Takdir Cinta Alisha

Takdir Cinta Alisha
Episode 27


__ADS_3

"Kakak jangan marah, aku minta maaf ya tolong jangan tinggalkan aku" ucap Alisha pelan


Arga tersenyum senang dan mengusap kepala adiknya, Tara / Alisha


"Dasar bodoh, kakak pergi bukan karena kau Tara" jawab Arga


"Lalu karena apa kak kakak meninggalkan aku?" tanya Alisha dan melepas pelukannya


"Kakak tadi di telepon orang ada urusan penting jadi untuk seminggu kedepan kakak tidak pulang" jawab Arga


"Oh begitu, kapan kakak mulai pergi?" tanyanya lagi


"Besok pagi, kakak sudah meminta izin di kantor" jawab Arga


"Ya sudah, sekarang kita makan dan setelah itu aku bantu kakak kemasi barang-barang kakak" ujar Alisha


Arga mengangguk pelan dan mereka kemudian makan malam bersama


Maafkan aku adikku aku telah berbohong denganmu gumam Arga dan menatap wajah Alisha di sela sela makannya


Setelah makan malam, Alisha membantu Arga menyiapkan semua barang yang akan dibawa Arga pergi besok


"Kak, sekarang tidur ya biar besok tidak telat perginya" ujar Alisha


"Iya kau juga ya"


"Selamat malam kak"


"Selamat malam juga"


Alisha keluar dari kamar Arga dan masuk ke dalam kamarnya dan membanting tubuhnya di atas kasur


Sedangkan Arga mulai gusar di dalam kamarnya


"Jangan sampai Tara tahu semua ini atau kalau tidak dia tidak akan memaafkan aku dan juga ibu" ujarnya panik


"Aduhhh kenapa jadi kepikiran kejadian tadi ya waktu sama dengan tuan William" ucap pelan Alisha di atas kasurnya dan mengusap wajah nya


"Eh tapi kalau dilihat-lihat tuan William itu memang tampan wajar saja banyak wanita yang suka dengannya" ujarnya lagi dan tersenyum


"Coba saja aku jadi istrinya minimal lah jadi pacarnya tapi mana mungkin lah aku kan hanya office girl biasa" ujarnya lagi dengan raut wajah sedih

__ADS_1


Setelah agak lama memikirkan kejadian romantis yang ia alami dengan William, ia tertidur pulas dengan posisi miring


Sementara itu, William yang baru tiba di rumahnya langsung di sambut dengan anak buahnya


"Tuan, mau aku bantu?" ucap salah satunya melihat William dalam keadaan mabuk dan berjalan asal asalan


"Tidak perlu, kau tunggu saja di sini sebentar lagi nyonya Alisha akan pulang jadi berikan penyambutan meriah!" ujar William dan menepis tangan anak buahnya


"Vera!!!!!!" teriak William


Vera beserta bawahannya datang dengan tergopoh-gopoh dan menundukkan kepala mereka


"Kalian semua siapkan semua dekorasi untuk menyambut nyonya Alisha, sebentar lagi nyonya Alisha akan datang aku tidak mau dia melihat rumah ku yang berantakan ini" titah William


Padahal Vera beserta bawahannya selalu membersihkan semua ruangan di rumah William dengan sangat teliti namun apa yang dilihat William tidak sama dengan para pelayannya


"Oh ya satu lagi, kalian buatkan semua makanan kesukaan nyonya Alisha yang paling enak dan terbaik aku ingin membuatnya senang" ujarnya pada para pelayannya


"Dan untuk kalian para bodyguard kalian harus memberikan penyambutan meriah!" perintahnya lagi


Semua bodyguard hanya mengangguk tanda mengiyakan dan juga Vera beserta bawahannya walaupun mereka tahu keadaan William sedang mabuk namun jika dibantah atau ditolak maka nyawa jadi taruhan nya


"Baru kali ini aku melihat tuan William jatuh cinta dan dengan cepat Tuhan mengambil nyonya Alisha dari tuan William, aku tidak menyangka tuan William akan seperti ini di tinggal nyonya Alisha" ujar salah satu bodyguard dengan raut wajah sedih


