
" Jadilah pacarku! " Bisik Xavier lembut di telinga Cla
Sejenak Cla terpaku ditempatnya.
Namun tak berapa lama kemudian, tiba-tiba sebuah seringaian licik muncul di bibirnya yang tipis. Ia lalu melonggarkan jarak diantara mereka berdua.
" Kamu pasti bercanda. " Ucap Cla tiba-tiba
Xavier menautkan alisnya dan menarik nafasnya dengan kasar.
" Bercanda? Apa kamu sekarang melihat raut wajah ku ini sedang bercanda? " Tanya nya kepada Cla
" Itu tidak mungkin! " Ucap Cla
" Kenapa tidak mungkin? " Tanya Xavier
" Aku ini kan hanya seorang pelayan. Aku orang miskin, bukan orang kalangan atas seperti dirimu. Dan lagi pula, orang tuamu pasti tidak akan suka padaku. Apalagi ibumu, dia sepertinya sangat membenciku. Dia sampai memfitnah ku meracuninya. Padahal aku tidak pernah melakukannya sama sekali. " Ujar Cla
" Soal itu... Maafkan mamahku ya. Dia mungkin tidak bermaksud memfitnah mu seperti itu. Mamahku memang terlihat seperti orang yang kejam, tapi percayalah.. dia tidak seburuk yang kamu pikirkan. " Ucap Xavier
Cla mencibir dalam hatinya.
" Kamu mau tau, kenapa rambutku basah malam itu? " Ujar Cla
" Kenapa? " Tanya Xavier penasaran
" Itu semua ulah ibumu. Dia menyuruh ku untuk membuatkannya segelas jus jeruk. Tapi karena jus itu asam, dia menyemburkan nya dan menumpahkan semua jus itu ke atas kepalaku. " Jelas Cla
" Be.. Benarkah? " Ucap Xavier tak percaya
" Iya. Dan yang tidak habis aku pikir adalah.. sekarang dia justru menuduhku meracuninya. Padahal dia sama sekali tidak meminum jus itu. " Jelas Cla sambil menyeringai
Xavier terdiam. Ia tidak menyangka jika ibunya bisa sejahat itu pada Cla.
" Tapi tidak masalah. Aku sudah memaafkannya. Mungkin aku pantas mendapatkan perlakuan seperti itu dari ibumu. Aku kan hanya seorang pelayan miskin yang sedang bekerja di rumah mewahnya. Jadi dia berhak memperlakukanku seperti itu " Ucap Cla sambil menunduk
" Jangan bicara seperti itu. Aku minta maaf atas nama mamahku. Aku sendiri tidak menyangka dia bisa sekejam itu padamu. " Ucap Xavier menyesal.
Dia bahkan lebih kejam dari itu! Kamu saja yang tidak tau! Ucap Cla dalam hati
" Jadi bagaimana keputusanmu? Untuk masalah mamah, aku akan mencoba berbicara padanya nanti. Tapi kalau papah, dia adalah orang yang selalu mendukung segala keputusanku. Jadi kamu tidak perlu merasa khawatir. " Ucapnya
" Bukankah untuk berpacaran itu terlalu cepat? Kita biarkan ini berjalan dengan apa adanya dulu. Kalau nanti kita sudah merasa cocok satu sama lain, baru kita pikirkan lagi bagaimana kedepannya. " Jelas Cla
Xavier terdiam
" Kalau begitu, aku permisi keluar dulu. Masih banyak pekerjaan yang harus aku lakukan. " Pamit Cla.
Cla kemudian mengambil mangkuk kosong itu di atas meja, dan keluar dari kamar Xavier.
Ia kemudian berjalan perlahan menuju ke arah dapur sambil menyeringai.
" Akan ku buat kamu membenci ibumu sendiri Xavier. " Batin nya
Anthony sedang membereskan barang-barang milik Kimberly. Kimberly memutuskan untuk pulang hari ini karena ia sudah merasa bosan dan tidak nyaman berada di rumah sakit.
Saat ini Kimberly sudah mengganti pakaian nya, ia dan Anthony pun bersiap untuk keluar dari ruangan itu. Namun, saat mereka sudah tiba di depan pintu, tiba-tiba dokter Frisly datang dan masuk ke dalam ruangan.
" Apakah anda yakin akan pulang hari ini nyonya Kimberly? " Tanya nya pada Kimberly
__ADS_1
Kimberly terlihat sedikit gugup, namun ia langsung memasang wajah tenang nya di hadapan Anthony.
" Tentu saja dokter. Aku sudah bosan berada disini. Lagi pula, aku juga sudah merasa lebih baik dan lebih sehat hari ini. " Ucap Kimberly sambil tersenyum
" Baiklah kalau begitu. 3 hari kedepan anda harus kontrol kembali kesini ya. Untuk memastikan, apakah anda sudah benar-benar pulih atau belum. " Jelas dokter Frisly sambil menatap Kimberly dengan tatapan yang tak terbaca.
