
Xavier masih tersenyum saat mengingat kembali pertemuan pertamanya dengan gadis bernama Claresta itu. Ia tidak menyangka jika takdir benar-benar mempertemukannya kembali dengan gadis yang entah sejak kapan telah mengisi hatinya.
Bahkan saat Claresta menabraknya di koridor kemarin ia sempat berfikir bahwa itu hanya sebuah mimpi.
" Benar-benar takdir yang tak terduga " Ucapnya
" Kali ini, tak akan aku biarkan kamu menghilang lagi.. "
Waktu telah menunjukan pukul 10 malam. Kimberly berjalan bolak-balik dengan gelisah menunggu kepulangan suaminya dari kantor.
" Kenapa dia belum pulang juga?! Apa jangan-jangan dia sedang bersama wanita lain?!! " Ucapnya frustasi
" Bekas lipstik siapa yang ada di jas nya itu.. Apa selama di Prancis dia bertemu wanita lain?!! Awas saja kalau sampai dia benar-benar mengkhianati ku! "
Saat ia sedang berasumsi dengan pikiran negatifnya, tiba-tiba terdengar suara pintu kamar yang terbuka. Ia menoleh dan melihat Anthony yang baru masuk kedalam kamar.
" SIAPA WANITA ITU?!! " teriak Kimberly
Anthony sedikit terperanjat saat mendengar suara teriakan istrinya itu.
" Apa-apaan kamu ini hah! Teriak-teriak tidak jelas seperti itu! " Ucap Anthony yang mulai tersulut emosi karena diteriaki istrinya.
Kimberly pun membawa jas coklat milik Anthony tadi dan melemparkannya tepat di depan wajah suaminya itu.
" Lihat!! Apa itu?!! Kenapa ada bekas noda lipstik seorang wanita di kerah jas mu hah?! "
Anthony yang masih bingung dengan tuduhan yang dilontarkan istrinya, langsung mengambil jas coklat itu di bawah lantai dan melihatnya. Ia pun menemukan bekas noda lipstik merah di sana. Alisnya bertaut, ia bingung.. kenapa ada bekas noda lipstik itu di kerah jas nya.
" Katakan padaku! Kamu berselingkuh dengan wanita lain kan?!! Siapa wanita itu hah?!! Berani-berani nya kamu selingkuh di belakangku Anthony..!!! " Teriak Kimberly tak terkendali.
" Apa kamu menemui wanita lain di Prancis?! Aahh atau jangan-jangan... kamu menyewa wanita bayaran di sana, dan tidur dengan wanita-wanita j*lang itu hah?!! " Tuduh lagi nya kepada Anthony
" TUTUP MULUTMU S*ALAN.. !! " Teriak Anthony penuh emosi karena sudah tidak tahan dengan tuduhan yang dilayangkan oleh istrinya itu.
" Apa??? S*alan??? Kamu bilang aku s*alan tadi??? Berani-berani nya kamu menyebutku seperti itu br*ngsek.!!! " Ucap Kimberly emosi dan tidak terima dengan ucapan Anthony kepadanya tadi.
Ia pun mendekati Anthony dan memukulnya dengan membabi buta. Anthony yang sudah tidak tahan lagi dengan sikap istrinya itu langsung menarik tangan Kimberly dan menghempaskan tubuhnya keatas kasur.
" Cukup!!! " Bentak Anthony kepada Kimberly
" Kamu... Mendorong ku??? Berani sekali kamu hah! Dasar br*ngsek!!! " Teriak Kimberly yang merasa tercengang dengan apa yang barusan Anthony lakukan kepadanya. Karena selama ini suaminya itu tidak pernah berbuat kasar sedikit pun kepadanya. Bahkan sejak pertama mereka saling mengenal, Anthony sama sekali tidak pernah membantah ataupun menolak permintaannya, apalagi berbuat kasar seperti ini.
" Kenapa hah??! Kamu takut.? Kamu takut karena sudah ketauan selingkuh?!! Dasar baj*ngan kamu Anthony..!! " Teriaknya lagi kepada suaminya itu.
__ADS_1
" CUKUP!! SUDAH CUKUP!! " Emosi Anthony pun sudah mencapai puncaknya. Ia sudah tidak tahan dengan semua tuduhan dan kata-kata kasar yang dilontarkan Kimberly kepadanya.
" Aku sudah muak denganmu.!! " Ucapnya dan langsung pergi keluar dari kamar.
Kimberly yang melihatnya hanya bisa tercengang menatap kepergian suaminya. Ia mengepalkan kedua tangannya dengan kuat.
" Aaarggghhhhh...!!!!!! ”
Ia berteriak tak terkendali dan mengacak semua barang-barang yang ada di kamarnya.
Kimberly tidak menyangka jika Anthony akan berpaling darinya. Siapa wanita itu?
Kimberly tidak akan tinggal diam. Dia bersumpah akan mencari tau sendiri siapa sosok wanita yang telah menggoda suaminya itu.
Hari sudah menunjukkan pukul 7 malam. Setelah selesai makan malam, Cla langsung menuju kamarnya. Seperti biasa, ia pasti akan menelpon pihak rumah sakit untuk menanyakan kondisi ibunya.
