Takdir Yang Tak Terduga

Takdir Yang Tak Terduga
Part 45


__ADS_3

Cla keluar dari kamarnya dengan wajah yang lesu. Tubuhnya saat ini terasa sangat lemas dan tidak bertenaga. Rasanya ia hanya ingin tiduran dan beristirahat di kamar saja, namun Sofi sama sekali tidak memberi nya izin. Sofi malah menyuruhnya untuk membersihkan ruang keluarga saat ini juga.


Cla lalu berjalan dengan perlahan menuju ke arah ruang keluarga. Saat ia baru saja masuk, matanya langsung menangkap sosok Anthony yang kini sedang duduk di sana sambil membaca sebuah buku. Cla kemudian dengan santainya masuk ke dalam ruang keluarga, dan menghampiri Anthony.


" Permisi tuan. Tadi saya ditugaskan oleh bu Sofi untuk membersihkan ruang keluarga ini, tapi sepertinya.. anda sedang bersantai disini. Jadi saya akan membersihkan nya nanti saja, setelah anda selesai. " Ucap Cla


" Ohiya. Tidak apa-apa. Kamu bersihkan saja ruangan ini, jangan hiraukan saya. " Ucap Anthony ramah


" Baiklah tuan " Jawab Cla singkat


Cla kemudian membersihkan ruang keluarga itu tanpa menghiraukan keberadaan Anthony sama sekali. Yang dia inginkan saat ini hanyalah membereskan pekerjaan nya secepat mungkin, dan kembali ke kamarnya untuk beristirahat.


Saat Cla sedang fokus membersihkan ruangan itu, Anthony diam-diam memperhatikan Cla dari tempatnya duduk saat ini. Entah kenapa ia merasa tidak asing dengan wajah Cla. Wajah itu mengingatkannya dengan seorang gadis kecil yang selama ini ia rindukan. Gadis kecil yang dulu bahkan tidak pernah ia tatap dan Ia sentuh sama sekali.


" Permisi tuan, saya akan membersihkan lantainya dulu " Ucap Cla sambil membawa sebuah alat pel


" Iya silahkan. " Jawab Anthony


Cla lalu membersihkan lantai itu dengan cepat. Ia menyadari jika sedari tadi Anthony sedang memperhatikan dirinya. Namun Cla tetap berusaha terlihat santai, walaupun kini ia merasa benar-benar tidak nyaman berada di dalam satu ruangan yang sama dengan Anthony.


" Claresta... " Panggil Anthony tiba-tiba


Cla lalu menoleh dan menautkan kedua alisnya.


" Ia tuan. " Jawab Cla


" Kalau boleh tau.. Berapa usiamu saat ini? " Tanya Anthony


" 21 tahun tuan " Jawab Cla singkat


" Ohiya. Berarti kamu seumuran dengan anak ku Xavier. " Ucap Anthony sambil tersenyum


Cla tiba-tiba menggenggam alat pel itu dengan kuat, saat Anthony menyebutkan nama Xavier. Entah kenapa, mendengar nama itu kini membuat dirinya menjadi muak dan emosi.


" Iya tuan. " Jawab Cla sambil menahan emosinya

__ADS_1


" Kalau boleh tau, orangtuamu kini ada dimana? " Tanya Anthony


Cla lalu menoleh ke arah Anthony. Ia menatap Anthony dengan tatapan yang sendu.


" Saya dari kecil hanya tinggal berdua dengan ibu saya. Kami dulu tinggal di sebuah desa yang sangat terpencil, dengan hidup yang juga sangat sederhana. " Jawab Cla


" Berdua? Kalau boleh tau, memang nya.. Ayahmu kemana? " Tanya Anthony penasaran


" Ayah saya sudah lama mati! " Jawab Cla langsung, sambil menatap mata Anthony dengan tajam


" Ah... Maaf, saya tidak bermaksud.. " Ucap Anthony menyesal


" Tidak apa-apa tuan. Lagipula, saya tidak merasa sedih dengan kepergian ayah saya. Karena dari kecil, saya tidak pernah merasakan rasanya kasih sayang langsung dari ayah saya. " Jawab Cla cepat


Anthony merasa ada sesuatu yang lain dengan tatapan yang Cla tunjukkan padanya kini. Tatapan itu terlihat sangat tajam dan menusuk di mata Anthony.


