
" Maaf nona.. dari hasil tes darah yang kami lakukan tadi. Golongan darah anda dan nyonya Camelia dinyatakan tidak cocok. " Ujar perawat itu
" Apa??? " Ucap Cla tercengang
" Iya nona. Golongan darah nyonya Camelia adalah O, sedangkan golongan darah nona A. Jadi.. anda tidak bisa mendonorkan darah anda pada pasien, karena golongan darah O hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah O saja. " Jelas perawat itu.
" Ta.. Tapi kenapa golongan darah saya tidak sama dengan golongan darah ibu saya? " Tanya Cla bingung
" Mungkin golongan darah anda mengikuti golongan darah ayah anda. Bisa jadi ayah anda memiliki golongan darah A juga, dan anda mewarisinya. Karena jika orang tua memiliki golongan darah A dan O, maka si anak kemungkinan akan memiliki golongan darah antara A atau O juga. " Jelas perawat itu lagi
" Begitu kah?? " Ucap Cla masih terlihat bingung
Lalu Cla dan perawat itu pun keluar dari ruang pemeriksaan, dan berjalan menghampiri Xavier.
" Bagaimana? Apa sudah dilakukan transfusi darahnya? " Tanya Xavier
Cla menggelengkan kepalanya
" Golongan darahku dan golongan darah mama tidak cocok " Ucap Cla sendu
" Kenapa bisa? Memangnya golongan darah ibumu apa? " Tanya Xavier penasaran
" Golongan darahnya O, sedangkan golongan darahku A " Jawab Cla
" Kalau begitu, ambil saja darah saya suster. Golongan darah saya juga O " Ucap Xavier pada perawat itu
Cla terkejut dan menatap Xavier.
" Golongan darahmu O? " tanya Cla
Xavier menggangguk
" Tidak! Dia tidak boleh mendonorkan darah nya untuk mama. Bagaimana kalau sampai suatu saat nanti mama tau, di dalam tubuhnya telah mengalir darah anak dari selingkuhan suaminya. " Batin Cla
Cla kemudian menahan tangan Xavier dengan cepat.
" Jangan! Tidak usah Xavier.. " Cegah Cla
" Kenapa? " Tanya Xavier terlihat bingung
" Tidak, hanya saja.. Aku... " Ucap Cla bingung
" Kita membutuhkan pendonor darah secepatnya nona, jadi jangan membuang waktu lagi " Ujar perawat itu
Cla kemudian melepaskan tangannya yang menahan lengan Xavier dengan perlahan. Perawat dan Xavier pun dengan cepat menuju ke ruang pemeriksaan untuk melakukan pengambilan darah.
Cla terduduk di kursi yang ada disana. Ia kemudian menghembuskan nafasnya dengan perlahan. Ia memang tidak setuju, jika Xavier mendonorkan darahnya untuk sang ibu. Namun kini tidak ada pilihan lain, karena saat ini ibunya sangat membutuhkan transfusi darah itu.
Anthony kini sedang berada di sebuah cafe. Ia baru saja menghubungi seseorang untuk mengajaknya bertemu di cafe tersebut.
Tring!
Suara pintu cafe berbunyi. Sepasang suami istri terlihat masuk ke dalam. Anthony lalu mendongakkan kepalanya dan melihat ke arah pintu, ia langsung berdiri sambil tersenyum ke arah pasangan suami istri yang kini tengah berjalan menghampiri nya.
" Halo Jason.. Deasy.. " Sapanya pada sepasang suami istri itu
" Hai Anthony! " Sapa Jason sambil menjabat tangan Anthony, disusul oleh istrinya Deasy
__ADS_1
" Silahkan duduk. " Ucap Anthony
Mereka pun langsung duduk di sebuah kursi yang ada di hadapan Anthony.
" Ada apa kamu menyuruhku kemari dan mengajak istriku? " Tanya Jason langsung
" Santai saja dulu. Pesanlah makanan dulu sepuasmu. Biar aku yang traktir. " Ucap Anthony sambil tersenyum.
" Benarkah? Baiklah kalau kau memaksa haha " Ucap Jason senang sambil memesan makanan
Mereka pun kemudian memesan makanan terlebih dahulu. Setelah pesanan datang, mereka langsung menikmati makanan mereka. Hingga beberapa menit kemudian, Anthony memulai percakapan diantara mereka.
