Takdir Cinta Alisha

Takdir Cinta Alisha
Episode 40


__ADS_3

William yang mendengar itu langsung memeluk erat tubuh Alisha dan menangis di leher Alisha, Alisha terkejut namun entah kenapa tangannya kaku untuk melepas pelukannya William apalagi mulutnya serasa bungkam saat William memeluknya


"Ttttolong jangan katakan itu lagi" mohon William terisak


Alisha terheran-heran kemudian melepas pelan pelukan William, terlihat William yang masih menangis dengan kepala tertunduk


"Tuan kenapa menangis?" tanya lembut Alisha dan memegang kedua pipi William kemudian mengangkatnya menghadapkan ke wajahnya


Mungkin bagi sebagian orang jika sepasang kekasih atau berbeda jenis berada dalam satu kamar mandi tepat dibawah shower air terasa sangat romantis, tapi bagi Alisha tidak


"Aaaaku........ aku tidak mau kau membenciku untuk kedua kalinya Alisha" seru William dan memeluk kembali tubuh Alisha


"Ttttolong jangan katakan itu lagi, aku mohon" ujar William terisak-isak


Tuan William kenapa ya menangis? dan siapa itu Alisha? apakah dia kekasihnya tuan William? atau mungkin istri tuan William? tanya Alisha pada dirinya sendiri


Merasa kasihan dengan keadaan William, Alisha membalas pelukan William dengan memeluk punggung kekar nan besar William


Wahh...... ini punggung atau dinding keras sekali gumam Alisha takjub ketika merasakan tangannya menyentuh punggung William


Sudah hampir setengah jam mereka berada dibawah shower air yang mengalir hingga membuat tubuh dan rambut mereka basah kuyup


"Tuan kita disini sudah sangat lama, sebaiknya kita keluar atau kalau tidak kita bisa kedinginan dan masuk angin tuan, ayo" ujar Alisha dan melepas lagi pelukan kedua William


"Tidak, jangan dilepas pelukannya aku sudah kedinginan" jawab William kemudian mengeratkan pelukannya dan membenamkan kepalanya di leher Alisha


Pasrah dan tidak tahu harus menjawab apa, Alisha menghembuskan nafas kasarnya dan mereka keluar dari kamar mandi sambil berpelukan


Tuhan!!!!! kenapa Kau tempatkan aku di situasi seperti ini teriak Alisha dalam hatinya


Mereka akhirnya bisa keluar dari kamar mandi dengan berpelukan ya walaupun agak sulit bagi Alisha untuk melihat kedepan karena betapa besar dan bidangnya punggung William


"Tuan, anda masuk dulu ya ke kamar itu, itu adalah kamar kakakku anda bisa memakai pakaiannya" ujar Alisha dan mencoba melepas pelukan William


William menghapus air matanya dan masuk kedalam kamar Arga untuk melepas handuk basahnya dan menggantinya dengan pakaian Arga


Sedangkan Alisha didalam kamarnya terus memukul-mukul kepalanya dibelakang pintu


"Aduh...... kenapa aku tadi bisa reflek ya meluk tuan William? jangan sampai aku menyukai tuan William!!!" ujarnya pada dirinya sendiri


Alisha yang sudah merasa kedinginan karena tadi dan apalagi masih memakai pakaian basah kuyup itu segera membuka lemarinya dan mengganti pakaiannya dengan kaos putih dan celana pendek


Saat Alisha keluar dari kamarnya, ia melihat William tengah duduk di sofa dengan memegang kedua tangannya tanda kedinginan juga padangan mata kosong menatap kedepan


Tuan William kenapa lagi ya? sepertinya dia sangat sedih tadi aku mengatakan kata benci padanya gumam Alisha merasa kasihan pada William

__ADS_1


Alisha mendekati William dan duduk disampingnya


"Tuan William kenapa? kedinginan ya?" tanya Alisha lembut


William menoleh kearah Alisha dan mengangguk pelan


Alisha tersenyum dan bangkit dari duduknya kemudian mengambil selimut dari kamarnya


"Tuan, ini selimutnya anda bisa memakainya" ujar Alisha sembari memberikan selimut pada William


"Lalu kau bagaimana?" tanya William mendongak menatap wajah Alisha


"Karena selimutnya hanya ada satu, jadi tuan saja yang pakai saya mau ke kamar" jawab Alisha dan melebarkan selimut itu di punggung William kemudian menyelimutinya


