Takdir Yang Tak Terduga

Takdir Yang Tak Terduga
Part 12


__ADS_3

" Saya yang akan membayar semua biaya perawatan pasien. " Ucapnya sambil memberikan sebuah kartu berwarna hitam kepada petugas administrasi itu.


" Xa.. Xavier..?? " Bisik Cla yang tercengang dengan kehadiran pria itu di hadapannya.


Xavier lalu menekan beberapa angka pada mesin kartu tersebut. Dan petugas administrasi itu pun kembali fokus pada layar komputer yang ada di hadapannya.


Setelah selesai, ia mengembalikan kartu itu kepada Xavier.


" Terimakasih tuan. Biaya administrasi atas nama pasien Camelia Eren sudah dilunasi. Dan ini kwitansi nya. " Petugas itu memberikan sebuah kertas kwitansi kepada Xavier.


" Iya terimakasih " Ucap Xavier


Xavier pun memberikan kertas kwitansi itu kepada Cla yang masih tercengang di tempatnya.


" Ini kwitansi nya " Ucap nya sambil tersenyum kepada Cla.


Cla yang baru tersadar dari lamunannya pun menatap Xavier penuh tanya.


" Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu ada disini? Dan kenapa kamu melunasi semua biaya rumah sakit ibuku? " Tanya nya kepada Xavier dengan tatapan yang penuh curiga.


" Sebenarnya... "


Saat Xavier ingin menjelaskannya kepada Cla, tiba-tiba matanya menangkap sosok seseorang yang ia kenal sedang berjalan menuju ke arah mereka.


" Mamah? " Bisiknya


Ia pun langsung menarik tangan Cla dan membawanya bersembunyi di balik tembok yang ada di dekat meja administrasi.


Xavier mencoba mengintip Kimberly dari balik tembok itu. Namun tanpa ia sadari, tangannya mendekap tubuh Cla dengan erat.


Cla yang baru menyadari jika tangan Xavier sedang memeluk tubuhnya langsung membelalakan matanya.


" Apa yang kamu....! "


Saat ia akan protes kepada Xavier, tiba-tiba Xavier menempelkan jari telunjuknya tepat dibibir Cla.


" Ssttt... Jangan berisik! " Bisiknya pelan, tepat di hadapan Cla.


Cla yang tercengang dengan perlakuan Xavier itu, hanya bisa diam menuruti perintah nya.


Entah kenapa jantungnya tiba-tiba berdetak tidak karuan saat ini. Jaraknya dan Xavier hanya terpaut beberapa centi saja. Sehingga membuat Cla takut, jika Xavier bisa mendengar suara detak jantung nya saat ini.


Kenapa dengan jantungku? Ucapnya dalam hati


Saat Cla mencoba menatap Xavier, tiba-tiba pandangan mereka bertemu. Dengan jarak yang sedekat itu, keduanya tidak mampu mengalihkan pandangan mereka masing-masing. Cla yang tersadar lebih dulu, langsung mengerjapkan matanya dan mengalihkan pandangannya dari wajah Xavier. Entah kenapa hatinya kini menjadi tidak karuan.


Xavier yang baru tersadar pun langsung salah tingkah dan mengalihkan pandangannya dari Cla. Ia lalu mencoba kembali fokus mengintip Kimberly dari balik tembok.


Di Sana, Kimberly sedang berjalan menuju meja administrasi. Saat ia hampir sampai, tiba-tiba ponsel di dalam tasnya berbunyi. Ia pun merogoh tas dan mengambil ponselnya.


" Halo! " Ucapnya pada seseorang disebrang sana.


" Ahiya aku lupa... Baiklah aku akan segera kesana. " Ucapnya lagi


Lalu Kimberly memutar badannya dan mengurungkan niatnya untuk menghampiri meja administrasi. Ia pun mulai berjalan cepat menuju ke arah pintu keluar rumah sakit.


Saat Kimberly sudah sampai di area parkir rumah sakit, matanya menangkap sebuah mobil yang sedang melintas di depannya. Ia merasa tidak asing dengan mobil itu. Kimberly pun menyipitkan matanya untuk memperjelas penglihatannya.


" Bukankah.. Itu mobil Anthony? " Bisiknya

__ADS_1


Tidak salah lagi itu mobil Anthony, plat nomernya pun sama. Batin nya.


" Untuk apa dia datang ke rumah sakit ini? "


Mobil itu pun terlihat hendak keluar dari area rumah sakit. Kimberly lalu memutuskan untuk mengikuti mobil suaminya.



Cla yang sudah merasa tidak nyaman dengan posisi mereka, langsung mendorong tubuh Xavier.



" Apa yang kamu lakukan hah! Mengambil kesempatan dalam kesempitan ya! " Tuduh nya pada Xavier



" Siapa yang mengambil kesempatan? Aku hanya menyelamatkanmu. " Ucap Xavier santai



" Menyelamatkan apanya?! Bilang saja kamu memang punya niat mesum kan? Pake pegang-pegang segala lagi! " Ucap Cla sambil mengusap tubuhnya yang tadi di pegang oleh Xavier.



