Takdir Yang Tak Terduga

Takdir Yang Tak Terduga
Part 32


__ADS_3

Cla menggeliat pelan dalam tidurnya. Ia merasakan seperti ada sesuatu yang berat sedang menindih pinggang nya. Cla mencoba membuka matanya secara perlahan. Saat mata nya sudah berhasil terbuka, hal pertama yang Cla lihat di hadapannya adalah sesosok pria tampan yang kini sedang memejamkan matanya.


" Tampan sekali.. Siapa dia? " Bisik nya setengah sadar


Cla kemudian mencoba mengusap matanya untuk memperjelas penglihatan nya. Ia lalu menautkan alisnya, saat menyadari jika seseorang yang ada di hadapannya ini mirip dengan seseorang yang ia kenal.


" Xavier? Kenapa dia terlihat seperti Xavier? " Ucapnya lagi


Cla lalu mencoba memperhatikan ruangan yang ada di sekitarnya. Ia mulai merasa bingung saat melihat ruangan yang ada di hadapannya kini tidak terlihat seperti kamarnya. Cla dengan cepat menoleh kembali ke arah Xavier dan ke arah ruangan itu secara bergantian.


" Oh tidak! Kenapa aku ada disini?! " Bisiknya mulai merasa panik


Cla menoleh kembali ke arah Xavier yang sedang tertidur dengan lelap. Pandangan nya lalu turun ke arah tubuh Xavier yang kini terlihat polos tanpa sehelai benang pun.


" Aaarrggghhhh!!!!!! ” teriak Cla saat menyadari jika kini Xavier sedang tidur di sampingnya sambil bertelanjang dada.


Cla kemudian bangun dan mengambil sebuah bantal yang ada di sampingnya. Ia lalu memukul Xavier dengan bantal itu hingga membabi buta.


Xavier yang sedang tidur langsung terbangun, dan dengan reflek melindungi tubuhnya dari serangan yang Cla berikan secara bertubi-tubi.


" Dasar mesum s*alan! " Teriak Cla sambil terus memukuli Xavier dengan bantal


" Stop! Cla hentikan... " Ucap Xavier sambil berusaha menangkis pukulan yang Cla berikan.


" Dasar mesum! Kenapa aku bisa ada disini dan tidur di ranjangmu hah?! Kamu pasti sudah berbuat yang macam-macam padaku kan?! " Teriak Cla yang masih terlihat emosi dan terus memukuli Xavier


" Tidak Cla! Tungu sebentar.. Biar aku jelaskan dulu padamu.. " Pinta Xavier


Xavier kemudian menarik tangan Cla, sehingga tubuh Cla kini tertarik dan jatuh tepat di atas tubuhnya.


Sejenak mereka saling menatap satu sama lain. Posisi mereka saat ini bisa saja membuat orang lain yang melihatnya akan salah paham.


Cla yang merasa tidak nyaman dengan posisi mereka saat ini, mencoba bangkit dari atas tubuh Xavier. Namun dengan cepat Xavier langsung menahan pinggang Cla, sehingga Cla kini tidak bisa menggerakkan tubuhnya.


" Apa yang kamu lakukan?! Cepat lepaskan aku, dasar mesum! " Bentak Cla sambil berusaha melepaskan tubuhnya dari Xavier


" Biarkan seperti ini sebentar saja. " Pinta Xavier lembut


" Tidak mau! Lepaskan aku! " Teriak Cla lagi


" Aku mohon.. " Pinta Xavier sambil menatap mata Cla dengan lembut


Cla yang tadinya memberontak, tiba-tiba langsung terdiam saat melihat tatapan itu. Tatapan mata Xavier saat ini membuatnya seperti terhipnotis ke dalamnya. Dengan posisi seperti ini, Cla juga bisa merasakan jantung Xavier yang kini sedang berdetak dengan cepat.

__ADS_1


Tatapan itu semakin lama semakin dalam. Tanpa mereka sadari wajah mereka semakin lama semakin mendekat satu sama lain. Bahkan hidung mereka kini sudah saling bersentuhan. Hingga tiba-tiba..


Tok tok tok


Cla dan Xavier terperanjat. Mereka langsung menjauh dan bangkit dari posisi mereka tadi.


" Xavier! Kamu sudah bangun? " Ucap seseorang diluar sana.


Mata Xavier langsung terbelalak saat ia mendengar suara itu.


" Gawat! " Bisik nya


" Apa? Kenapa? Siapa itu? Kenapa seperti suara seorang pria? " Tanya Cla yang terlihat mulai panik


" Itu teman-temanku! " Jawab Xavier


" Apa?! Bagaimana ini? Bagaimana kalau mereka melihatku ada disini? " Tanya Cla panik


Cla dan Xavier segera turun dari ranjang dan mulai berjalan ke arah pintu dengan panik.


