Takdir Yang Tak Terduga

Takdir Yang Tak Terduga
Part 19


__ADS_3

CUP


Mata Xavier terbelalak. Ia terkejut. Tubuhnya menegang seketika.


Saat ini...


Xavier merasakan bibir Cla menyentuh bibirnya dengan lembut. Xavier bahkan menahan nafasnya, dan mengerjapkan matanya berkali-kali.


Apa ini?


Apakah ini mimpi?


Claresta mencium bibirnya?


Berbagai pertanyaan muncul di kepala Xavier, otaknya kini seperti berjalan dengan lambat.


Tak lama, Cla mulai melepaskan tautan mereka. Ia kemudian memandang Xavier dalam, dan tersenyum manis ke arah nya.


Lalu tanpa sepatah kata pun, Cla langsung berbalik dan melangkah pergi meninggalkan Xavier yang masih terlihat syok dengan kejadian tadi.


Xavier berdiri mematung di tempatnya. Ia kemudian dengan perlahan mengangkat tangannya, dan menyentuh bibirnya.


" Apa itu tadi? Apa aku tidak sedang bermimpi? " Bisiknya


Tiba-tiba sebuah senyum manis tersungging di bibirnya. Xavier lalu memegang dadanya.


" Jantungku bahkan sekarang masih berdetak dengan cepat. " Ucapnya


Saat Xavier masih tepaku dengan lamunannya, tiba-tiba ponsel di saku celananya bergetar. Ia kemudian merogoh ponselnya. Seketika alisnya bertaut, saat melihat nama yang tertera di layar ponsel nya.


" Bu sofi? Untuk apa dia menelpon? " Bisiknya


Xavier kemudian mengangkat telepon itu.


" Halo, bu Sofi ada apa? Kenapa menelpon malam-malam begini? " Tanyanya bingung


(" Tuan Xavier.. Nyonya Kimberly baru saja dilarikan ke rumah sakit, tadi dia mengalami sakit perut yang sangat hebat. ") Ucap Sofi di sebrang sana.


Xavier yang mendengar itu langsung terkejut. Dan tanpa menunggu lama ia langsung berlari menuju mobilnya, dan pergi ke rumah sakit.


Tanpa Cla dan Xavier sadari. Adegan ciuman mereka tadi dilihat oleh seorang wanita yang kini sedang bersembunyi di balik tembok. Tubuh wanita itu seketika memanas. Ia lalu mengepalkan tangannya dengan kuat.


" Claresta...! Aku akan membuatmu menyesal karena telah mencium Xavier ku! "



Anthony kini sedang berjalan di koridor rumah sakit. Tadi ketika ia sedang dalam perjalanan pulang, Sofi menelponnya dan memberi kabar bahwa Kimberly dilarikan ke rumah sakit. Seketika Anthony langsung memutar balik arah mobilnya dan langsung pergi ke rumah sakit.



Ketika Anthony sudah tiba di depan ruang rawat Kimberly, ia melihat di sana ada Sofi yang sedang duduk dengan gelisah. Anthony pun kemudian menghampiri nya.



" Sofi, apa yang terjadi? Kenapa Kimberly bisa dilarikan ke rumah sakit? " Tanya Anthony



Sofi pun berdiri dari duduknya, ia tiba-tiba teringat ucapan Kimberly saat di dalam mobil menuju ke rumah sakit tadi.



" *Jangan beritahu Anthony... ka..kalau aku mengalami pendarahan. Bi... Bilang saja aku sakit perut karena keracunan makanan.. " Ucap Kimberly sambil menahan rasa sakit di perutnya*.



*Sofi mengerutkan keningnya, ia mulai merasa ada yang aneh. Kenapa Kimberly harus berbohong*?



" Itu tuan... Nyonya tiba-tiba mengalami sakit perut yang hebat dan dokter bilang nyonya Kimberly kemungkinan keracunan makanan. " Ucapnya


__ADS_1


" Keracunan makanan? "



Tiba-tiba seorang dokter wanita keluar dari ruang rawat Kimberly.



" Dokter bagaimana keadaan istri saya? Apa benar dia keracunan makanan? " Tanya Anthony langsung pada dokter wanita itu



" Mm.. Ya sepertinya begitu. Tapi masih perlu kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Untuk saat ini nyonya Kimberly harus dirawat dulu di rumah sakit. Karena kondisinya saat ini masih lemah. " Jelas dokter itu



" Baiklah terimakasih dokter. " Ucapnya



" Iya. Kalau begitu saya tinggal dulu. " Dan dokter itu pun pergi dari hadapan Anthony.



Anthony kemudian masuk ke dalam ruang rawat Kimberly. Ia melihat Kimberly sedang tertidur di ranjangnya. Wajahnya terlihat begitu pucat.