" Lalu sekarang.. Ibu kamu dimana? Kamu kan bekerja dan menginap disini. Apa ibu kamu masih tinggal di desa sendirian? " Tanya Anthony penasaran


" Ibu saya saat ini sedang dirawat di rumah sakit. " Jawab Cla


" Dirawat? Memangnya ibu kamu kenapa? " Tanya Anthony


" Koma??? "


Tiba-tiba Anthony merasa iba kepada gadis yang ada di hadapannya ini. Kehidupan nya begitu sangat pedih dan penuh perjuangan.


" Kamu pasti gadis kuat. Karena kamu menjalani kehidupan yang begitu keras dengan tegar. Jarang saya melihat gadis muda yang tangguh seperti dirimu. " Ucap Anthony memuji Cla


" Saya bukan gadis yang kuat tuan.. Saya hanya terpaksa menjadi kuat, karena kehidupan yang harus saya lalui begitu keras dan menyakitkan. " Ucap Cla


Anthony lalu tersenyum pada Cla.


" Bekerjalah disini sesuai dengan kemampuan kamu. Jangan terlalu memaksakan diri. Jika kamu sudah merasa lelah, kamu boleh beristirahat di kamarmu. " Ucap Anthony


" Mana bisa saya seperti itu tuan. Bahkan tadi saja, saya tetap dipaksa bekerja oleh Bu Sofi. Padahal saya sudah bilang padanya, bahwa hari ini saya merasa tidak enak badan. " Ucap Cla

__ADS_1


" Benarkah Sofi seperti itu? " Tanya Anthony tidak percaya


" Apa anda berfikir saya berbohong? " Tanya Cla


" Kalau begitu.. jika kamu merasa tidak enak badan dan Sofi tetap menyuruh mu bekerja, lapor saja pada nyonya Kimberly. Biar dia nanti yang bicara langsung pada Sofi. " Ucap Anthony


Cla lalu tersenyum pahit pada Anthony.


" Mana mungkin nyonya Kimberly akan membela saya. Nyonya Kimberly sepertinya tidak suka pada saya. Kemarin saja, saat saya tidak sengaja menabraknya dan membuat berkas-berkasnya berserakan di lantai, dia sangat marah.. sampai menampar pipi saya dengan keras. " Ucap Cla


" Apa?? Kimberly menamparmu?? " Tanya Anthony kaget


" Iya tuan. Bukan niat saya mengadu pada tuan, hanya saja.. Saya merasa sangat sedih diperlakukan seperti itu tuan. " Ucap Cla sambil meneteskan air matanya


" Kimberly benar-benar keterlaluan!! Kalau begitu saya akan bicara padanya soal ini! " Ucap Anthony emosi


Anthony kemudian bangkit dan pergi begitu saja dari ruang keluarga. Cla yang melihatnya hanya tersenyum dengan licik. Ia lalu kembali membersihkan ruang keluarga itu dengan cepat.


Cla kini membereskan buku milik Anthony yang tertinggal di atas meja. Saat ia sedang merapikan buku itu satu persatu, tiba-tiba sebuah kartu terjatuh dari dalam salah satu buku yang ada di tangannya. Cla kemudian mengambil kartu itu di bawah lantai dan melihatnya.


" Ini bukankah kartu tanda penduduk milik Anthony? " Bisik Cla


Ia lalu membaca kartu itu, dan tiba-tiba saja matanya terbelalak saat membaca sebuah tulisan yang tercantum di dalam kartu itu.


" Golongan darah O..? Jadi, golongan darah Anthony juga O..?? " Ucap Cla tak percaya


Ia lalu bangkit dan kembali membaca tulisan yang ada di kartu itu dengan teliti.


" Disini tertulis, golongan darah Anthony O.. " Ucap nya lagi


Cla menggelengkan kepalanya dan kembali mengingat ucapan seorang perawat yang ada di rumah sakit kemarin.


" Mungkin golongan darah anda mengikuti golongan darah ayah anda. Bisa jadi ayah anda memiliki golongan darah A juga, dan anda mewarisinya. Karena jika orang tua memiliki golongan darah A dan O, maka si anak kemungkinan akan memiliki golongan darah antara A atau O juga. "


Cla menggenggam kartu di tangannya dengan kuat.

__ADS_1


" Tidak mungkin. Kalau mama dan Anthony mempunyai golongan darah yang sama, lalu kenapa golongan darahku berbeda?? " Bisiknya


Bersambung~


__ADS_2