
" Ja.. Jadi maksud anda, anak kandung dari Anthony dan istrinya.. Telah anda tukar dengan anak yang lain? " Tanya Cla tidak percaya
" Iya.. 2 jam sebelum tindakan operasi, dokter kandungan yang bernama Seli itu menyuruhku untuk menukar anak itu dengan anak lain yang ada di ruangan bayi. Awalnya aku tidak mau, namun tiba-tiba wanita bernama Kimberly itu datang menemui ku dan menawarkan imbalan yang sangat menggiurkan. Dia bilang, kalau aku mau mengikuti semua rencananya.. Dia akan memberiku sebuah cek yang bisa aku isi sendiri nominal uangnya, berapapun yang aku mau. Hingga akhirnya aku pun tergiur dan.. Melakukan semua rencana yang ia suruh. " Ucap Laura sambil menunduk
Cla terpaku di tempatnya. Tiba-tiba dadanya terasa sesak, matanya kini mulai berkaca-kaca.
" Aku pun menukar anak kandung mereka yang sebenarnya berjenis kelamin laki-laki, dengan seorang anak yang sudah mereka siapkan di ruangan bayi. Dan anak yang ditukar itu.. Berjenis kelamin perempuan. " Ucap Laura lagi sambil meneteskan air matanya
DEG
" Apa??? " Ucap Cla bergetar
Tiba-tiba sekujur tubuh nya kini bergetar dengan hebat, air mata yang ia tahan sedari tadi kini mulai turun di pipinya. Ia kemudian menggelengkan kepalanya berkali-kali.
" Tidak mungkin.. Ini tidak mungkin.. Anda bohong kan? " Tanya nya pada Laura
" Andai dulu aku tidak tergiur dengan imbalan itu, mungkin sekarang anak itu bisa bersama dengan orang tua kandungnya. " Ucap Laura menyesal
" Tapi.. Tapi kenapa anak itu harus di tukar?? Bukankah Anda bilang, Kimberly juga melahirkan di waktu yang sama. Kenapa dia malah menyuruh anda untuk menukar anak Anthony dan istrinya dengan anak perempuan yang ada ruangan bayi itu. Lalu anak perempuan itu anak siapa? Apa itu anak Kimberly? Tapi kenapa Kimberly malah ingin menukarnya? " Tanya Cla tidak mengerti
" Alasan itulah yang tidak aku ketahui sampai sekarang. Aku tidak tau anak perempuan itu anak siapa. Tapi yang jelas, aku membawa anak itu ke dalam ruangan tempat istri Anthony dirawat setelah operasi.. dan aku langsung memberikan anak itu pada nya setelah ia sadar. Hingga akhirnya dia berpikir, bahwa anak kandungnya memang berjenis kelamin perempuan.. dan ia tidak curiga sama sekali. " Ucap Laura
" Tapi.. kenapa Anthony dan istrinya tidak tau kalau anak kandung mereka berjenis kelamin laki-laki? " Tanya Cla tidak mengerti
" Karena dokter Seli bilang.. mereka berdua tidak ingin mengetahui jenis kelamin anak mereka, sampai anak itu lahir. Agar momen itu menjadi sebuah kejutan untuk mereka berdua. " Jelas Laura
" Apa.. Anak kandung Anthony dan istrinya yang berjenis kelamin laki-laki itu, diberikan kepada Kimberly? " Tanya Cla tercengang
" Kurasa iya. " Jawab Laura
Cla tiba-tiba menundukkan wajahnya dan menangis.
" Kamu kenapa nak? Kenapa kamu menangis seperti itu? " Tanya Laura bingung
" Kenapa anda begitu jahat?!! " Teriak Cla tiba-tiba pada Laura
Laura terkejut mendengar teriakan Cla. Cla lalu bangkit dari duduknya dan langsung berlari meninggalkan nya begitu saja.
" Kenapa dengannya? " Bisik Laura
Disisi lain, Xavier terlihat sedang membawa 2 gelas minuman di tangannya. Ia lalu hendak menyebrangi jalan untuk kembali ke tempat Cla dan Bu Laura duduk tadi. Namun tiba-tiba matanya menangkap sosok Cla yang sedang berlari meninggalkan Laura sendiri di sana. Xavier pun dengan cepat berjalan mendekati Laura.
" Bu Laura.. Cla kemana? Kenapa dia pergi? " Tanya Xavier pada Laura
__ADS_1
Laura lalu menghembuskan nafasnya dengan perlahan dan menatap lurus ke depan.
