Takdir Yang Tak Terduga

Takdir Yang Tak Terduga
Part 48


__ADS_3

Cla merasa bingung melihat ekspresi terkejut Laura, saat ia menyebutkan nama Anthony Maurer.


" Kenapa anda terkejut? Apa anda kenal dengan Anthony Maurer? " Tanya Cla


" Ah.. Tentu saja aku kenal. Siapa yang tidak kenal dengan Anthony Maurer, dia adalah seorang pengusaha yang kaya raya di kota ini kan. " Ucap Laura sedikit gugup


Cla hanya tersenyum sambil mencibir dalam hati.


" Kalau tidak salah, nama istrinya Kimberly Maurer kan? " Tanya Laura pada Cla


" Iya " Jawab Cla singkat


" Ngomong-ngomong.. Apa mereka punya seorang anak laki-laki? " Tanya nya lagi


Tiba-tiba suasana hati Cla menjadi tidak baik saat mendengar pertanyaan itu. Ia jadi teringat kembali dengan kejadian tadi malam bersama Xavier.


" Iya " Jawab Cla acuh


" Apa.. Selain anak laki-laki itu, mereka punya anak yang lain? Maksudku.. Apa mereka hanya mempunyai satu anak saja ? " Tanya Laura


Cla sedikit terkejut dengan pertanyaan Laura.


" Iya. Mereka hanya mempunyai 1 anak. " Jawab Cla sambil memalingkan wajahnya


" Oh begitu ya. Berarti anak perempuan itu tidak bersama dengan mereka " Ucap Laura tanpa sadar


" Maksud anda? " Tanya Cla


" Sebenarnya.. Aku ini tau tentang rahasia besar keluarga Maurer. " Bisik Laura pada Cla


" Rahasia.. Besar? Rahasia apa maksud anda? " Tanya Cla penasaran


" Sebenarnya.. Anthony Maurer itu dulu punya istri. Tapi dia berselingkuh dengan wanita lain dan menghamili nya. Dan selingkuhan nya itulah yang menjadi istrinya saat ini, Kimberly Maurer. " Jawabnya


DEG


Cla membelalakkan matanya terkejut saat mendengar ucapan Laura.


" Benarkah ? " Tanya Cla


" Iya. Jadi.. Pada saat istri sah Anthony Maurer melahirkan, akulah perawat yang membantu persalinan nya. " Ucap Laura pada Cla


" Apa?! Jadi.. Jadi anda perawat yang membantu istrinya melahirkan? " Ucap Cla tak percaya


" Tentu saja. Sebenarnya.. Pada saat istri sah Anthony melahirkan, Kimberly Maurer juga sedang melahirkan. Jadi mereka berdua itu sama-sama melahirkan di hari yang sama. " Ucapnya setengah berbisik


" Apa?! " Jawab Cla tak percaya


" Dan lebih terkejutnya lagi, mereka berdua itu sama-sama melahirkan di rumah sakit yang sama. Hanya saja saat itu tidak ada yang tau, jika selingkuhan Anthony juga sedang melahirkan di rumah sakit itu. " Ucap Laura


Cla terdiam mendengar penjelasan dari Laura


" Jadi sebenarnya, pada saat aku akan memandikan anak Anthony yang lahir dari istri sah nya itu, tiba-tiba dokter menyuruhku untuk.. "


" Cla!! "

__ADS_1


Tiba-tiba seseorang datang dan memotong pembicaraan mereka berdua. Cla kemudian menoleh untuk melihat siapa orang yang baru saja memanggilnya.


" Xavier? " Bisik Cla


" Wah... Tampan sekali anak ini. " Ucap Laura, saat melihat Xavier kini sudah berdiri di hadapan mereka berdua


" Ayo kita pulang. " Ajak Xavier pada Cla sambil tersenyum


" Aku sedang menunggu Pak Rian. Sebentar lagi dia akan datang menjemput. " Ucap Cla dingin sambil memalingkan wajahnya dari Xavier


" Pak Rian tidak akan kesini. Tadi dia pergi mengantarkan mamah keluar. " Jawab Xavier


" S*alan! Jadi dia benar-benar meninggalkanku! " Bisik Cla emosi


Laura kini memandang Xavier dan Cla secara bergantian.


" Kamu siapa? " Tanya nya pada Xavier


" Aku pacarnya. " Jawab Xavier dengan cepat


Cla langsung menoleh ke arah Xavier sambil menatapnya dengan tajam.


" Wah.. Hebat sekali kamu nak. Bisa punya pacar yang tampan seperti laki-laki ini. " Ucap Laura


Cla hanya menghembuskan nafasnya dengan kasar.


" Tentu saja bu.. Dia sangat beruntung mempunyai pacar yang tampan seperti ku. " Ucap Xavier percaya diri


" Aku akan pulang sendiri! Kamu bawa saja semua kantong belanja ini ke dalam mobilmu! " Ucap Cla jutek


" Aku tidak mau!! " Teriak Cla sambil menarik tangannya kembali


" Ayolah Cla, memangnya kamu mau pulang dengan siapa? Pokoknya ikut aku pulang sekarang. " Ucap Xavier lagi, sambil terus mencoba menarik tangan Cla agar ikut dengannya


" Aku bilang tidak mau ya tidak mau! " Teriak Cla emosi


" Cla.. Jangan egois seperti ini. Ikutlah pulang denganku, nanti aku akan menjelaskan semuanya padamu. " Pinta Xavier memohon


" Sekali tidak tetap tidak! " Bentak Cla


" Tapi Cla.. "


" SUDAH CUKUP! " Bentak Laura tiba-tiba


Xavier dan Cla pun terkejut mendengar teriakan Laura.


