
" Apa?! "
Anthony terpaku ditempat duduknya. Ia benar-benar terkejut dengan ucapan dokter Frisly.
" Tidak mungkin Kimberly mandul. Buktinya, ia bisa hamil dan melahirkan seorang putra. " Ucap Anthony tidak percaya
" Itu dia yang membuat saya bingung sampai saat ini tuan. Padahal jika dipikir pakai logika, kemungkinan nyonya Kimberly untuk hamil dan melahirkan seorang anak hanya 10%. Dan kalaupun nyonya Kimberly memang hamil dan melahirkan dalam keadaan kanker itu masih ada, seharusnya itu akan sangat berbahaya dan mengancam nyawa nyonya Kimberly sendiri. " Jelas dokter Frisly
" Ta.. Tapi selama dia hamil dan melahirkan, aku tidak melihat ada yang mencurigakan sama sekali. " Ucap Anthony
" Kalau untuk itu, saya kurang tau tuan. Seharusnya jika dokter kandungan sudah mengetahui riwayat penyakit nyonya Kimberly, mereka pasti akan menyarankan untuk menggugurkan kandungan itu sejak awal. Karena kehamilan pada penderita kanker rahim akan sangat berbahaya dan mengancam nyawa sang ibu. " Jelas Dokter Frisly
Anthony menghela nafasnya, tiba-tiba kepalanya mendadak pening. Jika memang Kimberly tidak bisa punya anak, Lalu kenapa dia bisa hamil dan melahirkan putra mereka Xavier? Pikir nya.
Sore ini, Cla sudah menyelesaikan pekerjaannya. Ia kemudian memutuskan untuk kembali ke kamar dan beristirahat sebentar.
Saat Cla sudah masuk ke dalam kamar, ia langsung merogoh tasnya yang ada di dalam lemari dan mengeluarkan ponselnya.
Cla kemudian membuka ponsel itu, dan tiba-tiba saja ia terkejut karena melihat banyaknya panggilan tidak terjawab dari pihak rumah sakit.
" Ada apa ini? Kenapa pihak rumah sakit menelfon? " Tanya nya cemas
Saat Cla akan mencoba menelfon kembali pihak rumah sakit, tiba-tiba ponsel itu kembali berdering. Ternyata pihak rumah sakit menelfon nya lagi. Dengan cepat Cla langsung mengangkat panggilan itu.
" Halo! " Jawabnya cepat
" Apa benar ini dengan keluarga dari pasien Camelia Eren? " Tanya seseorang di sebrang sana
" Iya benar. Saya anaknya. Apa ada yang terjadi dengan ibu saya? Atau.. ibu saya sudah sadar dari koma nya? " Tanya Cla dengan cepat
" Kami ingin memberitahukan tentang kondisi ibu Camelia. Tadi pagi ibu Camelia sempat kritis kembali, bahkan detak jantungnya sempat berhenti. Tapi karena penanganan cepat dari dokter dan tim medis lainnya, akhirnya nyawa ibu Camelia bisa kembali terselamatkan. " Jelas nya
" Apa?! Lalu bagaimana kondisi ibu saya saat ini? " Tanya Cla mulai panik
" Sekarang sudah mulai stabil nona. Tapi kami akan terus memantau kondisi pasien, karena dikhawatirkan kejadian seperti tadi pagi terulang kembali. " Ucap nya
" Baiklah kalau begitu, terimakasih atas informasinya bu. Saya akan datang kesana sekarang untuk melihat kondisi ibu saya. " Ucap Cla
Cla kemudian menutup telfon nya. Ia harus ke rumah sakit sekarang untuk melihat kondisi ibunya. Tapi bagaimana caranya Cla bisa keluar dari rumah ini. Jika ia meminta izin pada Sofi lagi, pasti Sofi tidak akan mengizinkan ia pergi seperti waktu itu.
__ADS_1
Cla termenung sesaat. Ia mencoba memikirkan cara untuk bisa keluar dari rumah ini. Tiba-tiba sebuah ide muncul di dalam pikirannya. Cla kemudian bergegas keluar dari kamarnya dan berjalan menuju kamar Xavier.
Saat Cla sudah tiba di depan pintu kamar Xavier, ia langsung merubah ekspresi wajahnya menjadi sedih. Kemudian dengan cepat ia mengetuk pintu kamar yang ada di hadapannya.
Tok tok tok
Tak berapa lama pintu kamar itu pun terbuka. Xavier keluar dari kamarnya dan sedikit terkejut melihat Cla yang sudah ada di depan kamarnya dengan raut wajah yang terlihat sedih.