Jawaban dari pihak rumah sakit pun masih tetap sama seperti kemarin. Belum ada kemajuan tentang kondisi ibunya saat ini, entah sampai kapan ibunya akan sadar dari koma nya. Cla sendiri tidak tau. Yang terpenting saat ini adalah ia harus tetap mencari uang untuk biaya perawatan ibunya, dan juga fokus pada tujuan utamanya datang ke rumah ini.
Xavier berjalan menuju ruang makan untuk sarapan pagi. Setelah ia tiba disana, ia melihat ibunya sedang sarapan di meja makan seorang diri.
" Selamat pagi mah " Ucap Xavier kepada Kimberly
" Selamat pagi " Jawab Kimberly sambil memasukan sepotong roti ke dalam mulutnya.
" Apa kamu melihatnya disini?? Kalau dia tidak ada, berarti dia tidak sarapan di rumah! " Jawabnya ketus
Xavier pun hanya bisa menghela nafasnya saat menerima jawaban ketus dari ibunya. Kemudian ia duduk di kursi yang berada di sebrang Kimberly dan mengambil sepotong roti untuk sarapan.
" Hari ini mamah akan keluar, mungkin akan pulang larut malam. Jika papah mu pulang nanti dan menanyakan mamah. Bilang saja mamah ada urusan! " Ucapnya kepada Xavier.
Tanpa menunggu jawaban dari Xavier, Kimberly pun beranjak dari duduknya dan melenggang pergi begitu saja.
Sekali lagi, Xavier hanya bisa menghela nafasnya mendapati sikap ibunya yang seperti itu.
Setelah selesai sarapan, Xavier kembali ke kamarnya. Ia berniat mandi dan mengganti pakaiannya untuk pergi bertemu dengan Brian dan Morgan.
Saat ia sudah tiba di depan pintu kamarnya. Xavier dikejutkan dengan keberadaan seorang pelayanan wanita yang ada di dalam kamarnya. Pelayanan itu terlihat hendak membereskan buku-bukunya yang berserakan di atas meja.
" Apa yang kamu lakukan disini? " Tanya Xavier pada pelayan wanita itu.
" Oh tuan... Maaf. Bukan saya bermaksud lancang. Tadi saya lewat di depan kamar tuan, pintunya setengah terbuka. Dan tak sengaja saya melihat kamar tuan berantakan. Jadi saya berniat untuk membereskannya tuan. " Ucapnya
" Siapa namamu? " Tanya Xavier dengan alis yang bertaut saat melihat pelayan wanita ini terasa asing di matanya.
__ADS_1
" Ah, perkenalkan tuan nama saya Bela. Saya baru bekerja disini selama 1 bulan. Biasanya pekerjaan saya di bagian belakang. Tapi karena hari ini pekerjaannya tidak terlalu banyak, jadi.. Saya bisa kok membantu membereskan kamar tuan. " Ucap Bela dengan senyuman manis di bibirnya.
" Rumah bagian belakang? " Tanya Xavier lagi
Bela pun mengangguk dengan malu-malu.
Tiba-tiba sebuah senyum licik muncul di wajah tampan Xavier.
" Kalau begitu, kamu kenal kan dengan pelayan yang bernama Claresta?? " Tanyanya pada Bela
" Iya tuan saya kenal " Jawab Bela sambil mengangguk.
" Suruh dia datang kemari dan bereskan kamarku!! "
Mobil Kimberly tiba di area parkir rumah sakit. Ia sudah membuat janji dengan dokternya untuk pemeriksaan. Dan memang jadwal kontrolnya pun tepat pada hari ini.
Kemudian Kimberly turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah sakit. Ia langsung berjalan menuju meja informasi yang ada di sana.
" Apakah dokter Frisly ada di ruangannya? " Tanya nya pada seorang petugas yang ada di depan meja informasi.
" Dokter Frisly masih dalam perjalanan nyonya. Mungkin beliau akan sampai sekitar 5 menit lagi. Anda bisa menunggunya sebentar di ruang tunggu yang ada sebelah sana. " Ucap petugas itu ramah sambil menunjuk ruang tunggu yang ada di sebelah kanan di dekat meja administrasi.
" Oke " Jawabnya singkat dan langsung berjalan menuju ruang tunggu disana.
Kimberly pun duduk di ruang tunggu itu sambil memainkan ponselnya. Setelah beberapa lama menunggu, ia mulai bosan dan berniat menelfon sendiri dokter Frisly untuk menanyakan keberadaannya.
Saat menunggu jawaban panggilan di sebrang sana, tiba-tiba tak sengaja ia mendengar ucapan seorang perawat yang sedang berada di depan meja administrasi.
" Tolong berikan rincian biaya perawatan rumah sakit atas nama pasien Camelia Eren. " Ucap perawat itu kepada petugas yang ada di meja administrasi.
Seketika Kimberly menurunkan ponsel yang berada di telinganya, untuk memastikan pendengarannya.
" Camelia Eren.. Pasien dokter Robi yang sedang koma itu kan? " Tanya petugas administrasi itu kepada perawat di hadapannya untuk memastikan.
" Iya benar "
DEG...
Seketika mata Kimberly terbelalak
" Camelia Eren??? "
Bersambung~
__ADS_1