Takdir Yang Tak Terduga

Takdir Yang Tak Terduga
Part 38


__ADS_3

Xavier baru saja keluar dari kamarnya. Ia kemudian berjalan menuju ruang makan untuk sarapan pagi. Saat ia baru saja duduk di meja makan, tiba-tiba bu Sofi datang menghampiri nya.


" Selamat pagi tuan Xavier. " Ucap nya sambil memasang wajah kesalnya


Xavier mengerutkan alisnya, saat melihat wajah bu Sofi tidak se ramah seperti biasanya.


" Bu Sofi kenapa terlihat seperti orang kesal begitu? Apa bu Sofi belum sarapan? " Tanya Xavier sedikit bergurau, sambil memasukkan sepotong roti ke dalam mulutnya.


" Tidak tuan. Bu Sofi hanya kesal pada pelayan wanita yang bernama Claresta itu! Dia dengan seenaknya pergi keluar rumah tanpa meminta izin pada bu Sofi! Dia bilang pada satpam di depan, bahwa dia di perintahkan oleh bu Sofi untuk pergi ke supermarket terdekat. Padahal kenyataan nya bu Sofi tidak pernah menyuruhnya sama sekali. Dia benar-benar pintar berbohong! " Ucap Sofi kesal


Xavier terkejut, ia kemudian menoleh dengan cepat ke arah Sofi.


" Apa?? Maksud bu Sofi.. Claresta pergi keluar rumah?! " Tanya Xavier terkejut


" Iya! Di keluar tanpa meminta izin pada bu Sofi. Dasar gadis tidak tau malu! Liat saja kalau dia sampai pulang nanti, bu Sofi akan langsung menghukumnya. Atau bila perlu.. Bu Sofi akan langsung memecatnya saat itu juga! " Kesal nya


Xavier langsung berdiri dari duduknya dan bergegas pergi meninggalkan ruang makan.


" Tuan Xavier! Tuan mau kemana?! " Tanya Sofi terkejut saat melihat Xavier langsung pergi dari hadapannya.


Xavier kini berlari menuju kamarnya, dan langsung menyambar kunci mobil yang ada di atas nakas. Ia lalu berjalan menuju garasi dan segera naik ke dalam mobilnya.


" Aku rasa.. dia pergi ke rumah sakit. Karena tidak ada tempat lain lagi yang akan dia kunjungi, selain rumah sakit tempat ibunya di rawat. " Bisik Xavier


Xavier kemudian melajukan mobilnya dan langsung pergi menuju ke rumah sakit.




Cla tercengang mendengar biaya yang harus ia siapkan untuk operasi ibunya. Ia bingung harus mencari uang sebanyak itu darimana, sedangkan Cla sama sekali tidak punya pegangan uang sebanyak itu.



" Kira-kira.. Kapan operasi itu akan dilakukan dok? " Tanya Cla pada dokter Robi



" Lebih cepat, lebih baik. Kita sudah terlalu lama membiarkan perdarahan itu terjadi. Kini tekanan darah ibu Camelia sudah tergolong aman untuk dilakukan tindakan operasi. Jadi jika semuanya sudah di selesaikan, hari ini atau besok pun kita bisa langsung melakukan tindakan operasi itu. Agar tidak terjadi kerusakan yang lebih parah lagi pada otak ibu Camelia. " Jelas dokter Robi



Cla terdiam. Tanpa sadar air mata kembali menetes di pipinya. Kepalanya tiba-tiba terasa pening, saat memikirkan biaya yang harus ia cari untuk operasi ibunya.



" Baik dok, saya akan usahakan untuk mencari biayanya. Semoga saja saya bisa mendapatkan uang itu secepatnya. " Ucap Cla sendu



Dokter Robi pun hanya bisa menganggukkan kepalanya.



Cla kemudian bangkit dan keluar dari ruangan dokter Robi. Ia berjalan menuju kursi yang ada di dekat koridor, dan duduk termenung disana.



" Kemana aku harus cari uang sebanyak itu? " Bisik Cla



Ia kemudian menutup wajahnya dengan tangan, dan mulai terisak. Cla tidak menyangka, jika cobaan hidupnya akan seberat ini. Sekarang ia bingung harus mencari uang sebanyak itu darimana. Bahkan mengumpulkan gajinya selama satu tahun pun belum tentu cukup untuk mendapatkan uang sebanyak itu.



Saat Cla sedang menangis, tiba-tiba ia merasakan ada sebuah tangan yang menyentuh pundaknya dengan lembut.



" Cla.. " Panggil seseorang



Cla mendongakkan kepalanya dan menoleh ke arah orang itu.



" Xavier... " Bisik Cla terkejut saat melihat Xavier kini sudah ada di hadapan nya.


__ADS_1


" Cla.. Kamu kenapa menangis? " Tanya Xavier khawatir melihat Cla



Cla langsung menghapus air matanya dan bangkit dari duduknya.



" Kenapa kamu ada disini? " Cla balik bertanya pada Xavier



" Aku khawatir padamu. Tadi bu Sofi bilang kamu keluar dari rumah tanpa minta izin padanya. Lalu feeling ku mengatakan, kamu pasti pergi ke rumah sakit... Dan ternyata feeling ku memang benar. " Jelas Xavier



" Iya.. Aku dapat kabar dari pihak rumah sakit, bahwa ibuku sudah sadar dari koma nya. " Ucap Cla sambil tertunduk



" Benarkah?? Syukurlah... Akhirnya ibumu sadar juga. " Ucap Xavier terlihat ikut bahagia



" Iya " Ucap Cla sambil memaksakan seulas senyum



Saat mereka sedang terdiam dengan pikirannya masing-masing. Tiba-tiba seorang perawat berlari dengan panik dan masuk ke ruangan dokter Robi.