" Bagaimana ini??! " Bisik Cla dengan panik


" Tenang Cla jangan panik. Lebih baik sekarang kamu bersembunyi dulu di dalam kamar mandi ya. Aku akan segera membawa mereka ke ruang tamu. Lalu setelah kami pergi, kamu bisa langsung ke luar dari kamar ini. " Ucap Xavier sambil menyentuh bahu Cla


Ceklek


" Lama sekali buka pintunya. Apa kamu baru bangun? " Ucap Brian sambil menyelonong masuk ke dalam kamar Xavier


Xavier yang melihat itu, langsung menarik tangan Brian dan menyeretnya ke luar dari kamar.


" Eh.. Lebih baik kita ke ruang tamu saja dulu yuk. Atau.. kita ke ruang makan saja dulu. Aku sudah lapar ingin sarapan. Apa kalian sudah sarapan? " Ucap Xavier panik


" Kita sudah sarapan tadi di rumah Morgan. Lebih baik kita menunggu di dalam kamar mu saja. Aku tidak mau sampai bertemu dengan mamahmu yang galak itu. " Ucap Brian sambil kembali masuk ke dalam kamar Xavier


" Sudah ku bilang jangan! Lebih baik kalian tunggu di ruang tamu saja. Atau.. Apa kalian ingin menunggu ku di ruang keluarga saja, sambil bermain game? " Ucap Xavier yang masih berusaha mengusir kedua temannya itu dari dalam kamarnya.


" Kamu kenapa sih? Tidak seperti biasanya. Bukankah kita selalu menunggumu di dalam kamarmu ini ya? " Tanya Morgan yang merasa aneh dengan sikap Xavier


" Iya aneh! Apa ada yang kamu sembunyikan disini? Atau.. Jangan-jangan kamu habis tidur dengan seorang wanita ya.. " Ujar Brian sambil menggoda Xavier


Cla yang mendengar nya dari dalam kamar mandi mulai merasa panik.


" Enak saja! Jangan sembarangan kalau bicara. Pokoknya kalian tunggu aku di ruang tamu. titik! " Ucap Xavier

__ADS_1


Ia kemudian menarik tangan kedua temannya keluar dari kamar, dan membawa mereka ke ruang tamu.


Cla lalu membuka pintu kamar mandi itu, dan mencoba mengintip lewat celah pintu. Ia kemudian menghembuskan nafasnya dengan lega, saat melihat Xavier dan teman-temannya sudah keluar dari dalam kamar. Dengan cepat Cla berlari keluar dari kamar mandi dan membuka pintu kamar Xavier.


" Aman " Bisik nya, dan ia pun langsung keluar dari kamar itu.


Namun tanpa diduga. Bela yang kini sedang berjalan di koridor, melihat Cla yang baru saja ke luar dari dalam kamar Xavier sambil mengendap-ngendap.


" Tunggu.. Apa itu Claresta? " Ucap Bela sambil menautkan alisnya


Bela kemudian berlari dan mencoba mengejar Cla. Saat ia sudah dekat dengan Cla, Bela langsung menahan tangan Cla dengan cepat.


" Tunggu! " Ucapnya sambil memegang tangan Cla


Cla kemudian berbalik dan menatap Bela dengan tatapan penuh tanya.


" Ada apa? " Tanya Cla


Bela kemudian menatap Cla dari ujung rambut hingga ujung kaki. Ia melihat penampilan Cla saat ini terlihat begitu berantakan. Dengan wajah yang dipenuhi dengan keringat di mana-mana.


" Kamu.. Kamu baru bangun tidur? " Tanya Bela curiga


" Iya. Dan sekarang aku mau ke kamarku untuk mandi dan bersih-bersih. " Jawab Cla santai


" Ke kamarmu? Berarti tadi malam.. Kamu tidak tidur di dalam kamarmu sendiri? " Tanya Bela semakin curiga


Cla terlihat sedikit gugup, namun tak lama kemudian ia langsung memasang wajah liciknya.


" Semalam.. Aku tertidur di luar. " Jawab Cla


" Di luar? Dimana? " Tanya Bela tak sabar


Cla kemudian berjalan perlahan mendekati Bela dan membisikkan sesuatu ke telinganya.


" Semalam... Seseorang mengajakku untuk tidur di dalam kamarnya. " Bisik Cla pada Bela


Cla lalu menjauhkan wajahnya dan mengedipkan sebelah matanya ke arah Bela. Ia kemudian berbalik dan pergi menuju kamarnya, meninggalkan Bela yang saat ini sedang syok seorang diri.


Tanpa disadari, tangan Bela kini sudah terkepal dengan kuat.


" Claresta... Sepertinya kamu mau main-main denganku. Liat saja.. Akan kubuat kamu menyesal karna sudah berani bermain-main dengan Bela! " Bisik nya


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2