
Kimberly keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang kerja Anthony yang tepat berada disebelah kamar mereka. Ia mencoba membuka pintu itu, namun pintunya terkunci.
Tok tok tok
"Anthony! Mau sampai kapan kamu mendiamkan ku seperti ini hah?! Buka pintunya! " Teriak Kimberly sambil terus menggedor pintu yang ada di hadapannya.
Setelah kejadian malam itu, ternyata Anthony tidak kembali ke kamar mereka. Ia justru lebih memilih tidur di ruang kerja nya dan tetap mengacuhkan Kimberly.
" Anthony Maurer! " Teriak Kimberly lagi
Sofi yang mendengar Kimberly berteriak di lantai atas, langsung menghampiri Kimberly.
" Maaf nyonya. Tuan Anthony sudah pergi ke kantor pagi-pagi sekali. Tuan bilang pada saya, kalau hari ini tuan ada jadwal kunjungan bisnis keluar kota selama 2 hari ke depan. " Jelas Sofi
" Apa?! Dia bahkan pergi keluar kota tanpa berpamitan padaku?! S*alan! " Ucap Kimberly murka
Ia kemudian menendang pintu itu dan langsung turun ke lantai bawah. Sofi yang melihatnya hanya bergidik ngeri melihat Kimberly yang sedang murka. Ia lalu ikut turun dan menyusul Kimberly ke lantai bawah.
Kimberly lalu duduk di meja makan dan meminum segelas kopi yang sudah tersedia di sana. Sofi kemudian berjalan perlahan menghampiri Kimberly di ruang makan.
" Maaf nyonya. Tadi pagi dokter Frisly menelpon, dia menanyakan kabar nyonya. Dia juga mengatakan kepada saya, bahwa seharusnya nyonya kontrol kembali ke rumah sakit 4 hari yang lalu. Tapi nyonya tidak datang, jadi dia merasa khawatir dengan kondisi nyonya dan menyuruh nyonya agar datang kembali ke rumah sakit hari ini untuk kontrol ulang. " Ucap Sofi
Kimberly berdecak. Ia menaruh gelas kopi itu ke atas meja dengan kesal. Jujur saja, ia merasa sudah muak untuk datang ke rumah sakit.
" Telpon dia kembali, dan katakan padanya kalau aku tidak akan datang lagi ke rumah sakit. Aku sudah muak dengan semuanya! " Jawab Kimberly
" Tapi dokter Frisly bilang, ada hal penting yang ingin dia sampaikan kepada nyonya. Jadi dia menyuruh nyonya untuk datang ke rumah sakit hari ini. " Jawab Sofi
Kimberly memutar bola matanya. Ia lalu beranjak dari meja makan dan kembali menuju kamarnya.
" Baiklah.. Aku harap ini terakhir kalinya aku datang ke rumah sakit! " Bisik nya. ia kemudian memutuskan untuk pergi ke rumah sakit hari ini.
Saat hari menjelang siang, Kimberly langsung melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit. Ia memutuskan untuk datang menemui dokter Frisly dan menanyakan tentang alternatif lain untuk menyembuhkan penyakitnya ini selain operasi.
Setelah beberapa menit menempuh perjalanan, Kimberly langsung turun dari mobil dan berjalan dengan cepat menuju ruangan dokter Frisly.
" Apa dokter Frisly ada di ruangannya? " Tanya nya pada seorang perawat yang baru saja keluar dari ruangan dokter Frisly
" Ada nyonya. Silahkan masuk. " Ucapnya ramah
Kimberly kemudian masuk ke dalam ruangan dokter Frisly. Disana ia melihat dokter Frisly sedang duduk di meja kerjanya sambil menuliskan sesuatu di atas sebuah kertas.
__ADS_1
" Selamat siang dokter. " Ucap Kimberly
Kimberly langsung duduk di kursi yang ada di hadapan dokter Frisly.
