
Cla kembali masuk ke ruang laundry. Selang tak berapa lama, Bela pun kemudian datang menghampiri nya.
" Ah... Lega! Makasih ya Cla. Maaf tadi aku benar-benar kebelet pipis, jadi buru-buru ke kamar mandi deh hehe. " Ucap Bela sambil menggaruk kepalanya
" Iya sama-sama. " Jawab Cla, dan langsung memberikan jas yang ada di tangannya kepada Bela
" Kalau gitu aku ke dapur dulu ya. " Pamitnya dan pergi menuju ke dapur
" Oke " Saut Bela
Bela pun pergi menuju kamar Kimberly yang ada di lantai 2 untuk memberikan jas milik Anthony yang ia minta.
Tok tok tok
Bela mengetuk pintu kamar Kimberly. Tak berapa lama Kimberly muncul dari balik pintu.
" Maaf nyonya.. Saya membawakan jas milik tuan Anthony yang nyonya minta tadi " Ucap Bela sambil memberikan jas coklat itu kepada Kimberly
" Oke. Tunggu sebentar! Aku akan cek jas ini dulu. Apakah barang di dalam saku jasnya masih ada atau tidak? Siapa tau barang di dalamnya kamu ambil.! " Tuduh Kimberly kepada Bela
" Ya ampun nyonya, mana mungkin saya berani ambil barang yang ada di saku jas milik tuan.. " Jawab Bela yang merasa sedikit tersinggung dengan tuduhan yang Kimberly lontarkan padanya.
" Isi otak orang seperti kalian itu tidak ada yang tau! " Ucapnya sambil tersenyum meremehkan.
Kimberly pun merogoh saku jas milik suaminya, hingga akhirnya ia menemukan barang yang ia cari.
" Disini rupanya.. Bagaimana bisa dia melepaskan cincin pernikahannya, dan meninggalkannya di dalam saku jas?! " Ucapnya sedikit emosi sambil memegang sebuah cincin di tanganya.
" Ya sudah, bawa kembali jas ini ke tempat cucian! " Titahnya sambil melemparkan jas itu kepada Bela
Tapi pada saat jas itu sudah ada ditangan Bela, Kimberly melihat ada sesuatu yang aneh di dalam kerah jas milik Anthony.
" Tunggu!! Kembalikan jas itu padaku! " Ucapnya
Bela pun mengembalikan jas itu ke tangan Kimberly. Mata Kimberly menilik pada sesuatu yang ada pada kerah jas milik suaminya. Dan tiba-tiba saja ia terbelalak kaget saat melihat objek tersebut. Ada sebuah bekas noda lipstik merah pada kerah jas suaminya.
" Apa ini..!! " Ucapnya setengah berteriak dan kembali memastikan, jika yang ia lihat itu benar-benar bekas lipstik seorang wanita atau bukan.
Tangannya bergetar dan menggenggam erat jas coklat milik suaminya itu. Lalu tanpa sepatah kata, ia pun masuk dan menutup pintu kamarnya dengan keras.
BRAKKK
Bela yang tepat berada di depan pintu kamar Kimberly langsung terlonjak kaget saat dengan tiba-tiba Kimberly menutup pintu kamarnya dengan kuat. Ia pun hanya bisa mengelus dadanya.
" Ya ampun.... Untung aja aku gak jantungan, kalo jantungan pasti aku udah langsung mati berdiri disini.! " Ucapnya sambil menggelengkan kepala, dan merasa heran dengan majikannya yang tiba-tiba emosi.
Lalu ia pun memutuskan untuk kembali ke ruang laundry dan menyelesaikan pekerjaan nya.
Di dapur Cla sudah selesai membuatkan jus jeruk untuk Xavier dan segera mengantarkan nya.
Saat ia sudah tiba di dekat kolam renang, Cla melihat Xavier sedang duduk santai di kursi dekat kolam yang ia duduki tadi.
Cla pun datang dan menghampirinya.
" Ini tuan muda jus jeruknya.. " Ucapnya, lalu menyimpan segelas jus jeruk itu di atas meja
Xavier langsung mengambil gelas itu dan meminumnya sampai habis. Cla yang melihatnya pun sedikit tercengang.
