
Anthony baru saja membuka pintu kamarnya. Namun ketika ia hendak melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar, ia dikejutkan dengan sosok Kimberly yang sudah berdiri di dekat pintu sambil memangku tangan dan menatapnya dengan tajam.
" Apa yang kamu lakukan hah! Mengagetkan orang saja! " Sentak nya pada Kimberly yang sudah membuatnya terkejut.
" Aku tidak menyangka, selera mu sekarang benar-benar menjijikan! Bahkan kamu sekarang sampai berani menggoda seorang pelayan wanita yang bahkan usianya mungkin hampir sama dengan putramu! " Tuduh nya pada Anthony
" Apa maksudmu? Menggoda? Siapa yang menggoda hah! " Tanyanya tak mengerti
" Kamu pikir aku tidak tau? Aku melihatmu tadi sedang berbincang dengan pelayanan wanita itu. Kamu menatapnya dengan pandangan yang tidak biasa.. Bahkan kamu menanyakan siapa namanya??! Sejak kapan kamu peduli dengan nama pelayan wanita di rumah ini hah?! " Bentak Kimberly
" Aku hanya bertanya siapa namanya. Apa itu salah di matamu?? Aku menanyakan nama pada seorang wanita bukan berarti aku mempunyai niat kotor seperti yang kamu tuduhkan itu. Aku rasa sifat posesif itu makin hari makin menggila! " Ucap Anthony yang sudah mulai muak dengan tuduhan yang selalu Kimberly katakan kepadanya.
Anthony yang tidak ingin berdebat terlalu lama dengan istrinya langsung mengambil tas kerjanya dan pergi keluar dari kamar.
Kimberly hanya bisa menggertak kan giginya melihat sikap Anthony yang mulai berubah padanya. Dulu bahkan Anthony tidak pernah berani melawan kata-katanya atau pun membentak nya seperti sekarang.
" Pasti ada yang kamu sembunyikan dariku. " Ucapnya
Kimberly pun keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang kerja Anthony yang berada tepat di sebelah kamar mereka. Ia lalu membuka pintu itu dan masuk ke dalam.
Saat Kimberly masuk, ia langsung berjalan menuju meja kerja Anthony dan membuka laci yang ada di sana. Ia mengambil beberapa map yang tersimpan rapi di dalam laci dan mulai membacanya satu persatu.
" Pasti ada sesuatu yang dia simpan disini. " Ucapnya sembari terus membuka setiap lembar kertas yang ada di dalam map.
Setelah selesai menggeledah semua dokumen yang ada di meja kerja Anthony, Kimberly sama sekali tidak menemukan sesuatu yang ia cari. Di sana hanya berisi semua dokumen tentang pekerjaan dan perusahaan saja.
Lalu tiba-tiba matanya mengarah pada sebuah pintu yang berada di ujung ruangan tersebut. Ia ingat, dulu Anthony pernah mengatakan padanya bahwa ruangan itu adalah gudang yang berisi dokumen yang sudah tidak terpakai lagi.
Kimberly yang merasa penasaran dengan tempat itu akhirnya memutuskan untuk berjalan mendekat ke sana. Ia mencoba menarik handle pintu itu, dan ternyata pintunya tidak dikunci.
Kimberly pun langsung masuk ke dalam. Ia menyalakan lampu yang ada di dalam ruangan itu. Dan ternyata memang benar, tempat itu hanya berisi setumpuk kardus dan kertas yang berserakan dimana-mana.
" Hhh... Malas sekali kalau harus membongkar semuanya! " Ucapnya
Kimberly pun hendak menutup pintunya kembali. Namun tiba-tiba matanya melihat sebuah kotak berwarna putih yang tersimpan rapi di pojok ruangan.
" Kotak apa itu? " Bisiknya
Ia yang penasaran akhirnya mendekati kotak itu dan langsung membukanya.
" Ini kan?!! " Matanya langsung terbelalak saat melihat isi yang ada di dalam kotak itu.
" Jadi dia masih menyimpan nya disini!! "
Xavier yang baru saja pulang dari kampus, langsung berjalan menuju kamarnya. Lalu ia masuk ke dalam kamar dan menyimpan tas nya di atas sofa.
Saat Xavier hendak membuka bajunya untuk berganti pakaian, ia tiba-tiba mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandinya.
Xavier yang merasa aneh, langsung mengurungkan niatnya berganti pakaian dan berjalan perlahan menuju kamar mandi yang ada di dalam kamarnya.
__ADS_1
Saat tangannya hendak membuka pintu kamar mandi, tiba-tiba pintu itu terbuka dari dalam. Dan munculah seorang wanita yang keluar dari sana dengan pakaian dan rambut yang sudah basah kuyup.
" Siapa kamu?! Sedang apa kamu disini?! " Tanya Xavier kaget saat melihat ada seorang wanita di dalam kamar mandinya.
" Ah.. Tuan Xavier. Maaf tuan... Tadi saya di perintahkan oleh bu Sofi untuk membersihkan kamar mandi tuan. Tapi saya tidak tau cara menghidupkan keran nya, akhirnya air nya pun menyembur kemana-mana dan membasahi pakaian saya tuan. " Ucap wanita itu sambil menyentuh tubuhnya yang basah kuyup dengan gerakan yang sedikit menggoda.
Xavier yang refleks memperhatikan gerakan wanita itu, tak sengaja menatap ke arah kemeja nya yang sudah basah kuyup. Dan di sana ia bisa melihat dengan jelas pakaian dalam yang wanita itu kenakan. Dengan cepat Xavier pun mengalihkan pandangannya dan membelakangi wanita itu.