" Ah.. Iya dokter. Dokter tenang saja, aku sudah benar-benar sembuh kok " Ucap Kimberly
" Baiklah kalau begitu, silahkan anda tebus obatnya di meja administrasi. Saya permisi dulu. " Ucap dokter Frisly. Ia pun langsung keluar dari ruangan itu.
Anthony sekilas menatap Kimberly yang terlihat sedikit aneh saat berkomunikasi dengan dokter Frisly. Ia merasa, mereka berdua sedang menyembunyikan sesuatu darinya.
Anthony dan Kimberly pun keluar dari ruangan itu, dan turun ke lantai 1. Mereka kini sudah tiba di depan meja administrasi.
" Kamu mau menunggu disini atau menunggu di mobil saja? Aku akan tebus obatmu dulu. " Tanya Anthony pada Kimberly
" Aku tunggu di mobil saja. " Ucap Kimberly
Anthony kemudian menoleh ke arah Kimberly yang terlihat sudah keluar dari pintu rumah sakit. Ia lalu dengan cepat berbalik dan berjalan lurus melewati meja administrasi.
Anthony kini berbelok ke arah ruangan dokter Frisly.
Tok tok tok
" Silahkan masuk. " Ucap dokter Frisly dari dalam ruangannya
Anthony membuka pintu itu dan masuk ke dalam ruangan dokter Frisly. Dokter Frisly terlihat terkejut melihat kedatangan Anthony ke ruangannya.
" Tuan Anthony? Ada perlu apa anda kemari? " Tanyanya sedikit gugup
Anthony kemudian duduk di kursi yang ada dihadapan dokter Frisly.
__ADS_1
" Anda pasti tau, apa tujuan saya datang kemari. " Jawabnya
" Nyonya Kimberly nya ada dimana? " Tanya dokter Frisly yang terlihat mulai gugup
" Dia tidak ada disini, jadi katakan dengan jujur padaku sekarang dokter. Kimberly sebenarnya sakit apa? Dia tidak benar-benar keracunan makanan kan? " Tanya Anthony langsung
Dokter Frisly terlihat menghembuskan nafasnya dengan berat. Ia kemudian membuka laci yang ada di meja kerjanya, dan mengeluarkan sebuah map berwarna coklat dari sana.
" Ini, silahkan tuan Anthony baca. " Ucapnya seraya menyerahkan map berwarna coklat itu kepada Anthony
Anthony dengan cepat mengambil map itu dan membukanya. Ia lalu mengeluarkan sebuah kertas yang ada di sana dan mulai membacanya. Tiba-tiba matanya terbelalak saat membaca isi dari kertas itu.
" Kanker rahim?! " Ucap Anthony
Dokter Frisly hanya terdiam dan menghembuskan nafasnya dengan berat
" Jadi.. Kimberly menderita penyakit kanker rahim? " Tanyanya pada dokter Frisly
" Iya tuan, nyonya Kimberly menderita penyakit kanker rahim sudah sejak lama. Bahkan sejak sebelum dia menikah dengan tuan Anthony. " Ucap dokter Frisly
" Apa?! Jadi.. Dia sudah menderita penyakit ini sejak lama? Tapi kenapa dia merahasiakan nya kepadaku? " Tanya Anthony
" Sebenarnya, saat pertama kali nyonya Kimberly baru mengetahui dia menderita penyakit kanker rahim stadium 1, dia langsung melakukan berbagai jenis pengobatan seperti kemoterapi dan obat-obatan lainnya. Hingga dia pernah dinyatakan sembuh dari kanker rahim itu. Namun ternyata seiring berjalannya waktu, kanker itu tumbuh kembali dan semakin ganas. Sampai nyonya Kimberly sudah melakukan kemo beberapa kali pun, kanker itu tetap tumbuh kembali di dalam rahimnya. " Jelas dokter Frisly pada Anthony
" Tapi kenapa? Kenapa dia harus merahasiakan ini semua dari suaminya sendiri? Bukankah dengan merahasiakan nya malah membuat dirinya sendiri menderita? " Tanya Anthony frustasi
" Karena dia takut jika tuan tau.. kenyataan pahit yang akan tuan terima. " Jawab dokter Frisly
" Kenyataan pahit? " Tanya Anthony
" Karena akibat dari pengobatan yang dia lakukan berkali-kali selama bertahun-tahun. Nyonya Kimberly dinyatakan tidak subur dan akan sulit mempunyai keturunan. " Jawab dokter Frisly
" Apa?! "
__ADS_1
Bersambung~