
Tangan Bela terus membelai wajah Xavier, hingga kini tangan itu dengan sengaja menyentuh tengkuk Xavier yang sudah mulai basah karena berkeringat.
" Ya Tuhan.. Ada apa dengan tubuhku ini?! " Ucap Xavier dalam hati
" Tuan sangat berkeringat... " Bisik Bela lembut
Lalu tangan Bela dengan perlahan turun dan mulai menyentuh dada Xavier. Ia kemudian mendorong dada Xavier dengan kuat, sehingga tubuh Xavier terdorong mundur beberapa langkah. Dan dengan cepat Bela masuk ke dalam kamar itu dan menutup pintunya.
" Apa yang kamu lakukan?! " Ucap Xavier emosi
" Sepertinya tuan sedang sakit, biarkan aku membantu tuan untuk menyembuhkan sakit itu. " Ucapnya
Dengan perlahan Bela melangkah mendekati Xavier. Saat ia sudah tepat berada di hadapan Xavier, Bela lalu membuka jaket yang ia kenakan dan melemparkannya ke sembarang arah.
Mata Xavier langsung terbelalak saat melihat pemandangan yang ada di hadapannya kini. Saat ini Bela hanya mengenakan stelan lingerie tipis berwarna hitam. Dan pakaian dalam yang dia kenakan kini sangat tercetak jelas di mata Xavier.
Bela kemudian mendekati Xavier dan mengalungkan tangannya di leher Xavier dengan lembut. Ia lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Xavier dan membisikan sesuatu.
" Apa kamu suka sentuhan ini sayang? " Bisik nya manja
Tubuh Xavier langsung meremang saat Bela berbisik tepat di telinganya. Tiba-tiba gejolak di dalam tubuhnya semakin membara.
Melihat reaksi Xavier saat ini, membuat Bela semakin mengembangkan senyumnya. Ia dengan perlahan menuntun Xavier mundur beberapa langkah ke arah ranjang yang ada di belakang mereka.
Saat mereka sudah tepat berada di belakang ranjang Xavier, Bela dengan cepat mendorong tubuh Xavier hingga terjatuh di atas kasur.
" Apa yang kamu lakukan hah?! " Teriak Xavier sambil berusaha bangkit
Namun sebelum Xavier mencoba bangkit, Bela dengan cepat langsung menindih tubuh Xavier dengan tubuhnya.
" Mau kemana sayang? Bukankah ini yang kamu mau? " Ucap Bela sambil tersenyum menggoda kepada Xavier
Xavier rasanya ingin sekali mendorong Bela yang kini sedang menindih tubuh nya. Namun entah kenapa tubuh Xavier kini seperti sulit untuk dikendalikan.
" Jangan dilawan sayang... Nikmati saja. Kamu boleh menyentuh tubuhku ini sesukamu. Atau... Kamu ingin aku yang memulainya? " Ucap Bela menggoda
Jari Bela pun dengan nakal mulai mengelus-ngelus dada Xavier dengan gerakan memutar. Xavier memejamkan matanya, entah kenapa kini otak dan tubuhnya tidak berjalan dengan sinkron. Otaknya kini ingin sekali menolak semua sentuhan yang Bela berikan kepadanya, namun tubuhnya sama sekali tidak merespon dan malah cenderung menikmatinya.
" Enak kan sayang? " Ucap Bela tersenyum puas saat melihat Xavier mulai menikmati sentuhannya.
Bela kemudian mendekatkan bibirnya ke arah tengkuk Xavier, dan menciumnya dengan lembut.
Seketika tubuh Xavier mulai menggelinjang, menikmati sentuhan bibir Bela yang kini sedang menciumi tengkuknya dengan lembut.
__ADS_1
" Malam ini hanya milik kita berdua sayang... Milik Xavier dan Bela... " Bisik Bela menggoda, sambil terus menciumi tengkuk Xavier
Xavier masih memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan yang Bela berikan. Bela yang tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu, langsung mendekatkan bibirnya ke arah bibir Xavier dan hendak menciumnya.
Namun saat Xavier mulai merasakan bibir Bela hampir menyentuh bibirnya, ia tiba-tiba saja melihat bayangan wajah Cla yang sedang tersenyum lepas muncul di dalam pikirannya.
DEG
Xavier dengan cepat membuka matanya dan langsung mendorong tubuh Bela yang sedang berada diatas tubuhnya. Sehingga Bela langsung terdorong dan jatuh dari atas ranjang.
" Awww!! " Teriak Bela saat merasakan bokongnya kini sudah mendarat di lantai dengan keras
" Berani sekali kamu menyentuhku! " Teriak Xavier kepada Bela
Bela lalu bangkit dan berjalan mendekati Xavier.
" Kenapa?! Bukankah kamu menikmatinya tadi. Jangan munafik Xavier, aku juga tau kamu pasti menginginkannya kan? Bahkan kamu tidak menolak sentuhan ku tadi. " Ucap Bela
Ia kemudian kembali mengalungkan tangannya ke leher Xavier dan berusaha mencium bibir Xavier dengan paksa. Namun dengan cepat Xavier menghindar dan kembali mendorong tubuh Bela hingga terjatuh ke lantai.
