Takdir Yang Tak Terduga

Takdir Yang Tak Terduga
Part 40


__ADS_3

Xavier telah selesai melakukan pengambilan darah. Ia langsung keluar dari ruangan itu dan berjalan menghampiri Cla yang kini sedang duduk di dekat ruang operasi.


" Apakah sudah selesai? " Tanya Cla saat Xavier sudah duduk di sampingnya.


" Iya sudah. Syukurlah darahnya cocok, dan aku juga sedang dalam keadaan sehat. Jadi donor darahnya berjalan dengan lancar. " Ucap Xavier sambil tersenyum


Cla hanya menganggukkan kepala nya dan terdiam.


" Terimakasih ya " Ucap Cla tiba-tiba


" Terimakasih untuk apa? " Tanya Xavier


" Untuk semuanya. Kalau kamu tidak ada disini sekarang, aku tidak tau bagaimana nasib ibu ku. Kamu begitu baik padaku. Aku janji.. aku akan berusaha mengganti semua biaya yang telah kamu pinjamkan untukku. " Ucap Cla sambil menatap Xavier


" Sudah aku bilang, jangan pernah pikirkan hal itu. Fokus saja pada kesehatanmu dan kesembuhan ibumu. Aku ikhlas membantumu Cla. Aku kan sudah bilang, aku akan selalu ada untukmu disaat kamu membutuhkan bantuan. Kamu percaya kan sekarang? Apa yang aku ucapkan padamu itu adalah janjiku, bukan hanya kata-kata untuk merayu mu semata atau semacam nya. " Jelas Xavier sambil tersenyum ke arah Cla


Cla menatap Xavier dengan pandangan yang tak terbaca.


" Kenapa kamu begitu baik padaku? Padahal kamu tidak tau latar belakangku seperti apa. Bisa saja.. aku ini adalah orang yang punya niat jahat padamu. " Ucap Cla


" Kamu tidak terlihat seperti itu. Yang aku lihat di mataku kini, kamu adalah orang yang baik. Kamu wanita yang tegar dan pekerja keras. Walaupun kamu terlihat sedikit arogan saat aku pertama kali mencoba mengajakmu berbicara. Tapi aku tau.. Itu bukan karena kamu memang arogan, tapi karena kamu punya pendirian. Kamu tidak mau diremehkan atau dipandang lemah oleh orang lain. " Ucap Xavier sambil menatap Cla dalam


Cla kembali terdiam


" Apa kamu tau, aku ini sebenarnya orang yang cukup tertutup. Dari kecil aku hanya bisa terbuka pada ayahku saja. Dia yang paling mengerti aku. Hanya dia orang yang selalu mendukung ku dan memahami perasaan ku selama ini. " Ucap Xavier


" Bagaimana... Rasanya dekat dengan ayahmu? " Tanya Cla tiba-tiba


Xavier menatap Cla. Ia memahami maksud dari perkataan Cla saat ini.


" Karena aku anak laki-laki, ketika dekat dengan ayahku sendiri.. Aku merasa seperti mempunyai seorang sahabat yang satu frekuensi denganku. Ayahku itu sangat bisa menempatkan diri. Saat aku butuh perhatian dan support, dia bisa menjadi ayah yang baik dan sangat bijaksana kepada anak laki-laki nya. Tapi di saat aku butuh tempat untuk mengutarakan isi hatiku dan perasaan yang sedang aku rasakan, ayahku bisa menempatkan dirinya sebagai sahabat terbaik ku. Dia selalu mendengarkan isi hatiku, dan setelahnya.. dia pasti akan selalu memberikan saran terbaik nya untukku. " Ucap Xavier tersenyum sambil mengingat sosok ayahnya


Cla memalingkan wajahnya, tiba-tiba setetes air mata jatuh begitu saja di pipi nya. Saat mendengar cerita Xavier, entah kenapa ia jadi merasa iri mendengar kedekatan antara Xavier dan Anthony. Tapi dengan cepat Cla langsung menghapus air matanya dan tersenyum ke arah Xavier.


" Seperti nya menyenangkan ya. " Ucap Cla sambil mencoba tersenyum


" Tapi tidak se menyenangkan saat kita bisa dekat dengan ibu kita sendiri. " Ucap Xavier


" Maksudnya? " Tanya Cla sambil mengerutkan alisnya tidak mengerti


" Aku dan ibuku. Dari dulu hingga sekarang, kami sama sekali tidak dekat satu sama lain. Entah kenapa dia selalu bersikap cuek dan tidak peduli padaku. Bahkan saat kami berbicara, dia selalu berkata dengan dingin dan jutek padaku. Tapi aku sekarang mencoba memahami nya. Mungkin memang sifatnya seperti itu, dia bahkan selalu bersifat arogan kepada semua orang. " Jelas Xavier


" Ya, nenek lampir itu memang menyebalkan! " Ucap Cla


Ia kemudian menatap Xavier dengan salah tingkah.