" Keluar dari sini! " Usir nya pada wanita itu
" Tapi tuan.. Saya belum selesai membersihkan kamar mandi tuan, kalau begitu saya bereskan dulu... "
" Tidak usah! Cepat keluar dari sini! " Potong Xavier
Wanita itu pun menghentakkan kakinya dan melangkah cepat keluar dari kamar Xavier. Namun saat ia sudah berada di ambang pintu kamar, Xavier memanggilnya.
Wanita itu pun menghentikan langkahnya dan tersenyum ke arah Xavier.
" Iya tuan.. " Saut nya dengan senyum manis di bibirnya. Ia berfikir Xavier akan menahannya pergi. Namun...
" Jangan pernah berani menginjakkan kakimu di kamar ku lagi. Kalau sampai aku melihatmu masuk dengan seenaknya ke dalam kamarku lagi, aku tidak akan segan-segan memecat mu! " Ucap Xavier dingin, dan menatap tajam wanita itu.
Wanita itu kemudian mengepalkan tangannya kuat dan hendak melangkah pergi, namun Xavier kembali bersuara.
" Dan satu lagi.. Katakan pada bu Sofi. Jangan seenaknya menyuruh pelayan wanita masuk ke dalam kamarku! " Tekan nya
Setelah mengatakan itu, Xavier pun langsung menutup pintu kamarnya.
__ADS_1
" S\*alan! Lagi-lagi dia mengusir ku! Kalau begitu, aku akan melakukannya dengan caraku sendiri! Liat saja Xavier Maurer... Aku Bela Alice, akan membuatmu terikat padaku. Dan kamu tidak bisa lari kemana pun.. selain ke dalam pelukan ku! "
Cla mengerang dalam tidurnya. Ia bergerak gelisah ke sana kemari dengan keringat yang sudah membasahi keningnya.
Cla bermimpi.
Didalam mimpinya, Cla sedang melihat ibunya terbaring lemah di atas ranjang. Cla pun mencoba menghampiri ibunya. Namun ketika ia hendak melangkah, kakinya seperti sulit untuk digerakkan.
Lalu dari kejauhan, Cla seperti melihat bayangan seorang wanita yang sedang berjalan mendekati ibunya dengan membawa sebuah pisau ditangan kirinya.
" Jangan... Tidak... " Lirih nya
Dalam mimpinya itu, Cla masih terus berusaha menggerakkan kakinya. Namun nihil, kakinya tetap saja tidak bisa bergerak sama sekali. Hingga kemudian, ia melihat bayangan wanita itu sudah berada tepat di samping ibunya yang masih terbaring.
Dan dengan cepat wanita itu mengacungkan pisaunya ke arah sang ibu....
" TIDAK!!! ”
Cla terbangun dari tidurnya dengan nafas yang terengah-engah.
" Hah.. Hah.. Hah.. Kenapa aku bermimpi buruk seperti itu? " Ucapnya sambil mengusap keringat yang kini membasahi wajahnya.
Tiba-tiba tenggorokan Cla terasa kering. Ia melihat jam di dinding kamarnya, masih menunjukkan pukul 1 malam. Cla yang merasa haus, langsung bangkit dari ranjangnya dan hendak berjalan menuju ke dapur untuk mengambil segelas air.
Namun saat Cla sudah sampai di depan pintu, ia baru menyadari jika dirinya hanya mengenakan piyama terusan pendek yang tipis tanpa lengan.
" Ah mungkin tidak apa-apa. Hanya ambil minum sebentar, lalu kembali lagi kesini.. Lagipula siapa yang masih bangun jam segini. " Ucapnya dan langsung ke luar dari kamar.
Cla berjalan dengan cepat menuju ke arah dapur. Dilihatnya koridor sudah sepi, dan ia pun langsung belok ke arah pantry untuk mengambil segelas air.
Setelah gelas nya terisi penuh, Cla berniat kembali ke kamarnya. Namun pada saat ia akan berbelok keluar dari dapur, tak sengaja tubuhnya menabrak seseorang.
BRUKKK
Cla memejamkan matanya.
Cla mengira ia akan jatuh terdorong ke lantai. Namun setelah beberapa saat menunggu, ia tidak juga merasakan tubuhnya mendarat di lantai.
Yang Cla rasakan kini, justru dadanya terasa dingin.. dan pinggangnya terasa hangat, seperti ada sebuah tangan yang menahannya.
Cla kemudian membuka matanya perlahan. Dan betapa terkejutnya ia saat mengetahui Xavier ternyata sedang mendekap tubuhnya dengan erat.
Cla pun mendorong tubuh Xavier dan menjauh darinya.
" Apa yang kamu lakukan hah! Sengaja ya menabrak ku! " Tuduh Cla kepada Xavier
Xavier hanya terdiam di tempatnya tanpa berkata sepatah kata pun.
" Dasar menyebalkan! Aku peringatkan ya! kalau sampai kamu menyentuhku lagi.. Aku akan menendang kakimu! Mengerti! " Ucap nya lagi dengan emosi
Namun Cla melihat Xavier masih saja diam di tempatnya dan tidak meresponnya sama sekali.
Hingga akhirnya Cla menyadari, jika dari tadi tatapan mata Xavier tidak berfokus pada wajahnya melainkan pada...
" Aaaaarghhh!!! "
__ADS_1
Bersambung~