
"Siapa yang menyuruh mu masuk???" seru William hingga membuat satu ruangan serasa seperti berdenging gara-gara suaranya
"Kenapa aku harus meminta izin dulu kalau mau masuk kedalam kantor sepupu ku?" ujar Celvin santai dan menyandarkan tubuhnya di pinggir pintu dan memainkan ponselnya
"KKAUUUU!!...." teriak William terhenti saat ponselnya berdering menunjukkan ada sebuah pesan masuk
**Lanjutkan saja bicaranya kalau kau mau aku berikan semua bukti dan katakan semua pada Tara kalau dulu kalian pernah bertengkar dan jika dia mengetahuinya pasti akan seru** isi pesan dari Celvin yang mengirim
William menggenggam keras ponselnya dan menatap geram ke arah Celvin yang santai
"Ada apa saudara ku? kenapa kau sangat marah?" tanya Celvin dan menghampiri William
Kalau tidak ada Tara sudah aku habisi kau Celvin!!! gumam geram William
"Tunggu, kalian saling mengenal ya?" tanya Alisha
"Oh ya, aku belum bicara padamu soal ini, ayo duduk kita akan bicara!" jawab ramah Celvin
Alisha kembali duduk di sofa serta Celvin menarik tangan William agar ikut duduk depannya juga Alisha
"Sudah dua kali kita bertemu tapi kita belum tahu nama masing-masing, namaku Celvin" ujar Celvin
"Tara Sutaria" jawab singkat Alisha
Apa!! jadi mereka sudah dua kali bertemu?? gumam William terkejut
"Tara, kenapa kau tidak pernah memberitahu ku?" tanya William dengan raut wajah kesal
"Kakak sepupu, jangan marahlah kan hanya bertemu tidak berpacaran" ledek Celvin hingga membuat William mengepal tangannya tapi hanya bisa diam mengingat pesan dari Celvin tadi
"Tuan William dan anda sepupu ya?" tanya Alisha
"Iya Tara, kami sepupu dia lebih tua 3 tahun dariku" jawab ramah Celvin
Kepalamu 3 tahun orang cuman 1 tahun dia pikir aku ini setua itu apa?? gumam kesal William
"Kalau Tara disini ada apa? apa hubungannya dengan kakak sepupuku dan kenapa bisa mengenalnya?" tanya Celvin beruntun
"Aduh tuan Celvin..... tanyanya satu-satu lah saya bingung" ujar Alisha dengan memasang wajah imutnya hingga membuat Celvin menjadi tambah cinta pada Alisha sedangkan William hanya bisa diam ketus
Tara!!!! kenapa kau pasang wajah imut mu pada si berengs*k ini!!!!! seharusnya hanya aku yang hanya mendapatkannya!!!! gumam William ketus dan kembali mengepal tangannya
__ADS_1
"Saya bekerja disini sebagai sekretaris tuan William dan saya mengenalnya sekitar satu Minggu yang lalu" jawab Alisha
"Tuan William kenapa? tuan marah ya sama saya?" tanya Alisha ketika melihat William mengepal tangannya
"Tidak Tara, aku hanya merasa ada nyamuk disini" jawab William dan mencoba untuk tersenyum walau hatinya sedang kesal
"Wah.... kakak sepupu menyindir ku, kalau begitu aku pulang ya!" ucap Celvin pura-pura baik
"Oh tuan Celvin mau pulang ya?? sekalian yuk sama saya!" ujar Alisha dan beranjak berdiri
"Apa!! tidak boleh!!" seru William angkat bicara
"Kenapa tuan?? kan rumah tuan Celvin sebelahan sama saya?" tanya Alisha tak mengerti
Apa!! sebelahan!! wah.... benar-benar berengs*k Celvin ini!!! gumam William dan melirik tajam ke Celvin yang tersenyum licik
"Yuk, pergi!" ujar Celvin dan menghampiri Alisha
"Tunggu!!! aku ikut!!" seru William dan menghampiri juga Alisha dan memegang tangannya kemudian hendak pergi namun langkahnya terhenti saat tangan Alisha yang satunya lagi dipegang Celvin
