Takdir Yang Tak Terduga

Takdir Yang Tak Terduga
Part 15


__ADS_3

Cla baru menyadari, jika dari tadi tatapan mata Xavier tidak mengarah pada wajahnya. Melainkan pada...


" Aaaaarghhh!!! "


Cla berteriak histeris saat melihat piyama yang ia kenakan kini sudah basah kuyup terkena tumpahan air di dalam gelas yang ia pegang. Dan kini piyama tipis berwarna putih itu dengan jelas mencetak tubuh dan pakaian dalam yang ia kenakan.


Cla dengan cepat menyimpan gelas kosong itu di atas meja, dan segera menutup dadanya dengan kedua tangan.


" Tutup matamu bodoh! Jangan lihat kesini! " Teriak Cla pada Xavier


Xavier yang baru tersadar dari lamunannya, langsung membalikkan badannya membelakangi Cla. Cla yang merasa malu, langsung berlari dengan cepat menjauhi Xavier dan kembali ke kamarnya.


Xavier yang tiba-tiba merasakan tubuhnya memanas, langsung menyambar gelas kosong yang Cla simpan tadi dan mengisinya dengan air. Ia kemudian dengan cepat meneguk air itu sampai habis.


" Hah... Ya ampun... Kenapa tiba-tiba badanku terasa panas? " Ucap Xavier sambil mengibaskan pakaiannya


Xavier kemudian kembali ke kamarnya. Ia langsung menghempaskan tubuhnya diatas kasur dan menyentuh dadanya.


" Kenapa jantungku tidak mau berhenti berdebar dengan kencang? Kalau seperti ini terus aku bisa-bisa kena serangan jantung! " Lirih nya


Disisi lain, Cla dengan cepat menutup pintu kamarnya. Ia lalu memperhatikan penampilannya di depan cermin. Oh tidak! Pakaian dalamnya tercetak dengan jelas dari balik piyama tipisnya yang basah.


" Aargghh!! Memalukan! Kenapa dia bisa muncul tiba-tiba di dapur sih! " Ucapnya frustasi


Cla kemudian mengacak-acak rambutnya. Ia merutuki dirinya sendiri yang begitu ceroboh, karena keluar dari kamar dengan hanya menggunakan piyama tipis saja.


" Mau taruh dimana mukaku jika bertemu dengannya lagi.. " Lirih nya


" Arrggghhh!!! "


Cla pun menghabiskan malamnya dengan berguling-guling di atas ranjang sepanjang malam, sambil terus merutuki kebodohannya.



Waktu menujukkan pukul 7 pagi. Anthony dan Xavier terlihat sedang duduk bersama dimeja makan untuk sarapan pagi.



" Mamah dimana pah? Tidak sarapan bersama kita? " Tanya Xavier



" Papah tidak tau, saat papah bangun mamahmu sudah tidak ada di kamar. " Ucapnya acuh



" Apa papah dan mamah sedang bertengkar? " Tanya Xavier lagi



Anthony pun menoleh. Ia tersenyum kepada putranya dan membelai rambutnya dengan sayang.



" Tidak nak.. Kami baik-baik saja. " Ucapnya pada Xavier



Xavier pun menggangguk kan kepalanya. Ia percaya, jika ayah dan ibunya tidak mungkin bertengkar. Karena dari dulu kedua orang tua nya itu selalu terlihat harmonis dimatanya.

__ADS_1



Cla sedang berjalan melewati dapur, tiba-tiba ia mendengar ada seseorang yang memanggil namanya dari belakang.


" Claresta! "


Ia pun menoleh dan melihat seorang pelayan wanita yang terlihat lebih tua darinya, sedang berjalan menghampirinya sambil membawa segelas susu.


" Tolong antar kan segelas susu ini kepada tuan Xavier di ruang makan ya. Aku harus menemui bu Sofi di ruangannya. Tadi dia memanggilku dan menyuruhku untuk segera ke sana. " Ucapnya sambil memberikan segelas susu itu kepada Cla.


" Ta.. Tapi.. "


" Terimakasih ya! Aku ke ruangan bu Sofi dulu " Potong wanita itu dan bergegas pergi meninggalkan Cla.


" Bagaimana ini?? Aku kan sedang tidak mau bertemu dengannya. Ish.. Menyebalkan! " Bisiknya


Cla pun dengan terpaksa berjalan perlahan menuju ruang makan untuk memberikan segelas susu itu kepada Xavier.


Lalu ia tiba-tiba berhenti sejenak dan menarik nafasnya perlahan.


" Untuk apa aku malu padanya? Anggap saja kejadian tadi malam tidak pernah terjadi! " Ucap Cla mantap, dan langsung bergegas berjalan menuju meja makan.