" Maaf Deasy, bolehkah aku menanyakan sesuatu padamu? " Tanya Anthony
" Tentu, silahkan Anthony. " Jawab Deasy sambil tersenyum
" Jason bilang padaku, bahwa kamu sering melihat istriku mengunjungi rumah sakit tempat kamu bekerja. Kalau boleh tau, sejak kapan pertama kali kamu melihat istriku datang ke rumah sakit? " Tanya Anthony langsung
" Mmm... Kalau tidak salah, itu sudah lama sekali Anthony. Aku sendiri bahkan sudah lupa tepat nya kapan. Yang jelas saat itu aku sudah mengenalnya sebagai istrimu. Karena waktu pernikahan kalian dulu, Jason sudah memperkenalkan kamu dan istrimu kepadaku. Saat itu aku juga sempat ragu, aku pikir dia bukan istrimu. Tapi setelah aku perhatikan lebih dekat, ternyata aku tidak salah melihat. Dia memang benar istrimu, Kimberly Maurer. " Jelas Deasy
" Apa istrimu sedang sakit? " Tanya Jason pada Anthony
" Iya. Dan aku baru tau. " Jawab Anthony
" Kamu baru tau?? Jadi istrimu tidak memberi tahu mu kalau dia sedang sakit? " Tanya Jason tak percaya
" Tidak. Ternyata selama ini dia menyembunyikan penyakit nya padaku. " Ucap Anthony
" Kalau boleh tau.. Memang nya istrimu itu sakit apa? " Tanya Jason
" Dokter bilang, dia menderita penyakit kanker rahim. Bahkan dia sudah menderita penyakit itu sejak sebelum menikah denganku. " Jelas Anthony
" Selama itu dia menyembunyikan nya darimu?! Kenapa dia tidak jujur saja padamu kalau dia sakit ya? " Ucap Jason tak habis pikir
" Mungkin dia takut kalau Anthony tidak mau menerima nya. Karena setau ku.. penderita kanker rahim itu, apalagi yang sudah termasuk kategori parah.. akan sulit untuk mempunyai keturunan. " Ucap Deasy
__ADS_1
Anthony terdiam. Ia kembali mengingat perkataan dokter Frisly. Dia juga mengatakan bahwa Kimberly sudah di vonis akan sulit mempunyai keturunan.
" Tidak mungkin! Buktinya sekarang Anthony dan Kimberly mempunyai seorang anak. " Ucap Jason
" Iya sih. Tapi setau ku, orang yang mempunyai penyakit kanker rahim itu.. kalaupun hamil akan sangat beresiko bagi si ibu. Kecuali penyakitnya itu memang sudah dinyatakan sembuh. " Jelas Deasy
" Apa.. Saat Kimberly hamil, kamu pernah melihat nya datang ke rumah sakit? " Tanya Anthony pada Deasy
Deasy tampak berpikir sejenak.
" Aku rasa tidak. Karena setiap aku melihatnya datang ke rumah sakit, dia tidak dalam keadaan sedang mengandung. " Ucap Deasy
" Tunggu.. Apakah kamu curiga, Kimberly saat itu benar-benar hamil?! " Tanya Jason pada Anthony
Anthony terdiam di tempatnya. Matanya kini menatap kosong ke arah jendela yang ada disampingnya.
" Sepertinya tidak mungkin, mana mungkin istrimu itu tega membohongi mu. " Ucap Jason tiba-tiba
" Kenapa kamu tidak coba tanyakan langsung padanya? " Ucap Deasy
" Mana mungkin dia mau jujur. Bahkan soal penyakitnya saja dia tidak mau jujur pada Anthony. Apalagi soal masalah kehamilan itu, yang notabene nya sangat sensitif untuk wanita yang memang sudah divonis tidak bisa mempunyai keturunan. " Ucap Jason
" Tapi.. Bisa saja Kimberly memang benar-benar hamil. Kamu jangan curiga seperti itu dulu pada istrimu sendiri. Atau kalau kamu masih ragu, kamu datangi saja rumah sakit tempat istrimu melahirkan dulu. Dan kalau bisa, kamu temui dokter kandungan yang menangani kehamilan istrimu saat itu. " Ucap Deasy
" Itu pasti tidak akan mudah. Bayangkan saja, itu kan sudah lewat 21 tahun yang lalu. Kita bahkan tidak tau, dokter yang menangani istrimu itu masih hidup atau sudah mati. " Ucap Jason
Anthony hanya terdiam di tempatnya.
Saat mereka sedang serius berbincang, tenyata ada seorang wanita paruh baya yang tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka dari tempatnya duduk saat ini. Ia kini sedang duduk tepat di belakang meja Anthony dan kedua teman nya itu.
Wanita itu kemudian mengepalkan tangannya.
" Apa kebohongan itu akan segera terungkap? " Bisiknya cemas
Bersambung~
__ADS_1