
" Bisakah... Saya menjenguk pasien tersebut ke ruang ICU? " Tanya Anthony
" Maaf kalau boleh tau, apa anda keluarga dari pasien tersebut? " Tanya petugas di meja informasi itu
" Saya... "
Ucapan Anthony terhenti, saat tiba-tiba matanya menangkap sosok Kimberly yang baru saja keluar dari ruang dokter Frisly.
" Kimberly? " Bisik nya
Dengan cepat Anthony membalikkan badan dan menutup wajahnya dengan sebuah kertas yang ada di meja informasi. Ia kemudian menatap Kimberly dari kejauhan, sampai sosok itu hilang di balik pintu keluar rumah sakit.
" Sedang apa dia disini? Apa dia menemui dokter Frisly? " Bisik nya
" Mohon maaf tuan. Selain keluarga dari pasien, anda dilarang masuk ke dalam ruang ICU. " Ucap petugas itu mengagetkan Anthony yang sedang memperhatikan Kimberly.
" Tapi saya hanya berkunjung sebentar saja. Saya..hanya ingin melihat keadaan nya saat ini. Itu saja. " Ucap Anthony
" Maaf tuan. Kami tidak bisa mengijinkan sembarang orang masuk ke dalam ruang ICU. " Jelas petugas itu
" Baiklah.. Kalau begitu terimakasih. " Ucapnya lesu
Anthony kemudian berbalik dan melangkah menuju sebuah kursi ya ada di dekat Koridor ruang ICU. Ia termenung di sana dan menghembuskan nafasnya secara perlahan. Tiba-tiba sekeping kenangannya bersama Camelia kembali berputar dalam ingatannya.
Flashback~
Anthony kini sedang berada di sebuah club malam yang ada di pusat kota. Ia duduk di sana sambil terus menenggak sebotol alkohol yang ada di atas meja. Pikirannya kini sedang kalut. Ia baru saja bertengkar dengan Kimberly tentang masalah perceraian nya dengan Camelia.
Kimberly kini menagih janjinya kepada Anthony untuk menceraikan Camelia saat pernikahan mereka sudah berjalan selama 1 bulan. Namun hingga pernikahannya kini sudah berjalan hampir 2 bulan, Anthony belum juga bisa menceraikan Camelia.
Ia tidak bisa menceraikan Camelia karena kondisi kesehatan ayahnya yang semakin memburuk. Dan itulah alasan yang membuat Anthony tidak bisa juga menceraikan Camelia sampai saat ini. Karena ia takut, jika perceraian nya nanti akan semakin memperburuk kondisi kesehatan ayahnya.
Di sisi lain, Anthony juga di buat bingung dengan perasaannya saat ini. Entah kenapa setelah malam dimana ia meninggalkan Camelia, Anthony terus memikirkan tentang gadis itu. Melihat nya terisak dan menangis malam itu, membuat separuh hatinya merasa iba dan terasa sakit. Anthony juga tidak mengerti dengan perasaanya saat ini, tapi yang jelas pikirannya kini seperti telah terbagi dua antara Kimberly dan Camelia. Dan itu membuatnya merasa frustasi.
__ADS_1
Anthony kemudian melihat jam yang ada di tangan kirinya. Waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam, dan kini kepalanya terasa sangat pusing karena sudah mabuk berat. Anthony lalu memutuskan untuk pulang dan mengendarai mobilnya seorang diri.
Saat di perjalanan, pandangan Anthony mulai terlihat kabur karena mabuk. Ia juga terus meringis sambil memegang kepalanya yang kini terasa sakit. Tapi Anthony tetap mencoba berusaha fokus untuk mengendarai mobilnya dan pulang ke rumah.
Anthony kini sudah tiba di halaman rumahnya. Ia kemudian turun dari mobilnya dan berjalan sempoyongan menuju ke arah pintu utama.
Tok tok tok
Ia terus mengetuk pintu itu berulang kali. Setelah beberapa menit tidak juga ada yang membukakan pintu, Anthony mulai merasa lemas dan jatuh terduduk di lantai. Tak berapa lama, tiba-tiba pintu rumah pun terbuka dan munculah sosok wanita yang belakangan ini sering muncul dalam pikirannya.
" Anthony?! " Panggil Camelia kaget saat melihat Anthony sudah ada di depan pintu rumahnya dalam keadaan mabuk berat.
Anthony terkejut saat melihat Camelia sudah berdiri di hadapannya.
" Kenapa aku malah pulang kesini. " Batin Anthony
Ia lalu hendak berdiri, namun tiba-tiba tersungkur kembali ke lantai. Kakinya kini benar-benar tidak kuat untuk menopang tubuhnya sendiri.
Camelia yang melihat Anthony mabuk berat dan tidak mampu berdiri, langsung membantu Anthony dan memapahnya masuk kedalam rumah. Ia lalu mendudukkan Anthony di sofa ruang tamu, dan mengambilkan segelas air putih untuknya.
