Kenapa ya terlihat seperti hotel?" tanya Alisha dan kepikiran yang aneh-aneh
"Dengar!! saat kita didalam kau hanya harus diam saja ya" ujar William mengingatkan
"Kenapa tuan?" tanya Alisha tak mengerti
"Aku tidak mau jadi malu untuk kedua kalinya gara-gara kau" ketus William dan menarik tangan Alisha masuk ke dalam restoran
"Aku mau tempat di ballroom" perintah William pada pelayan resepsionis restoran
"Dimengerti tuan William, anda masuk saja saya akan membooking" jawab sopan resepsionis itu
Tanpa menjawab William langsung menarik tangan Alisha lagi menuju ruangan atas tepatnya ballroom yang ia booking
"Tuan, tangan saya sakit tuan tarik-tarik terus" ujar Alisha merasakan sakit di pergelangan tangannya
William melepas pegangannya dan langsung menggendong Alisha kemudian menaiki tangga padahal ada lift untuk menuju ruang atas
"Tuan, kenapa anda menggendong saya?" tanya Alisha dengan wajah memerah
"Tadi kau sendiri yang bilang kalau tanganmu sakit jadi aku menggendong mu" jawab santai William yang masih terus mengangkat kakinya menaiki tangga
"Menurut ku itu sama saja" jawab santai William
"Tttttuannnn, tolong turunkan saya" pinta Alisha takut-takut
William tidak menggubris perkataan Alisha
"Tuan, saya bisa jalan sendiri" ujarnya lagi
William masih tidak menggubris perkataan Alisha
"Tuan, saya ini berat pasti tuan lelah menggendong saya jadi tolong turunkan saya ya" mohon Alisha lagi
William masih tidak menggubris perkataan Alisha
"Tuan, kalau anda tidak turunkan saya saya tidak mau bekerja lagi dengan t........." ujarnya terhenti saat mata William melotot kearahnya
Alisha menundukkan kepalanya
__ADS_1
Kenapa aku harus menghadapi situasi seperti ini? tanya Alisha pada dirinya sendiri
Akhirnya mereka sampai di ruang paling atas restoran yakni ballroom
William melirik kearah Alisha yang tertunduk dan tersenyum tipis
Tara sungguh lucu gumamnya dan menurunkan badan Alisha
"Eh..... kita sudah sampai ya tuan? ini ya yang namanya ballroom?" tanya Alisha takjub melihat dekorasi ballroom yang begitu cantik
William menganggukkan kepalanya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Alisha
"Kau masih ingatkan perkataan ku saat di lobi tadi?" bisik William dan membuat Alisha yang mendengarnya tergidik
Alisha mengangguk pelan dan senyuman lebar terukir dibibir William
Seorang pelayan menghampiri mereka
"Tuan William, mari saya antar" ujar pelayan itu
Darimana pelayan ini tahu nama tuan William? tanya Alisha dalam hatinya
Pelayan memberikan sebuah meja makan berdua paling romantis di ballroom itu
Ini acara makan siang kok jadi seperti acara kencan ya tanya Alisha dalam hatinya
Padahal Alisha mau berbicara dengan William tapi baru saja mau bicara sorot tajam mata William mengenai matanya hingga membuatnya diam seribu bahasa
"Tuan William dan istri ingin pesan apa?" tanya pelayan lagi
APA!!! ISTRI!!! SIAPA YANG BILANG AKU INI ISTRI TUAN WILLIAM, HADEUHHHH.... INI PASTI ADA KESALAHAN TEKNIS, TUAN WILLIAM BICARALAH DENGAN PELAYAN ITU BAHWA AKU BUKAN ISTRIMU teriak Alisha dalam hatinya dan memberi tatapan tajam pada William tapi William tak menggubris nya
"Hmmmm..... aku dan istriku ingin makan Beaf Steak" pinta William
APA!!! BAHKAN DIA SENDIRI JUGA YANG BILANG AKU INI ISTRINYA, APA TUAN WILLIAM SUDAH TIDAK WARAS teriak Alisha dalam hatinya dan pasrah atas apapun lagi yang akan dikatakan William toh juga dia tidak bisa bicara karena dilarang William
Dengan hati mengkeret dan kesal, Alisha memotong daging steak itu dan mengunyahnya dengan kesal sembari mengingat apa yang dikatakan William tadi
Tara kenapa ya seperti tidak suka aku mengatakan itu tadi, apa jangan-jangan dia memang tidak pernah menyukaiku? tanya William dalam hatinya ketika melihat ekspresi Alisha saat mengunyah daging steak
***PLEASE DUNK JANGAN PELIT NGELIKENYA KALAU BISA COMENT JUGA YA!
KALAU ENGGAK VOTE JUGA ENGGAK APA-YANG PENTING DI LIKE YA!
__ADS_1
AUTHOR CAPEK TAHU NGETIKNYA BELUM LAGI BUAT RANCANGAN CERITANYA JADI MOHON DUNK DI LIKE AND COMENT
MAAF YA KALAU BERSIFAT MAKSA TAPI KALAU ENGGAK COMENT JUGA ENGGAK APA-APA YANG PENTING DI LIKE***