Takdir Cinta Alisha

Takdir Cinta Alisha
Episode 50


__ADS_3

"Ibu, apa kau bisa datang kesini, ada masalah serius!" seru Arga


"Baik baik, ibu ke sana!" jawab ibunya dan menutup teleponnya


Ia berlari ke lemarinya dan langusng mengemasi barang-barangnya dan langsung pergi ke kota


Semoga saja Tara dan Arga baik-baik saja, tunggu.... apa ini masalah Tara di masa lalunya, aku harus ke sana!!! gumam Lina dan mempercepat jalannya ke jalan besar menuju kota


Sementara itu.......


William tampak frustasi di dalam mobilnya dan sesekali mengacak-acak rambutnya dan beberapa kali membenturkan kepalanya ke setir mobil


"Argh.... dasar bajing*n kau Celvin, kau lihat saja nanti Alisha akan kembali padaku!!!" seru William


*Drrrtttttt* silent ponsel William berdering di saku bajunya dan ia membukanya


"Ada apa Daren?"


"Ada yang ingin aku bicarakan padamu tentang Tara di rumah sekarang juga kau harus datang!" seru Daren


"Tunggu aku!" jawab William dan menutup teleponnya


Mobil kini terhenti tepat di depan rumahnya dan ia langsung masuk


"Ada apa?" tanya William dan menghempaskan tubuhnya ke atas sofa


"Apa kau sudah membuat Tara ingat?" tanya balik Daren


"Boro-boro mau buat dia ingat, tadi ada si bajing*n datang!!" jawab ketus William


"Siapa?" tanya Daren penasaran


"Si anak hantu, Celvin!!"


Daren sontak terkejut dan membulatkan matanya


Sudah hampir 3 tahun dia hilang dan ia kembali hadir, pasti ada sesuatu diantaranya dan juga tara gumam Daren


"Bagaimana dia bisa datang dan apa hubungannya dengan Tara?" tanya Daren tak mengerti


"Aku juga tidak tahu, tadi saat aku mau cerita lagi dengan Tara soal masa lalunya, tiba-tiba Celvin datang dan mengacaukannya dan kata Tara dia sudah kenal Celvin tak lama" jawab William


"Aku yakin pasti Celvin sudah merencanakannya" duga Daren


"Kau benar Daren, pasti dia sudah merencanakannya!! tadi kata kau ada yang ingin dibicarakan apanya?" ketus William dan meminum air putih di depannya


"Oh ya...aku sampai lupa, apakah ada tanda-tanda Tara sudah mulai ingat?" tanya Daren


"Ya belum lah, tapi tadi aku sudah ceritakan setengahnya" jawab William

__ADS_1


"Setengah? kenapa?" tanya Daren


"Ya itu tadi ada si bajing*n datang"


"Oh begitu, tadi aku konsultasi dengan dokter tentang masalah Tara, dia bilang kau harus membuatnya seperti dulu, itu adalah salah satu cara agar membuat ingatannya pulih" ujar Daren


William mengernyitkan dahinya tanda tak mengerti


"Kenapa kau tidak pinta saja dia seperti dulu yang selalu memakai pakaian karung?" ujar Daren


"Bukan karung itu namanya tapi muslimah, tapi... apa hubungannya?" ujar William


Daren menghembuskan nafas kasarnya dan memijit pelipisnya


"Kau ini!!!! tentu saja ada hubungannya!! jika kau berhasil membuatnya memakai pakaian itu jelas otomatis dia akan sedikit mengingat kejadian masa lalunya!!" ketus Daren


William terdiam sejenak dan kemudian tersenyum lebar


"Kau benar sekali Daren, aku akan membuatnya memakainya!!" seru William antusias


"William aku mau tanya sesuatu?"


"Apanya?"


"Kau lebih menyukai yang mana Alisha yang muslimah tapi bermuka dingin atau Tara yang berpakaian seksi tapi berbanding terbalik dengan Alisha?"


