
Anthony kini sudah tiba di rumahnya. Ia lalu berjalan memasuki ruang tamu. Matanya kemudian tertuju pada tas serta katong belanja milik Kimberly yang tertinggal dan berserakan di atas meja.
Dan tanpa sengaja, Anthony juga melihat sebuah gelas kosong yang tertinggal di sana. Ia tiba-tiba teringat dengan ucapan Kimberly di rumah sakit tadi.
Anthony dengan perlahan mendekat ke arah meja. Ia mengambil gelas kosong itu, dan kemudian mendekatkan gelas itu ke hidungnya.
" Kurasa tidak ada yang aneh " Ucapnya, kemudian ia menyimpan gelas itu kembali ke atas meja.
Bela yang melihat kedatangan Anthony, langsung berjalan menghampirinya.
" Permisi tuan.. Biar saya bereskan meja nya. " Ucapnya sambil tersenyum.
" Iya silahkan. " Ucap Anthony
Bela pun kemudian membereskan kantong belanja milik Kimberly yang berserakan di atas meja.
Saat Anthony sedang memperhatikan Bela yang sedang membereskan meja, tiba-tiba Sofi muncul dan berjalan menghampiri Anthony.
" Tuan.. Apa perlu saya memanggil Claresta untuk menemui anda? " Tanya nya pada Anthony
Bela yang sedang berada di sana, tidak sengaja menguping dan langsung menoleh ke arah Sofi.
" Maaf bu. Kalau boleh tau, memangnya.. kenapa ibu memanggil Claresta? " Tanyanya penasaran pada Sofi
" Nyonya Kimberly tadi mengalami sakit perut yang sangat parah. Dia lalu dilarikan ke rumah sakit. Dan setelah diperiksa, dokter mengatakan bahwa nyonya Kimberly keracunan makanan. " Jelas Sofi
" Apa?? Keracunan makanan? Bagaimana bisa? " Tanya Bela
" Aku tidak tau. Tapi yang jelas, nyonya Kimberly sakit perut setelah meminum jus jeruk yang dibuat oleh Claresta. " Ucap Sofi
" Benarkah?? Pantas saja. Dia terlihat sedikit mencurigakan.. Saat aku mendengar nyonya Kimberly berteriak kesakitan, aku langsung berlari ke arah ruang tamu. Namun saat aku hampir sampai, tiba-tiba aku melihat Claresta sedang mengintip nyonya Kimberly dari balik tembok. Lalu aku coba memperhatikannya dari jauh. Dia terlihat aneh sekali. Disaat semua orang sedang panik dan membantu nyonya Kimberly masuk ke dalam mobil, Claresta justru hanya diam di tempatnya dan tidak ada niat membantu sama sekali. Kemudian tak lama, dia langsung berbalik dan berjalan dengan santai kembali ke kamarnya. Bahkan raut wajahnya seperti tidak ada raut simpati atau khawatir sama sekali saat melihat nyonya Kimberly kesakitan. " Ucap Bela
" Benarkah? " Tanya Anthony
" Kalau begitu, saya akan memanggil Claresta untuk menghadap anda tuan. " Ucap Sofi
Namun saat Sofi akan berbalik, tiba-tiba Bela menahannya.
" Bu Sofi! Biar saya saja yang panggilkan Claresta kemari. " Ucap Bela, dan iya pun langsung berjalan dengan cepat menuju kamar Cla.
Di sepanjang perjalanan menuju kamar Cla, Bela tersenyum dengan puas. Ia merasa sangat yakin, setelah kejadian ini Cla pasti akan langsung dipecat oleh Anthony. Dan dengan begitu, tidak akan ada yang bisa mengganggu rencana nya untuk mendapatkan Xavier.
__ADS_1
Saat Bela sudah tiba di depan pintu kamar Cla, ia tiba-tiba merubah ekspresi wajahnya. Senyum puas yang tadi dia tunjukkan di sepanjang koridor kini sudah berubah menjadi raut wajah yang panik dan penuh dengan kekhawatiran.
Ia pun dengan segera mengetuk pintu di hadapannya.
Tok tok tok
Tak berapa lama, pintu itu pun terbuka dan keluarlah Cla dari dalam kamar dengan mengenakan piyama tidurnya.
" Bela? Ada apa mengetuk pintu kamarku malam-malam begini? " Tanya Cla dengan wajah yang terlihat sudah mengantuk
" Cla... Ini gawat! Tuan Anthony menyuruhku memanggil mu untuk datang ke ruangannya malam ini juga! " Ucap Bela dengan wajah paniknya.
