
Pagi harinya, Shirea bersama dengan Alisha pergi ke kantor polisi
Shirea memakai seragam polisi lengkap sedangkan Alisha memakai pakaian muslimah dan cadar hitam yang menutupi hampir seluruh wajahnya
"Selamat pagi semua, perkenalkan ini adalah nona Eliza dia akan bekerja disini sebagai sekretaris saya!" seru Shirea pada anggota polisi lainnya memperkenalkan Alisha sebagai Eliza ( Nama samaran )
"Assalamualaikum semuanya, selamat pagi" seru Alisha lemah lembut dan menyatukan kedua tangannya dan sedikit mengangguk
"Selamat pagi saya ....... dan ...... dan......." ujar para anggota polisi tanpa bersalaman karena mereka tahu seperti apa wanita yang memakai pakaian itu
Setelah acara perkenalan nama, Alisha dan Shirea masuk ke ruangan Shirea
"Apa yang harus kita lakukan sekarang Alisha?" tanya Shirea tanpa basa-basi
"Kau panggil Celvin untuk datang kesini sisanya aku yang tangani" seru Alisha serius
Setelah itu, Shirea meraih telepon genggam di mejanya dan menelpon seseorang
"Halo...Apa benar ini dengan pak Celvin?....... ada sesuatu yang harus saya sampaikan pak
...... baik, saya akan menunggu anda" ujar Shirea dan menutup telepon
"Apa katanya?" tanya Alisha
"Sebentar lagi dia akan datang" ujar Shirea
Tak lama kemudian datang seorang pria muda dan tampan memakai jas dan setelannya menuju ruangan Shirea
"Iya Shirea ada apa?" tanya Celvin sambil duduk dan melihat seseorang duduk membelakangi nya
"Halo Celvin, kau mengenalku?" tanya Alisha sambil memutar kursinya dan membuat Celvin sedikit terkejut
"Ternyata kau Alisha, ada apa dan mengapa kau ada di ruangan Shirea?" tanya Celvin
"Santai saja dengan sahabat lama, aku akan menceritakan semuanya" ujar Alisha santai
Kemudian dia menceritakan semuanya pada Celvin yang membuat Celvin sedikit tak percaya
"Kau ini sungguh luar biasa Alisha, hanya penampilan mu saja yang sok polos tapi kau ini juga licik ya dalam menghadapi musuhmu" ujar Celvin terkagum kagum
"Aku hanya ingin membuatnya membalas apa yang telah ia perbuat dan soal aku akan membalasnya aku tidak pernah dan tidak akan mau membunuh orang tak terkecuali dia jadi setelah semua kedoknya ketahuan aku akan menyeretnya ke penjara" jawab Alisha menjelaskan
"Oh jadi begitu, lalu bagaimana dengan William?" tanya Celvin sedikit sedih
"Itu nanti aku akan pikirkan setelah masalah ini selesai" ujar Alisha santai
__ADS_1
"Benarkah? Hmmmm Alisha apakah kau bisa berpaling dari dia?" tanya Celvin
"Maksudmu?" tanya balik Alisha
"Maksudku apakah kau bisa mencintai orang lain setelah apa yang telah dilakukan William pada mu?" tanya Celvin
"Aku rasa dia melakukan itu secara terpaksa, jadi mungkin aku akan memaafkannya" ujar Alisha dan Celvin hanya terdiam
( Sejak dulu, tanpa sepengetahuan Alisha Celvin sudah lama menaruh hati pada Alisha namun ia tidak berani memberitahu isi hatinya pada Alisha setelah pernah melihat Alisha berkelahi dengan banyak preman )
"Alisha, aku lapar kita makan siang yuk!"