" Ah... Maaf... Aku tidak bermaksud menyindir ibumu. " Ujar Cla cepat


Xavier hanya tertawa sambil mengelus kepala Cla.


" Tidak apa-apa. Mungkin yang kamu bilang itu ada benarnya juga. Hahaha " Jawab Xavier sambil tertawa

__ADS_1


Obrolan mereka kini seperti mencairkan suasana yang tadinya terasa tegang. Sejenak Cla bisa sedikit lebih tenang, sambil menunggu hasil operasi yang masih dijalani oleh ibunya.




Sore ini, mobil Anthony terlihat sudah memasuki halaman rumahnya. Ia lalu bergegas keluar dari mobilnya dan masuk ke dalam rumah. Anthony kemudian berjalan langsung menuju kamarnya yang ada di lantai atas.



Saat Anthony sudah masuk ke dalam kamarnya, ia melihat Kimberly kini sedang berbaring santai di atas kasur sambil memainkan ponselnya.



Kimberly yang mendengar suara pintu kamarnya terbuka, langsung menoleh ke arah pintu dan terkejut saat melihat sosok Anthony kini sedang berdiri di sana.



" Anthony! " Ucapnya sambil bangkit dari ranjangnya dan berjalan menghampiri Anthony yang masih berdiri di sana.



" Kemana saja kamu?! Kenapa kamu tidak mengabari ku?! Bahkan kamu pergi ke luar kota pun tidak memberitahuku sama sekali! " Ucap Kimberly emosi



" Apakah aku harus selalu memberitahumu tentang segalanya? " Tanya Anthony




Anthony hanya terdiam sambil memalingkan wajahnya.



" Ohhh... Apa jangan-jangan kamu tidak benar-benar pergi keluar kota untuk urusan bisnis.. Tapi kamu sedang pergi bersama selingkuhanmu itu. Iya kan?! Apa dia wanita yang sama dengan wanita yang meninggalkan bekas noda lipstik nya di jas mu itu hah?! " Teriak Kimberly berapi-api



" Tutup mulutmu! " Bentak Anthony



" Kenapa? Apa tebakan ku itu benar?! Iya kan! " Teriak Kimberly lagi



" Cukup! Kamu memang tidak pernah berubah Kimberly. Kamu egois, kamu selalu menuntut ku untuk menjadi suami yang penurut dan mengikuti semua perkataanmu. Kamu selalu menyuruhku untuk berkata jujur dan tidak menyembunyikan apapun darimu. Tapi kamu sendiri bagaimana hah? Apa kamu juga sudah berkata jujur padaku selama ini?! " Teriak Anthony


__ADS_1


" Tentu saja! " Teriak Kimberly tidak mau kalah



" Lalu kenapa kamu tidak memberitahuku tentang penyakit mu itu?! " Ucap Anthony dengan keras



Kimberly tiba-tiba tercengang. Ia kini mulai merasa gugup.



" Pe.. Penyakit apa maksudmu? Aku tidak mengerti! " Jawabnya gelagapan



" Jangan pura-pura bodoh! Dokter Frisly sudah menceritakan semua nya kepadaku! " Ucap Anthony emosi



Kimberly kemudian menelan ludahnya dengan susah payah. Ia kini terlihat sedikit takut dan juga panik.



" Dan dokter Frisly juga bilang padaku, kalau kamu sudah menderita penyakit itu sejak sebelum menikah denganku. Tapi kamu sama sekali tidak pernah memberitahu ku soal itu. Kenapa? Kenapa kamu menyembunyikannya dariku hah?! " Ucap Anthony



Kimberly terdiam.



" Apa selain itu, ada lagi yang kamu sembunyikan dariku? " Tanya Anthony



Anthony kemudian melangkah perlahan mendekati Kimberly yang sedang terdiam di tempatnya.



" Dokter Frisly juga bilang padaku.. dulu sebelum kita menikah, kamu sudah di vonis oleh dokter akan sulit untuk memiliki keturunan. Apa itu benar?? " Ucap Anthony tepat di hadapan Kimberly



Kimberly membelalakkan matanya. Keringat dingin kini sudah membasahi kening nya. Ia mulai mengepal kan tangannya dengan kuat.



" Kalau itu benar. Kenapa pada saat itu kamu memberitahuku bahwa kamu sedang mengandung anak ku, dan memintaku untuk menceraikan Camelia dengan paksa!!! "


__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2