
Selama di perjalanan menuju rumah Shirea, mereka berdua sama sekali tidak berbicara
"Kenapa aku jadi gugup begini di sampingnya?" kata Shirea dalam hatinya dan meremas tangannya
Melihat Shirea yang seperti itu membuat heran Celvin
"Kau kenapa meremas tanganmu? itu kan sakit" ujar Celvin sambil menoleh sekali ke arah Shirea
"Hummmm.... tidak apa-apa" jawab Shirea dengan wajah yang memerah
"Haduhhh.... Celvin jangan bikin aku tambah kebawa perasaan sama kamu" kata Shirea dalam hatinya dan memejamkan matanya
Melihat Shirea yang memejamkan matanya membuat Celvin semakin penasaran
"Hei Shirea, jalanan sedang macet total jika kau mengantuk kau bisa tidur" ujar Celvin yang masih menatap ke arah jalan
Tak mendengar suara Shirea membuat Celvin menoleh ke arah Shirea dan sudah terlihat Shirea sudah terlelap ya memang sewaktu itu sudah larut dalam
"Shirea ini kalau di lihat lihat cantik juga" gumam Celvin sambil menatap wajah Shirea yang tertidur
"Ah... sudahlah aku kan hanya mencintai Alisha, aku harus tetap pada pendirianku!" gumamnya dan kembali melihat ke arah jalanan yang macet total
Jalanan yang macet total membuat mereka berdua hampir dini hari masih berada di jalan
Namun tak lama kemudian, macet itu berangsur lancar kembali dan Celvin pun mengantar Shirea ke rumahnya
Sesampainya di depan rumah Shirea.....
"Haduhhh... wanita ini masih tidur bagaimana ini?" tanyanya dalam hatinya
"Terpaksa aku membangunkannya" ujarnya
"Shirea.... bangun kita sudah sampai!" ucap Celvin sambil menggoyangkan tubuh Shirea
"Ah...... ternyata sudah sampai, terimakasih atas tumpangannya ya!" jawab Shirea sambil mengusap matanya
"Iya sama-sama, sampai jumpa" jawab Celvin sedikit ketus
Shirea masuk ke dalam rumahnya....
"Semoga saja aku tidak jatuh hati pada nya" ujar Shirea di balik pintu kamarnya
Sementara Celvin di mobilnya.....
"Shirea itu manis dan cantik juga ya" ujar Celvin sambil tersenyum sendiri
Di motel Alisha.....
Alisha yang belum bisa tertidur terus menatap fhoto pernikahannya dengan William hanya bisa menangis
"Hiks..... Hiks..... maafkan aku William, aku hanya tidak ingin kau tahu semua masalah ku. Aku sangat percaya padamu William" kata Alisha yang sudah tak bisa membendung air matanya
"Walaupun suatu saat nanti kita tidak akan bisa bersama tapi sampai nafas terakhir ku akan terus menganggap kau adalah suami ku" sambungnya dan mencium foto suaminya, William
Kemudian dia menelpon Shirea
__ADS_1
# Via telepon #
Alisha \= Halo Shirea, bisakah kau menyelidiki kasus itu besok?
Shirea \= Bisa, baiklah besok aku akan menyelidikinya
Alisha \= Terimakasih besok aku akan menemanimu, sampai jumpa
Shirea \= Sampai jumpa
# DI KEDIAMAN WILLIAM #
"Alisha...... jangan tinggalkan aku....... jangan pergi aku mohon....... JANGAN........" ujarnya dan terbangun dari tidurnya
"Ternyata hanya mimpi, semoga saja tidak menjadi kenyataan" kata William sambil memijit pelipisnya
"Ada apa William?" tanya Daren sambil membuka keras pintu kamar William
"Tidak apa-apa aku tadi mimpi buruk" jawab William
Daren duduk di samping William di kasur
"Apa yang kau impikan?" tanya Daren
"Aku bermimpi Alisha meninggalkan ku" jawab William sedih
"William, jika kau terus seperti ini kau bisa sakit" ujar Daren
"Aku sudah sakit Daren" jawab William dengan wajah sedih dan lesu
"Kau tidak sakit apa-apa?" ujar Daren penasaran
"Aku sakit hati Daren" jawab lesu William
"Puffffthhhhh..... kau ini mafia tapi ternyata kau juga bisa merasa sakit hati ya" ujar Daren sambil menahan tawanya
Mendengar apa yang dikatakan Daren, William langsung menatap tajam dan dingin Daren dan membuat Daren sedikit ngeri
"Ya sudah aku akan tidur dengan mu untuk malam ini" ujar Daren sambil menghindari tatapan mata William dan tidur di samping William
Keesokan harinya......