" Dokter! Pasien tiba-tiba mengalami kejang-kejang! " Ucap perawat itu



Dokter Robi pun dengan segera keluar dari ruangannya, dan berjalan dengan cepat menuju ke ruang ICU. Cla yang melihatnya langsung ikut panik dan berlari menuju ruang ICU tempat ibunya di rawat.



Xavier yang melihat Cla panik, juga ikut berlari mengikutinya. Namun dengan cepat Cla berbalik dan menghentikan langkah Xavier.




Di sana, Camelia terlihat kejang-kejang di atas ranjangnya. Dokter dengan cepat memberikan suntikan obat anti kejang pada lengan Camelia. Lalu setelah beberapa menit kemudian, Camelia terlihat mulai tenang kembali dan memejamkan matanya.



" Dok, kenapa dengan ibu saya?! Kenapa ibu saya kejang-kejang lagi?! " Tanya Cla khawatir



" Sepertinya kita tidak bisa menunda lagi tindakan operasinya. Kita harus melakukan nya hari ini juga, jangan sampai tekanan di dalam otaknya semakin parah. Karena itu bisa saja mengancam nyawa ibu Camelia. " Terang dokter



Cla terkejut mendengar ucapan dokter Robi. Ia kembali meneteskan air matanya. Cla tidak mau sampai kehilangan ibu nya. Ia kemudian dengan cepat berbalik dan langsung berlari keluar dari ruang ICU itu.



Cla berlari ke arah Xavier sambil menangis sesenggukan.



" Xavier... Tolong aku.. Hiks... Tolong selamatkan ibuku... Hiks... " Ucap Cla sambil menangis



" Cla, kamu kenapa??! Apa ada sesuatu yang terjadi pada ibumu?? " Tanya Xavier khawatir sambil memegang pundak Cla.



" Mama... Hiks... Mama harus segera di operasi hari ini juga. Kalau tidak nyawanya akan terancam.. Hiks.. " Ucap Cla sambil terus menangis



Entah kenapa hati Xavier saat ini terasa begitu sakit, saat melihat Cla menangis tak berdaya seperti ini.


__ADS_1


" Ssttt... Tenang Cla, jangan menangis. Aku janji akan membantu mu. Tapi aku mohon.. Jangan menangis seperti ini. " Ucap Xavier sambil menghapus air mata yang ada di pipi Cla.



Tiba-tiba seorang perawat datang menghampiri mereka berdua.



" Maaf nona Claresta. Silahkan anda tanda tangani surat persetujuan tindakan operasi untuk ibu Camelia. Anda bisa membayar biaya DP nya dulu di meja administrasi, agar operasi bisa dilaksanakan hari ini juga. " Ucap perawat itu



Cla terdiam, ia dengan ragu mengambil surat persetujuan itu dari tangan perawat yang ada di hadapannya.



" Kamu tanda tangani surat itu segera. Biar aku yang mengurus biaya administrasi nya. " Ucap Xavier tiba-tiba



Ia kemudian berbalik dan langsung melangkah menuju meja administrasi. Cla yang melihat kepergian Xavier kembali meneteskan air matanya.



" Maafkan aku, selalu merepotkan mu " Bisik Cla



Setelah semua prosedur sudah dilengkapi. Camelia langsung di bawa ke ruang operasi untuk segera ditindak. Cla dan Xavier kini sedang menunggu di luar ruang operasi.



Cla terlihat berjalan mondar mandir dengan gelisah. Xavier yang melihat ketegangan Cla, langsung menghampirinya.



" Cla, duduklah dulu. Tenangkan pikiranmu. Jangan gelisah seperti ini. Lebih baik sekarang kita berdoa, agar operasinya berjalan dengan lancar. " Ucap Xavier lembut sambil menuntun Cla untuk duduk di kursi yang ada di dekat ruang operasi.



Setelah hampir setengah jam menunggu, tiba-tiba seorang perawat keluar dari dalam ruang operasi dan menghampiri Cla.



" Suster, bagaimana operasi nya? Apa ibu saya baik-baik saja? " Tanya Cla tak sabar



" Operasi masih berlangsung nona. Tapi saat ini ibu Camelia kehilangan begitu banyak darahnya. Maka dari itu, kami membutuhkan pendonor darah yang sama untuk ibu Camelia. " Ucap suster itu



" Saya anaknya! Ambil darah saya saja suster. " Ucap Cla cepat



" Baik nona, silahkan ikut saya untuk melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. " Ucapnya lagi



Cla kemudian berjalan mengikuti perawat itu dan masuk ke dalam sebuah ruangan yang ada di sana untuk melakukan pemeriksaan. Salah satu perawat kemudian mendekati nya, dan mulai mengambil darah Cla.



" Tunggu sebentar ya nona. " Ucap nya setelah berhasil mengambil sample darah Cla



Setelah beberapa menit menunggu, perawat itu kemudian datang kembali menghampiri Cla.



" Maaf nona.. dari hasil tes darah yang kami lakukan tadi. Golongan darah anda dan nyonya Camelia dinyatakan tidak cocok. " Ujar perawat itu



" Apa??? "



Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2