"Ayo aku juga sudah lapar kita ajak juga ya Shirea agar semakin ramai" jawab Alisha
Kemudian mereka mengajak Shirea untuk makan siang dan pergi ke sebuah restoran dekat kantor polisi
"Shirea, Alisha kalian pesan saja biar semua aku yang traktir!" seru Celvin sedikit sombong
"Sungguh? ayo Alisha kita pesan yang banyak" ujar Shirea menatap wajah Alisha
"Ok Shirea, Celvin jangan salahkan aku ya jika aku memesan banyak!" ujar Alisha
"Terserah kalian saja, Pelayan tolong kesini!" ujar Celvin mengangkat tangan kanannya
"Iya pak, pesan apa ya?" tanya pelayan
"Astaga kau ini Alisha, jika aku tahu kau akan memesan hampir semua makanan maka aku tidak akan mengatakan TRAKTIR tadi" ujar Celvin sedikit cemberut juga diikuti Shirea
"Hahahaha bukan begitu selain aku juga memesan makanan untukku aku juga memesan makanan favorit kalian lihat saja nanti" jawab Alisha tertawa
"Syukurlah, aku pikir kau akan menghabiskan semuanya tadi" ujar Shirea sambil mengelus dadanya
"Aku juga tadi berpikir seperti itu" jawab Celvin yang sedikit terkejut
Tak lama, datang dua orang pelayan membawakan banyak makanan ke meja Alisha dkk
"Terimakasih ya!" ujar Alisha dan dua orang pelayan tadi pergi ke tempatnya
"Wahhh ada makanan favoritku aku ambil ya!" seru Shirea sambil mengambil semangkuk mie goreng jamur tiram kesukaannya
"Aku ambil ini ya!" ujar Celvin cengengesan
"Sisanya baru aku heheheheh" jawab Alisha sambil cengengesan juga dan membuat Shirea dan Celvin yang mendengarnya jadi tertawa
Siang itu, mereka sangat menikmati makanan mereka hingga tertawa terbahak-bahak namun semua itu terhenti saat Alisha menghentikan aktivitas makannya saat mendengar suara yang sangat ia kenal di restoran itu pula
__ADS_1
"Ada apa Alisha?" tanya Shirea saat melihat Alisha menghentikan makannya
"Iya Alisha, ada apa?" tanya juga Celvin
"Tunggu sebentar, sepertinya aku mendengar suara yang sangat familiar di telinga ku" ujar Alisha dan terdiam beberapa saat juga diikuti Shirea dan Celvin
Sekitar jarak 3 meja ke depan dari meja Alisha dkk terdengar suara seorang pria tua sedang menelpon....
"Dasar kau ini tidak becus.....jika kau tidak segera mendapatkan nya maka hidupmu hanya sampai malam ini saja kau mengerti!" seru pria itu dan pergi meninggalkan restoran
Sepeninggalannya, Alisha terus menunduk dan sedikit menangis dan Shirea yang melihat itu memegang pundak Alisha
"Alisha kau harus kuat ya jangan sampai dia menang dari mu?" ujar Shirea menyemangati Alisha dan tersenyum
"Iya betul itu Alisha jika kau sedih maka aku juga akan sedih" kata Celvin dan memasang muka anak kecil dan memekarkan tangannya di bawah dagunya
"Iya iya semuanya, aku janji tidak akan sedih lagi!" ujar Alisha sambil menghapus air matanya di balik cadar
"Nah begitu ya! oh ya jika kau ingin pergi keluar seperti saat ini kau jangan lupa memakai cadar mu ya?" seru Shirea
Mendengar itu Alisha hanya mengangguk dan di ikuti dengan Celvin dan mereka bertiga pun melanjutkan makan siang mereka
'Aku berjanji padamu Alisha setelah kita menyelesaikan ini aku janji akan merebut mu dari William itu janjiku pada diriku sendiri' gumam Celvin di sela makannya
Setelah makan siang...
"Pelayan, tolong kesini" ujar Celvin sambil mengangkat tangan kanannya dan membuat seorang pelayan datang ke meja mereka
"Berapa total semuanya?" tanya Celvin sambil mengeluarkan dompetnya
"Ini pak" ujar pelayan sambil memberikan sebuah tagihan pembayaran yang membuat mata Celvin terbelalak melihat angka yang sangat besar
"Kau bisa menggunakan ini" ujar Celvin dan memberikan sebuah kartu kredit pada pelayan dan pelayan itupun pergi
"Hadeeeh jika aku tahu restoran ini mahal aku tidak akan membawa kalian kesini" ujar Celvin sambil menepuk dahinya
"Siapa suruh kau mengajak kami kesini" ujar Shirea sedikit tertawa dan juga Alisha
"Tidak ada, heheheheh" jawab Celvin cengengesan
"Kau ini pelit sekali dengan teman, lagipula kau ini kan CEO jadi untuk harga semua makanan tadi pasti tidak apa-apa" ketus Alisha
"Iya iya para tuan putri jangan marah ya aku tidak akan seperti tadi lagi tolong di maafkan ya" ujar Celvin dengan kedua tangannya mencubit masing-masing telinganya
Melihat Celvin yang seperti itu tanpa sadar membuat Alisha tertawa
__ADS_1
"Baik lah pangeran ku, kami tidak akan marah lagi padamu" ujar Alisha sambil menatap dalam Celvin serta begitu juga sebaliknya
Penasaran seperti apa episode selanjutnya like and coment ya biar penulis semangat ngetiknya!