Takdir Yang Tak Terduga

Takdir Yang Tak Terduga
Part 7


__ADS_3

" Terimakasih tuan... Kalau begitu saya permisi kembali ke belakang. " Ucap Cla sedikit membungkuk dan berbalik melangkah pergi.


Anthony terpaku. Mata itu... Wajah itu... Entah kenapa mengingatkannya pada seseorang... seseorang yang ada di masa lalunya.


Tiba-tiba rasa sakit itu kembali muncul di dalam hatinya. Ia pun menggelengkan kepalanya pelan, agar ia tidak mengingat kembali masa lalunya itu. Mungkin saja wajah gadis itu hanya mirip dengan seseorang yang ia kenal di masa lalu, pikirnya.


" Kalau begitu semuanya kembali pada pekerjaan kalian masing-masing! " Perintahnya pada semua pelayan yang ada disana.


Dan tanpa menunggu lama, para pelayan pun segera meninggalkan ruang tengah yang penuh ketegangan tadi.


" Kalau begitu papah pergi ke kantor dulu ya. Beritahu ibumu itu untuk tidak semena-mena pada semua orang! Dia benar-benar tidak pernah berubah, sifatnya itu membuatku muak..! ” Geram Anthony melihat sifat istrinya itu. Ia pun menepuk pundak Xavier dan berlalu pergi menuju ke kantor.


Xavier hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar. Ia setuju dengan ucapan ayahnya, ibunya memang mempunyai sifat dan perilaku yang buruk. Apalagi kepada orang-orang yang berada dibawah kastanya.


Ia kembali teringat dengan kelakuan ibunya pada Cla tadi. Bagaimana perasaan Cla? Pasti sekarang dia merasa sedih, pikirnya.


Cla membanting pintu kamarnya dengan kasar. Ia duduk di tepi ranjang dan memejamkan matanya. Sungguh.. jika Cla tidak bisa menahan dirinya tadi, mungkin ia sudah menampar wanita j*lang itu. Berani-beraninya Kimberly menuduhnya sebagai pencuri, bukankah yang pantas disebut pencuri adalah dirinya sendiri? Batin Cla kesal.


Tapi ia mencoba kembali fokus pada tujuan utamanya datang ke rumah ini. Terlalu awal jika ia menyerang Kimberly dan Anthony dengan cara terbuka seperti tadi. Ia harus melakukannya dengan pelan dan tidak terburu-buru. Lagipula Cla juga tidak mau jika Kimberly dan Anthony tau siapa dirinya yang sebenarnya.


Cla pun memutuskan untuk mandi dan menyegarkan otaknya. Ia tidak mau ambil pusing tentang kejadian tadi pagi, karena itu bukan fokus utamanya.


Lihat saja.. Cla akan membalas semua perbuatan Kimberly.


Setelah membersihkan diri, Cla memutuskan untuk pergi ke ruang laundry. Kemarin ia lupa mencuci beberapa pakaian milik Anthony, jadi ia memutuskan untuk mencucinya hari ini.


Namun saat Cla sudah tiba di depan ruang laundry, ternyata di sana sudah ada seorang pelayan wanita yang sedang membereskan beberapa pakaian kotor.


Siapa dia? tanyanya dalam hati.


Lalu pelayan wanita itu pun menoleh padanya.


"Hai Claresta... Kamu bersihkan halaman belakang rumah dekat kolam renang saja ya. Untuk cucian kotor ini biar aku yang kerjakan.. Jadi kita bagi tugas. " Ucap pelayan wanita itu sambil tersenyum kepada Cla


" Oh.. Baiklah " Jawab Cla dan hendak berlalu, namun tertahan saat wanita itu kembali memanggilnya.


" Ohiya.. Kenalkan namaku Bela. " Ucapnya sambil mendekat dan mengulurkan tangannya pada Cla


" Aku Claresta... Kurasa kamu sudah tau namaku tadi. " Jawab Cla datar dan menyambut uluran tangan Bela.