Xavier yang melihat Cla mendekat ke arah meja makan, langsung mengalihkan pandangan nya.


Entah kenapa tiba-tiba kejadian tadi malam kembali terbayang di kepalanya. Apalagi saat ia melihat tubuh Cla...


Ah! TIDAK TIDAK...APA YANG AKU PIKIRKAN! Teriak Xavier di dalam hati


Ia pun menggelengkan kepalanya. Lalu memasukkan sepotong roti ke dalam mulutnya dan mengunyah nya dengan cepat.


Cla datang mendekat ke arah Xavier dan menyimpan segelas susu itu di atas meja.


UHUK! UHUK!


Xavier tiba-tiba terbatuk dan memukul dadanya.


Cla yang ada di samping Xavier sedikit terkejut. Ia hendak mengambil gelas berisi susu itu untuk diberikan kepada Xavier. Namun tanpa diduga, tangan Xavier juga sedang meraih gelas yang sama. Sehingga kini tangan mereka berdua saling bersentuhan.


Mereka lalu saling menatap satu sama lain. Tiba-tiba Cla tersadar dan dengan cepat menarik tangan nya.


" Eh.. Maaf tuan, kalau begitu saya permisi ke belakang lagi " Pamit Cla, ia pun membungkuk dan segera berlalu dari hadapan mereka.


Xavier melihat Cla berjalan dengan cepat keluar dari ruang makan. Ia lalu menatap tangannya yang bersentuhan dengan Cla tadi. Tiba-tiba sebuah senyum manis tersungging di bibirnya.


" Ekhm! "


Xavier pun tersadar dan menoleh ke arah Anthony. Ia mulai salah tingkah. Dengan cepat Xavier meraih gelas di hadapan nya dan langsung meminumnya sampai habis.


Anthony tersenyum melihat sikap salah tingkah yang ditunjukkan oleh putranya.


Ia bisa merasakan tatapan lain yang Xavier berikan pada gadis bernama Claresta itu.


" Kamu menyukainya " Ucap Anthony tiba-tiba


" Apa?! Tidak.. Papah ini bicara apa? Menyukai siapa? " Ucap Xavier salah tingkah.


" Itu bukan pertanyaan Xavier. Tapi pernyataan! " Ungkap Anthony sembari tersenyum pada putranya itu.


Xavier pun ikut tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


Ayahnya itu memang sangat mengenal dirinya. Dari kecil sampai sekarang, Anthony selalu mengerti bagaimana perasaanya. Bahkan ayahnya ini selalu bersikap lembut padanya. Berbanding terbalik dengan ibunya yang selalu berkata ketus dan dingin kepada Xavier.


" Jika kamu sudah menemukan seorang wanita yang kamu cintai. Berjuanglah untuk mendapatkan cintanya. Dan setelah kamu sudah mendapatkan cintanya, maka jangan pernah sia-sia kan dia. Mengerti! " Ucap Anthony kepada Xavier


" Iya pah. " Jawab Xavier


" Dan papah ingatkan padamu. Carilah wanita yang jujur dan benar-benar mencintai mu apa adanya. Bukan wanita yang hanya mau memanfaatkan mu! "




Kimberly memarkirkan mobilnya di area parkir rumah sakit. Kemudian ia mengeluarkan sebuah foto dari dalam tas nya. Ia menatap foto itu dengan tatapan yang tajam.



" Kenapa aku baru mengingatmu sekarang! " Ucapnya sinis pada seorang wanita yang ada di dalam foto tersebut.



Kemudian Kimberly memasukkan foto itu kembali ke dalam tasnya, dan langsung melangkah cepat masuk ke dalam rumah sakit. Ia langsung berjalan menuju meja informasi yang ada disana.



" Selamat pagi. Apakah disini ada pasien yang bernama.. CAMELIA EREN?! " Tekannya saat menyebutkan nama itu.



" Sebentar nyonya biar saya periksa dulu. " Ucap petugas informasi yang ada di hadapan Kimberly saat ini.



Tak menunggu lama, petugas itu pun sudah menemukan data pasien yang dicari oleh Kimberly.



" Iya benar, disini ada pasien yang bernama Camelia Eren. Pasien tersebut kini sedang koma dan dirawat di ruang ICU. " Ucap petugas ini



" Koma??? " Tanya Kimberly memastikan



" Iya nyonya. "



" Kalau begitu.. Apa saya boleh menjenguknya ke ruang ICU? " Tanyanya



" Kalau boleh tau, apakah anda keluarga dari pasien? " Tanya petugas itu kepada Kimberly



" Ya... Saya kakak dari Camelia Eren..! " Ucapnya sambil tersenyum penuh arti.


__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2