" Aku tidak tahu. Mungkin dia kecewa padaku. " Ucap Laura pelan
Xavier lalu menyimpan dua gelas minuman itu di samping Laura.
" Minumlah dulu bu. Aku akan mengejar Cla. " Ucap Xavier
Ia lalu berbalik dan langsung berlari mengejar Cla.
Xavier kemudian mencari Cla ke sekeliling danau itu. Namun ia sama sekali tidak menemukan Cla di sana. Hingga akhirnya Xavier memutuskan untuk mencari Cla ke taman kota. Namun setelah beberapa menit ia mengelilingi taman itu, ia tetap saja tidak menemukan sosok Cla di sana.
" Cla.. Kamu kemana? " Bisiknya
Kimberly baru saja masuk ke dalam sebuah restoran. Ia lalu berjalan menuju meja yang berada di sudut restoran itu, dan menghampiri seorang pria yang sedang duduk di sana.
" Bagaimana? Apa kamu sudah mendapatkan informasi tentang gadis itu? " Tanya Kimberly langsung pada pria yang ada di hadapan nya
" Duduklah dulu nyonya, saya akan memberikan informasi yang sangat penting ini kepada anda. " Ucap pria itu
" Apa informasinya? " Tanya Kimberly lagi
Pria itu terlihat mengambil sebuah amplop di dalam tas nya dan memberikannya pada Kimberly.
" Gadis itu bernama Claresta Eren. Dia adalah putri tunggal dari seorang ibu yang bernama Camelia Eren. " Ucap pria itu
DEG
__ADS_1
" Ternyata dugaanku memang benar! " Ucapnya
" Tapi dalam riwayat nya, dia tidak pernah menuliskan siapa nama ayah kandungnya. Bahkan aku sudah mencari seluruh data tentang gadis itu, tapi tetap saja aku tidak bisa menemukan siapa nama ayah kandungnya. " Ucap pria itu lagi
" Tentu saja kamu tidak akan menemukan siapa nama ayah kandungnya. " Ucap Kimberly meledek
" Dan dari informasi yang saya dapatkan, mereka berdua dulu tinggal di sebuah desa kecil yang ada di pinggiran kota. Mereka hidup dengan sangat sederhana, sampai ibunya harus bekerja banting tulang untuk membiayai hidup mereka berdua. Hingga akhirnya ibunya pun jatuh sakit, dan gadis itu terpaksa menggantikan peran ibunya untuk mencari nafkah. Dan dari sumber informasi yang akurat, kini ibu dari gadis itu sedang mengalami koma di rumah sakit. Dia bahkan sudah koma selama 2 bulan. " Jelas pria itu
Kimberly lalu mengepalkan tangannya dengan kuat.
" Dan saat ibunya baru saja koma di rumah sakit, gadis itu langsung melamar kerja di rumah anda sebagai seorang pelayan. " Lanjutnya lagi
" Baiklah.. Tidak salah lagi. Gadis itu sepertinya sengaja bekerja di rumahku!.. Apa tujuan dia sebenarnya? Apa dia mau balas dendam? Cih! Dasar gadis s\*alan! Pantas saja saat aku pertama kali bertemu dengannya, tatapan matanya itu sudah lain saat menatapku! " Ucap Kimberly emosi
Cla masuk ke dalam ruang ICU, ia berjalan dengan gontai menghampiri Camelia yang masih terbaring lemah di ranjangnya. Ia lalu menatap Camelia dengan tatapan sendunya.
" Ma... " Panggilnya pelan
Tiba-tiba air mata kembali mengalir di pipinya. Ia lalu menutup wajahnya dengan tangan, dan mulai terisak dengan keras.
" Mama... Hiks hiks... Mama... Hiks... " Panggil nya sambil menangis tersedu-sedu
Cla lalu jatuh terduduk di lantai. Kakinya kini terasa sangat lemas, hingga ia tak sanggup untuk menopang tubuhnya sendiri.
" Apakah benar, apa yang dikatakan Bu Laura tadi?.. Aku harap itu tidak benar ma.. Hiks.. " Ucapnya sambil menangis menatap lantai
Cla kembali teringat dengan hasil tes darah yang ia jalani beberapa waktu yang lalu. Hasil tes darah itu menunjukkan bahwa darah nya dan darah Camelia sama sekali tidak cocok. Begitu pula dengan golongan darahnya dan juga golongan darah Anthony yang tidak sama.
__ADS_1
" Apakah aku bukan anak kandung kalian?? " Bisiknya pelan
Bersambung~