" Gawat apanya? Dan untuk apa aku dipanggil ke ruangannya. " Tanya Cla yang masih tetap terlihat tenang
" Apa kamu sudah tau, kalau tadi nyonya Kimberly dilarikan ke rumah sakit? " Tanya Bela
" Iya. " Jawab Cla
" Kamu tau kenapa dia dilarikan ke rumah sakit? " Tanya Bela lagi
" Entahlah. " Jawabnya datar
" Dia dilarikan ke rumah sakit karena mengalami sakit perut yang sangat hebat. " Jelas Bela
" Dokter bilang, nyonya Kimberly sakit perut karena keracunan makanan. Dan dia merasakan perutnya sakit setelah meminum jus jeruk yang kamu buat. Jadi, Tuan Anthony memanggil kamu ke ruangannya malam ini untuk mengintrogasi kamu Claresta! Mungkin dia berpikir bahwa kamulah yang menyebabkan istrinya masuk ke rumah sakit. Karena kamu sudah meracuni istrinya! " Ujar Bela berapi-api
" Apa? Aku meracuninya? Omong kosong macam apa itu! " Ucap Cla
" Aku juga tidak tahu. Lebih baik kamu sekarang datang ke ruangannya. " Ucap Bela
Cla menghela nafasnya. Kemudian ia menutup pintu kamarnya dan langsung berjalan menuju ruangan Anthony.
Bela yang melihat kepergian Cla langsung tersenyum dengan puas.
" Rasakan! Itulah balasannya karena sudah berani menggoda XavierKu. Sekarang siap-siap saja, kamu akan ditendang dari rumah ini! "
Cla kemudian berjalan menuju ruang kerja Anthony di lantai 2. Sebenarnya ia tidak tau persis dimana letak ruangan nya.
Namun saat Cla sudah tiba di lantai 2, ternyata Anthony sedang menunggunya di depan pintu ruang kerjanya.
Anthony pun masuk ke dalam ruangannya, lalu disusul oleh Cla yang mengikutinya dari belakang.
__ADS_1
" Duduklah " Ucap Anthony, saat Cla sudah masuk ke dalam ruangan nya.
Ia mempersilahkan Cla untuk duduk di sofa yang ada di ruang kerja nya. Cla pun dengan terpaksa duduk di sofa itu. Jujur saja, ia merasa tidak nyaman berada satu ruangan dengan Anthony.
" Maaf sebelumnya, sudah mengganggu waktu istirahat mu Claresta. " Ucap Anthony memulai pembicaraan nya.
" Kita langsung saja pada intinya tuan. Kenapa anda memanggil saya ke ruangan anda selarut ini? " Tanya Cla to the point, ia tidak ingin berlama-lama dalam satu ruangan yang sama dengan Anthony.
" Sepertinya kamu tidak suka ya berlama-lama berbicara denganku. " Ucap Anthony sambil tertawa
Cla hanya diam dan tidak menanggapi candaan Anthony
" Baiklah.. Kita langsung ke intinya. Kimberly tadi dilarikan ke rumah sakit. Sofi bilang Kimberly mengalami sakit perut yang hebat. Lalu setelah dokter memeriksanya, dokter bilang Kimberly kemungkinan keracunan makanan atau minuman yang dia konsumsi. Jadi... "
" Anda menuduhku meracuninya?! " Potong Cla langsung
" Euh.. Tidak. bukan begitu nak, maksudku... "
" Aku tidak sekeji itu. Jika aku punya niat jahat dari awal untuk membunuhnya, aku tidak perlu repot-repot membeli racun dan memasukannya kedalam minuman yang akan dia konsumsi.. Cukup mengambil sebuah pisau, dan aku akan langsung menikam nya dengan tanganku sendiri. " Ucap Cla datar
" Aku tidak menuduh mu nak. Aku hanya ingin memastikan, apa yang istriku katakan itu benar atau tidak. Itu saja. Biar semuanya menjadi jelas. " Ucap Anthony
" Jadi.. Istri anda menuduh saya memasukkan racun ke dalam minuman itu? Wah.. Hebat sekali! " Ucap Cla
Anthony hanya terdiam.
" Kenapa anda tidak mencoba bertanya padanya. Apakah ia benar-benar meminum jus itu, atau justru membuangnya? " Ucap Cla pada Anthony
" Dia bahkan tidak meminum jus yang aku buat. SAMA SEKALI. Dia memang memasukan jus itu ke dalam mulutnya. Tapi tak lama kemudian dia langsung menyemburkannya, dia bilang jus jeruk itu asam.. Aku pikir dia cukup kejam melakukan hal itu di depan orang yang sudah susah payah membuatkannya minuman. Namun ternyata... dia memang bukan cukup kejam. Tapi sangat sangat kejam! Karna dia langsung menyiramkan sisa jus itu keatas kepalaku! " Lanjut Cla
Anthony cukup terkejut dengan pengakuan Cla. Ia tidak menyangka jika istrinya bisa sangat kejam seperti itu.
" Nyonya Kimberly memang sakit perut setelah aku memberikannya segelas jus jeruk. Tapi pada kenyataannya, dia tidak pernah meminum jus jeruk itu sama sekali. Jadi fakta nya! jus jeruk itu sama sekali tidak masuk ke dalam perutnya. " Jelas Cla
" Dan bukankah... Jika orang yang keracunan makanan, tidak akan mengalami pendarahan juga? " Ucap Cla kembali teringat dengan kejadian itu.
Saat itu Cla melihat dengan mata kepalanya sendiri, ada darah segar yang mengalir di dalam paha Kimberly.
Anthony mengernyitkan keningnya mendengar pernyataan Cla.
" Pendarahan??? "
__ADS_1
Bersambung~