
Mobil Kimberly sudah masuk ke dalam halaman rumahnya. Ia turun dari mobil sambil membawa sebuah map yang diberikan oleh dokter Frisly tadi. Kimberly kemudian melangkah masuk ke dalam rumahnya dengan perasaan yang kesal. Ia teringat kembali dengan ucapan dokter Frisly, soal Anthony yang sudah mengetahui tentang penyakit nya itu.
" Dasar dokter s*alan " Bisiknya
Ia kemudian melangkah ke arah ruang tamu. Namun karena ia berjalan dengan cepat dan kurang fokus, ia tak sengaja menabrak seorang pelayanan wanita yang hendak berjalan berlawanan arah dengannya.
BRUK!
Map yang ada di tangan Kimberly jatuh ke lantai, dan kertas yang ada di dalamnya berserakan kemana-mana.
" Dasar s*alan! Kamu punya mata tidak hah?! " Teriaknya pada pelayan wanita itu, sambil melihat isi map nya yang kini sudah berserakan di lantai.
" Maaf nyonya saya tidak sengaja. Lagipula, bukankah anda yang berjalan dengan cepat dan tidak memperhatikan sekitar? " Ucap pelayan itu
" Apa?! " Teriak Kimberly
Ia kemudian menoleh ke depan, untuk melihat siapa pelayanan wanita kurang ajar yang telah menabraknya itu.
" Kamu lagi?! Memang benar-benar pelayan kurang ajar ya kamu! " Bentak Kimberly
Cla menatap Kimberly dengan santai nya. Ia kemudian berjongkok dan hendak mengambil beberapa lembar kertas milik Kimberly yang kini sudah berserakan di lantai.
Saat Cla mengambil selembar kertas yang ada di lantai, tak sengaja matanya membaca tulisan yang tertera di sana.
" Persetujuan operasi pengangkatan rahim? " Bisiknya
" Kembalikan itu padaku!! " Teriak Kimberly panik sambil merebut kertas itu dari tangan Cla
Ia kemudian memungut semua kertas yang ada di lantai itu dengan asal dan memasukkannya kembali ke dalam map.
" Berani sekali kamu mengintip barang majikanmu hah?! Dasar pelayan tidak punya sopan santun! Ku pecat baru tau rasa ya! " Teriaknya
Kimberly kemudian dengan cepat melangkah pergi hendak meninggalkan Cla.
" Kenapa anda begitu panik?! " Ucap Cla sambil berbalik dan menatap Kimberly
" Bukan urusanmu! " Ucap Kimberly sambil terus berjalan
Namun, ucapan Cla selanjutnya mampu membuat langkah kaki Kimberly langsung terhenti dan terpaku ditempat nya.
" Apa anda takut jika ada orang yang tau tentang penyakit anda?! " Ucap Cla lantang
Kimberly dengan cepat berbalik dan menatap Cla dengan tajam.
" Apa maksudmu?! " Bentak nya
Cla kemudian melangkah maju menghampiri Kimberly, dan berdiri tepat di hadapan wanita itu.
" Anda bilang pada semua orang, kalau anda dirawat di rumah sakit karena keracunan setelah meminum jus jeruk yang saya buatkan untuk anda. Tapi pada kenyataannya, anda dirawat di rumah sakit bukan karena keracunan makanan bukan? " Tanya Cla pada Kimberly
" Heh! Pelayan kurang ajar! Apa maksudmu hah?! Aku masuk rumah sakit itu karena ulahmu s*alan! " Bentaknya
__ADS_1
" Anda bohong. Pada kenyatannya, anda tidak meminum jus itu sama sekali bukan? Dan yang anehnya lagi.. Bukankah selain sakit perut, anda juga mengalami pendarahan yang hebat? " Tanya Cla
DEG
Kimberly membelalakkan matanya. Ia merasa terkejut, karena Cla mengetahui soal pendarahan itu.
" Apakah keracunan makanan bisa menyebabkan pendarahan? " Tanya Cla lagi
" Darimana kamu tau? " Tanya nya lagi
" Tentu saja saya melihat semuanya, dengan mata kepala saya sendiri. " Ucap Cla
Kimberly terdiam di tempatnya
" Saya hanya merasa bingung. Kenapa anda harus sampai menutupi itu semua, dan dengan tega menuduh saya sebagai penyebab anda masuk ke rumah sakit. " Ucap Cla
Kimberly tersenyum dengan sinis ke arah Cla. Ia kemudian menatap Cla dengan tatapan yang merendahkan.
" Memangnya kenapa? Kamu keberatan dengan itu? " Tanya nya
" Tentu saja. Saya merasa keberatan dengan tuduhan anda. Maka dari itu, saya langsung mengatakan semuanya kepada tuan Anthony tentang apa yang sebenarnya terjadi. Termasuk pendarahan yang anda tutupi itu. " Jawab Cla dingin
" Apa?! Jadi kamu yang mengatakan itu semua pada Anthony! Pantas saja dia mencurigai ku di rumah sakit! " Teriak Kimberly pada Cla
" Kenapa? Anda sepertinya takut jika tuan Anthony tau tentang penyakit anda yang sebenarnya. " Ucap Cla
" Tutup mulutmu! " Teriak Kimberly murka
Kimberly tercengang, ia terkejut mendengar Cla yang ternyata mengetahui tentang penyakitnya.
