
Di halaman rumah William nampak sebuah mobil hitam baru terparkir dan Daren yang keluar dari mobilnya langsung masuk ke dalam rumah William dan bertemu dengan Vera
"Di mana William?" tanya Daren
"Tuan William sejak pagi tadi berada di taman belakang tuan, tuan William juga belum makan apa-apa sejak pagi" tutur sopan Vera
"Hmmmm apa aku bisa meminta makanan, aku sendiri yang akan memintanya untuk makan" ujar Daren
"Baik tuan, tunggu sebentar" jawab Vera
Tak lama kemudian Vera membawa 1 nampan berisi 1 piring makanan dan 1 gelas air
"Terimakasih Vera" seru Daren dan pergi ke taman belakang
Di sana Daren mengedarkan pandangannya dan mencari William di mana mana hingga matanya tertuju pada William yang sedang duduk di kursi taman sambil memandang bunga mawar di depannya
Lalu ia menyusulnya dan duduk disampingnya
"William, kata Vera kau belum makan apa-apa sejak pagi" kata daren memulai pembicaraan
William memang mendengar perkataan Daren namun ia lebih memilih diam dan tetap menatap kebun bunga mawar di depannya
"Ya sudah jika kau tidak makan maka aku akan menyusul Alisha sekarang!" seru Daren dan beranjak dari duduknya
"Jangan pergi" jawab William dan mengambil nampan yang dibawa Daren
"Nah begitu" ujar Daren dan duduk kembali
"Will, sampai kapan kau akan seperti ini?" tanya Daren menatap William yang sedang mengunyah makanan setengah hati
William yang mendengar pertanyaan itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya
"Untuk seminggu atau dua Minggu aku akan menemanimu disini" ujar Daren dan memeluk pelan William
"Terimakasih banyak Daren, semoga kau tidak akan pernah meninggalkan ku" jawab William sedikit tersenyum dan juga Daren membalas senyumannya
Sore itu di taman belakang rumah William menjadi hangat setelah kedatangan Daren.
Sementara di kantor polisi.....
"Kapan kita akan memulainya Alisha?" tanya Celvin pada Alisha yang sedang berkutat pada komputernya, Shirea yang sedang keluar kantor dan Celvin hanya duduk-duduk di sofa
"Malam ini" jawab Alisha dengan pandangan mata ke arah komputer
"Baiklah, sekarang kita pulang dulu sudah sore dan kau belum shalat kan?" ujar Celvin beranjak dari duduknya
"Oh ya astaghfirullah, aku lupa baiklah ayo!" seru Alisha
Kemudian mereka menuju mobil Celvin dan dengan cepat Celvin mendahului Alisha dan membukakan pintu mobil untuk Alisha
__ADS_1
"Silakan masuk tuan putri!" tutur Celvin yang bersikap seperti pelayan
"Hahahaha kau ini, terimakasih" jawab Alisha sedikit tertawa dan masuk kedalam mobil juga disusul oleh Celvin
Dan merekapun menuju rumah Alisha untuk mengantarkan Alisha pulang
Di depan sebuah motel......
"Apa kau tinggal di sini Alisha?" tanya Celvin sambil melihat ke arah motel Alisha
"Untuk sementara waktu iya" jawab Alisha
"Sudah mau waktu senja aku masuk dulu
assalamualaikum Celvin" ujar Alisha dan masuk ke dalam motel nya
'Walaupun kita berbeda agama, tapi itu tidak akan mengubah cintaku padamu Alisha' gumam Celvin dalam hatinya saat melihat Alisha berjalan masuk ke dalam motel nya
Kemudian ia kembali masuk ke dalam mobilnya dan pulang ke rumahnya.
Jam di dinding motel Alisha sudah menunjukkan pukul 20.14 .....
'Lebih baik sekarang aku pergi' gumam Alisha yang sudah selesai shalat isya dan meraih ponselnya dan menelpon Shirea
# Via telepon #
( Alisha ) \= Shirea apa kita bisa memulai penyelidikannya sekarang?
( Alisha ) \= Baiklah, aku tunggu sampai jumpa!
Kemudian Shirea menutup teleponnya dan bersiap siap pergi ke motel Alisha.
