
Kimberly membelalakkan matanya. Keringat dingin kini sudah mulai membasahi kening nya. Ia lalu mengepal kan tangannya dengan kuat.
" Kalau itu benar. Kenapa pada saat itu kamu memberitahuku, bahwa kamu sedang mengandung anak ku dan memintaku untuk menceraikan Camelia dengan paksa!!! " Ucap Anthony emosi
Kimberly membelalakkan matanya terkejut. Emosinya kini tiba-tiba saja membara, saat mendengar Anthony menyebutkan nama seseorang yang sangat ia benci.
" Siapa maksudmu?? Berani sekali kamu ya... Berani sekali kamu menyebutkan nama wanita itu di hadapan ku!! " Teriaknya emosi
" Lalu kenapa kamu diam saja?! Katakan padaku, apa saat itu kamu benar-benar hamil? Atau kamu hanya berpura-pura hamil agar kamu bisa menyuruhku untuk menceraikan Camelia? " Ucap Anthony
" Br*ngsek kamu Anthony! Jadi jika saat itu aku tidak hamil, kamu tidak akan mau menceraikan wanita itu! Begitu maksudmu?! " Kimberly kini terlihat semakin emosi
Anthony terlihat terdiam di tempatnya
" Apa kamu mencintai wanita j*lang itu??! " Teriaknya lagi
" Tutup mulutmu! Kenapa sekarang kamu yang marah padaku?! Seharusnya kamu jawab pertanyaan ku. Bukan malah mengalihkan topik seperti ini! " Ucap Anthony
" Dengar ya Anthony. Aku itu jelas-jelas mengandung anakmu! Tidak seperti wanita ******* itu, yang mengaku mengandung anakmu tapi ternyata ia pernah tidur dengan laki-laki lain selain dirimu! Kamu lupa dengan itu hah?! " Ucap Kimberly emosi
Anthony terpaku di tempatnya. Tiba-tiba sekelebat bayangan masa lalu terlintas di kepalanya. Ia ingat.. dulu ia pernah memergoki Camelia sedang bersama dengan seorang pria di dalam kamar hotel. Namun saat itu Camelia tidak mau mengakui nya pada Anthony.
" Kenapa diam Anthony? Apa kamu sudah ingat, apa yang pernah wanita itu lakukan di belakangmu? " Tanya Kimberly
" Lalu kenapa dokter Frisly bilang padaku, jika kamu tidak akan mungkin bisa punya anak dengan kondisi kanker itu yang ternyata masih ada di dalam rahim mu? " Tanya Anthony kembali
" Itu kan hanya prediksi dokter, tapi lihat buktinya..! aku bisa hamil kan?! Aku itu benar-benar mengandung anakmu.. Dan Xavier itu adalah darah dagingmu sendiri Anthony. Apa kamu tidak percaya?! " Jelas Kimberly
Anthony kembali terdiam
" Apa kamu tidak ingat, dulu saat Xavier masih kecil dia mengalami kecelakaan yang cukup parah. Dia tertabrak mobil saat sedang mengendarai sepedanya menuju ke sekolah. Lalu dia dilarikan ke rumah sakit dan harus dioperasi karena kehilangan banyak darah. Dan kamu pun mendonorkan darah mu padanya, karena darahmu itu cocok dengan darah Xavier. Apa itu masih belum cukup untuk membuktikan kalau Xavier itu adalah anak kandung mu? " Jelas Kimberly
Anthony mengusap wajahnya dengan kasar. Tiba-tiba ia merasa menjadi manusia yang paling jahat, karena sudah mengira jika Xavier bukanlah anak kandungnya.
" Aku tidak menceritakan tentang penyakit ku padamu, karena aku tidak mau kamu merasa khawatir ataupun kasihan padaku. Makanya aku rela berjuang sendiri dengan penyakit ini. Bahkan saat aku mengandung pun, aku menahan rasa sakit itu di hadapanmu. Aku tidak mau kamu terbebani dengan penyakit ku ini. Awalnya aku memang takut kamu akan meninggalkan ku saat kamu tau aku tidak akan bisa mempunyai keturunan. Tapi ternyata takdir berkata lain, aku akhirnya bisa hamil dan punya anak darimu Anthony.. Hiks.. Apa kamu masih tidak percaya pada pengorbanan cinta ku itu padamu?.. Bahkan aku rela menahan setiap rasa sakitku hanya untuk dirimu Anthony! Hiks... " Ucap Kimberly sambil menangis tersedu-sedu
Anthony terpaku ditempatnya. Tiba-tiba hatinya kini terasa sakit saat mengetahui kenyataan yang sebenarnya. Ternyata selama ini pengorbanan cinta Kimberly sangatlah besar kepadanya. Sampai ia rela menahan rasa sakitnya seorang diri hanya untuk membuat Anthony bahagia.
Anthony kemudian dengan perlahan membawa Kimberly ke dalam pelukannya.