" Hehe iya aku tau namamu tadi pagi saat bu Sofi memanggilmu... " Ucapnya sambil tersenyum.


" Aku baru 1 bulan bekerja disini, di bagian rumah belakang juga. Jadi kita ini termasuk partner kerja hehe.. " Terangnya lagi.

__ADS_1


Cla hanya tersenyum sekilas melihat gadis di hadapannya ini. Ia mencoba memperhatikan Bela, sepertinya Bela seumuran dengannya. Dari yang Cla lihat, Bela ini tipe gadis yang ramah dan mudah bersosialisasi. Ia juga memiliki lesung pipi di wajahnya saat ia tersenyum.


" Oke kalau begitu aku akan membersihkan halaman belakang dulu. " Jawab Cla singkat dan berlalu begitu saja dari hadapan Bela.


Cla memang bukan tipe orang yang mudah bersosialisasi atau mudah dekat dengan seseorang. Bahkan selama hidupnya Cla hanya mempunyai 1 teman dekat saja yang bernama Moana.


Moana adalah temannya semasa sekolah dasar. Hanya dia yang mau berteman dengan Cla disaat semua teman yang lain menjauhinya, karena Cla hanyalah orang miskin dan anak yang hanya dibesarkan oleh seorang ibu tanpa ada sosok ayah disampingnya.


Bahkan saat itu ia disebut sebagai anak haram oleh teman-teman di sekolahnya, hanya karena mereka tidak tau siapa ayah kandungnya. Sungguh ia sendiri bahkan tidak mau mengingat kembali masa kecilnya yang sangat amat menyedihkan itu. Maka dari itu ia kini tumbuh menjadi orang yang tertutup, bahkan pada ibunya sendiri. Bukan karena mereka tidak dekat, tapi karena Cla tidak mau membuat ibunya terbebani olehnya.


Sampailah Cla di halaman belakang rumah. Ia pun mulai melakukan pekerjaannya menyapu daun-daun yang berjatuhan disana.


Setelah hampir 20 menit berlalu, Cla akhirnya selesai menyapu halaman belakang. Ia pun berniat untuk beristirahat sebentar di sebuah kursi yang ada di dekat kolam renang.


Saat Cla sudah duduk, matanya melihat ke arah kolam renang yang ada di depannya.


Ia baru menyadari, ternyata ada seseorang yang sedang berenang di sana. Matanya sedikit menyipit untuk memperhatikan siapa orang yang sedang berenang itu.


Dan tiba-tiba saja ia terbelalak kaget melihat pemandangan yang ada di depannya saat ini...


Ia melihat Xavier yang sedang berenang dengan bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana pendeknya saja.!


Mulut Cla sedikit terbuka. Dan untuk beberapa saat ia tidak dapat mengalihkan pandangannya dari Xavier. Bahkan tanpa disadari, ia menelan air liurnya saat melihat tubuh pria itu.


Badannya yang kekar...


Perutnya yang sixpack...


Cla pun tersadar dari lamunan nya, ia segera menggelengkan kepalanya cepat. Apa yang baru saja ia pikirkan... Bisa-bisanya ia mengagumi tubuh Xavier.


Cla langsung memukul kepalanya berkali-kali, betapa bodohnya yang ia lakukan tadi. Seharusnya ia tidak mengagumi si Xavier itu.


Karena pada faktanya, dia adalah anak dari ayahnya bersama wanita lain.


" Hey... Claresta...!! " Seru Xavier di sebrang sana. Membuat Cla langsung menoleh kearahnya.


" Apa-apaan dia... Beraninya memanggil namaku. " Bisik Cla kesal dengan Xavier yang selalu memanggil namanya dengan nada yang sok akrab.


" Hey... Dengar tidak aku memanggilmu?!! " Serunya lagi


" Ada apa??!! " Jawab Cla setengah berteriak, karena posisi mereka yang memang bersebrangan.