10 menit kemudian, Shirea sampai di depan pintu rumah Alisha
"Alisha ini aku Shirea" ujar Shirea dan mengetuk pintu rumah Alisha
"Kau sudah sampai, kita ke rumah Celvin dahulu ya!" jawab Alisha setelah membukakan pintu
"Ok" jawab Shirea
Kemudian dengan menaiki sepeda motor dan menuju rumah Celvin
Sesampainya di rumah Celvin......
"Ini rumah Celvin?" tanya Shirea dan membuka helmnya
Alisha hanya mengangguk tanda mengiyakan
Kemudian mereka menekan bel rumah dan tak lama kemudian pintu terbuka dan terlihat seorang pria lanjut usia
__ADS_1
"Maaf mencari siapa ya?" tanya pria itu
"Kami berdua teman Celvin, apa Celvin ada di rumah?" tanya Alisha
"Ooh teman tuan Celvin, ayo masuk dulu tuan sedang mandi" jawab pria itu tersenyum
Mereka berdua pun masuk ke dalam rumah Celvin yang dalamnya kelihatan lebih megah dan besar
"Rumahnya besar juga ya" kata Shirea sambil melihat lihat isi rumah Celvin
"Ya begitulah, dia kan CEO" jawab enteng Alisha dan duduk di sofa mewah
"Kalian duduk dulu ya, sebentar lagi tuan akan turun" ujar pria itu dan pergi ke dapur
"Sungguh keterlaluan Celvin masa dia masih mempekerjakan kakek kakek sih" protes Shirea dan duduk di sofa samping Alisha dan Alisha yang melihat itu menjadi risih
"Kenapa kau marahnya padaku?" tanya Alisha
"Bukan marah tapi hanya ingin mengatakan heheheheh" jawab Shirea cengengesan
"Hei siapa yang menyuruh kalian duduk!" tanya Celvin dari atas dan membuat Alisha dan Shirea menoleh ke arah suara itu
"Jadi kami tidak boleh duduk, ya sudah kita tidak jadi mengajakmu!" jawab Alisha sedikit merajuk
"Bukan tuan putri, aku hanya bercanda" jawab Celvin sambil berjalan cepat di tangga menuju lantai bawah
( Sikap Celvin pada sahabat lamanya Alisha memang sangat lembut bahkan lucu tetapi siapa yang tahu dia juga adalah seorang mafia dan juga salah satu musuh William )
"Ya sudah aku maafkan, ayo cepat kita akan memulainya sekarang" titah Alisha seperti seorang ratu dan dudud di sofa dengan sangat elegan
"Baik ratu, ayo hamba antar ke mobil rongsokan hamba" jawab Celvin sedikit membungkuk pada Alisha
"Tunggu! jika dilihat lihat pakaian kalian ini couple ya?" koreksi Shirea sambil menatap pakaian yang dipakai Alisha dan Celvin
Memang Alisha memakai celana lebar hitam dan sweater hitam putih sedangkan Celvin memakai kaos putih dan celana hitam
Alisha dan juga Celvin yang mendengar perkataan Shirea langsung menatap satu sama lain dan memandang pakaian mereka dan mendadak tertawa
"Hahahhahah, ternyata perkataan Shirea benar ya Celvin kita memakai pakaian couple" ujar Alisha yang masih tertawa
"Hahahhahah, iya kau benar bahkan kita tidak tahu akan memakai pakaian yang sama" jawab Celvin dan berhenti tertawa kemudian menatap wajah Alisha yang masih tertawa
'Sebenarnya aku tahu Alisha, aku sengaja memakai pakaian yang sama dengan mu' gumam Celvin sambil tersenyum
Rumah sebesar dan semewah itu tidak mungkin tidak punya CCTV jadi mudah saja jika Celvin ingin melihat apa saja di dalam rumahnya
"Sampai kapan kalian akan tertawa, lihat sudah jam berapa ayo kita berangkat" seru Shirea yang sedikit cemburu melihat itu
"Baiklah para ratu ayo kita berangkat" jawab Celvin mempersilakan mereka keluar dan menuju ke garasi dan menaiki mobil sport Celvin berwarna hitam merah dan pergi menuju sebuah gudang tua jauh dari kota
__ADS_1
Penasaran seperti apa episode selanjutnya like and coment ya biar penulis semangat ngetiknya!