Takdir Yang Tak Terduga

Takdir Yang Tak Terduga
Part 46


__ADS_3

Cla menggenggam kartu di tangannya dengan kuat.


" Tidak mungkin. Kalau mama dan Anthony mempunyai golongan darah yang sama, lalu kenapa golongan darahku berbeda?? " Bisiknya


Saat Cla sedang terpaku dengan pikirannya sendiri, tiba-tiba Sofi masuk ke dalam ruang keluarga dan berjalan menghampirinya.


" Apa yang sedang kamu lakukan?! " Tanya Sofi


Cla terkejut melihat kedatangan Sofi, ia dengan cepat menyimpan kartu itu kembali ke dalam sebuah buku yang ada di atas meja dan merapikannya.


" Euh.. Saya sedang merapikan buku tuan Anthony yang tertinggal. Tadi terlihat sangat berantakan, jadi saya merapikannya. " Jawab Cla sedikit gugup


Sesaat Sofi terlihat memicingkan matanya ke arah Cla, namun beberapa detik kemudian ia kembali terlihat acuh.


" Ini! " Ucapnya sambil memberikan sebuah kertas pada Cla


Cla menerima kertas itu dengan raut wajah yang terlihat bingung.


" Apa ini? " Tanya Cla


" Karena pelayan yang biasa ditugaskan untuk belanja bahan makanan sedang cuti, maka aku menyuruh mu untuk menggantikan nya berbelanja di supermarket hari ini. " Ucap Sofi


" Apa?? Belanja? " Tanya Cla


" Iya. Kenapa? Kamu pasti suka dengan tugas ini kan? Bukankah kamu sangat suka keluyuran keluar rumah? Makanya aku menugaskan mu untuk keluar dari rumah ini sebentar, dan berbelanja semua bahan makanan yang sudah aku tulis di kertas itu. " Jelas Sofi


" Tapi.. hari ini saya sedang tidak enak badan bu, saya ingin istirahat sebentar di dalam kamar. Saya juga sudah bilang pada tuan Anthony kalau saya hari ini tidak enak badan dan minta istirahat, tuan Anthony pun sudah mengijinkannya. " Ucap Cla


Sofi terlihat tidak senang dengan ucapan Cla. Ia kemudian melangkah dengan perlahan ke arah Cla, dan tersenyum sinis padanya.


" Dengar ya, jabatan ku disini adalah sebagai kepala pelayan. Jadi semua tugas para pelayan yang ada di rumah ini, aku yang mengatur. Dan aku juga yang boleh memberi mereka ijin untuk cuti bekerja atau tidak. Lagi pula kamu tidak sakit berat bukan? Kamu hanya merasa tidak enak badan saja. Dan badanmu itu masih terlihat kuat untuk bekerja. Nanti juga badanmu itu akan sembuh sendiri, jadi jangan manja! " Ucap Sofi


Cla lalu menghembuskan nafasnya dengan kasar dan menatap Sofi dengan tajam.


" Kenapa menatapku seperti itu?! Kamu berani melawan ku?! " Bentak Sofi


" Tidak bu Sofi. Kalau begitu saya akan pergi keluar untuk belanja ke supermarket. " Ucap Cla pasrah


Ia dengan terpaksa menuruti perintah Sofi. Lagipula tidak ada salahnya jika ia pergi keluar rumah sebentar, untuk menyegarkan pikirannya yang sedang kacau saat ini.


" Kalau begitu kamu pergi bersama Rian. Hari ini kan tuan tidak pergi ke kantor, jadi kamu bisa minta antar pada supir itu untuk ke supermarket. " Ucap Sofi sambil berlalu dari hadapan Cla


Cla kemudian berjalan perlahan ke arah pintu utama. Di sana ia sudah melihat Pak Rian yang sedang menunggunya di luar mobil.


" Kamu pelayanan yang disuruh Bu Sofi untuk ke supermarket? " Tanya Pak Rian langsung pada Cla

__ADS_1


" Iya Pak " Jawab Cla lesu


" Baiklah kalau begitu saya antar ya. Tapi kalau bisa belanja nya jangan lama-lama, karena saya takut nanti tiba-tiba tuan Anthony minta antar keluar rumah. " Ucap Pak Rian


" Iya Pak. Saya usahakan tidak lama. " Jawab Cla


Mereka pun naik ke dalam mobil dan langsung pergi menuju ke supermarket. Setelah beberapa menit menempuh perjalanan, akhirnya mereka tiba di area parkir supermarket.


" Saya tunggu disini saja ya. " Ucap Pak Rian


" Iya Pak. Saya belanja dulu, nanti setelah selesai saya langsung kemari. " Ucap Cla, Ia kemudian keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam supermarket.


Setelah tiba di dalam supermarket, Cla langsung mengambil troli dan mengecek kertas yang Sofi berikan padanya.