Tak berselang lama, tiba-tiba pintu ruang rawat itu terbuka. Xavier yang baru saja datang, langsung masuk ke dalam ruang rawat Kimberly. Ia pun segera berjalan mendekat ke arah ayahnya.



" Bagaimana kondisi mamah pah? Kenapa mamah bisa masuk rumah sakit? " Tanya Xavier pada ayahnya



" Dokter bilang, mamah mu keracunan makanan. " Ucapnya




" Papah juga tidak tau. " Jawab Anthony



Tiba-tiba Kimberly menggeliat di atas tempat tidurnya. Ia bangun dan membuka matanya dengan perlahan.



" Aku ada dimana? " Lirih nya



" Kamu sedang di rumah sakit. " Jawab Anthony



" Ah.. Perutku.. " Ucap Kimberly sambil memegang perutnya.



Anthony pun duduk di tepi ranjang dan mengusap perut Kimberly dengan lembut.



" Apa benar kamu keracunan makanan? Kenapa bisa sampai keracunan? " Tanya Anthony



" Semua ini gara-gara pelayan wanita s\*alan itu! Aku menyuruhnya membuatkan jus jeruk. Dan setelah aku meminumnya, perutku langsung terasa sakit seperti di sayat-sayat! " Ucap Kimberly emosi


__ADS_1


" Pelayan wanita? Pelayan wanita yang mana? " Tanya Anthony



" Pelayan wanita yang pernah aku tuduh mencuri kotak cincin ku! Kurasa dia dendam padaku, makanya dia menaruh racun di dalam minuman ku! " Tuduh Kimberly



" Maksud mamah Claresta? " Tanya Xavier memastikan



" Entahlah siapa itu namanya, aku tidak peduli. Yang jelas dia itu sepertinya mempunyai niat yang jahat terhadap keluarga kita! " Ucap Kimberly



" Mamah jangan menuduh orang tanpa bukti seperti itu. Apa mamah tidak ingat, dulu mamah juga pernah menuduhnya. Dan ternyata tuduhan mamah itu tidak benar sama sekali. " Ucap Xavier



Ia sama sekali tidak percaya jika Claresta mempunyai niat yang jahat seperti itu.



" Mamah tidak menuduhnya tanpa bukti! Jelas-jelas mamah langsung sakit perut setelah meminum jus jeruk yang dia buat! Itu artinya, dia memang sudah meracuni mamah! Kenapa kamu malah membelanya seperti itu! " Ucap Kimberly emosi karena Xavier malah membela Claresta.



" Sudah! Bukannya kamu ini sedang sakit. Tidak baik berterik-teriak seperti itu. " Ucap Anthony menengahi.



Kimberly pun terdiam dan menatap Xavier dengan tajam.



" Biar nanti aku yang cari kebenarannya. Kita tidak bisa menuduh orang lain tanpa bukti seperti itu. Sekarang lebih baik kamu istirahat dulu. " Ucap Anthony



Kimberly pun akhirnya memutuskan untuk beristirahat kembali.



" Xavier, kalau begitu tolong kamu jaga mamah disini ya. Biar masalah ini papah yang urus. " Ucap Anthony kepada anaknya



" Aku yakin pah, Claresta tidak mungkin meracuni mamah. Dia itu gadis yang baik pah. " Ucap Xavier



Anthony hanya menggangguk, kemudian ia bergegas pergi dari ruang rawat itu dan memutuskan untuk pulang ke rumah.



Cla masuk kedalam kamarnya. Ia berjalan perlahan dan mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang. Ia tampak menghela nafasnya sejenak.


Cla mulai menyentuh bibirnya dengan perlahan. Entah kenapa jantungnya kini kembali berdebar.


Ia mengingat kembali aksinya yang dengan berani mencium bibir Xavier.


Apa yang baru saja aku lakukan kepada Xavier? batin nya


Namun tiba-tiba Cla teringat dengan perlakuan Kimberly terhadapnya tadi. Wanita itu sudah benar-benar keterlaluan. Ia sudah sangat merendahkannya.


Rasa sakit itu kini kembali muncul di dalam hatinya. Tangannya kini mulai mengepal dengan kuat.


" Aku tidak boleh terbawa perasaan. Walau bagaimana pun, Xavier adalah anak dari wanita iblis itu! Aku benar-benar sudah muak dengan semua orang yang ada di rumah ini! Kini sudah saatnya... aku menghancurkan keluarga ini! "


Cla kemudian berdiri, dan berjalan menuju ke arah cermin yang ada di hadapannya. Ia menatap wajahnya dalam diam.


" Jika aku tidak bisa membalaskan dendam ku langsung kepada Anthony dan Kimberly... Maka aku akan membalaskan dendam ini kepada putra mereka satu-satunya... Karena jika putra tunggalnya itu terluka... Mereka, kedua orangtuanya pun akan ikut terluka! "

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2