Lalu setelah beberapa saat Cla terdiam dan ingat akan sesuatu.



" Terimakasih! " Ucapnya sambil menunduk




" Terimakasih sudah mau menolongku. Aku janji akan mengganti uangmu.. "



" Sudah! Pikirkan itu nanti, sekarang lebih baik kita pulang. Kalau sampai bu Sofi tau kamu keluar dari rumah dengan cara mengendap-ngendap masuk kedalam mobil orang, kamu pasti akan langsung di hukum olehnya. " Potong Xavier



" Jadi... Kamu tau kalau tadi aku bersembunyi di dalam mobilmu? " Tanya Cla kaget



" Tentu saja manis... Tapi 1 hal yang harus kamu tau. Akting pura-pura sakit mu itu sangat jelek hahaha. " Ucap Xavier sambil tertawa



" Yang itu kamu juga tau?! " Tanyanya tercengang dan semakin tertunduk malu karna Xavier mengetahui semua kebohongannya.



" Iya aku tau. Sebenarnya aku tidak sengaja mendengar kamu berteriak di dalam kamar mandi tadi. Karena aku penasaran.. aku mendekat ke arah kamar mandi dan menguping pembicaraan kamu di telfon. " Ucap Xavier



" Jadi kamu menguping! " Bentak Cla

__ADS_1



" Iya... Kan tidak sengaja hehe. " Ujarnya sambil cengengesan



" Kalau begitu kamu pulang duluan saja, aku akan menjenguk ibuku sebentar. Setelah itu aku akan segera pulang. " Ucap Cla.



" Ya sudah kalau begitu aku tunggu kamu disini. Setelah itu kita pulang bersama. Kamu tau kan, kamu tidak bisa pulang dan masuk ke dalam rumah seorang diri? " Jelas Xavier sambil tersenyum manis



Cla menatap Xavier, entah kenapa melihat senyum di wajah Xavier membuat hatinya menjadi hangat.



Kenapa dengan dirinya?


Apakah ia menyukai Xavier?


Atau ini hanya perasaan yang muncul karena rasa terimakasih nya kepada Xavier yang sudah membantunya?



Mobil Anthony masuk ke dalam halaman rumah. Disusul oleh mobil Kimberly yang mengikutinya dari belakang.


Anthony keluar dari mobilnya dan langsung masuk ke dalam rumah. Begitu pun dengan Kimberly yang juga turun dari mobilnya mengikuti Anthony masuk ke dalam.


Saat Anthony sudah masuk ke dalam kamar, ia membuka jas kantor yang ia kenakan dan hendak pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Namun saat ia akan masuk, langkah kakinya terhenti saat mendengar suara seseorang di belakangnya.


" Darimana saja kamu?! " Bentak Kimberly yang sudah ada di belakangnya


" Bukan urusanmu! " Jawabnya ketus dan hendak masuk ke dalam kamar mandi


" Bukan urusanku?? Kamu bilang itu bukan urusanku?? Aku ini istrimu! Jadi aku berhak tau kemana saja kamu semalaman sampai tidak pulang ke rumah!! " Teriak Kimberly


" Aku tidur di rumah temanku " Jawab Anthony santai sambil tetap membelakangi Kimberly


" Temanmu atau selingkuhanmu hah!!! " Teriak Kimberly


" Tutup mulutmu! Berhenti menuduhku seperti itu. Selingkuhan apa maksudmu? Aku sama sekali tidak berselingkuh! " Bentak nya sambil membalikan badan dan menatap Kimberly dengan murka.


" Oh ya? Lalu bekas noda lipstik di jasmu kemarin itu apa?! " Ucap Kimberly


" Aku tidak tau kenapa noda itu ada pada jas ku! Terserah kamu mau percaya atau tidak. Aku sudah muak berdebat denganmu. Yang jelas aku tidak berselingkuh dengan siapapun.! Sampai kapan kamu akan seperti ini hah? Dari dulu sifatmu itu tidak pernah berubah! " Ucapnya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk menyegarkan otak nya.


Kimberly terdiam


Jika Anthony tidak mau jujur padanya, maka ia akan mencari tau sendiri siapa wanita yang sudah meninggalkan noda lipstik itu pada jas suaminya.


Kimberly pun duduk di tepi ranjangnya. Tak sengaja ia menduduki jas hitam milik suaminya. Saat Kimberly hendak menyimpan jas itu di dalam keranjang cucian, tiba-tiba secarik kertas terjatuh dari dalam saku jas milik Anthony. Ia pun mengambil kertas itu dilantai.


Karena penasaran Kimberly membuka lipatan pada kertas itu. Matanya memicing saat membaca tulisan yang tertera disana.


" Camelia Eren " Bisiknya


" Ini kan? Nama yang sama dengan nama yang aku dengar di rumah sakit tadi? "

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2