" Kenapa banyak sekali yang harus di beli?! " Bisik Cla kesal


Ia kemudian dengan cepat mengambil beberapa bahan yang sudah tertulis di dalam kertas itu, dan memasukannya ke dalam troli.


Setelah hampir satu jam Cla berbelanja, ia kemudian keluar dari supermarket sambil membawa beberapa kantong belanja di tangannya. Cla lalu bergegas ke area parkir yang ada di supermarket dan mencari mobil Pak Rian yang tadi terparkir disana.


Namun setelah beberapa menit Cla mencari, ia tidak juga menemukan mobil Pak Rian disana.


" Dimana mobilnya? Perasaan tadi disini, kenapa sekarang tidak ada? " Ucap Cla bingung saat tidak juga menemukan mobil Pak Rian


BRUK


Wanita itu terlihat jatuh tersungkur akibat bertabrakan dengan Cla.


" Ah.. Maaf Bu, saya tidak sengaja. " Jawab Cla panik sambil membantu wanita itu berdiri


" Lain kali kalau mau berbalik itu lihat-lihat dulu. Agar tidak menabrak orang yang ada di belakangmu. " Ucap wanita paruh baya itu


" Iya.. Saya minta maaf Bu, karena terburu-buru.. Saya jadi tidak memperhatikan sekitar. " Ucap Cla


Wanita itu terlihat memperhatikan penampilan Cla dari atas sampai ke bawah. Ia lalu tidak sengaja melihat kantong belanja yang ada di tangan Cla.


" Kamu belanja banyak sekali nak. " Ucap wanita itu tiba-tiba


" Oh.. Iya, ini semua milik majikan saya. Saya hanya disuruh untuk berbelanja saja. " Jawab Cla


" Oh, jadi kamu bekerja sebagai asisten rumah tangga? " Tanya nya lagi


" Iya " Jawab Cla singkat


" Apakah masih ada pekerjaan untuk wanita tua seperti ku ini? Aku sedang butuh pekerjaan. Aku sudah lama berhenti menjadi perawat, karena usiaku yang memang sudah tua. Dan mungkin saat ini juga sudah banyak perawat muda yang menggantikan perawat yang sudah tua sepertiku ini bekerja di rumah sakit. " Ucap wanita itu tiba-tiba

__ADS_1


" Bekerja? Bukankah seharusnya.. di masa tua anda ini, anda tidak perlu lagi bekerja. Bukankah ada anak yang akan merawat anda..? " Ucap Cla


" Hah..! Entahlah.. Aku pun tidak tau anakku ada dimana sekarang. Hidupku kini terasa sangat kacau dan hampa. Apa mungkin ini karma untukku? " Ucapnya


" Karma? " Tanya Cla


" Iya.. Karma karena telah membantu orang jahat! Ini memang salahku, dulu aku tergiur dengan semua imbalan yang dia berikan. Tapi setelahnya, aku jadi merasa sangat bersalah sampai sekarang. Aku merasa bersalah pada seorang ibu yang telah susah payah melahirkan anaknya, namun anak itu malah aku.. " Ucap nya menggantung


" Kenapa? Kenapa dengan anak itu? " Tanya Cla penasaran


" Ah... Tidak! Kenapa aku malah jadi curhat padamu begini. Maafkan aku ya " Ucap wanita paruh baya itu


" Iya, tidak masalah bu " Jawab Cla


" Ah iya dari tadi aku mengobrol panjang lebar, tapi aku belum tau namamu. Siapa namamu nak? " Tanya nya ramah


" Nama saya Claresta " Jawab Cla


" Nama yang bagus. Kalau namaku Laura, panggil saja aku Bu Laura. " Ucapnya sambil tersenyum pada Cla


Cla hanya mengangggukkan kepalanya. Ia kembali menatap beberapa mobil yang kini sedang terparkir di area parkir supermarket. Tapi matanya sama sekali tidak menemukan mobil Pak Rian di sana.


" Apa dia meninggalkan ku? " Bisik Cla


" Kamu sedang mencari siapa? " Tanya Laura


" Saya mencari supir yang mengantarkan saya kesini. Tapi sepertinya sekarang mobilnya tidak ada. " Jawab Cla


" Apa dia meninggalkan mu? " Tanyanya lagi


" Saya tidak tau. " Jawab Cla


" Awas saja kalau sampai Pak Rian benar-benar meninggalkanku sendiri disini " Ucap Cla dalam hati


" Memangnya kamu bekerja dimana? " Tanya Laura


" Saya bekerja di rumah seorang pengusaha yang kaya raya. Namanya Anthony Maurer! " Jawab Cla cuek dengan nada menyindir


" Apa?? Siapa?? Siapa namanya tadi?! " Tanya Laura terkejut


" Namanya Anthony Maurer " Jawab Cla lagi


" Tidak mungkin! Jadi.. Gadis ini bekerja di rumah wanita jahat itu?? kenapa sekarang dunia jadi terasa sangat sempit untukku? " Ucap Laura dalam hati


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2