" Da.. Darimana kamu tau? " Tanya Kimberly terkejut
" Aku tidak menyangka, jika orang angkuh seperti anda mempunyai penyakit yang cukup berat seperti itu. Sampai anda harus melakukan operasi pengangkatan rahim.. Apakah tuan Anthony sudah mengetahui tentang ini? " Ucap Cla tenang
" Tutup mulutmu s*alan! " Geram Kimberly
" Kenapa anda terlihat sangat takut? Seperti nya.. selain tentang penyakit itu, ada rahasia lagi yang anda sembunyikan dari suami anda. " Ucap Cla
" Sudah ku bilang tutup mulutmu s*alan! "
PLAK
Kimberly menampar pipi Cla. Cla terdiam.
Ia kemudian menyentuh pipi kirinya yang kini terasa panas.
" Dasar pelayan kurang ajar! Berani sekali kamu berbicara seperti itu kepada majikanmu hah?! " Teriak Kimberly
Xavier yang baru saja pulang dari kampusnya terkejut mendengar suara teriakan Kimberly. Ia kemudian berjalan dengan cepat menuju ke arah suara itu.
Saat tiba di ruang tamu, Xavier sedikit terkejut saat melihat Kimberly sedang berteriak di depan Cla yang kini sedang menunduk sambil memegang pipi nya. Ia kemudian berjalan menghampiri mereka berdua.
__ADS_1
" Ada apa ini mah? Kenapa teriak-teriak? " Tanya Xavier kepada Kimberly
" Ini! Pelayan s*alan ini sudah berani berbicara kurang ajar kepada mamah! Dia pikir dia siapa? berani berbicara seperti itu hah! " Ucap Kimberly emosi
Xavier kemudian menoleh ke arah Cla yang kini sedang menunduk. Ia kemudian menyentuh pundak Cla dengan lembut.
" Cla, ada apa? " Tanyanya
Cla kemudian mendongakkan kepalanya dan menatap Xavier dengan sendu. Xavier terkejut saat melihat pipi Cla kini sudah basah karena menangis.
" Cla, kamu kenapa? Katakan padaku ada apa? Kenapa kamu menangis? " Tanya Xavier khawatir
" Nyonya Kimberly... Dia... Menamparku " Ucap Cla sambil menoleh ke arah Kimberly
" Apa?! " Ucap Xavier terkejut
Ia kemudian dengan cepat menoleh ke arah Kimberly yang terlihat santai sambil memangku tangannya.
" Mah, apa benar mamah menampar Claresta?! " Tanya nya emosi pada Kimberly
" Iya. Memangnya kenapa? Wanita s*alan ini sudah berani bicara kurang ajar pada mamah. Jadi mamah harus memberinya pelajaran agar dia sadar, dia itu sedang berbicara dengan siapa! " Ujar Kimberly
" Tapi aku tidak berbicara kurang ajar. Aku hanya tidak sengaja melihat isi map yang nyonya bawa. Nyonya lalu marah padaku, sampai berkata kasar dan menamparku. " Ucap Cla sambil terisak kembali.
Xavier lalu menatap Kimberly dengan tatapan kecewanya.
" Kenapa mamah dari dulu tidak pernah berubah?! Apa mamah tidak bisa bersikap lembut dan tidak egois seperti ini?! " Ucap Xavier
" Apa? Kamu bilang apa barusan? Berani sekali kamu mengajari mamah seperti itu! " Ucap Kimberly yang mulai emosi dengan perkataan Xavier
" Maaf mah.. Aku selama ini selalu diam saat melihat mamah menindas orang lain seperti ini. Tapi sekarang, aku tidak bisa hanya berdiam diri dan membiarkan mamah berbuat semena-mena lagi kepada orang lain. Terutama Cla... Aku tidak akan membiarkan mamah menindas Cla seperti ini lagi! " Ucap Xavier
" Apa? Kamu berani membantah mamah dan membela wanita kurang ajar ini? Memangnya dia siapa hah?! Hanya pelayan miskin yang tidak tau diri. Bahkan harga dirinya saja tidak setara dengan harga sepatu mamah! " Ucap Kimberly
" Cukup mah! " Bentak Xavier
" Nyonya Kimberly. Saya memang bukan orang kaya seperti anda. Tapi bukan berarti anda bisa seenaknya menginjak harga diri saya seperti itu. " Ucap Cla sambil menangis
" Kenapa kamu hah? Bukankah tadi kamu sangat lancang sekali melawan perkataanku. Kenapa sekarang jadi sok lemah seperti ini?! Apa kamu sedang berakting?! " Bentak Kimberly pada Cla
Cla kemudian diam-diam tersenyum sinis ke arah Kimberly. Ia dengan segera berbalik sambil terus menangis, dan berlari meninggalkan Kimberly dan Xavier di sana.
" Mamah cukup! Sifat mamah membuatku muak! Kalau mamah seperti ini terus, aku tidak akan segan-segan mengadukan hal ini pada papah! " Ancam Xavier
Kimberly langsung terdiam dan hanya bisa mengepalkan tangan nya dengan kuat.
Sedangkan Cla.. Ia kini sedang bersembunyi di balik tembok sambil tersenyum dengan licik.
" Akan kubuat keluargamu sendiri membenci dirimu Kimberly... Dan setelah itu, aku akan melihatmu tersiksa sendirian. " Batin nya
Bersambung~
__ADS_1