Takdir Yang Tak Terduga

Takdir Yang Tak Terduga
Part 54


__ADS_3

Xavier kembali ke kursi tempat Laura duduk tadi. Namun saat ia sudah tiba di sana, Xavier sama sekali tidak melihat sosok Laura ada di kursi itu. Ia hanya melihat satu gelas minuman yang masih tersisa di sana.


Xavier lalu menatap gelas minuman itu. Tiba-tiba alisnya bertaut saat melihat ada secarik kertas yang di selipkan di bawah minuman itu. Ia lalu mengambil kertas itu dan membacanya.


" Terimakasih atas minumannya..


Kalau kamu sudah menemukan kekasihmu yang bernama Claresta itu, tolong sampaikan permintaan maafku padanya. Aku tidak tau kenapa dia berlari begitu saja ketika aku menceritakan masa lalu ku. Tapi.. saat aku mencoba menatap matanya saat itu, aku bisa melihat sebuah kekecewaan yang teramat sangat di sana. Entah itu rasa kecewa padaku, atau rasa kecewa terhadap masa lalu yang ku ceritakan padanya.


Jika kamu sudah menemukannya, tolong suruh dia untuk menghubungiku dan menemui ku lagi suatu saat nanti.


088746521332 "


Xaveir menatap kertas itu dengan perasaan bingung.


" Cerita masa lalu?? Sebenarnya apa yang dia ceritakan pada Cla, sampai Cla merasa kecewa dan langsung berlari seperti itu? " Bisiknya


Xavier lalu menghembuskan nafasnya dan menatap ke sekeliling danau itu.


" Kamu pergi kemana Cla.. " Bisiknya sambil mengusap wajahnya dengan kasar


Tiba-tiba Xavier teringat sesuatu.


" Apa jangan-jangan... Dia pergi ke rumah sakit? "


Dengan cepat Xavier berlari menuju mobilnya. Dan langsung melajukan mobil itu dengan kecepatan tinggi menuju ke rumah sakit tempat ibu Cla dirawat.


" Pasti kamu pergi kesana! " Bisiknya



BRAK



Bela membuka pintu ruangan Sofi dengan keras. Ia lalu berjalan dengan cepat menghampiri Sofi dan mulai menangis.



" Mah.. Hiks.. Hiks.. " Rengek nya



Sofi lalu bangkit dari kursi kerjanya dan berjalan menghampiri anaknya.



" Bela sayang.. Kamu kenapa nak? " Ucap Sofi panik



" Xavier mah.. Xavier.. Hiks... " Ucap Bela sambil menangis



" Oke, tenangkan dirimu dulu nak.. Lebih baik sekarang kamu duduk dulu. " Ucap Sofi sambil merangkul anaknya dan membimbingnya menuju kursi sofa yang ada di ruangannya.



" Tenangkan dirimu dulu, lalu ceritakan semuanya kepadaku. " Ucapnya lembut pada Bela


__ADS_1


Bela kemudian menghapus air matanya dan mulai menghembuskan nafasnya secara perlahan, untuk menenangkan dirinya.



" Ada apa sayang? Kenapa kamu tiba-tiba menangis seperti ini? Apa ini karena Xavier lagi?! " Ucap Sofi



" Iya mah.. Xavier.. Pagi tadi aku tidak sengaja bertemu dengan Xavier. Lalu dia langsung membentak ku, dan mendorongku ke tembok. " Ucap Bela



" Apa?? Di melakukan itu padamu? " Ucap Sofi tak percaya



" Bukan hanya itu saja, dia bahkan mencengkram pundakku dengan kuat! " Adu nya lagi



" Kurang ajar! Berani sekali dia berbuat kasar seperti itu padamu! Apa dia langsung melakukan hal itu saat melihatmu?! " Ucap Sofi emosi



" Awalnya.. Dia menanyakan tentang kejadian malam itu padaku. " Jawab Bela sambil menunduk



" Jadi dia ingat dengan kejadian malam itu?! Lalu.. Apa dia tau, kalau kamu orang yang sudah menaruh sesuatu di dalam minumannya pada malam itu?! " Tanya Sofi panik




Sofi kemudian menghembuskan nafasnya dengan kasar.



" Tamatlah riwayatmu Bela!! Kalau saja kamu mengikuti saranku untuk tidak melakukan rencana itu dengan terburu-buru, pasti semuanya tidak akan menjadi kacau seperti ini! " Teriak Sofi murka



" Jadi mamah menyalahkan ku juga! " Teriak Bela sambil menangis



" Tentu saja! Semua ini gara-gara kebodohanmu! Dan kamu lihat sekarang hasilnya bagaimana?! Xavier mungkin sekarang sudah sangat membencimu! Dan gara-gara rencana bodoh mu itu.. Xavier dan pelayan itu sekarang semakin dekat! Bahkan mungkin malam itu keduanya sudah melakukan hal yang kamu inginkan itu! " Teriak Sofi



Bela tiba-tiba menghentikan tangis nya dan menatap Sofi dengan tatapan bingungnya.



