
Cla terbangun dari tidurnya saat jam di dinding masih menunjukkan pukul 1 malam. Ia merasa tubuhnya kini seperti meriang dan tidak enak badan. Cla kemudian bangkit dari tidurnya dan duduk di tepi ranjang.
" Seperti nya aku demam " Bisik nya sambil menyentuh keningnya yang terasa panas.
Cla lalu memutuskan untuk keluar dari dalam kamarnya dan pergi ke arah dapur untuk mengambil obat demam yang di taruh di sana. Kemudian ia berjalan dengan perlahan menuju ke arah koridor.
Saat Cla sedang berjalan melewati ruang keluarga, ia tidak sengaja melihat Anthony yang sedang duduk termenung disana. Sepertinya Anthony baru saja pulang dari kantor, karena ia masih terlihat memakai stelan jas kantornya dengan lengkap.
Cla kemudian hendak berbalik dan berjalan kembali menuju ke arah dapur. Namun tiba-tiba ia melihat Kimberly kini sedang berjalan menuju ruang keluarga dan mendekati Anthony.
" Kenapa jam segini baru pulang?! " Tanya Kimberly langsung, saat ia sudah berada tepat di hadapan Anthony yang kini sedang duduk di sofa ruang keluarga.
Anthony kemudian menatap Kimberly dalam diam. Ia tidak menjawab pertanyaan Kimberly, dan mulai bangkit dari duduk nya.
" Aku lembur " Jawabnya singkat
Anthony pun hendak berbalik dan melangkah meninggalkan Kimberly, namun dengan cepat Kimberly menahan tangannya.
" Kamu kenapa hah?! Kamu pikir aku tidak tau kalau sekarang kamu sedang berusaha menghindari ku?! " Tanya Kimberly penuh emosi
" Kecilkan suara mu. Suaramu itu bisa membangunkan semua orang yang ada di dalam rumah ini. " Ucapnya tajam
" Aku tidak peduli. Jawab saja pertanyaan ku. Kenapa kamu menghindari ku?! Sejak kepulanganku dari rumah sakit, sikapmu mendadak jadi berubah seperti ini. Ada apa hah?! " Tanya nya pada Anthony
Cla bersembunyi di balik tembok yang ada di dekat ruang keluarga. Ia mulai mencoba menguping pembicaraan mereka.
" Sekarang aku tanya padamu. Apa kamu pernah menyembunyikan sesuatu dariku? " Tanya Anthony
" Menyembunyikan sesuatu? Apa maksudmu hah? Aku tidak mengerti! " Jawab Kimberly
Anthony kemudian menarik nafasnya dan menatap tajam ke arah Kimberly
" Kenapa kamu berbohong padaku? Kamu bilang kamu masuk ke rumah sakit karena keracunan makanan, padahal kenyataanya tidak! " Ucap Anthony
Kimberly sedikit terkejut dengan ucapan Anthony, namun dengan cepat ia mengendalikan keterkejutan nya dan mulai berakting seolah-olah tidak mengerti apa maksud dari perkataan Anthony barusan.
" Maksud kamu apa hah? Kamu tidak dengar penjelasan dokter kemarin. Jelas-jelas dokter sendiri yang bilang bahwa aku sakit perut karena keracunan makanan. " Ucap Kimberly
" Apakah keracunan makanan bisa menyebabkan pendarahan juga? " Tanya Anthony sambil menatap Kimberly dengan intens
Kimberly terkejut. Ia membelalakkan matanya saat mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Anthony.
__ADS_1
" A.. Apa yang kamu bicarakan hah? Aku benar-benar tidak mengerti. Pendarahan? Siapa maksudmu yang mengalami pendarahan? " Tanya Kimberly gelagapan
" Baguslah kalau kamu tidak mengerti. Biar aku yang cari tau sendiri! " Jawab Anthony
Anthony pun langsung berbalik dan berjalan meninggalkan Kimberly. Kimberly kemudian mengerutkan alisnya, ia mencoba mencerna perkataan yang Anthony ucapkan tadi.
" Apa yang dia katakan tadi? Apa jangan-jangan..dia sudah mengetahui tentang pendarahan itu? " Bisik Kimberly
Kini Kimberly terlihat begitu panik dan mulai gelisah di tempatnya.
" Apa jangan-jangan.. Anthony sudah mengetahui tentang penyakit kanker rahim yang aku derita? " Bisiknya
Kimberly kemudian berjalan dengan cepat meninggalkan ruang keluarga itu dan menyusul Anthony menuju kamar mereka.
Cla yang mendengar pembicaraan itu mulai menautkan alisnya.
