
Kimberly masih terpaku di tempatnya. Tangannya yang kini sedang memegang kertas itu terlihat sedikit bergetar.
" Ada apa nyonya? Kenapa anda terlihat terkejut seperti itu? " Tanya Sofi pada Kimberly
" Ah... Tidak apa-apa! Berkas lamaran ini biar aku yang simpan. Dan kamu.. Tetap awasi gerak gerik pelayan itu! Aku takut.. Apa yang aku curigai saat ini ternyata benar. " Ucap Kimberly sambil menggenggam kertas itu dengan kuat
" Baik nyonya " Jawa Sofi
Sofi kini memperhatikan Kimberly dengan tatapan yang sedikit menilik.
" Apa yang dia curigai? Apa dia curiga pada Claresta? Curiga kenapa? " Ucap Sofi dalam hati
Cla yang sedari tadi bersembunyi di balik tembok, langsung berbalik dan melangkah pergi meninggalkan tempat itu.
" Silahkan Kimberly.. Carilah informasi sebanyak yang kamu mau. Tapi sebelum kamu menemukan semua informasi tentangku.. aku yang akan lebih dulu mengetahui semua informasi tentang masa lalu mu. " Ucap Cla sambil mengepalkan tangannya dengan kuat
Keesokan harinya, Bela mulai memberanikan diri untuk keluar dari kamarnya. Ia kini sedang berjalan menuju ke arah dapur untuk mengambil segelas air, karena tenggorokan nya terasa sangat kering akibat menangis sepanjang malam.
Ia menangis bukan karena menyesali perbuatannya. Tapi karena ia takut, jika Xavier akan semakin membencinya.
Bela hanya bisa berharap dalam hati, semoga Xavier melupakan kejadian malam itu dan tidak mengingat apapun tentang dirinya.
Saat Bela akan berbelok ke arah dapur, tiba-tiba ia melihat sosok Xavier yang baru saja keluar dari dalam kamarnya. Xavier pun terlihat berbalik dan mulai berjalan menuju ke arah Bela.
Bela yang terkejut langsung membalikkan badannya. Ia kemudian hendak melangkah pergi, namun Xavier dengan cepat memanggilnya.
" Tunggu!! " Teriak Xavier
Bela pun menghentikan langkah nya dan mulai menundukkan kepalanya dengan gugup.
" S\*al! " Bisiknya
Xavier lalu menghampiri Bela dan langsung berdiri di hadapannya.
" Kamu.. Apa yang kamu lakukan padaku malam itu? " Ucap Xavier pelan
" Tuan.. Anda bicara apa? Saya benar-benar tidak mengerti. " Jawab Bela gugup sambil terus menundukkan wajahnya
" Jangan bohong! Katakan padaku dengan jujur, sebelum kesabaran ku mulai habis! " Bentak nya pada Bela
" Saya tidak mengerti apa yang anda bicarakan tuan. " Jawab Bela
Xavier pun menghembuskan nafasnya dengan kasar. Ia lalu mendorong tubuh Bela ke tembok dan memegang pundaknya dengan kuat.
" Ahh!!! " Teriak Bela
" Jangan pura-pura bodoh! Katakan padaku.. Apa kamu menaruh sesuatu ke dalam minumanku?! " Teriak Xavier emosi
Bela tersentak mendengar teriakan Xavier, tubuhnya kini mulai bergetar dengan hebat.
" A.. Aku... " Ucap nya gelapan sambil menahan air matanya
" Apa yang kalian lakukan? " Ucap seseorang
Xavier dan Bela pun langsung menoleh ke arah orang itu.
" Cla.. " Bisik Xavier
Cla pun berjalan dengan santai menghampiri mereka berdua.
" Jika ingin bermesraan, jangan di tempat seperti ini. " Ucap nya datar
Xavier langsung menjauhkan tangannya dari pundak Bela.