William terdiam sejenak dan mengigit bibir bawahnya


"Sudah kuduga, kau pasti lebih menyukai Tara ketimbang Alisha"


"Ya....karena Tara itu sangat manis dan baik padaku dan perilakunya sama sekali beda dengan Alisha"


"Ya tapi kau harus ingat Will, jika nanti Tara sudah ingat dia tidak akan mau lagi memakai pakaian yang seperti itu lagi"


William menghembuskan nafasnya dan menatap sayu ke bawah


"Lalu aku harus apa jika nanti ingatannya sudah pulih dan ia seperti dulu lagi?" tanya William


"Ya kau berusahalah jangan putus asa seperti ini, kau harus membuatnya seperti Tara tapi berpenampilan seperti Alisha"


"Itu sangat sulit Daren belum lagi nanti jika dia mengingat semua masa lalunya otomatis dia akan ingat juga masalah kami dulu, aku yakin dia akan sangat marah"


"Itu nanti kita pikirkan sekarang yang harus jadi titik fokus adalah kesembuhan ingatan Tara atau Celvin yang lebih dahulu membuatnya ingat dan mengambilnya dari mu!"


"Dan jangan lupa untuk bawa dia ke rumah sakit" ujarnya lagi


"Kenapa?"


"Untuk diperiksa"

__ADS_1


"Kenapa?"


"Lama-lama aku pikir kalau kau ini bukan mafia lagi Will, kenapa otak mu jadi lambat nangkap?"


"Sudah jangan ganti topik pembicaraan"


"Kau harus bawa Tara bagaimanapun caranya agar bisa ke rumah sakit, aku sudah membuat janji dengan salah satu dokter spesialis penyakit dalam untuknya agar diperiksa dan dari situlah kita tahu apa penyakitnya dan apa penyebabnya dan apa pula obatnya" jawab Daren menjelaskan


Benar juga katanya, kenapa akhir-akhir ini otakku lambat sekali nangkap sesuatu, apa jangan-jangan aku sudah mulai tua? gumam William


"Ya sudah aku setuju!" seru William


"Kau awasi pergerakan Celvin, kalau ada apa-apa beritahu aku!" lanjutnya lagi dan menaiki tangga menuju kamarnya


Aishhhh....aku ditinggali lagi, memang tak punya hati William ini sudah minta tolong tapi ditinggalkan lagi ketus Daren


Sementara itu.....


Celvin yang tengah duduk santai di sofanya dan sesekali meminum air es tersenyum tipis mengingat kejadian tadi


Will, jangan harap kau akan dapatkan Tara karena aku yang akan mendapatkannya dan kau Tara aku janji setelah kita bersama nanti aku akan membuatmu bahagia gumam Celvin


Celvin meraih ponsel di saku bajunya dan menelpon seseorang


"Aldo, bagiamana apa semua sudah siap?"


"Sudah tuan hanya tinggal tunggu perintah dari tuan saja" jawab Aldo dari seberang sana


"Kau tunggu saja aba-aba dariku, yang penting adalah semuanya sudah siap!" ujar Celvin dan menutup panggilan teleponnya


Bagiamana ya reaksi Tara kalau dia melihat semua yang sudah aku persiapkan?? apa senang atau malah sebaliknya? gumam Celvin dan memainkan ponselnya


Apa aku juga beri dia kado ya besok biar dia senang gumamnya lagi dan berpikir sejenak


Lalu menelpon lagi Aldo


"Kau carikan sebuah hadiah yang sangat mahal tapi elegan dan bungkus rapi-rapi dan tulis kata-kata indah dariku!" perintah Celvin


"Tapi tuan hadiahnya untuk pria atau wanita, saya takut salah beli" ujar Aldo ragu-ragu takut salah bicara


"Wanita"


"Baik tuan, apa saya beli kalung edisi terbaru?" tanya Aldo


"Terserah kau yang penting bagus, mahal, dan keluaran terbaru" jawab Celvin dan menutup teleponnya


***PLEASE DUNK JANGAN PELIT NGELIKENYA KALAU BISA COMENT JUGA YA!


AUTHOR CAPEK TAHU NGETIKNYA BELUM LAGI BUAT RANCANGAN CERITANYA JADI MOHON DUNK DI LIKE AND COMENT

__ADS_1


MAAF YA KALAU BERSIFAT MAKSA TAPI KALAU ENGGAK COMENT JUGA ENGGAK APA-APA YANG PENTING DI LIKE***


__ADS_2