" Kanker rahim? Jadi.. Wanita itu menderita penyakit kanker rahim? " Bisiknya terkejut
Tiba-tiba Cla merasa kepalanya mendadak pusing. Ia kemudian mencoba berjalan dengan perlahan menuju ke arah dapur. Namun karena tubuhnya yang terasa begitu lemas, Cla mulai kehilangan keseimbangan dan akhirnya jatuh terduduk di lantai.
" Cla! " Teriak seseorang di belakangnya
Cla kemudian menoleh dan menatap Xavier yang kini sedang berlari kearahnya. Xavier lalu membantu mengangkat tubuh Cla untuk berdiri dan memapahnya menuju ke arah dapur.
" Ini minumlah " Ucapnya sambil memberikan gelas berisi air kepada Cla
Cla mengambil gelas itu dari tangan Xavier dan meminum nya sampai habis.
" Kamu kenapa keluar dari kamar jam segini? Wajahmu juga terlihat pucat. Apa kamu sakit? " Tanya Xavier khawatir
Cla hanya menggeleng kan kepalanya dan tertunduk dengan lesu. Xavier kemudian menempelkan tangannya ke arah kening Cla. Dan betapa terkejutnya ia saat merasakan kening Cla kini terasa begitu panas.
" Ya ampun Cla.. Badan kamu panas sekali. " Ucapnya panik
Xavier kemudian mengambil sebuah termometer digital yang ada di dalam lemari dan menempelkannya ke arah kening Cla.
" Benar kamu demam. " Ucap Xavier saat melihat suhu tubuh Cla di termometer menunjukkan angka 38,5 derajat.
Xavier lalu mengambil sebuah kotak obat yang ada di dalam lemari dan mencarikan obat demam untuk Cla. Saat ia sudah menemukannya, Xavier dengan segera membuka obat itu dan memberikannya pada Cla.
" Ini. Minumlah obat ini, agar demam kamu segera turun. " Ucap Xavier
__ADS_1
Cla lalu mengambil obat itu dari tangan Xavier dan langsung meminumnya.
" Terimakasih " Ucap Cla pada Xavier
Tak lama kemudian, Cla merasakan tubuhnya kini terasa menggigil seperti kedinginan. Ia langsung memeluk tubuhnya dengan kedua tangan nya.
" Kamu kenapa Cla? Apa kamu kedinginan? " Tanya Xavier khawatir
Cla tidak menjawab nya. Ia hanya sibuk menggosokkan tubuhnya sendiri dengan kedua tangannya.
" Dingin " Lirih nya
Xavier yang melihat Cla begitu kedinginan, refleks langsung memeluk tubuh Cla dengan erat.
" Apa sekarang masih terasa dingin? " Tanya nya
" Dingin " Bisik Cla lagi
Xavier kemudian memperhatikan bibir Cla yang kini sudah bergetar hebat akibat kedinginan. Ia mulai panik dan terus memeluk tubuh Cla sambil menggosokkan tangannya pada punggung Cla.
" Dingin.. " Ucap Cla terus menerus, seperti orang yang sedang mengigau
Xavier yang sudah diselimuti rasa panik dan khawatir melihat kondisi Cla, langsung menggendong tubuh Cla ala bridal style dan membawanya menuju ke arah kamar Xavier.
Setibanya di dalam kamar, Xavier langsung menidurkan tubuh Cla di atas ranjangnya. Xavier kemudian menyelimuti tubuh Cla dengan selimut yang ada di sana.
" Dingin... Dingin... " Cla terus menerus mengigau kedinginan
Xavier lalu mengambil beberapa helai selimut lagi yang ada di dalam lemari kamarnya, dan mulai menyelimuti tubuh Cla dengan selimut-selimut itu.
" Dingin... " Cla masih saja mengigau kedinginan. Dan tubuhnya pun masih terlihat menggigil walaupun sudah dilapisi 3 helai selimut hangat sekalipun.
Xavier sudah mulai merasa frustasi dan panik melihat kondisi Cla yang kini terbaring di atas kasurnya sambil mengigil dengan hebat. Ia mulai memikirkan cara agar tubuh tidak kedinginan lagi.
" Tidak ada cara lain.. Maafkan aku Cla. " Bisik Xavier
Xavier kemudian melepaskan kaos yang ia kenakan dan langsung naik ke atas kasurnya. Ia lalu masuk ke dalam selimut itu dan mulai memeluk tubuh Cla dengan erat.
" Semoga ini bisa membantu mu menjadi hangat kembali Cla " Bisik nya pada Cla yang kini mulai terlelap di dalam pangkuannya.
Xavier merasa kini jantungnya berdegup dengan sangat cepat saat memeluk tubuh Cla seperti ini. Tapi ia mencoba tetap tenang dan fokus. Karena niatnya memeluk Cla saat ini hanya untuk menghangatkan tubuh Cla yang sedang kedinginan saja. Tidak lebih dari itu.
__ADS_1
Bersambung~