Anthony kemudian mengambil gelas itu dan meminumnya sampai habis. Suasana kini mulai terlihat canggung. Camelia yang merasa tidak nyaman dengan suasana itu hendak beranjak dari duduknya, namun dengan cepat Anthony menarik tangannya.
" Mau kemana?! " Tanya nya pada Camelia
" Aku.. Aku mau kembali ke kamar. Jika kamu sudah selesai.. Kamu bisa langsung pergi dari sini. " Jawab Camelia sambil menunduk
Anthony terhenyak. Tiba-tiba hatinya terasa sakit saat Camelia mengucapkan kalimat itu padanya. Padahal kenyataannya, itulah yang selalu ia lakukan setiap kembali ke rumah ini. Singgah sebentar dan langsung pergi begitu saja meninggalkan Camelia seorang diri.
" Sekarang.. Aku sudah terbiasa dengan ini. Aku sudah mulai bisa menerimanya. Jika.. Kamu tidak ingin bersamaku, aku akan ikhlas. Jika.. Kamu ingin menceraikan aku, aku tidak akan menghalangi mu. Dan jika.. Kamu membenciku saat ini, aku akan terima dengan lapang dada. Tapi.. Jika kamu menyuruhku untuk berhenti mencintaimu. Maka aku tidak bisa melakukan nya. Sebanyak apapun kamu menyakitiku.. Entah kenapa hati ini tidak bisa berbalik membencimu. Justru rasa cinta ini masih tetap pada tempat yang sama. " Ucap Camelia dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Anthony tercengang mendengar pengakuan dari Camelia. Sebegitu besarkah rasa cinta Camelia terhadapnya. Sampai wanita itu sama sekali tidak membencinya setelah apa yang sudah ia lakukan selama ini.
" Kalau begitu aku pamit ke kamar dulu. Jika kamu tidak ingin tidur satu ruangan denganku, tidurlah di kamar tamu. Atau.. Jika kamu tidak suka satu rumah denganku. Kamu bisa kembali pulang ke rumah kekasihmu. " Ucap Camelia
__ADS_1
Setelah mengatakan itu Camelia langsung beranjak dan pergi ke kamarnya. Namun saat ia akan menutup pintu kamar itu, tiba-tiba ada sebuah tangan yang menghalangi nya.
" Tunggu! " Ucap Anthony dan masuk ke dalam kamar mereka
Camelia tercengang saat melihat Anthony saat ini sudah berada di hadapannya.
Tanpa sadar, di dalam diri Anthony kini.. seperti ada sesuatu yang sedang bergejolak disana. Ia menatap Camelia dengan lekat, dari ujung kaki hingga ujung kepala. Entah kenapa Anthony seperti baru menyadari, jika wanita yang ada di hadapannya ini begitu cantik dan manis.
Anthony tanpa sadar kini menyentuh pipi Camelia dengan lembut. Saat menyentuh pipi wanita itu, Anthony merasa seperti ada sebuah aliran listrik yang sedang menyengat tubuhnya. Ia merasakan sesuatu yang berbeda saat menyentuh wajah Camelia.
Kini Anthony merasakan seperti ada sebuah hasrat yang begitu membuncah di dalam dirinya. Ia dengan perlahan mendekatkan wajahnya pada Camelia, dan..
CUP
Anthony kini mencium bibir Camelia dengan lembut. Camelia terperanjat, ia tidak menyangka jika Anthony akan menciumnya seperti ini.
Anthony terus ******* bibir Camelia, ia merasakan gejolak di dalam dirinya semakin lama semakin tak terkendali. Ciuman yang semula terasa lembut, kini semakin menuntut. Anthony kemudian mendekap pinggang Camelia dengan erat. Ia menuntun Camelia hingga ke tepi ranjang dan mendorong tubuhnya dengan lembut hingga terjatuh di atas kasur.
Dengan cepat Anthony membuka pakaian nya dan langsung menindih tubuh Camelia. Saat ia akan mencium Camelia lagi, tiba-tiba ponsel di saku celana nya berbunyi.
Dengan cepat Anthony mengambil ponsel itu dan berniat mematikannya. Namun saat ia melihat dilayar ponsel itu tertera nama Kimberly, Anthony mulai ragu. Ia pun hendak mengangkat telpon itu.
Namun saat Anthony akan mengangkat nya, tangan Camelia langsung menahannya.
" Aku istrimu. Tidak bisakah pikiran dan hatimu hanya tertuju padaku? " Ucap Camelia lembut
Anthony terdiam untuk beberapa saat. Ia kemudian menatap dalam wajah Camelia. Dan saat itu juga hatinya langsung bergetar kembali. Ia merasa seperti mendambakan sosok wanita cantik dan lembut yang ada di hadapannya ini.
Dengan cepat Anthony melempar ponsel itu ke sembarang arah, dan kembali ******* bibir manis milik Camelia.
Malam itu pun menjadi malam yang sangat panjang dan indah bagi sepasang pengantin yang sudah tidak terbilang baru itu, untuk melakukan malam pertama mereka sebagai suami istri.
Flashback End~
__ADS_1
Bersambung~