__ADS_1
" Sepertinya anda benar-benar haus.. Kalau begitu saya permisi ke dapur untuk melanjutkan pekerjaan saya. " Ucapnya lagi sambil sedikit membungkuk dan berniat pergi dari hadapan Xavier.
Namun ketika Cla hendak berbalik pergi, tiba-tiba Xavier menahan tangannya.
" Tunggu.! " Ucapnya dan menatap Cla dengan tatapan yang tak biasa.
" Aku minta maaf atas perbuatan mamahku tadi.. Dia memang orang yang sedikit egois, tapi percayalah dia tidak sejahat yang orang lain pikirkan. " Ucap Xavier sambil menatap kedua mata Cla dengan dalam.
Tidak sejahat yang orang lain pikirkan katamu? Ucap Cla dalam hati
" Tidak apa-apa tuan.. Saya sudah melupakannya. Lagipula saya tidak bersalah sama sekali... Kalau begitu saya permisi, banyak pekerjaan yang harus saya lakukan. " Ucap Cla datar
Ia pun melepaskan tangan Xavier dan berbalik pergi.
Xavier menatap Cla dari kejauhan sampai sosoknya hilang dibalik pintu. Lalu seulas senyum manis tersungging di bibirnya, ia tiba-tiba teringat kembali bagaimana awal pertemuan mereka yang membuatnya tidak bisa melupakan gadis itu.
Flashback~~~
2 tahun yang lalu...
Xavier bersama kedua temannya Morgan dan Brian sedang berada di salah satu perpustakaan yang berada di dekat taman kota. Mereka sedang mencari sebuah buku untuk referensi tugas kuliah mereka. Karena membutuhkan beberapa buku, Xavier memutuskan untuk meminjam nya di perpustakaan saja.
" Kenapa kita malah kesini sih?! Kenapa gak beli aja di toko buku dekat kampus? " Ucap Brian yang terlihat tidak suka berada di dalam perpustakaan yang dipenuhi dengan ribuan buku itu.
" Kita kan butuh beberapa buku, jadi biar lebih hemat kita pinjam aja di perpustakaan. Lagipula tempatnya bagus dan nyaman untuk mencari ide tugas kelompok kita. " Jawab Xavier sambil melihat-lihat beberapa buku yang ada di rak perpustakaan itu.
" Tapi Xavier... Kamu tau kan, kalau aku itu benci membaca buku apalagi datang ke perpustakaan yang dipenuhi dengan ribuan buku seperti ini. Membuat kepala ku pusing dan mual saja.! " Ucap Brian lagi sambil memegang kepalanya.
" Kalau kamu gak mau ada disini, ya tinggal pergi aja sana.. Dan jangan gabung dengan kelompok kita. " Ujar Xavier santai sambil mengambil sebuah buku di atas rak dan mulai membacanya.
Morgan yang mendengarnya hanya menggelengkan kepala saat melihat tingkah temannya yang satu itu.
Mereka pun mulai sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing, sambil mencari beberapa buku yang ada di dalam perpustakaan itu.
" Iya tunggu sebentar..! Jus jeruknya 1..! "
Tiba-tiba Xavier mendengar sayup-sayup suara seorang wanita. Karena penasaran, ia pun mencoba mengikuti arah sumber suara itu.
Dan tiba-tiba saja matanya menangkap sosok seorang wanita yang sedang berada di pojok perpustakaan. Ia pun mencoba berjalan mendekati wanita itu.
Saat Xavier sudah berada tepat di hadapan wanita itu. Ia baru menyadari, ternyata wanita itu sedang tertidur lelap di atas meja dengan tangan yang digunakan sebagai penopang kepalanya.
Xavier pun tersenyum, lalu mengambil posisi duduk tepat di hadapan sang wanita.
Tak lama berselang, tiba-tiba saja wanita itu menggeliat dan mengangkat kepalanya. Ia merentangkan kedua tangannya keatas sambil menguap lebar dengan mata yang masih tertutup.
" Huaaaaa... Jam berapa ini? ” ucapnya sambil menggaruk kepalanya.