" Maaf... Maafkan aku Kimberly. Maafkan aku... " Bisik Anthony sambil memeluk Kimberly dengan erat
" Kenapa kamu tega padaku Anthony.. Hiks.. Sampai kamu berfikir bahwa aku tidak benar-benar mengandung anakmu.. Hiks " Lirih Kimberly yang masih terus menangis
" Maafkan aku.. Mungkin aku terlalu berlebihan saat mengetahui tentang penyakit mu itu. Aku janji, sekarang aku akan menjadi suami yang baik untukmu. Aku janji, tidak akan pernah membuatmu kecewa lagi. Maafkan aku.. " Ucap Anthony lagi
Mereka pun kini berpelukan dengan hangat, sambil menyalurkan rasa cinta mereka yang kini mulai tumbuh kembali.
Namun tanpa Anthony sadari..
Kimberly kini sedang tersenyum licik di dalam dekapan nya.
__ADS_1
Setelah hampir 5 jam menunggu, akhirnya dokter Robi keluar dari ruang operasi. Cla yang melihatnya langsung berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri dokter Robi.
" Dok.. Bagaimana operasi nya dok? Apa semuanya berjalan dengan lancar? Apa ibu saya baik-baik saja dok? " Tanya Cla bertubi-tubi pada dokter Robi
Dokter Robi terlihat menghela nafasnya.
" Syukurlah.. Operasinya berjalan dengan lancar. Untung saja kita cepat mengambil tindakan, karena jika sampai kita terlambat sedikit saja.. Mungkin nyawa ibu Camelia tidak akan tertolong lagi. Dan saat ini kondisi pasien masih belum stabil, jadi dia masih tetap harus di rawat di ruang ICU sampai kondisinya membaik. Anda berdoa saja, agar ibu Camelia bisa pulih dengan cepat. " Jelas dokter Robi
" Syukurlah... " Ucap Cla sambil meneteskan air mata haru nya
" Kalau begitu saya permisi dulu " Ucap Dokter Robi
" Terimakasih dok " Ucap Cla
Camelia pun lalu dibawa kembali ke ruang ICU, karena kondisi nya masih belum stabil pasca operasi. Cla lalu berbalik dan menahan lengan Xavier yang terlihat akan mengikuti perawat yang sedang mendorong ranjang ibunya menuju ke ruang ICU.
" Xavier. Kamu pulanglah dulu, pasti kamu lelah seharian ini. Kamu juga tadi baru selesai melakukan pengambilan darah kan. Jadi lebih baik kamu sekarang pulang saja dan beristirahat. " Ucap Cla pada Xavier
" Tapi kamu bagaimana? Aku tidak mungkin membiarkan mu pulang sendirian, ini sudah malam. Lagipula bagaimana caranya kamu bisa masuk ke dalam rumah, nanti bu Sofi akan sangat marah padamu. " Ucap Xavier khawatir
Cla kemudian terdiam. Ada benarnya juga apa yang dikatakan Xavier. Kalau dia sampai pulang sendiri, pasti dia akan langsung diamuk oleh bu Sofi.
" Baiklah kalau begitu. Aku akan menengok ibuku sebentar, lalu setelah itu kita pulang bersama. " Ucap Cla
__ADS_1
" Iya.. Tenang saja, aku akan menunggu mu " Jawab Xavier sambil tersenyum manis kepada Cla
Cla pun menengok ibu nya yang kini sudah berada di dalam ruang ICU. Ia melihat wajah ibunya kini terlihat begitu pucat. Setengah kepalanya bahkan sudah tertutup dengan perban. Bahkan alat selang bantu pernafasan masih terpasang di hidung ibunya.
" Ma... Semoga mama cepat pulih. Aku sangat merindukan mama.." Ucapnya sambil menggenggam tangan ibunya
" Aku pulang dulu ya ma, aku janji akan kesini lagi secepatnya. Dan aku berharap.. Ketika aku datang kembali kesini, mama sudah bangun dari tidur mama. Mama sudah bisa memanggil namaku dan memelukku lagi seperti dulu.. " Ucap Cla lagi
Ia kemudian mencium kening ibunya yang sudah tertutup oleh perban. Setelah itu Cla langsung meninggalkan ruang ICU dan pergi menghampiri Xavier yang kini sedang duduk di ruang tunggu rumah sakit.
" Ayo kita pulang " Ucap Cla saat berada di hadapan Xavier
" Ayo! " Ucap Xavier
Ia langsung menggenggam tangan Cla dan membimbing nya menuju pintu keluar rumah sakit. Sekilas Cla menatap tangan mereka yang kini saling berpegangan.
" *Seharusnya kedua tangan ini tidak saling menggenggam. Tapi kenapa.. Rasanya kini begitu nyaman, saat tangan itu menggenggam tanganku dengan erat seperti ini*. " Ucap Cla dalam hati
Mereka kemudian masuk kedalam mobil. Dan Xavier mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke rumahnya.
Mobil Xavier pun kini sudah tiba di depan pintu utama rumahnya. Lalu mereka berdua langsung turun dari dalam mobil, dan berjalan berdampingan masuk ke dalam rumah.
Kimberly yang baru saja keluar dari arah ruang tamu, tidak sengaja melihat Xavier dan Cla yang baru saja masuk ke dalam rumah secara berdampingan. Ia kemudian dengan cepat menghampiri mereka berdua.
" Dari mana kalian?! "
__ADS_1
Bersambung~