Alisha hendak membalikkan dirinya untuk masuk kedalam kamarnya namun tangannya ditarik William hingga dirinya jatuh ke pangkuan William dengan posisi menyamping


Kedua tangan William melingkar disamping pinggang Alisha dan ia menyandarkan kepalanya di bahu Alisha, dapat ia cium aroma tubuh Alisha dari jarak dekat


"Kau sangat wangi Tara" ucap pelan William


"Tttttuannnn, tolong lepaskan saya" pinta Alisha gugup


"Tidak, aku mau seperti ini terus" jawab pelan William


Jantung Alisha berdetak kencang dan ia menelan saliva nya


"Apa..... aku boleh mencium mu?" tanya William pelan


Mata Alisha terbelalak kaget dan jantungnya berdetak kencang lagi


"Sekali saja, aku ingin mencium mu" pinta William


Alisha menggelengkan kepalanya tanda tak setuju


William tak menggubris Alisha dan ia melepas satu tangannya di pinggang Alisha dan memegang leher Alisha


William mendekatkan wajahnya ke leher Alisha kemudian menutup matanya dan mencium leher Alisha


TIDAKKKKKKKKKK!!!!!!!!!! TUAN KENAPA KAU LAKUKAN ITU!!!!!!! teriak Alisha dalam hatinya


Entah kenapa saat William mencium leher Alisha, Alisha tidak bisa menggerakkan tubuhnya apalagi melerai tangan William dari lehernya


Jantung Alisha tambah berdetak kencang melebihi detak jantung yang tadi, William yang tengah mencium leher Alisha menyadarinya dan melepas pelan


"Kau menggodaku Tara" bisik William dan mencium lagi leher Alisha dan melum*tnya

__ADS_1


Alisha menutup matanya dan merasakan geli dilehernya


Tara sungguh wangi gumam William disela-sela ciumannya


Ciuman William naik dari leher Alisha ke bawah dagu Alisha


"Tttttuannnn, tolong lepaskan saya anda membuat saya kegelian" ujar asal Alisha yang penting bisa lepas dari William


William tak menggubris perkataan Alisha dan terus mengecup bawah dagu Alisha berkali-kali


Hingga pada puncaknya, William hampir mencium bibir Alisha namun pipinya di dorong Alisha


"Tuan, jangan seperti ini lagi!!!" ketus Alisha sedikit berteriak


William yang tersengal-sengal karena habis mencium leher dan bawah dagu Alisha terkekeh kecil


"Kenapa? apa kau sudah mulai menyukaiku?" tanya William


"Bbbbukan begitu tuan, saya tidak ingin orang yang bernama Alisha itu tahu" jawab pelan Alisha hingga membuat William terkejut


"Kau...... darimana tahu namanya?" tanya William kembali murung


"Tuan kenapa murung lagi, apa saya salah bicara" ujar Alisha khawatir


"Tidak apa-apa, aku hanya sedang memikirkan Alisha, dia istriku" lirih William


"Apa!!! jadi tuan sudah beristri!!! tolong lepaskan saya" seru Alisha berteriak dan melepas pelukan William dan beranjak dari duduknya


"Tuan, anda tidak boleh menyakiti hati istri tuan" seru Alisha lagi


William mendongak menatap wajah Alisha


"Dia sudah tiada" jawab pelan William


Alisha tak berkata apa-apa dan merasa hatinya terenyuh mendengar itu


"Tuan, saya tidak tahu tolong ma......"


"Lanjutkan saja lagi perkataan mu kalau mau aku cium lagi" ujar William memotong perkataan Alisha


***PLEASE DUNK JANGAN PELIT NGELIKENYA KALAU BISA COMENT JUGA YA!


KALAU ENGGAK VOTE JUGA ENGGAK APA-YANG PENTING DI LIKE YA!


AUTHOR CAPEK TAHU NGETIKNYA BELUM LAGI BUAT RANCANGAN CERITANYA JADI MOHON DUNK DI LIKE AND COMENT

__ADS_1


MAAF YA KALAU BERSIFAT MAKSA TAPI KALAU ENGGAK COMENT JUGA ENGGAK APA-APA YANG PENTING DI LIKE***


__ADS_2