"Tara, katanya tadi ngajak aku pulang tapi kenapa pulangnya malah sama dia?" tanya Celvin dan melirik sekilas ke William
"Boleh, tapi aku harus ikut!!" jawab William tanpa melepas pegangannya
"Ok kalau begitu, aku setuju ayo pergi kakak sepupu!!" jawab Celvin
Kemudian William dan Celvin mengiringi Alisha menuju luar ruangan William
Semua pegawai dan para staf kantor yang melihat Alisha seperti itu terperangah tak percaya
Bisa-bisanya si office girl biasa itu mengambil hati dua bos besar apalagi bisa membuat kedua bos besar memegang tangannya, benar-benar salut aku padamu office girl gumam salah satu mereka
"Tuan William, tuan Celvin, tolong lepaskan tangan saya, saya malu dilihat orang-orang" bisik Alisha tertunduk
William dan Celvin menghentikan langkah mereka dan menoleh ke arah Alisha yang sedikit pendek dari mereka
"Jangan kau pedulikan orang lain Tara!" ucap mereka serentak
William dan Celvin melihat sekeliling mereka hingga semua orang yang berada disana lebih memilih untuk tidak melihat mereka bertiga lagi dan melanjutkan pekerjaan mereka
Hadueh....... kenapa aku di tempatkan di situasi seperti ini Tuhan!!!!! teriak Alisha dalam hatinya
__ADS_1
Ketika mereka sudah sampai di depan mobil, Celvin langsung mendahului Alisha dan membukakan pintu mobil jok depan samping pengemudi
"Silakan Tara" ucapnya manis
"Tidak usah repot-repot tuan" jawab Alisha tak enak hati
"Tidak apa-apa, aku akan mengemudi biar nanti kakak sepupu di belakang kan dia yang punya mobil masa dia juga yang mengemudi mobil" jawab santai Celvin dan melirik sekilas ke William
William yang melihat itu langsung geram
"Tidak bisa!!, aku yang akan duduk disamping nya Alisha!!" seru Celvin
"Tidak apa-apa kakak sepupu, jangan repot-repot kami tidak enak hati" ucap Celvin pura-pura manis
Pertengkaran pun terjadi antara William dan Celvin hingga membuat Alisha merasa pusing dan heran dan juga kedua tangannya tak kunjung dilepas oleh kedua pria itu
"STOPPPPP!!" teriak Alisha hingga membuat William dan Celvin terdiam dan melihatnya
"Tuan tuan, kalau kalian tidak ada yang mau mengalah lebih baik kita Jan kaki atau sama sekali tidak usah mengantar saya pulang" ujar Alisha memberikan solusi
"Setuju!" jawab mereka serentak dan mengiring lagi kedua tangan Alisha menuju jalan besar ke gedung apartemen
Hadeuhhhh..... lama-lama tangan ku bisa sakit kalau dipegang seperti ini gumam Alisha
Sesampainya di gedung apartemen.....
"Tuan William, saya sudah sampai sekarang tuan William boleh pergi" usir sopan Alisha
"Siapa kau berani mengaturku? terserah ku aku mau mengantar mu sampai mana" jawab William
"Tttapi tuan, ini kan sudah sampai?" ujar Alisha dan mencoba melepas pegangan William
"Sekali lagi kau mencoba melepasnya kau akan tahu apa yang akan ku perbuat padamu, aku tidak akan sungkan jika harus melakukannya di tempat umum" jawab dingin William
Mata Alisha terbelalak kaget dan ia mengingat kejadian saat tadi pagi dan juga kemarin yang telah William lakukan padanya
***PLEASE DUNK JANGAN PELIT NGELIKENYA KALAU BISA COMENT JUGA!
AUTHOR CAPEK TAHU NGETIKNYA BELUM LAGI BUAT RANCANGAN CERITANYA JADI MOHON DUNK DI LIKE AND COMENT
MAAF YA KALAU BERSIFAT MAKSA TAPI KALAU ENGGAK COMENT JUGA ENGGAK APA-APA YANG PENTING DI LIKE***
__ADS_1