" Cla.. Kamu kenapa? " Tanya Xavier
" Xavier... Tolong aku... " Ucap Cla sedih
" Kamu kenapa? Ada apa? " Tanya Xavier yang terlihat mulai khawatir
" Ibuku... Pihak rumah sakit menelfon, katanya saat ini kondisi ibuku sedang kritis. Aku harus kesana sekarang. Jika aku minta izin pada bu Sofi untuk pergi ke rumah sakit, pasti dia tidak akan mengizinkannya seperti waktu itu. Jadi... "
" Kalau begitu aku yang akan mengantar mu! " Potong Xavier, dan langsung menarik tangan Cla.
Cla sedikit terkejut dengan reaksi Xavier yang terlihat ikut panik dan merasa khawatir kepadanya.
Xavier pun kemudian duduk di belakang kemudi, dan mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang untuk menuju ke rumah sakit.
Setelah beberapa menit perjalanan, akhirnya mereka tiba di rumah sakit. Cla dan Xavier dengan cepat berjalan menuju ruang ICU. Namun saat mereka hampir tiba di depan ruang ICU, Cla tiba-tiba menghentikan langkah Xavier.
" Xavier! Lebih baik kamu tunggu disini saja, biar aku yang masuk ke dalam. " Ucap Cla
" Ahiya.. Baiklah. Aku akan menunggu kamu disini. " Ucap nya sambil tersenyum
Sejenak Cla merasa tidak enak dengan Xavier. Namun ia tidak mau jika Xavier ikut masuk dan menjenguk ibunya. Ia hanya tidak ingin jika ibunya bertemu dengan Xavier, yang notabene nya adalah anak dari selingkuhan suaminya.
" Kalau begitu aku masuk dulu. " Ucap Cla dan langsung masuk ke dalam ruang ICU
Saat Cla masuk, ia melihat ada seorang perawat yang sedang menggantikan infus untuk ibunya. Ia kemudian mulai berjalan perlahan menuju ranjang tempat ibunya terbaring.
__ADS_1
" Suster, bagaimana kondisi ibu saya saat ini? " Tanya Cla langsung
" Saat ini kondisi nya sudah stabil. Tekanan darahnya juga sudah berangsur menurun, walaupun masih dalam kategori tinggi. Semoga saja tekanan darahnya bisa terus menurun, agar dokter bisa langsung melakukan tindakan operasi. " Jelas perawat itu
" Iya.. Semoga saja. Semoga mama bisa cepat pulih, aku sudah rindu dengan mama.. " Ucap Cla. Ia mulai meneteskan air matanya.
" Yang sabar ya nona.. Keajaiban itu pasti ada. Buktinya, hampir saja tadi ibu Camelia kehilangan nyawanya.. tapi takdir berkata lain. Dia masih hidup sampai sekarang, walaupun masih dalam keadaan koma. " Ucap perawat itu
" Iya semoga saja.. Aku tidak mau sampai kehilangan mama. Karna mama adalah satu-satunya keluarga yang aku miliki di dunia ini. " Ucap Cla
" Bukankah ibu Camelia juga mempunyai seorang kakak perempuan ya? " Tanya perawat itu sambil tersenyum
" Kakak perempuan? " Tanya Cla dengan alis yang bertaut
" Iya.. Waktu itu ada kakak perempuan nya yang datang kesini untuk menjenguk ibu Camelia. Dia terlihat sangat sedih melihat kondisi adiknya, bahkan dia juga sampai menangis saat saya menceritakan penyakit ibu Camelia hingga akhirnya ibu Camelia mengalami koma. " Ucap perawat itu
Cla mengerutkan dahinya. Ia tidak mengerti apa yang sedang perawat ini katakan.
" Tunggu.. Kakak perempuan siapa yang suster maksud? Ibu saya ini tidak punya kakak perempuan. Dia itu anak tunggal. " Jelas Cla
" Apa?? Tapi... Waktu itu ada seorang wanita yang datang kemari, dia bilang ingin menjenguk ibu Camelia dan mengaku sebagai kakak perempuan nya. " Terang suster itu
Cla membelalakkan matanya.
" Benarkah? " Tanya Cla lagi
" Benar nona. Wanita itu perawakannya tinggi dan langsing. Rambutnya juga ikal dan panjang. sepertinya dia berumur sekitar 40 an. Tapi dia masih terlihat awet muda, dan penampilannya pun juga sangat elegan, seperti... orang kalangan atas. " Jelas suster itu lagi
Cla menautkan alisnya. Kenapa ia merasa tidak asing dengan gambaran wanita itu. Perasaanya mulai tidak enak.
Apa jangan-jangan wanita itu... Kimberly Maurer??? Pikir nya
Bersambung~
__ADS_1