" Cla, ini tidak seperti apa yang kamu lihat. Aku hanya... "
" Aku tidak peduli. " Jawab Cla cepat dan memotong ucapan Xavier tadi
__ADS_1
Cla lalu berjalan begitu saja melewati Xavier dan juga Bela. Xavier yang melihat sikap cuek Cla, langsung mengepalkan tangannya dengan kuat. Ia kemudian berbalik dan berjalan dengan cepat menyusul Cla.
Xavier langsung meraih tangan Cla dan menariknya.
" Apa yang kamu lakukan?! Lepaskan aku! " Teriak Cla mencoba melepaskan tangannya dari Xavier
Xavier hanya diam, dan terus menarik tangan Cla hingga keluar dari pintu utama.
" Xavier lepaskan tanganku! " Teriak Cla sambil terus mencoba menarik tangannya dari genggaman Xavier.
Namun karena tenaga nya tidak lebih kuat dari tenaga Xavier, Cla pun tidak mampu menahan tangan Xavier yang terus menarik tangannya.
Xavier lalu membuka pintu mobilnya, dan menyuruh Cla untuk masuk ke dalam.
" Masuklah! " Ucap Xavier
" Aku tidak mau! Kamu mau membawa ku kemana hah?! Aku tidak mau pergi denganmu! " Teriak Cla sambil menahan tubuhnya agar tidak masuk ke dalam mobil Xavier
" Masuklah Cla! Aku akan menjelaskan semuanya padamu. Agar kamu tau apa yang sebenarnya terjadi pada malam itu. " Ucap Xavier memohon
" Aku tidak mau br\*ngsek! " Teriak Cla lagi
Xavier kemudian menghembuskan nafasnya dengan kasar.
" Baiklah kalau kamu masih keras kepala juga. Maafkan aku, kalau aku sedikit kasar padamu. " Ucap Xavier
Ia kemudian mendorong tubuh Cla agar masuk ke dalam mobil dan menutup pintunya. Xavier pun langsung berlari ke arah kursi kemudi, dan mulai melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah.
" Kamu mau membawa ku kemana?! " Tanya Cla emosi
Xavier hanya diam, dan terus melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Cla sedikit takut dengan ekspresi dingin dari Xavier saat ini. Ia pun memalingkan wajahnya dan menatap keluar jendela dengan wajah yang cemberut.
Setelah beberapa menit menempuh perjalanan, Xavier pun menghentikan mobilnya tepat di samping sebuah danau.
Xavier langsung turun dari mobilnya dan membukakan pintu untuk Cla.
" Turunlah " Ucapnya lembut
Cla masih terdiam di tempat duduknya. Ia bahkan tidak menoleh kearah Xavier sama sekali.
" Cla.. Aku mohon. " Ucap Xavier dengan tatapan memohon
Cla pun menghembuskan nafasnya dengan pasrah, dan langsung turun dari mobil. Xavier lalu menggenggam tangan Cla dan membawa nya menuju kursi panjang yang berada tepat di samping danau itu.
" Duduklah " Ucap Xavier pada Cla
Cla kemudian duduk di samping Xavier, namun masih memberikan jarak yang cukup jauh dari Xavier. Sehingga mereka berdua kini duduk dengan jarak yang saling berjauhan.
" Cla.. " Panggil Xavier lembut
Cla hanya diam tidak menanggapi.
" Maafkan aku tentang kejadian malam itu. Aku.. "
" Apa kamu pikir.. Hanya dengan kata maaf, bisa melupakan semua yang telah terjadi. " Potong Cla
" Aku tau Cla. Aku tidak berniat melakukan hal sekeji itu padamu. Waktu itu aku... "
" Tapi kenapa kamu malah melakukannya! " Potong Cla lagi dengan emosi
" Dengarkan dulu penjelasanku! " Bentak Xavier
__ADS_1
Cla langsung terdiam. Tiba-tiba setetes air mata turun di pipinya. Xavier yang melihat itu, langsung merasa bersalah. Ia dengan cepat menghampiri Cla dan menghapus air mata di pipinya.