" Selamat siang nyonya Kimberly. Bagaimana kabar anda? " Tanya nya ramah
" Seperti yang dokter liat, aku baik-baik saja. " Jawabnya dingin
" Apa tidak ada keluhan lagi yang anda rasakan saat ini? Atau.. Apa perlu kita USG ulang kembali, untuk melihat perkembangan kanker yang ada di dalam rahim anda. Dari banyaknya pendarahan yang anda alami beberapa waktu yang lalu, seperti nya pendarahan itu sudah termasuk abnormal. Karena anda juga mengalami sakit perut yang sangat hebat, dan pendarahan yang sangat banyak lebih dari biasanya. Saya hanya takut, jika kanker anda itu sudah berkembang dan semakin parah. " Jelas dokter Frisly
" Terimakasih sudah mengkhawatirkan ku dokter. Tapi aku sekarang tidak merasakan keluhan apapun. Jadi dokter tidak perlu repot-repot untuk USG ulang. " Jawab Kimberly santai
" Tapi nyonya.. Saat saya memeriksa perut anda dan meraba nya beberapa waktu lalu, perut anda itu sudah terlihat sedikit membuncit.. seperti ada sebuah benjolan di sana. Apakah anda tidak merasakannya? Saya hanya takut jika kanker itu kini semakin parah dan nantinya akan berkembang dan menyebar ke organ tubuh anda yang lain. " Ucap dokter Frisly
" Aku tidak merasakan apapun. Sudahlah dokter, anda tidak perlu repot-repot untuk mengkhawatirkan ku. Aku sendiri yang merasakannya. Dan aku merasa tubuhku ini baik-baik saja. Anda hanya perlu membantuku untuk mencari alternatif lain untuk kesembuhan ku tanpa harus melakukan operasi. " Ujar Kimberly
" Kita sudah melakukan beberapa tindakan kemoterapi, dan juga sudah memberikan obat-obatan untuk anda. Tapi itu tidak berhasil. Bahkan dari hasil USG terakhir 1 tahun yang lalu, kanker anda itu sudah masuk ke stadium 3. Dan itu tidak bisa dibiarkan. Jalan satu-satunya hanyalah melalui operasi.. Operasi pengangkatan rahim. Agar kanker anda tidak menyebar ke organ tubuh anda yang lain. " Jelas dokter Frisly
" Tapi.. Jika aku melakukan operasi, aku takut suamiku tau tentang penyakit ku ini dokter. Aku sudah mati-matian menutupi penyakit ini darinya. Aku tidak mau sampai dia tau aku menderita penyakit seperti ini. " Ucap Kimberly frustasi
Dokter Frisly terdiam. Ia menghembuskan nafasnya perlahan.
" Maaf nyonya. Tapi.. Sepertinya suami anda sudah mengetahui tentang penyakit anda. " Ucap dokter Frisly
" Iya. Suami anda sudah mengetahui tentang penyakit anda ini. Karena.. Saya yang memberitahunya langsung kepada tuan Anthony. " Jawab dokter Frisly
" APA??! " Teriak Kimberly
" Sewaktu anda pulang sehabis dirawat di rumah sakit, suami anda tiba-tiba datang ke ruangan saya dan menanyakan tentang kondisi anda yang sebenarnya. Sepertinya dia sudah curiga dengan kondisi anda sejak awal. Dan karena dia memaksa saya untuk berkata yang sebenarnya, maka saya bicara yang sejujurnya pada tuan Anthony tentang penyakit anda ini. " Ucap dokter Frisly
" Tidak mungkin??! Kenapa dokter memberitahunya hah?! Aku kan sudah bilang untuk merahasiakan hal ini darinya! " Teriak Kimberly emosi
" Maaf nyonya, saya tidak punya pilihan lain selain memberitahu kebenarannya pada tuan Anthony. Lagipula, bukankah lebih baik dia tahu sekarang. Jadi dia bisa mensuport dan menemani nyonya untuk mendapatkan kesembuhan dari penyakit ini. Daripada terlambat. " Ujar dokter Frisly
Kimberly terduduk lesu di tempatnya. Bukan masalah penyakit itu lagi yang kini ia takutkan.
Tapi ia takut.. akan ada sebuah rahasia besar yang sebentar lagi terbongkar, ketika Anthony sudah mengetahui riwayat penyakit nya ini.
__ADS_1
Anthony kini sudah berada di area parkir rumah sakit. Ia segera turun dari mobilnya dan langsung masuk ke dalam rumah sakit. Anthony kemudian berjalan menuju meja informasi untuk menanyakan sesuatu yang selama ini telah mengganjal di hatinya.
" Permisi, bolehkah saya bertanya tentang seorang pasien yang kini sedang dirawat di ruang ICU? " Tanya nya pada seorang petugas yang ada di meja informasi
" Iya silahkan. Pasien atas nama siapa ya pak? " Tanya petugas itu
" Hmm... Camelia Eren " Ucap Anthony ragu
Entah kenapa lidah nya kini terasa kaku saat menyebutkan nama itu.
" Baik tunggu sebentar ya pak. " Ucapnya
Petugas itu kemudian menatap layar komputer yang ada di hadapannya untuk beberapa saat.
" Benar pak. Disini ada pasien yang sedang dirawat di ruang ICU atas nama nyonya Camelia Eren. " Ucap petugas itu
DEG
Tiba-tiba jantung Anthony berdetak dengan cepat. Ia kemudian mengepalkan tangannya dengan kuat.
" Bisakah... Saya menjenguk pasien tersebut ke ruang ICU? "
__ADS_1
Bersambung~