" Melakukan hal yang aku inginkan? Xavier dan Claresta? Maksud mamah apa? Aku tidak mengerti. " Tanya nya tidak mengerti



" Iya! Kamu tidak curiga kenapa malam itu Xavier tidak kembali lagi ke dalam kamarnya? " Tanya Sofi pada Bela


__ADS_1


" Sebenarnya aku penasaran, malam itu.. kenapa dia tidak kembali. Lalu dia tidur dimana saat itu? " Ucapnya bingung



" Tentu saja dia tidak kembali ke kamarnya! Karena dia tidur bersama Claresta pada malam itu! " Ucap Sofi keras



" Ap.. Apa??! " Kaget Bela



Cla masih terduduk lemas di bawah lantai. Air matanya kini sudah tidak lagi mengalir di pipinya. Namun tatapan matanya itu terlihat sangat kosong, seperti orang yang sedang kebingungan.


Tok tok tok


Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu ruang ICU itu dari luar. Cla lalu menoleh dan menatap pintu itu. Tak lama muncullah seorang perawat yang masuk ke dalam, dan menatap nya dengan panik.


" Nona! Anda baik-baik saja? " Ucapnya panik


Perawat itu kemudian berlari menghampiri Cla dan membantunya berdiri. Cla pun mencoba berdiri dan menghapus bekas air matanya.


" Nona, apa anda baik-baik saja? Kenapa anda duduk dibawah lantai seperti itu? " Tanyanya lembut pada Cla


Cla hanya menggeleng dan memaksakan seulas senyum pada perawat itu.


" Saya baik-baik saja suster, hanya saja.. Saya merasa sedih, melihat ibu saya yang masih koma sampai saat ini. " Jawab Cla pelan sambil menatap Camelia yang masih terbaring


" Sabar ya nona, teruslah berdoa agar ibu anda segera sadar dari koma nya. " Ucap perawat itu


Cla hanya mengganggukkan kepalanya dan tersenyum ke arah perawat itu.


" Oh iya nona. Saya kesini ingin menyampaikan sesuatu pada anda. " Ucap perawat itu


" Apa itu? " Tanya Cla


" Ada seorang pria yang sedang menunggu anda di luar ruangan. Dia bilang, dia adalah kerabat anda. " Ucap perawat itu


" Kerabat? " Bisik Cla


" Iya, tadinya dia memaksa untuk masuk. Tapi anda kan sudah mewanti-wanti saya untuk tidak sembarangan mengijinkan orang lain masuk ke dalam ruangan ibu anda. " Ucap perawat itu


" Baiklah, saya akan menemuinya. Terimakasih suster. " Ucap Cla sambil memaksakan seulas senyum


Perawat itu pun langsung ke luar dari ruangan Camelia. Cla lalu menghembuskan nafasnya dengan perlahan dan mulai berjalan ke luar ruangan.


Saat Cla baru saja keluar, ia langsung terkejut dengan kehadiran Xavier yang kini sudah berdiri tepat di depan pintu ruang ICU.


" Cla.. Kenapa kamu tadi tiba-tiba pergi?! Aku mencari mu kemana-mana. Aku benar-benar khawatir padamu, kamu pergi begitu saja tanpa memberi tahu aku dan dan juga Bu Laura! " Ucap Xavier khawatir


Cla terdiam, tiba-tiba ucapan Laura tadi mulai terngiang kembali di kepalanya. Ia kembali meneteskan air matanya dan mulai menangis.


Xavier yang melihat Cla tiba-tiba menangis langsung panik dan memegang bahu nya.


" Cla, kamu kenapa? Kenapa kamu tiba-tiba menangis seperti ini? Katakan padaku ada apa? Apa terjadi sesuatu pada ibumu? " Ucap Xavier panik


Cla masih saja menangis dan tidak menjawab pertanyaan Xavier. Xavier kemudian menarik Cla kedalam pelukannya. Hati nya tiba-tiba terasa sakit saat melihat Cla menangis seperti ini.


" Ya Tuhan.. Benarkah laki-laki ini adalah anak kandung mama dan juga Anthony yang telah ditukar oleh Bu Laura di masa lalu? Kalau Xavier memang benar anak kandung mereka.. Lalu aku ini siapa?? " Ucap Cla dalam hati sambil terus menangis


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2