" Maafkan aku Cla.. Aku tidak bermaksud membentak mu. " Ucap Xavier
Cla hanya menundukkan wajahnya dan menangis dalam diam.
" Sebenarnya malam itu, aku sedang mengerjakan tugas kuliahku. Lalu tiba-tiba mataku terasa berat karena mulai mengantuk. Aku pun berniat pergi ke dapur untuk membuat segelas kopi, agar menghilangkan rasa kantuk ku. Tapi saat aku hampir tiba di dapur, seorang pelayan wanita datang menghampiriku. Ia lalu menawarkan diri untuk membuatkan segelas kopi untukku. Awalnya aku menolak.. tapi karena dia terus memaksa aku pun mengiyakan nya, dan langsung kembali ke kamarku. Lalu tak berapa lama pelayan itu pun mengantarkan kopinya ke kamarku, dan aku menerimanya. " Jelas Xavier
" Lalu apa hubungannya dengan itu! " Ucap Cla emosi
" Dengarkan dulu sayang.. Aku belum selesai bicara. " Ucap Xavier lembut
Cla kembali terdiam dan mendengarkan penjelasan Xavier
" Aku lalu meminum kopi itu sedikit demi sedikit. Hingga aku tidak menyadari, kalau aku meminum nya sampai habis. Dan setelah beberapa menit aku meminum kopi itu, tiba-tiba seluruh badanku terasa panas seperti terbakar. Lalu muncul perasaan seperti ingin.. Kamu mengerti kan maksudku? " Tanya Xavier pada Cla
" Apa? " Tanya Cla tidak mengerti
" Ya badanku ku ini seperti muncul gejolak yang sangat aneh. Seperti ada hasrat yang membara di dalam tubuhku ini. Rasanya seperti ingin melakukan.. itu.. " Jelas Xavier
" Melakukan apa? " Tanya Cla bingung
" Ya melakukan itu. Kamu mengerti kan maksudku? " Ucap Xavier
" Melakukan itu? Ya melakukan apa maksudmu? " Tanya Cla semakin bingung
" Masa tidak mengerti. Ya seperti ingin melakukan ini.. " Jelas Xavier sambil menautkan kedua tangannya
" Apa itu? " Tanya Cla terlihat bingung melihat Xavier
" Oh tuhan.. Bagaimana cara aku menjelaskan nya! " Ucap Xavier frustasi
Xavier lalu menatap mata Cla dengan dalam.
" Melakukan.. seperti yang sudah aku lakukan padamu malam itu. Kamu mengerti kan? " Ucap Xavier
Cla lalu menundukkan kepalanya. Tiba-tiba ia merasa malu dan marah saat mengingat kembali kejadian malam itu.
" Aku juga tidak mengerti, apa yang sudah pelayan itu masukkan ke dalam minuman ku. Dan pada saat tubuhku mulai terasa tidak karuan, tiba-tiba pelayan itu masuk ke dalam kamarku dan mulai menggodaku! " Ucap Xavier emosi
" Menggodamu? " Tanya Cla curiga
" Iya. Pelayan wanita itu tiba-tiba saja datang ke kamarku dan mulai menggodaku. Dia lalu.. "
BRUKK
Tiba-tiba ucapan Xavier terpotong saat mendengar suara keras di samping mereka.
" ADUH! " Teriak seseorang
Xavier dan Cla pun langsung menoleh ke arah suara itu. Di sana mereka melihat ada seorang wanita paruh baya yang baru saja terjatuh di tepi danau.
Cla pun langsung berdiri dan menghampiri wanita itu.
" Anda baik-baik saja? " Tanya Cla pada wanita paruh baya itu
" Aduh..! Pinggang ku sakit! " Ucap wanita itu sambil memegang pinggangnya
Cla lalu memperhatikan wanita paruh baya itu dengan seksama. Dan tiba-tiba saja matanya langsung terbelalak saat melihat wajah wanita itu.
" Bu.. Bu Laura??! " Panggil Cla terkejut
__ADS_1
Bersambung~