Xavier yang memperhatikan tingkah lucu wanita yang ada di hadapannya ini hanya tersenyum melihatnya. Sepertinya wanita ini masih belum menyadari keberadaan Xavier. Lalu Xavier pun melihat kearah jam yang ada di tangan kirinya.
" Jam 1 lewat 10 menit " Ucap Xavier pada wanita itu, yang masih juga belum menyadari keberadaan Xavier di depannya.
" APA?!!! " teriaknya dan langsung berdiri dari posisi duduknya.
" Aduh.! S*al.. Aku terlambat 10 menit..! " Rutuknya pada diri sendiri. Dan tanpa aba-aba wanita itu pun langsung berlari menuju pintu keluar perpustakaan.
Xavier yang melihatnya hanya melongo menatap kepergian gadis itu.
__ADS_1
" Lucu sekali " ucapnya.
Tanpa ia sadari seulas senyum manis muncul di bibirnya.
Keesokan harinya Xavier kembali datang ke perpustakaan seorang diri. Ia berencana mencari beberapa buku lagi untuk dipinjam.
Saat Xavier sedang sibuk mencari beberapa buku, matanya kembali menangkap sosok wanita yang kemarin ia lihat. Bahkan dengan posisi tidur yang sama. Namun kali ini, ia memiringkan wajahnya ke arah samping.
Xavier pun berjalan mendekat ke arah sang wanita.
Ia menatap lekat wajah wanita yang sedang tertidur di hadapannya ini. Tiba-tiba...
DEG
Jantungnya berdetak tak karuan.
Wanita ini..
Cantik... Ucapnya dalam hati.
Bulu matanya yang lentik, hidungnya yang mancung, dan bibirnya yang mungil. Membuat Xavier tidak bisa mengalihkan pandangannya pada sosok wanita yang ada di hadapannya ini.
Entah kenapa hanya melihat wanita ini tertidur saja, sudah mampu membuat jantung Xavier berdetak tak terkendali seperti ini.
Tiba-tiba pandangan Xavier teralihkan pada sebuah name tag yang ada di pakaian wanita itu.
" Claresta.. " Bisiknya membaca name tag tersebut.
Drrt.. Drrt... Drrt...
Xavier dikagetkan dengan suara ponsel yang bergetar di atas meja. Tiba-tiba wanita di hadapannya bangun dan menegakkan kepalanya sambil menggeliat pelan.
Xavier yang panik langsung berlari dan memutuskan untuk bersembunyi di balik rak buku yang ada di belakang meja. Lalu ia pun memperhatikan wanita itu dari kejauhan.
" Huaaa... Untung aku pasang alarm, jadi tidak terlambat lagi seperti kemarin. " Ucap wanita itu sambil menguap.
Ia terlihat merapikan rambutnya sebentar dan langsung berjalan menuju pintu keluar perpustakaan. Xavier pun hanya bisa melihat kepergian wanita itu dari kejauhan.
Entah kenapa setelah hari itu, Xavier selalu menyempatkan waktunya untuk datang ke perpustakaan setiap pukul 11 siang. Karena ia tau, wanita yang bernama Claresta itu pasti akan tertidur di perpustakaan lagi.
Dengan tempat dan posisi yang selalu sama setiap harinya..
Xavier selalu memperhatikan Claresta dari kejauhan, bahkan ia bisa menghabiskan waktunya hanya untuk melihat wanita itu tertidur.
Begitupun setiap harinya. Xavier pasti selalu datang ke perpustakaan hanya untuk melihat Claresta yang sedang tertidur. Sampai ia sendiri tidak menyadari sejak kapan rutinitas itu menjadi hobi barunya.
Hingga akhirnya selang beberapa bulan berlalu. Xavier kembali datang ke perpustakaan. Namun kali ini ia tidak melihat sosok Claresta berada di sana.
Sampai berlanjut terus ke hari berikutnya. Setiap Xavier datang ke perpustakaan. ia tidak pernah melihat sosok Claresta lagi.
Entah kenapa pada saat itu, hatinya seperti kosong...
Ia berharap semoga suatu saat nanti ia bisa bertemu lagi dengan gadis bernama Claresta itu.
Flashback End~~~
Bersambung~
__ADS_1