" Dasar anak muda! Tidak tau tempat ketika sedang bertengkar. Dengar ya, setiap hubungan itu pasti akan selalu ada masalah. Jadi kalian jangan sama-sama egois. Bicarakan masalah kalian dengan kepala yang dingin, jangan malah ribut-ribut seperti anak kecil begini. " Ucapnya


Cla hanya memutar bola matanya saat mendengar ucapan Laura.


" Tuh.. Dengar kan sayang? Kamu jangan egois seperti ini. Kita bicarakan masalah kita berdua dengan kepala yang dingin. Jadi, lebih baik sekarang kamu masuk ke dalam mobil dan ikut pulang denganku. " Ucap Xavier pada Cla


Cla hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan pasrah. Ia kemudian mendekat ke arah Laura.


" Bu Laura.. Bisakah nanti saya menghubungi anda lagi? Saya sangat penasaran dengan cerita anda barusan. Jadi, jika ada waktu luang.. Saya ingin mengajak Bu Laura bertemu dan membicarakan masalah tadi. " Ucap Cla

__ADS_1


" Ah iya. Tunggu sebentar. " Ucap Laura


Ia lalu merogoh tas nya dan mencari sesuatu disana. Beberapa detik kemudian, ia mengambil sebuah kartu dari dalam tas nya dan memberikannya pada Cla.


" Ini kartu namaku. Disana ada nomor yang bisa kamu hubungi. Saat kamu punya waktu luang, hubungi saja aku. " Ucap Laura


" Baiklah. Terimakasih Bu Laura, kalau begitu saya pamit dulu. " Ucap Cla


" Kami pamit dulu ya Bu. " Ucap Xavier sambil tersenyum


Cla dan Xavier pun pergi meninggalkan Laura disana. Laura yang kini sedang melihat kepergian dua sejoli itu, hanya tersenyum menatap punggung mereka berdua.


" Dasar anak muda. " Bisiknya


Ia lalu hendak menutup kembali tas nya. Namun, tiba-tiba Laura mengerutkan alisnya saat melihat ada kartu lain di dalam tas itu.


" Ya ampun! Aku salah memberikan kartu nama. Itu kan kartu nama ku yang dulu, sebelum aku ganti nama menjadi Laura. " Ucap Laura sambil menepuk keningnya


Xavier dan Cla kini sedang berada di dalam mobil. Cla saat ini sedang duduk di kursi belakang, sambil menatap keluar jendela. Sepanjang perjalanan, mereka berdua hanya saling diam tanpa ada yang mau memulai pembicaraan terlebih dahulu.


Xavier pun menghembuskan nafasnya dengan perlahan dan menatap Cla melalui kaca spion yang ada di dalam mobil.


" Cla.. " Panggilnya


" Jangan bicara padaku! " Jawab Cla cepat


" Cla, aku mohon dengar dulu penjelasanku " Ucap Xavier memohon


" Sudah kubilang jangan bicara padaku! Kalau kamu masih terus bicara, lebih baik aku turun dari mobil ini! " Bentak Cla


Xavier hanya bisa mengacak rambutnya dengan frustasi mendengar jawaban dari Cla. Ia lebih baik mendengar Cla mengomel padanya, dari pada harus di diamkan terus seperti ini.


Mobil Xavier pun akhirnya tiba di halaman rumah, dan langsung berhenti tepat di depan pintu utama. Cla langsung turun dari mobil itu sambil membawa semua kantong belanja yang ada di mobil.


" Biar aku bantu " Ucap Xavier sambil turun dari mobilnya


" Tidak usah! " Jawab Cla cepat


Cla kemudian membawa semua kantong belanja itu di tangannya, dan bergegas masuk ke dalam rumah. Xavier menatap punggung Cla dengan tatapan yang nanar. Entah kenapa hatinya kini terasa sakit saat didiami oleh Cla seperti ini.


Cla lalu menyimpan semua kantong belanja itu ke dapur, dan langsung pergi menuju kamarnya. Ia kini merasa tidak enak badan, dan memutuskan untuk beristirahat sejenak di dalam kamar.


Cla lalu masuk ke dalam kamarnya. Ia kemudian berjalan menuju ranjangnya dan mengambil sebuah tas kecil yang ia simpan di bawah ranjang. Cla lalu membuka tas itu, dan mengambil ponselnya.


" Aku akan mencoba menghubungi Bu Laura " Ucapnya


Cla lalu mengeluarkan kartu nama yang ada di saku rok nya, dan mulai mengetikkan nomor yang tertera di dalam kartu itu. Saat ia mencoba menghubungi nya, ternyata nomor itu sudah tidak aktif.


" Kenapa tidak aktif? " Bisiknya


Cla lalu kembali membaca kartu nama itu dengan seksama.


" Tunggu.. Kenapa disini tertulis nama Mira, bukan Laura? Apa dia salah memberikan kartu nama? " Ucap Cla bingung


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2