Shirea yang sedang mandi di kejutkan ada yang mengetuk pintu rumah nya dan dengan memakai kimono handuk ia membuka pintu
"Astaga Shirea seharusnya kau memakai baju dulu" ujar Celvin sambil menutup matanya
"Iya maaf maaf... aku baru lepas mandi ada apa ya pagi pagi kau sudah datang?" tanya Shirea
"Dasar pelupa, kemarin malam kan sudah kubilang pagi ini kita akan ke bengkel mengambil motor butut mu itu" jawab kesal Celvin
"Hei jika kau mengatakan motorku butut lagi maka aku akan langsung memenjarakan mu!" ujar Shirea sedikit marah
"Lihat seorang putri yang sedang marah makin terlihat cantik saja, baiklah aku hanya bercanda" ujar Celvin dan membuat wajah Shirea memerah
"Sebentar aku bersiap siap" jawab Shirea sedikit ketus
__ADS_1
Tak berapa lama kemudian Shirea keluar memakai celana jeans hitam ketat kaos coklat dan jaket kulit hitam juga topi hitam
"Kenapa kau memakai pakaian itu? terlihat seperti pria tahu!" ujar Celvin sambil melihat pakaian Shirea dari bawah sampai atas
"Setelah dari bengkel aku akan langsung bertugas" jawab Shirea sambil mengunci pintu rumahnya
"Bertugas? menyelidiki siapa?" tanya Celvin
"Tadi malam Alisha menelpon ku untuk menyelidiki kasus itu" jawab Shirea
"Kau hati hati ya" ujar Celvin
"Hati hati?" tanya Shirea membalikkan badannya ke arah Celvin
"Iya hati hati, hari ini aku tidak bisa menemani kalian hari ini aku ada urusan" jawab Celvin
"Oh.. begitu" kata Shirea
'Seharusnya aku tidak perlu merasa kalau dia menghawatirkan aku' gumamnya dalam hati
Kemudian mereka ke bengkel dekat rumah Celvin untuk mengambil motor Shirea
"Aku sudah mengantarmu dan aku harus pergi, sampai jumpa" ujar Celvin dari dalam mobilnya dan berlalu meninggalkan Shirea di bengkel
Sayup-sayup bayangan mobil Celvin hilang dan Shirea terus menatap itu
"Benar, seharusnya aku tidak terbawa perasaan pada mu Celvin aku harus menghilangkan perasaan ini" ujarnya dan masuk ke bengkel
Setelah dia mengambil motor nya, ia langsung ke motel Alisha
"Alisha ini aku Shirea" ujarnya sambil mengetuk pintu
Pintu terbuka dan tampak Alisha memakai dress panjang serta cadar hitamnya
"Ayo kita pergi" ujar Alisha dengan mata panda nya karena semalaman ia tak bisa tidur
Shirea yang melihat mata panda alisha hanya mengangguk tanda mengiyakan
Mereka pun pergi ke kantor polisi sebentar untuk mengambil semua berkas dan informasi semua yang ingin membunuh Alisha kemudian mereka pergi ke tempat tadi malam mereka datangi
"Kami datang untuk menemui pria tadi malam" ujar Shirea pada anak buah Celvin yang berjaga
"Nona nona ini teman bos kan?" tanya mereka
Shirea dan Alisha mengangguk
"Baiklah silakan masuk nona" hormat mereka
Kemudian Shirea dan Alisha masuk ke ruangan itu, Alisha langsung melepas cadarnya dan terlihat pria yang tadi malam Alisha putar kepalanya sedang terduduk lemas dengan banyak perban di wajahnya dan penyangga leher di lehernya
Melihat Shirea dan Alisha masuk pria itu langsung menjerit
"Maafkan aku nona.... tolong jangan sakiti aku
...... baiklah aku akan memberi tahu apa saja nona tapi tolong jangan sakiti aku" jerit pria itu dengan penuh ketakutan
__ADS_1
Penasaran seperti apa episode selanjutnya like and coment ya biar penulis semangat ngetiknya!