
Cla membuka matanya dengan perlahan. Ia mulai mengerjapkan matanya, saat merasakan sinar matahari kini mulai menusuk ke dalam matanya melalui celah jendela yang ada di dalam kamar.
Cla hendak bangkit dari tidurnya, namun tiba-tiba ia merasa seperti ada sebuah tangan yang sedang memeluknya dengan erat dari belakang. Ia kemudian membalikkan tubuhnya dan menoleh ke arah belakang. Seketika Cla langsung terkejut saat melihat sosok Xavier kini sedang tertidur lelap di sampingnya.
Cla memperhatikan sekelilingnya, ia menyadari jika kini mereka sedang berada di dalam kamarnya. Tiba-tiba sekelebat bayangan kejadian tadi malam melintas di kepalanya. Dengan cepat Cla membuka selimut yang kini membungkus tubuhnya.
Mata Cla langsung terbelalak kaget saat menyadari jika kini tubuhnya yang berada di bawah selimut itu, sudah terlihat polos tanpa sehelai benang pun yang menutupinya. Cla dengan panik bangkit dari tidurnya dan melihat kondisi kamarnya yang kini sudah terlihat sangat berantakan. Pakaian nya dan juga pakaian Xavier kini terlihat berserakan di bawah lantai.
Bayangan kejadian tadi malam semakin jelas terekam dalam ingatannya. Saat itu Xavier dengan tiba-tiba menciumnya dengan ganas dan langsung mendorong tubuhnya ke atas ranjang. Hingga Xavier mulai melakukan aksi bejatnya itu pada Cla, dan dengan kasar merobek pakaian yang ia kenakan dan terus melecehkan nya.
Cla tiba-tiba menangis saat mengingat kejadian tadi malam. Ia ingat.. malam itu Xavier dengan teganya melecehkan nya. Padahal Cla sudah menangis dan memohon pada Xavier agar tidak melakukan perbuatan itu padanya. Namun Xavier sama sekali tidak mengubris permohonan Cla dan terus melakukan perbuatan keji itu padanya. Hingga akhirnya Cla merasa lemas karena kehilangan semua tenaganya dan tidak sadarkan diri. Lalu setelah itu Cla tidak mengingat apapun lagi.
Cla kemudian menarik selimut itu sampai menutupi seluruh tubuhnya. Ia lalu memeluk tubuhnya sendiri dan mulai menangis. Cla tidak menyangka jika Xavier yang terlihat begitu sangat baik di matanya, bisa melakukan perbuatan sekeji itu kepadanya.
" Hiks... Hiks... " Cla terus menangis dalam diam
Xavier yang mendengar suara tangisan Cla langsung membuka matanya. Ia kemudian mengerjapkan matanya untuk memperjelas penglihatannya saat ini. Tiba-tiba Xavier mengerutkan alisnya, saat ia menyadari jika kini ia sedang tidak berada di dalam kamarnya.
" Dimana aku? " Bisiknya
Xavier kemudian menoleh, dan terkejut saat melihat Cla kini sedang menangis di sampingnya sambil menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
" Cla.. " Panggil Xavier
Ia kemudian bangkit dan baru menyadari, jika kini dirinya tidak memakai pakaian sehelai pun. Xavier membelalakkan matanya, tiba-tiba bayangan kejadian tadi malam mulai terekam jelas di ingatannya.
" Tidak mungkin... " Bisiknya
Xavier dengan cepat menoleh ke arah Cla dan hendak menyentuh nya.
" Cla... " Panggil Xavier pelan, dan mencoba menyentuh lengan Cla
" Jangan sentuh aku br*ngsek!! " Teriak Cla tiba-tiba
Cla kemudian mendongakkan kepalanya, dan menatap Xavier dengan tatapan yang sangat tajam.
" Dasar laki-laki br*ngsek! Tega sekali kamu melakukan hal itu padaku! Apa salahku padamu hah?! Sampai kamu tega melakukan hal sekeji itu padaku! " Teriak Cla sambil menangis
__ADS_1
" Cla maafkan aku... Aku... "
" Menjauh dariku br*ngsek! Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi! Kamu benar-benar orang yang sangat kejam! Aku menyesal karena sudah percaya dengan laki-laki br*ngsek sepertimu! " Teriak Cla murka
" Cla, dengarkan dulu penjelasanku... Aku... "
" Pergi dari hadapanku sekarang juga!! Jangan pernah berani mendekati ku lagi! Kalau tidak... Aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri! Hiks... Hiks... " Ancam Cla sambil menangis
Xavier tidak tega melihat Cla yang kini terlihat sangat kacau karena perbuatan nya. Xavier tidak menyangka jika ia bisa dengan tega menyakiti Cla seperti ini. Ia merutuki dirinya sendiri yang tidak bisa mengontrol tubuhnya tadi malam.
" Cla maafkan aku... " Bisik Xavier sambil meneteskan air matanya
Jujur saja, Xavier kini sangat menyesal. Ia tidak tega melihat Cla seperti ini. Rasanya ia ingin sekali menarik Cla ke dalam pelukannya, namun itu tidak mungkin. Karena Cla kini sudah sangat membencinya.