" Sudah ku bilang jangan sentuh aku!! " Teriak Xavier murka
Xavier kemudian bergegas keluar dari kamarnya dan berlari ke arah koridor. Ia terus berlari, sampai tidak menyadari jika kini kakinya menuntunnya menuju ke arah kamar Cla.
" Sadarlah Xavier! Jangan seperti ini! Kenapa tubuhku jadi tidak terkendali begini! " Teriaknya kesal sambil menjambak rambutnya dengan kuat
Tiba-tiba saja pintu di hadapannya terbuka. Cla keluar dari kamarnya dan terkejut saat melihat Xavier kini sudah berada di depan kamarnya.
" Xavier??? " Panggil Cla
Xavier yang terkejut melihat Cla keluar dari kamarnya, langsung terfokus pada pakaian yang Cla kekanakan kini. Cla saat ini hanya mengenakan piyama terusan tipis berwarna putih, persis seperti piyama yang Cla gunakan saat bertabrakan dengan Xavier di dapur beberapa waktu yang lalu.
Xavier dengan susah payah menelan ludah nya saat melihat penampilan Cla kini. Bahkan saat ini Cla terlihat seribu kali lebih cantik di matanya. Dan tanpa sadar, mata Xavier mulai turun ke bawah, ke arah tubuh Cla. Sesuatu yang bergejolak di dalam tubuhnya itu kini semakin memuncak.
" Xavier, kamu kenapa? Apa kamu baik-baik saja? Kenapa wajahmu terlihat pucat? " Tanya Cla khawatir
Cla kemudian melangkah mendekati Xavier dan mencoba menyentuh kening nya.
" JANGAN! " Cegah Xavier sambil mundur beberapa langkah dari hadapan Cla
" Kenapa? " Tanya Cla bingung
" Jangan mendekat Cla. Aku mohon! " Pinta Xavier
__ADS_1
Cla menautkan alisnya tidak mengerti. Ia kemudian tetap melangkah mendekati Xavier, dan dengan tiba-tiba menyentuh kening Xavier dengan lembut.
DEG
Xavier membelalakkan matanya. Tubuhnya kini kembali menegang.
" Badanmu tidak panas. Tapi kenapa kamu berkeringat seperti ini? " Bisik Cla bingung
Nafas Xavier kini semakin cepat. Ia mulai tidak bisa mengendalikan hasrat di dalam tubuhnya. Obat yang Bela berikan padanya kini mulai bereaksi dengan maksimal. Tiba-tiba pandangan Xavier mulai buram.
" Xavier.. Kamu kenapa... "
Dengan cepat Xavier meraih tengkuk Cla dan mencium bibir Cla dengan ganas.
Cla terkejut dengan ciuman yang Xavier berikan. Ia langsung berusaha mendorong tubuh Xavier dari hadapannya. Namun dengan cepat Xavier menahan tangan Cla dan langsung mendorong tubuh Cla masuk ke dalam kamar nya.
Xavier dengan cepat mendorong tubuh Cla ke atas kasur dan mulai menindih nya.
" Xavier! Apa yang kamu lakukan! " Teriak Cla panik
Xavier kembali membungkam bibir Cla dengan bibirnya. Ia mulai ******* bibir Cla dengan rakus, seperti orang yang kesetanan.
Cla masih berusaha mendorong tubuh Xavier yang kini sedang menciumnya dengan ganas. Namun tenaga Xavier lebih besar dari tenaganya, sehingga dorongan itu sama sekali tidak mampu mendorong tubuh Xavier yang sedang berada di atas tubuhnya.
Xavier masih ******* bibir Cla dengan kasar. Efek obat itu kini sudah sepenuhnya bereaksi ke dalam tubuhnya. Ia kini terlihat seperti seorang pria br*ngsek yang sedang memperkosa seorang wanita dengan paksa.
Setelah puas dengan bibir Cla, ciuman Xavier kini mulai turun ke arah tengkuk Cla. Ia mulai menciumi tengkuk Cla seperti orang yang sedang kelaparan.
" Xavier lepaskan aku! Apa yang kamu lakukan br*ngsek!! " Teriak Cla masih berusaha lepas dari terkaman Xavier
Tanpa sadar air mata Cla mulai turun membasahi pipinya. Ia tidak menyangka jika pria yang ada di hadapan nya kini tega melakukan perbuatan keji seperti ini kepadanya.
" Xavier sadarlah! Lepaskan aku! " Ucap Cla masih berusaha menyadarkan Xavier
Namun Xavier seperti sudah dibutakan oleh nafsunya. Tangannya yang sedari tadi ia gunakan untuk menopang tubuhnya, kini mulai terangkat menuju piyama Cla. Ia pun menggenggam piyama itu dan mulai menariknya dengan kasar.
Hingga tiba-tiba...
SREKKK
Cla membelalakkan matanya terkejut, saat menyadari jika Xavier kini sudah merobek piyama nya..
Bersambung~
__ADS_1