Cla yang duduk di kursi dekat ujung kolam sebelah kanan, dan Xavier yang sedang berdiri di dalam kolam renang ujung sebelah kiri. Membuat mereka memang harus berkomunikasi dengan suara yang sedikit keras agar terdengar satu sama lain.

__ADS_1


" Kemari..!! ” perintah Xavier sambil mengibaskan tangannya, menyuruh Cla datang dan mendekat padanya.


" Aishhh... Apa sih! Dasar menyebalkan! " Gumamnya. Kemudian ia menghentakkan kakinya dan berjalan ke arah Xavier.


" Ada apa??! " Ketus Cla pada Xavier saat ia sudah berada di hadapannya.


" Jutek amat jadi pelayan... " Jawab Xavier


Huft... Cla pun menghembuskan nafasnya perlahan, agar emosinya mereda. Entah kenapa setelah mengetahui fakta bahwa Xavier adalah anak dari ayahnya dan wanita j*lang itu, Cla selalu naik darah jika melihat wajahnya.


" Maaf tuan... saya tidak bermaksud begitu. Ada yang bisa saya bantu tuan? " Ucap Cla sambil menunduk dan tersenyum dengan terpaksa.


" Aku haus... Tolong buatkan segelas jus jeruk ya.. " Ucapnya sambil tersenyum


" Apa??? " Tanya Cla memastikan.


" Aku haus cantik... Bisa tolong buatkan aku segelas jus jeruk? " Ucap Xavier sambil mengedipkan matanya dan menggoda Cla.


S*alan...!! Berani-beraninya dia menggodaku... Ucap Cla dalam hati.


" Baik tuan muda, akan saya buatkan untuk anda... " Ucapnya sambil tersenyum manis dan membalikan badannya, lalu membuat gerakan seperti orang yang mau muntah.


Dan tanpa berlama-lama Cla dengan cepat pergi dari hadapan Xavier. Jujur jika berada dekat-dekat dengan anak itu membuat Cla ingin sekali menjitak kepalanya dengan kuat.


Cla pun berjalan di koridor menuju ke arah dapur. Tak sengaja ia melihat Bela yang masih berada di ruang laundry sedang membongkar pakaian kotor milik Anthony. Karena Cla penasaran, ia pun mendekat ke arah Bela.


" Kamu sedang apa? " Tanyanya pada Bela


" Ini.. Nyonya menyuruhku untuk membawakan jas yang digunakan tuan Anthony kemarin, katanya ada barang tuan yang tertinggal di saku jasnya. Kemarin kalau tidak salah jas nya warna coklat kan? ” jelasnya dan bertanya pada Cla.


" Mana ku tahu. " Jawab Cla dengan wajah datarnya


Setelah menemukan jas yang dicarinya, tiba-tiba Bela menggeliat seperti orang yang sedang menahan sesuatu.


" Aduh... Cla! tolong pegang sebentar ya, aku kebelet mau buang air kecil dulu sebentar. " Ucap Bela sambil memberikan jas itu pada Cla dan pergi keluar dari ruang laundry menuju kamar mandi.


Cla menatap jas yang Bela berikan. Ia melihat nya dengan pandangan yang tak terbaca. Lalu tak lama kemudian, muncul sebuah seringaian licik di bibir mungil nya itu.


Dengan cepat ia berlari membawa jas itu menuju kamarnya. Setelah tiba di kamar, ia merogoh tas nya dan mengambil sebuah lipstik berwarna merah.


" Kimberly... Aku akan membuatmu merasakan apa yang ibuku rasakan dulu... " Lirihnya


Lalu Cla menatap pantulan wajahnya di depan cermin. Dan ia mulai memoleskan lipstik merah itu pada bibir nya. Setelah selesai, ia membuka bagian dalam kerah jas milik Anthonty. Dan tanpa ragu ia menempelkan bibirnya disana, sehingga terlihat jelas cetakan sebuah bibir berwarna merah pada jas itu.

__ADS_1


" Balas dendam dimulai.... " Ucapnya sambil tersenyum licik.


Bersambung~


__ADS_2