"Iya kau benar, jika saja nyonya Alisha masih hidup pasti tuan William menjadi orang baik tapi apa mau dikata nyonya Alisha sudah tiada" jawab yang lainnya


"Lalu bagaimana dengan tugas yang diberikan tuan William tadi apakah kita lakukan atau tidak?" tanya Vera


"Menurut aku lakukan saja daripada nanti tuan William marah dan nyawa kita jadi taruhan" jawab bodyguard yang kian dengan raut wajah sedih


"Tapi kalau di kerjakan itu sia-sia saja karena tidak mungkin nyonya Alisha akan datang mana mungkin orang yang sudah tiada datang kembali" jawab yang lainnya


"Lalu bagaimana ini?" tanya yang lain


"Aku akan mengerjakannya saja kalau kalian tidak ingin mengerjakannya tidak apa-apa yang akan mati juga kalian yang tidak mengerjakan toh" ujar Vera dan masuk kedalam dapur diikuti dengan bawahannya


Para bodyguard juga memutuskan untuk mengerjakan tugas yang diberikan William walaupun mereka tahu akan jadi sia-sia


William masuk ke dalam kamarnya dan melepas jasnya serta sepatunya kemudian menelungkupkan tubuhnya di atas kasur


"Alisha, aku akan terus menunggumu sampai kapanpun" ngigau William dengan mata tertutup

__ADS_1


Pagi harinya..........


"Tara, kakak pamit ya!" seru Arga


"Tapi kan kak, ini masih jam 05.15 kenapa pergi sepagi ini?" tanya Alisha dan melihat jam dinding


"Tidak apa-apa, kakak tidak mau terjebak macet" jawab Arga


"Lalu kakak tidak sarapan dulu?" tanya Alisha


"Kakak akan sarapan di jalan saja ya" jawab Arga


"Mau aku buatkan bekal ya?" tawar Alisha


Arga mengangguk dan Alisha dengan cepat memasukkan nasi dan juga lauk pauk ke dalam rantang makanan kemudian memberikannya pada Arga


"Kakak hati hati ya di jalan" ucap Alisha dan menyalami tangan Arga


"Iya, kakak pergi ya" ujar Arga dan meninggalkan Alisha sendiri di apartemen


Sesekali Arga melihat kebelakang dan Alisha membalas dengan melambaikan tangan pada dirinya


Alisha masuk kembali ke apartemennya dan membersihkan dirinya kemudian sarapan sendirian


Kenapa ya aku merasa kalau kak Arga sedang menyembunyikan sesuatu padaku? gumam Alisha


Setelah sarapan ia berjalan menuju kantor sekitar pukul 06.14 memang masih terlalu pagi untuk pergi ke kantor namun apalagi yang harus dilakukan Alisha lagi karena biasanya ia bangun pagi, mandi, sarapan, bekerja, dan pulangnya malam kemudian tidur lagi


Sesampainya ia dikantor, ia melihat kantor dalam keadaan sepi bahkan resepsionis yang harus datang lebih awal saja Alisha belum melihat batang hidungnya


Ketika ingin kebelakang gedung ingin mengganti pakaian, ia tak sengaja melihat ruangan yang tadi malam ia bersama dengan William


Dengan iseng ia masuk kedalam ruangan itu lagi, saat ia masuk ia melihat dompet terjatuh


"Dompet siapa itu?" tanyanya kemudian mengambil dompet itu dan membukanya


"Ternyata dompet tuan William! apa yang harus aku lakukan?" tanyanya lagi pada dirinya sendiri


"Dalam dompet ini banyak sekali uang juga kartu kartu penting kalau hilang pasti tuan William jadi khawatir, apa aku antar saja ya kerumahnya?" ujarnya pula dan berpikir


Penasaran seperti apa sih episode selanjutnya like coment and vote please biar penulis semangat ngetiknya!

__ADS_1


__ADS_2