Cla masih terus menangis sambil memeluk tubuhnya sendiri. Namun tiba-tiba saja, terdengar suara seseorang yang mengetuk pintu kamarnya dari luar.
Tok tok tok
" Claresta! " Teriak seseorang diluar sana
Cla menghapus air mata yang ada pipinya. Ia lalu turun dari ranjang dan mencoba mengambil pakaiannya yang ada di lantai. Namun saat ia menyentuh pakaian itu, air matanya kembali menetes. Pakaian yang ada di tangannya kini sudah terlihat sobek karena perbuatan Xavier. Dan bayangan kejadian tadi malam juga kembali berputar di kepalanya.
Cla kemudian bangkit dan melempar pakaian itu ke dalam tempat sampah yang di ada kamarnya. Ia kemudian dengan susah payah berjalan menuju ke arah lemari dan mengambil pakaian nya yang ada disana.
Cla dengan cepat membuka pintu kamarnya. Ia langsung terkejut melihat sosok Sofi kini sudah berdiri di depan kamarnya dengan tatapan yang begitu menyeramkan.
" Kamu darimana saja hah?! Saya ketuk pintu dari tadi, kenapa lama sekali membuka nya! Dan lagi... Kamu tidak liat ini sudah jam berapa?! Kenapa masih belum siap-siap untuk bekerja?! Kamu pikir ini rumahmu, yang bisa seenaknya saja bangun tidur jam berapa pun sesuka hatimu?! " Omel Sofi
" Maaf Bu Sofi.. Saya hanya merasa tidak enak badan hari ini. " Jawab Cla
" Alah.. Alasan saja! Kemarin kamu bisa keluyuran keluar rumah. Lalu sekarang kamu bilang kamu sakit? Hebat sekali aktingmu itu ya! Pokoknya saya tidak mau tau, 5 menit lagi.. Kamu harus sudah siap! dan segera bersihkan ruang keluarga. Karena hari ini tuan Anthony tidak berangkat ke kantor, jadi pasti dia akan menghabiskan waktunya itu di ruang keluarga! " Ucap Sofi
" Baik bu.. " Jawab Cla lesu
Sofi lalu berbalik dan pergi dari hadapan Cla. Cla masuk kembali ke dalam kamarnya, dan hendak berjalan ke arah ranjang nya. Namun tiba-tiba saja ia merasakan sakit di **** ********** nya.
" S*al! " Bisiknya, saat kembali mengingat perbuatan Xavier
__ADS_1
Xavier lalu keluar dari kamar mandi, dan sudah memakai pakaian lengkapnya. Ia kemudian melihat Cla yang kini sedang berjalan dengan susah payah menuju ranjangnya.
" Cla! Kamu baik-baik saja? " Tanya Xavier tiba-tiba sambil menghampiri Cla
" Jangan dekati aku br*ngsek! " Teriak Cla
Xavier terkejut mendengar ucapan Cla. Cla lalu berjalan mendekati Xavier dengan perlahan. Dan...
PLAK
Cla tiba-tiba menampar pipi Xavier dengan kuat. Xavier lalu menyentuh pipinya yang kini terasa sangat panas karena tamparan keras dari Cla.
" Itu bahkan belum seberapa sakit dibandingkan dengan apa yang telah kamu lakukan padaku! Aku tidak menyangka.. Kamu tega melakukan hal sekeji itu padaku! " Geram Cla sambil menahan air matanya
" Cla maafkan aku.. Itu benar-benar diluar kendaliku. Tadi malam aku... "
" CUKUP! " Teriak Cla memotong ucapan Xavier
" Cla... " Panggil Xavier pelan
Ia benar-benar merasa sangat bersalah pada Cla. Ia merasa seperti seorang lelaki br*ngsek yang sudah dengan teganya menyakiti hati wanita yang sangat ia cintai.
" Pergi dari sini sekarang juga! Aku muak melihat wajahmu! Dan aku berharap.. Tidak akan pernah melihat wajahmu lagi seumur hidupku! " Teriak Cla
" Cla... "
" PERGI B*JINGAN! " Teriak Cla lagi sambil meneteskan air matanya
Xavier dengan berat hati berbalik dan langsung keluar dari kamar Cla. Ia kemudian menjambak rambutnya dengan kuat dan meninju tembok yang ada di sampingnya.
" AAARRGGGGHHHHH!!! " Teriak Xavier
Ia benar-benar menyesali semua perbuatannya pada Cla. Andai saja malam tadi ia bisa menahan gejolak di dalam dirinya dengan sekuat tenaga. Pasti hal ini tidak akan pernah terjadi. Pasti saat ini Cla masih tetap tersenyum manis padanya, dan tidak akan membenci dirinya seperti sekarang.
Namun pada kenyataannya, nasi kini telah menjadi bubur. Xavier kini hanya bisa menyesali semua perbuatannya. Dan entah bagaimana nanti hubungannya dengan Cla, ia sendiri pun tidak tau.
Bersambung~
__ADS_1